Anda di halaman 1dari 43

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. M
Umur : 24 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Pendidikan Terakhir : SMA
Alamat : Gagasari Gebang
Tanggal masuk : Senin, 21 Agustus 2017
Jam Masuk : 11.00 WIB

Nama Suami : Tn. D


Alamat : Gagasari Gebang
Umur : 25 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Karyawan
Pendidikan Terakhir : SMA
II. ANAMNESIS
Keluhan utama : Keluar cairan dari jalan lahir sejak pukul 01.00 dini hari.

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien G1P0A0 datang ke RSUD Waled dan merupakan rujukan dari
Bidan Puskemas Gebang datang dengan keluhan keluar cairan ngrembes dari
jalan lahir sejak pukul 01.00 dini hari. Cairan ngerembes dari jalan lahir dengan
warna bening tidak berbau dengan frekuensi awal sedikit namun tiap beberapa
jam menjadi lumayan banyak. Cairan bercampur darah atau keluarnya lendir
darah disangkal oleh pasien. Pasien mengaku 1 hari SMRS melakukan hubungan
suami istri, namun setelah berhubungan perdarahan dari jalan lahir disangkal
oleh pasien. Keluhan kenceng-kenceng sudah dirasakan sejak 1 minggu sebelum
masuk rumah sakit namun belum sering, keluhan kenceng-kenceng dirasakan
lebih sering sejak pukul 05.00 WIB, semakin lama semakin sering, keluar darah
dari jalan lahir (-), gerakan janin (+) masih dirasakan. Keluhan demam disangkal
pasien, riwayat jatuh (-), keputihan (-), nyeri saat berkemih (-),mual dan muntah
(-). BAB dan BAK lancar
Riwayat Haid :
Menarche : 12 tahun
Haid : Teratur
Siklus : 28 hari
Lama Haid : 7hari
HPHT : 20 November 2016
Taksiran Persalinan : 27 Agustus 2017
Riwayat Nikah :
Menikah saat usia 23 tahun dan sudah menikah selama 1 tahun. Merupakan pernikahan pertama bagi
pasangan suami dan istri.
Riwayat obstetri : G1P0A0
Hamil ini
Riwayat ANC :
Pasien rutin melakukan pemeriksaan ANC di bidan. Pada trimester I sebanyak 2x, timester II
sebanyak 2x, dan trimester III tiap bulan.
Pemeriksaan USG :
Pemeriksaan USG dilakukan terakhir pada tanggal 15 Agustus 2017 di RSUD Waled didapatkan hasil
denyut jantung janin (+), tafsiran jenis kelamin Laki-laki dan tafsiran berat janin 3200 gr.
Riwayat KB :
Pasien belum pernah menggunakan alat kontrasepsi sebelumnya.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat DM : Disangkal
Riwayat HT : Disangkal
Riwayat penyakit jantung : Disangkal
Riwayat alergi obat/makanan : Disangkal
Riwayat Asma : Disangkal
Riwayat Tumor : Disangkal
Riwayat Trauma : Disangkal
Riwayat operasi : Disangkal
Riwayat konsumsi jamu :Disangkal, hanya konsumsi vitamin dari bidan.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Riwayat penyakit jantung : Disangkal
Riwayat DM : Disangkal
Riwayat HT : Disangkal
Riwayat Asma : Disangkal
Riwayat Alergi : Disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi :
Pasien seorang ibu rumah tangga, dan suami bekerja sebagai karyawan. Pasien tinggal bersama suami dan
keluarganya. Biaya pengobatan menggunakan BPJS non PBI.
Riwayat Pribadi :
Merokok (-)
Konsumsi alkohol (-)
Diet (-)
Nafsu makan baik namun jarang mengkonsumsi vitamin ataupun sayur maupun buah
III.PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : composmentis
Vital sig
TD : 100/70 mmHg
Nadi : 84 x/ menit, irama reguler, isi dan tegangan cukup
RR : 20 x/ menit
Suhu : 37oC
Status gizi :
BB saat hamil : 64 kg
BB Sebelum Hamil : 50 kg
TB : 158 cm
BMI : 19,6 kg/m2
Kesan : status gizi baik(Normoweight)
Status internus :
Kepala : Bentuk mesocephal
Mata : Konjunctiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-).
Telinga : Normotia, dalam batas normal
Hidung : Simetris, dalam batas normal.
Mulut : dalam batas normal.
Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-).
Thoraks : Normochest
Cor : dalam batas normal.
Pulmo : dalam batas normal.
Abdomen : membuncit, membujur
Ekstremitas
Superior Inferior
Edema -/- -/-
Akral dingin -/- -/-
Status Obstetrikus
Pemeriksaan Luar
Inspeksi :
Abdomen : membuncit, membujur dan striae gravidarum (+)
Palpasi :
Pemeriksaan leopold
LI `: teraba bagian janin tidak bulat, lunak, ballotment (-) (kesan bokong)
TFU 31 cm TBJ = 3100 gram.
L II : teraba tahanan besar memanjang sebelah kanan (kesan punggung), teraba tahanan
kecil-kecil sebelah kiri (kesan ekstremitas) (PUKA).
L III : teraba bagian janin bulat, keras, ballotment (-). (Kesan kepala)
L IV : bagian bawah sudah masuk pintu atas panggul.
His = (+) 2x10 15
Auskultasi :
Denyut jantung janin terdengar paling keras di sebelah kanan diatas umbilikus
dengan frekuensi 136 x/menit dan reguler.
Pemeriksaan Dalam
VT: 3 cm, KK (+), AK(+), STLD (-) ,
Bagian bawah janin : presentasi kepala turun di Hodge I
Portio : Tebal
Tidak teraba bagian lunak atau tali pusat
Pemeriksaan Kertas Lakmus (+)
Seorang wanita (24 tahun) G1P0A0 dengan usia kehamilan 38
minggu datang ke IGD Kebidanan RSUD Waled berdasarkan rujukan
dari puskesmas gebang pada tanggal 21 Agustus 2017 jam 11.00 WIB
dengan keluhan air ketuban sudah rembes sejak pukul 01.00 dini hari
(10 jam SMRS). Pasien mengaku tidak ada lendir darah yang keluar,
hanya air saja berwarna putih bening. Pasien juga mengeluhkan perut
terasa kencang-kencang teratur dan lebih sering sejak pukul 05.00 dini
hari. Gerak janin aktif masih dirasakan oleh pasien. Pasien mengaku 1
hari SMRS melakukan hubungan seksual dengan suami. Riwayat
demam maupun riwayat jatuh ataupun keputihan dan nyeri saat
berkemih disangkal oleh pasien.
Pada pemeriksaan obstetri didapatkan TFU: 31 cm, DJJ:
136x/menit reguler, HIS: (+) 2x10/15, Leopold 1: Bulat lunak,
Leopold 2: Punggung kanan, Leopold 3: Bulat keras, Leopold 4:
Divergen ( masuk PAP), VT: pembukaan 3, porsio tebal, hodge I, tidak
teraba bagian lunak atau tali pusat , pemeriksaan kertas lakmus (+).
V. DIAGNOSA

