Anda di halaman 1dari 52

HERBAL FERTILITAS

OLEH
Wurlina Meles

PENGOBAT TRADISIONAL (BATTRA)


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA

SLIDE 1
Fertilitas
Kemampuan seorang istri untuk menjadi hamil oleh dan
melahirkan bayi hidup dari suami yang mampu
menghamilinya.
Infertilitas
Kemampuan reproduksi terganggu, artinya meski pun
dapat terjadi pembuahan, tetapi kehamilan yang terjadi
terganggu dalam perjalanannya dan berakhir dengan
keguguran atau lahirnya bayi yang mati.
Pasangan infertil
Pasangan suami-istri yang meski dengan sanggama teratur
tanpa pemakaian kontrasepsi, dalam masa 12 bulan
berturut-turut tak menghasilkan kehamilan dan/atau
melahirkan bayi hidup.
SLIDE 2
Penyebab ketidaksuburan (infertilitas)
Penyebab infertilitas dapat berasal dari istri atau
suami atau kedua-duanya.
1. + 50% infertilitas disebabkan istri
Penyebab infertilitas adalah : tuba Falloppii tidak
normal, ovulasi tidak normal, endometriosis, organ
reproduksi tidak normal (vagina, serviks, korpus
atau endometrium ), masalah imunologi & psikologi.

2.+ 40% infertilitas disebabkan suami


Penyebab infertilitas adalah jumlah dan mutu
sperma yang tidak normal serta masalah psikologi.

3. + 10% tidak terjelaskan (infertilitas idiopatik).


SLIDE 3
Makanan dapat meningkatkan fertilitas perempuan yaitu :

1. Serelia utuh
Jangan takut mengkonsumsi karbohidrat untuk mencapai berat badan seimbang.
Misal memilih karbohidrat kompleks : beras merah, oatmeal, roti gandum dan
tepung jagung. Karbohidrat kompleks tidak mempunyai efek buruk pada tingkat
gula darah dan insulin seperti karbohidrat olahan pada umumnya. Makanan yang
menyebabkan berfungsinya insulin juga baik untuk kesuburan.

2. Protein nabati
Tanaman mengandung protein seperti kacang polong, buncis dan kacang tanah
dipercaya dapat meningkatkan kesuburan tidak seperti protein yang berasal dari
hewani seperti daging merah dan unggas. Kacang memiliki kandungan besi yang
tinggi, yang dapat meningkatkan kesuburan.

Tidak diwajibkan untuk menjadi vegetarian, tetapi dianjurkan membatasi konsumsi


protein hewani.

SLIDE 4
3. Batasi susu tinggi lemak
Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi susu tinggi lemak
mengalami lebih sedikit masalah dalam ovulasi dibandingkan dengan mereka yang
makan susu rendah lemak atau tanpa lemak.
Minum satu gelas susu per hari atau menggantinya dengan susu non fat.

4. Buah dan sayuran segar


Buah dan sayuran segar selalu bermanfaat untuk kesuburan. Buah-buahan dan
sayuran segar mengandung antioksidan & kesehatan reproduksi.
Jeruk, sayuran hijau dan stroberi mengandung folat tinggi.
Tambahkan makanan dalam menu harian jika berencana hamil dalam waktu dekat.

5. Lemak Sehat
Lemak yang dianggap sehat adalah lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda
dan asam lemak omega-3. Lemak ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan
karenanya baik untuk kesuburan. Kacang-kacangan, alpukat, biji labu, salmon dan
wijen dan sarden adalah sumber yang baik dari asam lemak esensial.

SLIDE 5
6. Dong Quai
Tanaman tradisional asal China untuk pengobatan meningkatkan kesuburan.
Tanaman ini paling banyak digunakan dan paling efektif meningkatkan kesuburan.

7. Damiana
Damiana membantu meningkatkan hormon kesuburan pada wanita, estrogen.
Herbal membantu mengobati masalah organ reproduksi pria dan wanita, termasuk
meningkatkan hasrat seksual.

8. Daun jelatang (Raspberry Leaf)


Daun jelatang yang dikenal sebagai Urtica membantu menyeimbangkan kadar
hormon. Kandungan kalsium dalam raspberry kesuburan dan kesehatan tulang
wanita. Khasiatnya makin ampuh bila dikombinasikan dengan bunga semanggi
merah.

9. Vitex
Tanaman herbal ini memiliki beberapa jenis dan dengan khasiat yang berbeda-
beda. Agar efektif, herbal Vitex digunakan beberapa bulan sebelum kehamilan
dengan memperbaiki tingkat hormonal dan siklus haid. Herbal ini telah
dikomersilkan dalam bentuk suplemen dan tablet fertilitas.

SLIDE 6
1.ADAS (Foeniculum vulgare Mill)
Nama daerah Jawa :adas, adas landi, adas londo
Sunda : hades,
Menado : paapang , paampas
Gorontalo : denggu-denggu
Sumba: wala wunga
Makasar: adasa, rempusu
Bugis: adase
Aceh: das pedas
Madura : adhas

Kandungan : anetol, pinen, limonen, faladren, faladren, arginin,


stigmasterol, betha sitosterol, kamfena, dianethole, asam
anisat, minyak atsiri
Wanita : sakit menstruasi, menstruasi kurang teratur, pelancar aiir susu
Pria : bengkak saluran sperma, afrodisiaka

SLIDE 7
Rtemisia vulgaris L
Nama daerah Jawa : suket gajah
Sunda : beukar kucicing, jukut lokamala
Sumatra: baru cina,
Surabaya: daun manis
Ternate : goro goro cina
Halmahera: kolo
Kandungan : saponin, flavonoid, polifenol, minyak atsiri,
fernenol,cineole, alva amirin, betha kariophilene, i-quebrachitol,
tannin, dehydromatricariya, ester
Wanita : daun utk ggg menstruasi (sakit/ tidak teratur/ terlalu banyak
darah keluar), keputihan, kesuburan, persalinan
Pria : biji afrodisiaka

