Anda di halaman 1dari 25

TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN

Preeklampsia dan eklampsia dikenal dengan nama Toksemia


Gravidarum suatu sindroma yang berhubungan dengan;
vasospasme,
peningkatan resistensi pembuluh darah perifer, dan
penurunan perfusi organ yang ditandai adanya hipertensi, edema
dan proteinuria yang timbul karena kehamilan.

Adanya kejang dan koma lebih mengarah pada kejadian eklampsia.

Kematian ibu berkisar antara 9,8% - 25,5%, sedangkan kematian bayi


lebih dari tinggi lagi, yakni 42,2% - 48,9% dimana berhubungan dengan
oemeriksaan antenatal dan natal.
Hipertensi:
Edema:
Biasanya muncul lebih awal dari
Penimbunan cairan secara
gejala lainnya.
umum dan berlebihan di jaringan
tubuh;
Kenaikan tekanan sistolik
Wajah
30mmHg di atas nilai normal
Kaki
atau 140mmHg.
Tangan
Kenaikan berat badan:
Kenaikan tekanan diastolik
kg dalam seminggu
15mmHg di atas nilai normal
dianggap normal.
atau 90mmHg.
1 kg dalam seminggu
dicurigai adanya
Minimal dilakukan pemeriksaan
preeklampsia.
2x dengan rentang waktu 6 jam.
Proteinuria:

Konsentrasi protein dalam urin > 3gr/lt


dalam urin 24 jam atau pemeriksaan
kualitatif +1 atau +2 atau 1gr/lt atau lebih
dalam urin yang dikeluarkan kateter atau
midstream yang diambil minimal 2x dalam
jarak waktu 6 jam.

Proteinuria timbul lebih lambat


dibandingkan hipertensi dan edema
tanda yang serius
PREEKLAMPSIA - EKLAMPSIA

Preeklampsia -
Preeklampsia hipertensi
eklampsia
setelah umur kehamilan >
20minggu atau segera setelah
persalinan disertai edema dan
proteinuria.

Eklampsia kelainan akut pada


wanita hamil, persalinan atau
nifas ditandai dengan timbulnya
kejang atau koma. Sebelumnya Disease of
dengan gejala preeklampsia. Theories
ETIOLOGI

Kehamilan Normal
invasi Perubahan fisiologis
Trofoblas Desidua diameter a. spiralis >>
4-6x

Tahanan rendah + aliran a. spiralis yang tebal &


cepat O2 + nutrisi muskularis lebar & Aliran darah meningkat ~
adekuat untuk janin elastis 10.000 x

Preeklampsia
invasi Perubahan fisiologis tidak
Trofoblas Desidua terjadi

Diameter arteri 40% a. spiralis segmen miometrium Hanya sebagian a. spiralis


lebih kecil tahanan diselubungin otot polos +
segmen desidua berubah
bertambah ditemukan hyperplasia tunika
insufisiensi & iskemia media & trombosis
INSIDEN PREEKLAMPSIA - EKLAMPSIA

6-10 kasus per


4-5 kasus per 10.000
10.000 kelahiran hidup
kelahiran hidup di negara
di negara maju berkembang

Angka kematian ibu 0-4%, dengan penyebab terbanyak perdaharan


intraserebral dan edema paru
Kematian perinatal 10-28%, dengan penyebab terbanyak karena
prematuritas, pertumbuhan janin terhambat dan solusio plasentae
75% terjadi pada antepartum dan 25% pada postpartum
Hampir 95% yang antepartum terjadi di trimester ketiga
Patofisiologi

Invasi trofoblast
Preeklampsia terjadi
abnormal
invasi trofoblas a.spiralis
mengalami distensi &
vasodilatasi hipoksia &
iskemi plasenta
Patofisiologi
Faktor imunologi
Reaksi penolakan janin karena perubahan
histologis di perbatasan sel/jaringan ibu dan
plasenta pembentukkan blocking
antibodies
Rendahnya ekspresi HLA-G di jaringan
trofoblas ekstravili gangguan vaskularisasi
plasenta
Patofisiologi
Faktor nutrisi
pada wanita hamil yang kekurangan
zat/vitamin antioksidan (C, E, beta karoten),
kalsium, protein, kelebihan garam natrium,
kekurangan asam lemak jenuh (PUFA)
MANIFESTASI KLINIS