G1P0A0 Parturient aterm inpartu kala fase laten dengan KPD


10 jam janin tunggal hidup dengan persentasi kepala.
VI. PENATALAKSANAAN
Cefotaxime 2 x 1 gram
IVFD G5% 20 TPM
Terminasi dengan induksi oksitosin 5 IU dalam cairan G5% 500
mL dimulai dari 20 tpm
Cek Darah rutin
Pengawasan KU, TV, PPV, His, DJJ, tanda-tanda partus
prematurus
Informed Concent kepada pasien dan keluarga tentang keadaan
ibu serta janin dan rencana tindakan.
Tgl S O A P

Senin Perut teras Vital Sign : G1P0A0, 24 tahun, hamil 38 Cefotaxime /12 jam
kenceng- TD : 110/70 mmHg minggu
21/08/17 O2 kanul
kenceng lebih HR : 80 x/menit
Janin I hidup intra uterine,
(12.00) sering RR : 20 x/ menit IVFD G5% 20 tpm
presentasi kepala, sudah
T : 36,5o C
masuk pintu atas panggul Induksi mulai 20 tpm
Px Fisik :
(sesuai konsultasi dengan
Mata : KA-/-, SI -/- Inpartu kala I fase laten +
dr. Sp.OG induksi
Abdomen : Supel, BU (+) nyeri tekan (-)) KPD 11 jam
dimulai pukul 12.15
TFU : 31 cm,
TBJ : 3100 gram Pengawasan KU, TV, His,