SLIDE 8
3. Cabe Jawa (piper retrofractum Vahl)
Nama daerah ; Jawa: jabe jawa, cabe sula, cabean, cabe alas
Sumatra : cabe jawa, lada panjang
Madura : cabe solha, cabhi chamo
Makasar: cabeia
Kandungan : zat pedas piperin, alfa amirin, alkaloid, venerol, saponin,
as palmitat, tetra-hydro piperic acid, dehydromatricaria ester,
cineole terpinan-4, 1-betha cary-opylhene
Wanita : membersihkan kandungan setelah melahirkan,
Pria : lemah syawat

SLIDE 9
DISMENOREA / NYERI HAIT

OLEH
Wurlina Meles

PENGOBAT TRADISIONAL (BATTRA)


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA

SLIDE 10
DISMENOREA (NYERI HAIT)
MERUPAKAN SUATU GEJALA PALING SERING MENYEBABKAN WANITA MUDA PERGI KEDOKTER
UNTUK KONSULTASI DAN PENGOBATAN
Frekuensi dismenore cukup tinggi dan lama dikenal tetapi patogenesisnya belum diketahui

ggg bersifat subyektif dengan rasa nyeri dibawah perut sebelum atau selama hait
kadang-kadang rasa mual

Dismenore hanya dipakai bila nyeri sangat hebat, sehinggga penderita harus istirahat,
meninggalkan pekerjaan beb. Jam sampai hari.

DISMENORE DIBAGI :
1. DISMENORE PRIMER (esensial, intrinsik, idiopatik)
tidak terdapat hubungan dg kelainan ginekologi
2. DISMENORE SEKUNDER (ekatriksik, yg diperoleh, acquired)
disebabkan kelainan ginekologi (salpingitis, endometritis, stenosis servisitis dll)

SLIDE 11
DISMENORE PRIMER
adalah nyeri hait yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yg nyata.

Terjadi beberapa waktu setelah menarche (setelah 12 bulan atau lebih)


sehingga siklus hait pada bula pertama setelah menarche berjenis anovulatoar
yg tidak disertai rasa nyeri.

Nyeri terjadi sebelum / bersama permulaan hait dan berlangsung beberapa


jam hari

Sifat nyeri adalah kejang berjangkit-jangkit, pada perut bawah dapat pula
pada pinggang dan paha.

Gejala ikutan dat disertai mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas, dsb.i

ETIOLOGI DISMENORE
Teori banyak , namun patofisiologi belum jelas
Faktor penyebab dismenore primer adalah :
1. Faktor kejiwaan
2. Faktor konstitusi
3. Faktor obstruksi kanalis servikalis
4. Faktor alergi
5. Faktor endokrin

SLIDE 12
TERAPI DISMENORE

1. Penerangan dan Nasihat


- Dismenore adalah ggg tidak berbahaya utk kesehatan
- diskusi cara hidup, pekerjaan, kegiatan dan lingkungan penderita
bukan tabu diskusi hait
- diskusi makanan sehat, cukup istirahat dan olah raga
- kadang butuh psikoterapi

2. Pemberian analgesik
- untuk terapi simtomatik
- nyeri hebat istirahat cukup, kompres perut bawah
- obat aspirin, fenasetin, kafein
- novalgin, ponstan, asetaminophen dsb.

3. Pemberian Hormonal
- Tujuan utk menekan ovulasi, bersifat sementara dg maksud bahwa ggg
benar benar dismenore primer
- obat kontrasepsi

SLIDE 13
4. Pemberian nonsteroid
- antiprostaglandin sangat penting : indometasin, ibuproven, naproksen
- pemberian obat 1-3 hari sebelum hait dan hari pertama hait

5. Dilatasi kanalis servikalis


- memudahkan pengeluaran darah hait

6. Pemberian obat trandisional

Tanaman yang sering digunakan adalah :

1. Asam (Tamarindus indica linn) buah masak


2. Bawang putih (Allium sativum) umbi
3. Baru cina (artemisia vulgaris folium) daun
4. Dedap ayam (Erythrina indica lamk) daun
5. Gandarasa (justicia gandarusa linn) daun
6. Gadung (dioscorea daemona rox) Umbi
7. Ginjean (leonurus heterophyllus sweet) seluruh herba
8. Kenanga (canangium oxioratum baill) bunga
9. Kumis kucing (orthosiphon grandiflora bold) daun
10. Kunyit (curcuma domestica val) rimpang

SLIDE 14
11.Mengkudu (morinda citrifolia linn) kulit batang & air buah
12.Peria (momordica charantia linn) daun
13,Sambang colok (Aerva sanguinolenta) daun
14. Semangka ( ) buah
14.Temulawak (curcuma xanthorrhiza) rimpang
15.Temu putih (curcuma zedoariae rhizoma) rimpang
16.Terung ngor (solanum indicum linn) buah

SLIDE 15
SEMOGA
BERMANFAAT
SLIDE 16
LAKTAGOGUM

OLEH
Wurlina Meles

PENGOBAT TRADISIONAL (BATRA)


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA

SLIDE 17
Kelenjar susu / Glandula mamae, merupakan bagian alat reproduksi sedangkan laktasi
merupakan fase akhir dari reproduksi dan air susu yang yang dihasilkan utk
pemenuhan makanan anak.