HIPERTENSI

GANGGUAN BERAT BADAN


PENGLIHATAN MENINGKAT

PREEKLAMPSIA

NYERI
PROTEINURIA
EPIGASTRIUM

NYERI KEPALA
KLASIFIKASI

Kriteria Minimum Preeklampsia:


Hipertensi + Proteinuria

Menurut Working Group of the NHBPEP ( 2000 ):

Disebut preeklampsia berat bila terdapat:


Disebut preeklamsi
1. Tekanan darah >160 / 110 mmHg.
ringan bila terdapat:
2. Proteinuria kuantitatif (Esbach) 2 gr / 24
1. Tekanan darah
jam, atau dipstick +2.
>140 / 90 mmHg
3. Trombosit < 100.000 / mm3.
pada kehamilan >
4. Hemolisis mikroangiopathi (peningkatan
20 minggu.
LDH)
2. Proteinuria
5. Peningkatan SGOT / SGPT.
kuantitatif (Esbach)
6. Adanya sakit kepala hebat atau gangguan
300 mg / 24 jam, atau
serebral, gangguan penglihatan.
dipstick +1.
7. Nyeri di daerah epigastrium yang menetap.
PENATALAKSANAAN

Untuk preeklampsia yang berat, dapat ditangani secara aktif atau


konservatif.

Konservatif : bila umur kehamilan < 37 minggu, artinya : kehamilan


dipertahankan selama mungkin sambil memberikan terapi
medikamentosa

Aktif : bila umur kehamilan 37 minggu, artinya kehamilan dikahiri


setelah mendapat terapi medikamentosa untuk stabilisasi ibu.
PENATALAKSANAAN

Pemberian terapi medikamentosa


Segera masuk rumah sakit
Tirah baring miring ke kiri secara intermiten
Infus Ringer Laktat atau Ringer Dekstrose 5%
Pemberian anti kejang MgSO4 sebagai pencegahan dan terapi
kejang.
Pemberian MgSO4 dibagi :
Loading dose (initial dose) : dosis awal
Maintenance dose : dosis lanjutan
Syarat pemberian MgSO4.
7H2O
1. Refleks patella normal
2. Respirasi > 16 menit
3. Produksi urine dalam 4 jam
sebelumnya > 100 cc ; 0,5
cc/kg BB/jam
4. Siapkan ampul Kalsium
Glukonat 10% dalam 10 cc
PENANGANAN KONSERVATIF

Tujuan :
1. Mempertahankan kehamilan, sehingga mencapai umur kehamilan yang
memenuhi syarat janin dapat dilahirkan
2. Meningkatkan kesejahteraan bayi baru lahir tanpa mempengaruhi
keselamatan ibu

Indikasi : Kehamilan 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda dan gejala-gejala


impending eklampsia.

Terapi Medikamentosa :
1. Lihat terapi medikamentosa
2. Bila penderita sudah kembali menjadi preeklampsia ringan, maka masih
dirawat 2-3 hari lagi, baru diizinkan pulang.
3. Pemberian MgSO4 sama seperti pemberian MgSO4, hanya tidak
diberikan loading dose intravena, tetapi cukup intramuskuler.
4. Pemberian glukokortikoid diberikan pada umur kehamilan 32-34 minggu
selama 48 jam.
PENANGANAN KONSERVATIF

Penderita boleh dipulangkan :


Bila penderita telah bebas dari gejala-gejala preeklamsi berat, masih tetap
dirawat 3 hari lagi baru diizinkan pulang.

Cara persalinan :
1. Bila penderita tidak inpartu, kehamilan dipertahankan sampai
kehamilan aterm
2. Bila penderita inpartu, perjalanan persalinan diikuti seperti lazimnya
(misalnya dengan grafik Friedman)
3. Bila penderita inpartu, maka persalinan diutamakan pervaginam, kecuali
bila ada indikasi untuk seksio sesaria.
PENANGANAN AKTIF

Ditangani aktif bila terdapat satu atau lebih kriteria berikut: ada tanda-
tanda impending eklampsia, HELLP syndrome, tanda-tanda gawat janin,
usia janin 35 minggu atau lebih dan kegagalan penanganan konservatif.