L I-IV : DJJ, tanda-tanda partus

LI : bulat, lunak, tidak melenting (bokong) prematurus

LII : Keras memnjang pada bagian kiri


(PUKA)
LIII: bulat, keras, melenting (kepala)
LIV: Divergen
DJJ : 133x/menit
His : 2x dalam 10 menit (30 detik)
VT : 3 cm, KK (+), AK (+), STLD (-)

Bagian bawah janin :

presentasi kepala turun di Hodge I, Ubun-ubun kecil


sulit dinilai.
Tgl S O A P

Selasa Perut kenceng- TD : 110/70 mmHg G1P0A0, 24 tahun, hamil 38 Sikap :


kenceng lebih HR : 88 x/menit minggu
21/08/17 - Pimpin mengejan
sering RR : 20 x/ menit
Janin I hidup intra uterine - Menunggu
(16.00) T : 37o C
pembukaan lengkap
Px Fisik : Presentasi kepala u
Mata : KA-/-, SI -/- punggung kanan
Abdomen : Supel, BU (+) nyeri tekan (-))
Inpartu
TFU : 31 cm,
TBJ : 3100 gram KPD 15 jam

L I-IV :
LI : bulat, lunak, tidak melenting
(bokong)
LII : Keras memnjang pada bagian kiri
(PUKA)
LIII: bulat, keras, melenting (kepala)
LIV: Divergen
DJJ : 144x/menit, teratur
His : 3x dalam 10 menit (30 detik)
VT : 9 cm, KK (-), AK (+), STLD (+), porsio
tipis lunak

Bagian bawah janin :