Kel. Susu adalah modifikasi kulit dilengkapi putting susu dan menghasilkan air susu
terdiri dari jaringan sekresi (parenchym) dan jaringan pengikat (stroma).
Sel epitel sekresi disebut alveoli dan terbentuk kelompok.
Setiap alveoli bermuara pada sebuah duktus kecil.
Duktus kecil bermuara pada duktus lebih besar gabung duktus lebih besar lagi
bermuara keluar tubuh

alveoli
lobus

Lobuli berisi alveoli

duktus

Kelenjar sisterna

Sisterna puting
Lubang puting

SLIDE 18
LAKTASI
Terdiri dari 2 fase : sekresi air susu & pelepasan air susu
Sekresi air susu berisi protein, lemak karbohidrat
Sekresi air susu terjadi waktu melahirkan disebut kolustrum mengandung unsur antibodi

Laktasi akan terhenti bila kel. Susu terisi penuh dan tidak ada penyusuan atau ggg mekanisme
pengeluaran air susu
FSH dan LH berfungsi sinergi menggiatkan sekresi estrogen
ACTH merangsang kotek adrenal utk mensekresi kortikoid
GH berperan mempertahankan laktasi

Setelah estrogen dan progesteron secara sinergi menyebabkan pertumbuhan saluran dan alveoli kel.
Susu estrogen darah akan menurun merangsang hipofisa anterior mengeluarkan prolaktin.

Bila estrogen tinggi dalam darah hambatan laktasi. Belum diketahui hambatan langs pada kel susu
atau hipofisa atau keduanya. prolaktin dan kotikoid adrenal (mineralokotikoid dan
glukokortikoid) merup.hormon esensial utk inisiasi laktasi

SLIDE 19
PENGELUARAN AIR SUSU
Sintesa air susu dalam kel susu dan telah tersedia dalam alveoli bila mekanisme
pengeluaran tidak normal produksi ggg.

Yg mendorong air susu masuk dalam saluran dan sinus laktiferus adalah kontraksi sel
myoepitel (terletak sekell. Alveoli)
Kontraksi sel mioepitel dibawah pengaruh oksitosin dan neurohipofisis
Fungsi oksitosin : - mempengaruhi kontraksi sel mioepitel alveoli
- sekresi prolaktin dari adenohipofisis utk mencegah
proses involusio kel. Susu agar tetap tepelihara

Impuls putting susu yg dibawa hipotalamus (nukleous paraventricularis)


menyebabkan sekresi oksitosin menuju neurohipofisis melalui traktus
hipotalamico-hipofisialis darah organ sasaran sel mioepitel kel. Ambing.

Oksitosin sangat berperan tetapi oksitosin tidak dapat dipakai utk meningkatkan
produk susu karena tidak bersifat galaktopoisis.

Pemberiak oksitosin hanya meningkatkan sedikit produk air susu sebagai akibat
pengosongan alveoli.
SLIDE 20
Laktasi adalah proses pembentukan dan pengeluaran air susu. Proses ini terdiri dari
3 tahap yaitu : 1. mammogenesis
2. laktogenesis
3. galaktopoesis

MAMMOGENESIS
Adalah tahap pertumbuhan kelenjar susu yang berlangsung sejak masa puber
dan mencapai pertumbuhan sempurna pada kehamilan
Merupakan tahap persiapan kelenjar mamae untuk dapat menjalankan
peranannya dalam mensekresi air susu

LAKTOGENESIS
Adalah tahap dimulainya sekresi air susu yang berlangsung sejak berakhirnya
kehamilan
Sekresi terjadi saat penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam
darah sampai mencapai keadaan sebelum hamil dalam waktu 36- 48 jam post
partum

Prolaktin bekerjasama dengan estrogen dan progesteron dalam mengatur


pertumbuhan dan perkembangan kelenjar susu, TETAPI estrogen
mengantagonisir efek prolaktin dalam mensekresi air susu
Saat pengeluaran janin terjadi penurunan kadar estrogen dan progesteron
darah menyebabkan prolaktin dapat memacu sekresi air susu
SLIDE 21
GALAKTOPOESIS
Adalah tahap pengeluaran air susu secara kontinu untuk mempertahankan
kelangsungan proses menyusui.

Kelangsungan tahap ini ttg. Kerjasama beberapa hormon dan terdapat


rangsangan tambahan yaitu pengosongan kelenjar susu yang mengaktifkan
saraf-saraf untuk menjamin kontinuitas sekresi air susu

PEMBENTUKAN DAN PENGELUARAN AIR SUSU


Pembentukan air susu di kel. Susu terjadi dalam sel alveoli utk dialirkan kedalam
lumen.
Air susu yang telah tbt. Tersimpan didalam alveoli, duktus dan sinus kel. Susu

Mekanisme pengeluaran terjadi setelah susu memperoleh rangsangan.


Ada 2 jenis rangsangan : fisik hisapan putting susu / manipulasi kel susu
psichis rangsangan seperti tangis bayi / keinginan myusu

Rangsangan mengenervasi saraf putting susu melalui neuron spinal aferen


rangsangan menuju ke midbrain melalui spinal cord forebrain bundle hipotalamus

Dari hipotalamus terjadi pengaturan fungsi kelenjar yaitu


- regulasi sekresi hormon prolaktin (berperan dalam pembentukan air susu)
- pengaturan pelepasan oksitosin utk pengeluaran air susu

SLIDE 22
Oksitosin merangsang kontrasi sel mioepitel (yg mengelilingi alveoli) air susu dalam
alveoli terperas masuk duktus yg lebih besar secara reflek terjadi peningkatan
tekanan yg lebih besar air susu keluar melalui putting.
Refleknya disebut let down reflex
Tanpa let down reflex air susu tidak dapat keluar walau kelenjar susu sudah
penuh

Bayi yg menyususi tidak akan mendapat air susu secara langsung ttp. Harus menunggu
1 menit sebelum air susu mengalir keluar.

Kegagalan pengeluaran air susu karena kegagalan let down reflex


hambatan pembentukan air susu karena tidak terjadi pengosongan kel. Susu
galaktopoesis akan terhenti.