Impending eklampsia adalah preeklampsia berat dengan satu atau lebih


gejala: nyeri kepala hebat, gangguan visus, muntah-muntah, nyeri
epigastrium dan kenaikan tekanan darah progresif.
PENANGANAN AKTIF

Tujuan : Terminasi kehamilan


Indikasi :
Indikasi Ibu :
1. Kegagalan terapi medikamentosa :
Setelah 6 jam sejak dimulai pengobatan medikamentosa, terjadi
kenaikan darah yang persisten.
Setelah 24 jam sejak dimulainya pengobatan medikamentosa terjadi
kenaikan darah desakan darah yang persisten.
2. Tanda dan gejala impending eklampsia
3. Gangguan fungsi hepar
4. Gangguan fungsi ginjal
5. Dicurigai terjadi solutio placentae
6. Timbulnya onset partus, ketuban pecah dini, pendarahan.
Indikasi Janin :
1. Umur kehamilan 37 minggu
2. IUGR berat berdasarkan pemeriksaan USG
3. NST nonreaktiv dan profil biofisik abnormal
4. Timbulnya oligohidramnion
Indikasi Laboratorium :
Thrombositopenia progesif, yang menjurus ke sindroma HELLP
PENANGANAN AKTIF
Terapi Medikamentosa :
sama seperti tabel terapi medikamentosa
Cara Persalinan :
Sedapat mungkin persalinan diarahkan pervaginam
Penderita belum inpartu
Dilakukan induksi persalinan bila skor Bishop 8
Bila perlu dilakukan pematngan serviks dengan misoprostol. Induksi
persalinan harus sudah mencapai kala II dalam waktu 24 jam. Bila tidak,
induksi persalinan dianggap gagal, dan harus disusul dengan seksio
sesaree
Indikasi seksio sesarea:
1. Tidak ada indikasi untuk persalinan pervaginam
2. Induksi persalinan gagal
3. Terjadi gawat janin
4. Bila umur kehamilan < 33 minggu
Bila penderita sudah inpartu
1. Perjalanan persalinan diikuti dengan grafik Friedman
2. Memperpendek kala II
3. Seksio sesarea dilakukan apabila terdapat kegawatan ibu dan gawat janin
4. Primigravida direkomendasikan pembedahan cesar
5. Anestesia : regional anestesia, epidural anestesia. Tidak diajurkan
anesthesia umum.
KOMPLIKASI

1. Solutio plasenta, terjadi pada ibu yang menderita hipertensi


2. Hipofibrinogenemia, dianjurkan pemeriksaan fibrinogen secara
berkala.
3. Nekrosis hati, akibat vasospasmus arteriol umum.
4. Sindroma HELLP, yaitu hemolisis,elevated liver enzymes dan low
platelet.
5. Kelainan ginjal
6. DIC.
7. Prematuritas, dismaturitas, kematian janin intra uterine
PROGNOSIS

Kriteria yang dipakai untuk menentukan prognosis eklamsia adalah


kriteria Eden:
1. Koma yang lama.
2. Nadi > 120x/menit.
3. Suhu > 40 C
4. TD sistolik > 200 mmHg.
5. Kejang > 10 kali.
6. Proteinuria > 10 gr/dl.
7. Tidak terdapat oedem.

Dikatakan buruk bila memenuhi salah satu kriteria di atas.


KESIMPULAN

Preeklampsia dan eklampsia merupakan salah satu komplikasi


kehamilan yang disebabkan langsung oleh kehamilan itu sendiri.
Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi, oedema disertai proteinuria
akibat kehamilan, setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah
persalinan.

Berbagai komplikasi pre-eklampsia dan ekalmpsia dapat


menyebabkan mortalitas dan mortalitas pada ibu dan janin.
Penatalaksanaan pada pre-eklampsia dan eklampsia terdiri dari tindakan
konservatif untuk mempertahankan kehamilan dantindakan aktif
{tindakan obsetri}sesuai dengan usia kehamilan ataupun adanya
komplikasi yang timbul pada pengobatan konservetif. Pada pre-eklampsia
dan eklampsia harus diobservasi kesejahteraan janin dan ibu.
TERIMAKASIH