presentasi kepala turun di Hodge IV. UUK


Senin, 21 Agustus 2017
16. 20 WIB :
Lahir bayi, spontan, laki-laki, segera menangis, tonus otot baik, AS 8-9-
10, BB 2900 PB 49 cm LK/LD 31/32, anus (+), kelainan kongenital (-).
Manajemen Aktif kala III
Injeksi Oksitosin 1 amp (10IU) IM
Lakukan Penegangan Tali Pusat Terkendali (PTT)
Masase Fundus Uteri
16.25 WIB :
Lahir plasenta, kesan lengkap, kalsifikasi (-), hematoma (-)
Perdarahan 200-250 cc
Evaluasi : kontraksi uterus (+) baik, laserasi jalan lahir (+) grade II,
perdarahan aktif (-)
KETUBAN PECAH DINI
DEFINISI
Ketuban pecah dini (KPD) atau Premature Rupture
of Membrane (PROM) merupakan keadaan
pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan.
KLASIFIKASI
KPD adalah pecahnya selaput ketuban sebelum
adanya tanda tanda persalinan spontan.
Terminologi :
Premature Rupture Of The Membrane (PROM)
: Pecahnya selaput ketuban sebelum onset
persalinan pada pasien yang umur
kehamilannya 37 minggu.
Preterm Premature Rupture Of The Membrane
(PPROM) : Pecahnya selaput ketuban
sebelum onset persalinan pada pasien yang
umur kehamilannya < 37 minggu.
Prolonged Premature Rupture Of The Membrane
: Pecahnya selaput ketuban selama 24 jam
dan belum terjadi onset persalinan.
Periode Laten : Interval waktu antara
pecahnya selaput ketuban dengan persalinan.
Bervariasi dari 1 12 jam tergantung umur
kehamilannya (semakin kurang bulan, periode
laten semakin lama ; 85 % kehamilan cukup
bulan dengan KPD memiliki periode laten <
24 jam sedangkan 57 % kehamilan < 37
minggu dengan KPD memiliki periode laten
> 24 jam).
ETIOLOGI
1. Inkompetensi Serviks
Serviks yang tidak lagi mengalami kontraksi,
didasarkan pada adanya ketidakmampuan serviks
uteri untuk mempertahankan kehamilan.
Inkompetensi serviks sering menyebabkan
kehilangan kehamilan pada trimester kedua.
Berhubungan dengan kelainan uterus seperti
septum uterus dan bikornis.
Terdiagnosa ketika terjadi penipisan serviks dan
membuka tanpa disertai rasa nyeri. Biasanya Ibu
datang dengan keluhan perdarahan pervaginam.
2. Polihidramnion
Akumulasi berlebihan cairan amnion (> 2
liter), seringkali terjadi disertai gangguan
kromosom, kelainan struktur seperti fistula
trakeosofageal, defek pembuluh saraf dan
malformasi susunan saraf pusat akibat
penyalahgunaan zat dan diabetes pada ibu.
AFI (amnion fluid indeks) pada kehamilan
cukup bulan secara normal memiliki rentang
antara 5,0 cm dan 23,0 cm
3. Infeksi Bakteri Vaginosis
Menurut Sarwono, (2008) persalinan preterm
terjadi tanpa diketahui penyebab yang jelas,
infeksi diyakini merupakan salah satu penyebab
terjadinya ketuban pecah dini dan persalinan
preterm. Vaginosis bakterial adalah sindrom
klinik akibat pargantian laktobasilus penghasil
H2O2 yang merupakan flora normal vagina
dengan bakteri anaerob dalam konsentrasi
tinggi seperti gardnerella vaginalis, yang akan
menimbulkan infeksi.
Keadaan ini telah lama dikaitkan dengan
kejadian ketuban pecah dini, persalinan
preterm dan infeksi amnion, terutama bila
pada pemeriksaan pH vagina lebih dari 5,04
yang normalnya nilai pH vagina adalah
antara 3,8-4,5. Abnormalitas pH vagina
dapat mengindikasikan adanya infeksi vagina.
4. Riwayat KPD Sebelumnya
Riwayat ketuban pecah dini sebelumnya
beresiko 2-4 kali mengalami ketuban pecah
dini kembali. Patogenesis terjadinya ketuban
pecah dini secara singkat ialah akibat adanya
penurunan kandungan kolagen dalam
membrane sehingga memicu terjadinya
ketuban pecah dini dan ketuban pecah dini
preterm terutama pada pasien risiko tinggi.
karena komposisi membran yang menjadi
mudah rapuh dan kandungan kolagen yang
semakin menurun pada kehamilan
berikutnya
5. Trauma
- Misalnya hubungan Seksual selama
kehamilan trimeser ketiga, baik dari
frekuensi koitus >3x, penetrasi penis yang
dalam
- Pemeriksaan dalam dan amnionsintesis
6. Kelainan Letak
Hal ini biasanya disebabkan oleh
peningkatan massa plasenta dan produksi
hormon
PATOFISIOLOGI
GEJALA KLINIS
Keluarnya cairan ketuban merembes melalui
vagina, cairan vagina berbau amis dan tidak
seperti bau amoniak, mungkin cairan tersebut
masih merembes atau menetes
Janin mudah diraba.
Tidak adanya his dalam satu jam
Nyeri uterus, denyut jantung janin yang semakin
cepat serta perdarahan pervaginam sedikit
(jarang terjadi)
DIAGNOSIS
Anamnesis
Penderita merasakan basah dari vaginanya
atau mengeluarkan banyak cairan dari
jalan lahir.
ANAMNESIS
hati hati dengan inkontinensia urin dan
vaginitis yang juga mengeluh basah pada
vagina.
Tanyakan : kapan keluar pertama kali?
berbau? bagaimana keluarnya? warnanya?
Inspeksi
Pengamatan pada Introitus Vagina, biasa akan
tampak keluarnya cairan dari vagina,
pemeriksaan ini akan makin jelas. Inspeksi
berlaku pada ibu yang baru saja mengalami
pecah ketuban, apabila ketuban baru pecah
dan masih terlihat air keluar dari introitus hal
ini untuk mengetahui kapan waktu pecah
ketuban terjadi
Pemeriksaan Inspekulo
Merupakan langkah pertama untuk
mendiagnosis KPD (Ketuban Pecah Dini).
Pemeriksaan Inspekulo dilakukan karena
pemeriksaan dalam seperti vaginal toucher
pada kasus KPD dapat meningkatkan
resiko infeksi pada ibu.
Pemeriksaan inspekulo steril untuk
melihat ada tidaknya cairan yang keluar dari
OUE
Tampak cairan keluar dari OUE atau
tergenang pada fornix posterior.
Bila fundus uteri ditekan atau pasien diminta
batuk atau melakukan valsalva maneuver
maka akan tampak cairan keluar dari OUE.
Pada pemeriksaan inspekulo juga sekaligus
nilai pembukaan, posisi dan pendataran
serviks.
PEMERIKSAAN FISIS
Pemeriksaan keadaan umum dan tanda
vital
Periksa cairan yang keluar dari vagina,
apakah benar air ketuban? Bagaimana
warna, konsentrasi, pH dan bau cairan
tersebut?
Pemeriksaan Lab
- Pemeriksaan darah lengkap dan kultur
dari urinalisa
- Tes lakmus
Pemeriksaan nitrazine (kertas lakmus) :
pH sekret vagina ibu hamil : 4 4.5
lakmus tidak berubah warna (tetap merah).
pH air ketuban : 7 7.5 lakmus berubah
warna (biru) ; hati hati karena darah (ber pH
tinggi) juga akan merubah lakmus menjadi
warna biru.
Tes Pakis (Uji Fern)
Teteskan cairan sampel di objek glass,
keringkan amati dengan mikroskop ; akan
tampak bentuk daun pakis (karena
konsentrasi protein dan NaCl yang tinggi)