Ibu yang stress emosional ggg. let down reflex menghambat


rangsangan syaraf ke neurohipofisis sekresi oksitosis terhambat
Pandangan mata bayi/ keinginan menyusui
Tekanan kepala bayi/ tangan bayi pada payudara

Rangsangan pada putting susu berperan utk menentukan laktasi karena


rangsangan itu mengontrol dan mengintegrasikan hipofisa anterior dan
posterior bersama-sama

Pengaruh aktivitas hipofisa post pada pengeluaran oksitosin terjadi melalui


hipotalamus (oksitosin disintesa) 23
supra optic dan paraventricular nucleiSLIDE
Tanaman yang sering digunakan lactagogum :

- Asam (Tamarindus indica linn) buah masak


- Blustru (Luffa cylindrica L) buah
- Dadap Srep (Erythrina subumbrans merr/hassk) daun
- Dadap ayam (Erythima indica lamk) daun
- Dandang gendis (clinacanthus mitans lindau)
- Daun deres (ponzolzia zelanica) daun
- Jambu biji merah ( Psidium guajava linn ) buah
- Katuk (Saurapus androgynus merr) dauni
- Kemangi (Ocimumbasilleum for macitratum backer) seluruh tanaman
- Kunyit (curcuma domestica) rimpang
- Ketapang (Terminalia cattapa linn) biji
- Murbei (morus indica linn) daun
- Lapas (Ocinum sanctum linn) daun
- Pegagan ( ) daun
- Sarang semut
- Seledri (Apium graveolens linn ) seluruh tanaman
- Semangka (Citrullus vulgaris ) buah
- Temulawak (curcuma xanthorrhiza) rimpang
- Turi merah (sesbania grandiflora linn) SLIDE
bunga /daun 24
- Wortel
AFRODISIAKA

OLEH
Wurlina Meles

PENGOBAT TRADISIONAL (BATTRA)


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA

SLIDE 25
HIPOTALAMUS
GnRH

HIPOFISA

INHIBIN
LH FSH
T
T
PROLAKTIN
DHT
E-2
E2

TESTIS Sel
sertoli

T ABP
Sel
Leydig

SLIDE 26
Spermatogenesis
BIOSINTESA TESTOSTERON DALAM TUBUH

Asam asetat

Kolesterol

3 Pregnenolone Progesteron

17 -OH-Pregnenolone 17 -OH-Progesteron

Dehidroepiandrosterone Androstendione Testosterone

19-OH-Androstendione 19-OH-Testosterone

Estrone Estradiol 17

SLIDE 27
SLIDE 28
Ada tiga tipe penyebab impotensi yaitu:
- Libido kurang
- Susah tegak
- Cepat keluar

Ketiga gejala ini bisa berdiri sendiri bisa juga timbul bersama-sama. Rangkaian
fisiologis dan biokimiawi yang berhubungan dengan ketiga gejala tsb. sebetulnya
sangat kompleks yaitu :
Dimulai dari rangsangan erotik yang melibatkan hormon dan saraf yang ang
berhubungan dengan libido. Rangsangan erotik ini akan menyebabkan pelepasan
NO (neurotransmitter nitrik oksida ) pada dinding pembuluh darah penis
mengakibatkan enzim guanilat siklase akan meningkatkan kadar siklik guanisin
monofosfat (cGMP) dan zat inilah yang akan menyebabkan ereksi.

Bila cGMP tersebut terus meningkat dalam darah menyebabkan keadaan


bahaya, yaitu penis akan ereksi terus (priapism). Untuk itu, di dalam darah ada
suatu enzim lagi yang merubah cGMP menjadi zat yang tak dapat menimbulkan
ereksi yaitu fosfodiesterase5 (PDE5).

Apabila PDE5 dalam darah terlalu banyak akan mengganggu fungsi ereksi karena
akan mengurangi cGMP sehingga tak bisa ereksi.

SLIDE 29
Mekanisme ereksinya terdiri dari beberapa fase (mekanisme) yaitu
1. fase permulaan dalam keadaan masih lemas
(flasid)
2. fase pengisian darah
3. fase tumesensi (pembesaran)
4. fase ereksi (tegak)
5. fase rigid (tegak dan keras)
6. Sesudah itu terjadi lagi fase detumensensi (pelemasan
kembali) akibat kontra rangsang dari saraf simpatik hormon
adrenalin.

Begitu kompleksnya mekanisme yang menyebabkan ereksi dan kelebihan atau


kekurangan suatu zat ataupun fungsi suatu organ dapat menyebabkan impotensi.
Sebetulnya impotensi merupakan suatu kasus penyakit yang luas. Belum lagi
beberapa penyakit yang bisa memengaruhi seperti kencing manis, darah tinggi, dan
gangguan psikologis.

SLIDE 30
Siklus Respons Seksual pada Pria

Meskipun siklus respons seksual pada laki-laki dan perempuan tidak dapat dibedakan secara jelas karena
terdapat perbedaan antara satu orang dengan lainnya, berdasarkan perubahan anatomi dan faali
pada saat terjadinya hubungan seks, siklus respons seksual pada pria dan wanita dapat dibagi
menjadi 4 fase. (Kolodny, Master, Johnson, 1979)
yaitu :1. fase perangsangan
2. fase plateau
3. fase orgasmik
4. dan fase resolusi.

Fase Perangsangan (Excitement phase)

Perangsangan terjadi sebagai hasil dari pacuan yang dapat berbentuk fisik atau psikis. Pacuan yang
berasal dari situasi tanpa hubungan fisik langsung, yang bukan biasanya dan diinginkan, karena
aktivitas proses faali tubuh terjadi sebagai akibat pikiran atau emosi.

Contoh, keluarnya liur dan asam lambung dapat disebabkan oleh pikiran akan makanan, berkeringat, dan
takikardia; palpitasi dapat disebabkan oleb rasa takut atau adanya bahaya.

Kadang-kadang, fase perangsangan ini berlangsung singkat dan segara masuk ke fase plateau. Pada saat
yang lain dapat terjadi secara lambat dan berlangsung secara bertahap serta memerlukan waktu
yang lebih lama.

Pada pria, fase ini berupa ereksi penis. Ereksi adalah proses perubahan penis yang lemas menjadi organ
yang kaku.

SLIDE 31
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses ereksi ialah sistem syaraf pusat, otonom, dan somatik;
sistem pembuluh darah vena dan arteri organ seks; kontraksi otot-otot sekitar organ seks; serta
poros hipothalamus-hipofise-testis. Pemacu ereksi dapat berasal dari rangsangan erotik dan
non-erotik. Rangsangan erotik dapat berasal dari dari rangsangan fisik yang mengenai glans
penis.

Rangsangan erotik psikogenik dapat berasal dari pandangan, suara, bau, lamunan, pikiran, dan
mimpi.

Rangsangan non-erotik karena adanya rangsangan pada alat kelamin bagian dalam, vesika
seminalis, prostat, epididimis, atau kandung kemih yang penuh, serta konstipasi usus besar
bagian bawah. Rangsangan ini akan diteruskan ke jalur refleks ereksi. Refleks ereksi
membutuhkan reseptor mekanik, serat motorik dan sensorik, baik otonom maupun somatik
yang utuh. Kerusakan atau gangguan pada jalur refleks ereksi tersebut akan mengganggu
mekanisme reksi

Fase Plateau

Pada fase ini, bangkitan seksual mencapai denyut tertinggi, yaitu sebelum mencapai ambang batas yang diperlukan
untuk terjadinya orgasme. Pada fase ini, terjadi pembesaran pada bagian proksimal glans penis. Dapat juga
disertai pengeluaran cairan dari kelenjar bulbourethralis, yang kadang-kadang mengandung spermatozoa yang
hidup.

Fase Orgasme (Orgasmic Phase)


Orgasme adalah perasaan kepuasan seks yang bersifat fisik dan psikologik dalam aktivitas seks sebagai akibat
pelepasan memuncaknya ketegangan seksual (sexual tension) setelah terjadi fase rangsangan yang memuncak
pada fase plateau. Pada laki-laki, pelepasan ketegangan seks yang optimal ini disertai --meskipun tidak selalu--
dengan proses ejakulasi, yaitu terpancarnya air mani akibat kontraksi urethra dengan penis bergabung dengan
kontraksi kelenjar prostat.
Menurut Rivard (1982), kepuasan seks tersebut berhubungan dengan volume ejakulat, pusat orgasme, dan
intensitas serta lamanya fase rangsangan.

SLIDE 32
Fase Resolusi (Resolution phase)
Segera setelah mencapai orgasme dan ejakulasi, laki-laki memasuki periode yang
menetap. Pada periode ini, ejakulasi tidak mungkin terjadi walaupun kadang-kadang
dapat terjadi ereksi. Pada fase ini, perubahan anatomik dan faali alat kelamin serta
luar alat kelamin yang telah terjadi, akan kembali ke keadaan asal.

SLIDE 33
Disfungsi Seksual pada Pria
Kolodny, Master, dan Johnson (1979), membagi disfungsi seksual pada pria atas 2 kategori, yaitu
kelemahan ereksi (disorders of erection) dan gangguan ejakulasi (disturbances of
ejaculation).
Kelemahan ereksi (disorders of erection)
Yang termasuk dalam kelemahan ereksi adalah impoten.
Impoten adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan suatu ereksi
yang cukup keras untuk melakukan senggama, untuk memulai, dan menyelesaikannya.
Impoten dapat diklasifikasikan sebagai impoten primer atau sekunder.
Impotensi primer tidak pernah mampu melakukan senggama
Impotensi sekunder mengalami disfungsi ereksi setelah sebelumnya mempunyai fungsi
seksual yang normal.
Ada 2 macam impoten, yaitu organik dan psikogenik. Kurang lebih 10--15% dari laki-laki
penderita impotensi, tampaknya mempunyai penyebab utama organik. Penyebab organik
yang sering dijumpai adalah kelainan anatomik, kelainan kardiovaskuler, akibat obat-obatan,
endokrin, saluran kemih dan alat kelamin, hematologik, penyakit infeksi, neurologik,
vaskuler, dll.
Gangguan fungsi ereksi yang terjadi sebagai akibat dari penyebab fisik atau metabolik, dapat
diikuti oleh perubahan psikologik dan perilaku yang berkembang menurut waktu sebagai
reaksi terhadap kelainan tersebut. Misalnya, perubahan tersebut dapat mempengaruhi
fungsi seksual. Karena itu, walaupun penyebab primer organik dapat diketahui dan berhasil
diobati, kesulitan seksual mungkin masih menetap sebagai akibat gangguan psikogenik
tersebut. 85- 90% impotensi disebabkan primer psikogenik untuk disfungsi seksualnya,
faktor fisik dan metabolik dapat berperan sebagai penyulit.

SLIDE 34
Gangguan ejakulasi (disturbances of ejaculation)

Yang termasuk dalam gangguan ejakulasi adalah ejakulasi dini (prematur ejaculotion).
Sebagian disebabkan oleh waktu relatif alamiah untuk ejakulasi dalam hubungannya
dengan siklus respons seksual perempuan. Jika ejakulasi laki-laki yang cepat membatasi
siklus respons seksual istrinya untuk mencapai gairah seks yang tinggi atau orgasme, maka
situasi tersebut dapat dianggap sebagai ejakulasi dini.