Penegakkan diagnosis KPD dengan Tes


Nitrazine dan Uji Fern ketepatannya 90 %
Pemeriksaan USG
Untuk melihat ada tidaknya oligohydramnion
AFI (Amniotic Fluid Index)
Menjumlahkan kedalaman vertikal dari kantong terbesar di 4 kuadran
uterus.
Cara : bagi abdomen menjadi 4 kuadran, jumlahkan 4 kedalaman
vertikalnya.
Normal bila antara 5 24 cm (< 5 : oligohydramnion dan > 24 :
hydramnion).
Single Pocket
Mengukur kedalaman vertikal 1 kantong saja
Normal : 2 8 cm
Untuk menentukan usia kehamilan
Untuk melihat letak janin
Untuk menentukan berat badan janin
PENATALAKSANAAN
1. Konservatif
Jika tidak ada infeksi dan kehamilan <
37 minggu:
a. Berikan antibiotika untuk mengurangi
morbiditas ibu dan janin:

b. Berikan kotikosteroid kepada ibu untuk


memperbaiki kematangan paru janin:
(catatan: Jangan berikan kortikosteroid
jika ada infeksi)
c. Lakukan persalinan pada kehamilan 37
minggu.

d. Jika terdapat his dan darah lendir,


kemungkinan terjadi persalinan preterm.
PENATALAKSANAAN
2. Aktif
Jika tidak terdapat infeksi dan
kehamilan > 37 minggu:
a. Jika ketuban telah pecah > 18jam,
berikan antibiotika profilaksis untuk
mengurangi risiko infeksi streptokokus
grub B:
( Jika tidak ada infeksi pasca
persalinan, hentikan antibiotika)
b. Nilai serviks:
Jika serviks sudah matang, lakukan
induksi persalinan dengan oksitoksin,
Jika serviks belum matang,
matangkan dengan prostaglandin
dan infus oksitosin, atau lahirkan dengan
seksio sesarea.
KOMPLIKASI
KOMPLIKASI PADA IBU
- Korioamnionitis
Akibat jalan lahir telah terbuka, apalagi
apabila terlalu sering dilakukan pemeriksaan
dalam
- Perdarahan postpartum
- Atonia uteri
- Dry labor
KOMPLIKASI PADA BAYI
Adalah kurang bulan atau prematuritas,
karena KPD sering terjadi pada kehamilan
kurang bulan. Masalah yang sering timbul
pada bayi yang kurang bulan adalah gejala
sesak nafas atau respiratory Distress
Syndrom (RDS) yang disebabkan karena
belum masaknya paru
TERIMAKASIH