Karena ejakulasi adalah refleks yang diatur oleh alur neurologik dan mungkin alur
endokrin, tidak didapat data yang cukup tentang penyebab dari ejakulasi dini. Pengalaman
pertama dengan ejakulasi yang cepat mungkin dapat mempengaruhi kemampuan pria
menahan ejakulasinya. Penyakit atau peradangan pada prostat atau saluran kemih-kelamin

SLIDE 35
Istilah impoten didefinisikan untuk kasus di mana ereksi tidak pernah terjadi,
sedangkan disfungsi seksual menunjukkan perubahan seksual. Perubahan tersebut,
baik sendiri atau campuran, dapat terjadi pada libido, ereksi, ejakulasi, dan orgasms.

Sebanyak 20--30% disfungsi seksual pada laki-laki merupakan disfungsi psikogenik.


Karena itu, disfungsi seksual dapat dibagi berdasarkan siklus respons seksual, yaitu:

Disfungsi libidinis
Disebut juga impotensia konkupisiensi, yakni berkurangnya atau lemahnya gairah seksual
dan perangsangan seksual.

Disfungsi ereksionis
Yakni ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup
untuk melakukan hubungan seksual yang "normal". Saat ini disebut sebagai disfungsi
ereksi (erectile dysfinction).

Disfungsi ejakulasionis
Adalah gangguan dalam ejakulasi. Berbagai impotensia ejakulasionis adalah sebagai
berikut: (a) Ejakulasi dini (prekoks); b. Ejakulasi tertahan (retarda); c. Ejakulasi tak
sempurna (incoinplete); d. Tidak ejakulasi (unejakulasi); dan e. Ejakulasi terbalik
(retrograde).

Disfungsi satisfactionis/emosionis
Yakni ketidakmampuan pria merasakan kepuasan (orgasme) setelah hubungan seks
(Susilo, 1994; Adimoelja, 1976; Barry & Hodges, 1987).

SLIDE 36
Pengobatan untuk disfungsi seksual pada laki-laki adalah sebagai berikut :
1. Konseling seks/terapi seks
2. Pengobatan mekanik
3. Obat-obatan
4. Operasi
Konseling seks terapi seks
Konseling seks dilakukan bersamaan dengan terapi seks. Yang termasuk terapi seks adalah
hipnosis, senam seks, specific sexual de sensitization, sexual stimulation therapy, masturbation
therapy.
Pengobatan mekanik
Pada pengobatan ini, dipakai alat yang prinsipnya bekerja untuk mengisap daramasuk ke penis
sehingga penis bisa ereksi. Ada 2 macam alat, yaitu Osborn Erec Aid dan Synergist Erection.
Obat-obatan termasuk obat tradisional
Obat-obatan yang diberikan dapat berupa substitusi, supresi, stimulasi, dan vasodilator.
Terapi subtitusi
Adalah pemberian obat-obatan untuk menggantikan atau menambah karena produksinya oleh
tubuh kurang .
Misalnya, L-Thyronine untuk penderita Hypothyroidism, atau Androgen untuk penderita
defisiensi androgen.
Terapi suppresi
Diberikan obat-obatan yang dapat menekan penyebab disfungsi seks. Misalnya, Bromocriptine
untuk Hyperprolactinemia atau Carbamizole untuk Hyperthyroidism
Terapi Stimulasi
Adalah untuk menstimulasi respons seksual. Obat yang dipakai adalah hormon, aphrodisiaka,
dan stimulan SSP.
Vasodilator
Vasodilator yang dipakai dapat topikal (olesan), oral, intraurethral, dan intra cavernosa.
Operasi
Cara ini dilakukan dengan memasang suatu alat prosthesis di dalam penis agar penis bisa tegang. Ada 2
macam alat, yaitu semirigid dan ada yang dapat dikembangkempiskan. Karena hubungan seks
suami dan istri harus saling memuaskan, padahal masalah disfungsi seksual ini tidak hanya
terjadi pada pria tetapi juga pada wanita, maka perlu dikenal berbagai disfungsi seksual pada 37
SLIDE
wanita dan kesepadanannya pada pria
Disfungsi Ereksi (DE)
Menurut WHO seperti yang dikemukakan oleh 1st International
Consultation on ED pada 1999 di Paris, yang dimaksud DE adalah
ketidakmampuan seorang pria, baik secara konsisten atau berulang, untuk
mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk bisa melakukan
hubungan intim yang memuaskan.

Laporan Massachusets Male Aging Study (MMAS).

+ 52 % pria berusia 40-70 tahun menderita DE, mulai ringan - berat.

Kasus DE sebenarnya sangat banyak terjadi. 152 juta pria di dunia


diperkirakan menderita gangguan keperkasaannya (impotensi).
Diperkirakan 2025 menjadi 322 juta penderita impotensi dan sebanyak 100
juta di antaranya pria di Asia.

Meskipun penderita DE banyak sekali tetapi hanya 15-20 % pria penderita


DE tersebut yang bersedia berobat.

Dengan meningkatnya jumlah penderita diabetes tiap tahun, terutama di


negara berkembang, jumlah penderita DE pun akan bertambah. Karena itu,
pola hidup sehat sangat dianjurkan sebagai usaha pencegahan DE.

SLIDE 38
Pengobatan

Banyak obat-obatan yang diyakini masyarakat dapat mengatasi DE. Mulai dari
yang dijual bebas maupun melalui pasar gelap. Ramu-ramuan tradisional
merupakan salah satu yang diyakini oleh masyarakat dapat dipakai sebagai
obatnya. Tentu saja ramuan dan cara tradisional juga memerlukan pengujian
klinis agar aman digunakan. Namun, secara medis dunia kedokteran hanya
mengenal empat macam pengobatan DE yaitu :

1. terapi oral
2. terapi intra-uretral
3. terapi injeksi intra-kavernosa
4. pemasangan protesa penis

Semua terapi itu harus mendapatkan pengawasan khusus dari dokter.


Beberapa tahun terakhir ini di negara-negara barat ada obat yang populer
digunakan. Obat oral berbahan aktif bahan kimia sintetis sildenafil sitrat ini
banyak dipakai untuk mengatasi gangguan DE di seluruh dunia. Daya
kerjanya langsung ke syaraf-syaraf di sekitar organ genital pria. Karena itu,
beberapa saat setelah mengkonsumsi obat yang berfungsi sebagai
erektogenik ini, penderita DE akan langsung merasakan hasilnya.
Namun efek sampingnya : sakit kepala, kulit kemerahan, gangguan
penglihatan, hidung buntu, dan sakit otot.
SLIDE 39
Agar Tidak Disfungsi Ereksi

Penderita diabetes mellitus (DM) berisiko 2-5 kali lebih rentan menderita
disfungsi ereksi (DE) atau impotensi dibandingkan pria yang sehat.
Pria penderita penyakit ini cenderung mengalami DE 10-15 tahun lebih cepat
dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes.
Sebanyak 95 % pria penderita diabetes akan mengalami impotensi pada usia
70 tahun.
Disfungsi ereksi bisa menjadi gejala awal dari diabetes, sekitar 30 % pria
penderita DE juga mengidap penyakit diabetes.

Di Indonesia jumlah penderita DM terus meningkat dari tahun ke tahun hingga


diperkirakan 7 juta pasien pada tahun 2020 atau 1,5 -2 % dari masyarakat.
DM perlu diwaspadai karena bisa menyerang kepada semua golongan usia,
semua tingkat sosial ekonomi, dan lelaki maupun perempuan, dan bukan
hanya faktor genetik.
Masyarakat di kota besar kemungkinan terkena DM lebih besar daripada di
pedesaan. Ini akibat gaya hidup modern seperti kurang gerak atau
berolahraga, banyak mengonsumsi makanan berkolestrol dan berkadar lemak
tinggi. Akibatnya, tubuh jadi mudah gemuk dan rentan menderita diabetes.

SLIDE 40
Komplikasi ini disebut angiopati diabetik, yang menimbulkan penyempitan
lumen (rongga) pembuluh darah.

Angiopati pembuluh darah berakibat penyempitan rongga pembuluh darah


menyebabkan terganggunya nutrisi oleh pembuluh darah.

Pengurangan nutrisi pada saraf menyebabkan gangguan saraf yang


disebut neuropati.

Penderita DM yang sudah mengalami komplikasi neuropati, tingkat


perangsangannya tidak cukup signifikan untuk menghasilkan perubahan
berakibat pengisian pembuluh darah pada jaringan penis yang erektil tidak
mencukupi untuk menghasilkan ketegangan (ereksi) penis yang cukup untuk
melakukan aktivitas seksual.

Penderita DM, mengalami gangguan pembuluh darah atau angiopati yang


akan mengganggu aliran darah ke penis penyakit DM menyebabkan
disfungsi ereksi.

SLIDE 41
Afrodisiaka

Masyarakat telah lama menggunakan beberapa tanaman untuk meningkatkan


fungsi seksual. Tanaman itu memiliki efikasi (keampuhan) sebagai obat pada
fitofarmaka.

Cara kerja tanaman obat pada perbaikan fungsi ereksi berbeda dari obat
kimia.
Tanaman obat bekerja memperbaiki imunitas tubuh, dan membangkitkan
rangsang pada sistem syaraf pusat yang juga memperbaiki sirkulasi darah
akan membangkitkan kesegaran tubuh dan mendorong gairah seksual, serta
akhirnya fungsi ereksi membaik.

Semua obat yang dapat membangkitkan gairah seks disebut afrodisaka.


dari kata afrodisiakum yang berasal dari nama Aphrodite, dewi kecantikan di dalam
hikayat Yunani.

Masalah seksual lebih dilihat dari sudut pandang pria, di mana kecantikan bisa
membangkitkan gairah seksual pria. Dengan kata lain afrodisiakum adalah obat
erogenik untuk merangsang selera seks (libido). Ini harus dibedakan dengan obat
erektogenik seperti sildenafil atau Viagra.

SLIDE 42
Banyak tanaman obat klasik yang disebut "obat kuat", namun sebenarnya
merupakan obat erogenik. Itu sebabnya mengapa tidak bisa langsung
membangkitkan ereksi. Salah satu contohnya adalah Pimpinella pruacen
(purwaceng ) berarti pembangkit ereksi nomor satu.

Pruacen memberikan perasaan hangat tubuh, yang mungkin menunjukkan


terjadinya vasodilatasi dan hyperemia di bagian-bagian tubuh, serta peningkatan
emosi. Dengan cara itulah libido meningkat.

Sejauh ini belum dikenal fitofarmaka yang tergolong obat erektogenik. Memang
libido merupakan prasyarat terjadinya hubungan seksual, namun perbaikan libido
saja tidak ada manfaatnya bila fungsi-fungsi yang lain
terganggu.

SLIDE 43
Beberapa fitofarmaka yang diketahui mempengaruhi fungsi seksual

1. ADAS (Foeniculum vulgare Mill)


Minyak atsiri (Oleum Foeniculi) 1-6%. Etanol, Fenkon, Limonen,dipenten,
felandren, metilchacikol, anisaldehid, asam anisat, minyak lemak. Adanya Anetol
menyebabkan Adas mempunyai bau yang spesifik bersifat karminatif. Akarnya
menagndung bergaten dan bijinya mengandung sligmasterin (Serposterin)

2. Bawang putih digolongkan sebagai afrodisiaka karena sifatnya yang menurunkan


kadar kolesterol dalam darah sehingga secara tidak langsung dapat melenturkan
pembuluh darah dan memperbaiki kelenturan pembuluh darah akan terjadi
perbaikan lenturan pembuluh darah fungsi vaskuler, baik di otak, jantung, dan
dalam organ genital pria.

3. CABE JAWA (Piper retrofarum Vahl)


Mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmiticacids, tetrahydropiperic acid,
1-undeclenyl-3.4- methylenedioxy benzene, piperidin, minyak atsiri, N-
isobutyldeka-trans-4-dienamide dan sesamin.

SLIDE 44
4. Corynanthe Hohimbe
Kulit batangnya mengandung alkaloid yohimbine yang bersifat sebagai reseptor
antagonist yang spesifik. Peran utamanya adalah meningkatkan pasokan darah ke
jaringan erektil penis.
Dosis yang biasa memberikan hasil adalah 15-20 mg/hari dan boleh ditingkatkan
sampai 42 mg./hari.
Efek samping yang dijumpai adalah rasa cemas, halusinasi dan panik. Dengan
demikian yohimbine diperkirakan berpengaruh di pusat otak.

5. Damiana
Dari ekstrak Turnera diffusa (T afrodisiaca) yang banyak tumbuh di Meksiko.
Khasiatnya sudah dikenal sejak tahun 1874 untuk mengatasi kelesuan seksual.
Efek merangsang saluran kemih setelah menggunakan ekstrak ini, diperkirakan
dapat menimbulkan efek libido karena meningkatkan kepekaan organ genitalia
terhadap rangsangan.
Site efek iritasi saluran kemih, tanaman obat ini jarang dipergunakan sendiri.
Damiana dikombinasikan dengan bahan fitokimia lainnya untuk meringankan
efek yang negati.

6. DAUN KATUK (Saurogus androgynus Merr.)


Terkandung senyawa aktif yang dapat merangsang pembentukan hormon steroid
:progesteron, estradiol, testosteron dan glukokortikoid. Mengandung elkosanoid :
prostaglanding, prostasiklin, lipoksin dan leukotrien.
SLIDE 45
7. DAUN SENDOK (Plantor mayor L)
Mengandung Plantagin, asam ursonik, n-hentriakontan, plantaguside terdiri dari :
metthyl D galakturonat, D-galaktosa, L-arabinosa dan L-rhammosa. Selain itu juga
mengandung tanin, kalium dan vit (B1,C,A). Kalium untuk peluruh kencing dan
melarutkan endapan garam kalsium dalam ginjal dan kandung kencing. Zat aktif
aukubin melindungi hepar terhadap racun(hepatoprotektor) juga antiseptik

8. Eurycoma Longifolia (Pasak Bumi)


Pasak bumi juga bersifat afrodisiaka dan anti malaria karena bahan aktif
eurycomanol , eurycomanol 2- O-beta-D-Glycopyranoside dan 13 beta 18 dihydro-
eurycomanol yang tidak kalah dengan chloroquin

9. Ganoderma Lucidum
Jamur ini dikenal meningkatkan imunitas tubuh dan banyak digunakan sebagai
bahan tonik. Komponen aktifnya antara lain golongan triperpin yang struktur
kimianya menyerupai hormon steroid, berbagai polisakarida, dan ergosterol. Di
AS sedang dikembangkan untuk melawan HIV/AIDS.

SLIDE 46
10. Ginkgo biloba

Bahan aktif 9-6-Ginkgo-flavonoid-glycoside


Ekstrak 40 mg / 3 dd dapat memperbaiki peredaran darah.
Penderita disfungsi ereksi, dosis 60 mg /hari selama 12-18 minggu terbukti bisa
memulihkan kemampuan ereksi pada 50 % dari enam penderita, 20 % ereksi
baru terjadi bila diberikan bantuan suntikan bahan vasoaktik dan 25 %
memperlihatkan peningkatan tumesensi dan 5 % tidak memperlihatkan
perbaikan kemampuan ereksi sama sekali walau sudah mendapat suntikan bahan
vasoaktif.

Berarti ginkgo sebenarnya bukan memperbaiki ereksi secara langsung. Namun,


kemampuannya memperbaiki peredaran darah otak memudahkan terjadinya
rangsangan erotik menimbulkan libido melalui SSP dan otonom
meningkatkan produksi neurotransmitter nitrik oksida (NO).

NO adalah syarat utama terjadinya relaksasi otot polos di dalam korpus


kavernosum untuk membangkitkan ereksi. Terbukti pula bahwa Ginkgo biloba
sebagai fitofarmaka membangkitkan ereksi melalui mekanisme terpadu (holistik).

SLIDE 47
11.Ginseng
Ginseng terkenal sejak lebih dari 4.000 tahun untuk efek toniknya dan sering juga
dianggap sebagai afrodisiakum. Ginseng punya berbagai macam kandungan aktif
yang berbeda-beda pada tiap jenis ginseng.
Red ginseng yang berkhasiat paling baik terhadap disfungsi seksual. Dosis ekstrak
murni adalah 0,5 gram per hari untuk mengembalikan stamina. Untuk mengatasi
kelesuan seksual dibutuhkan dosis yang lebih tinggi 2-3 gram/hari.

12. KECUBUNG (Datura metel L)


Mengandung alkaloid (skolamin dan hyoscyamin, hyoscin dan atropin. Bila
alkaloid diisolasi akan terdeteksi senyawa methyl crystaline yang dapat
merelaksasi otot gerak

13. KECUBUNG GUNUNG (Brugmansia suaveolens)


Alakloid skopolamin, saponin, glikosida flavonoid dan polifenal.
Dapat menyebabkan halusinasi

SLIDE 48
14. Muira puama
Ptychopetalum olacoides banyak terdapat di Brasil dan dikenal sebagai
afrodisiakum.
Belum diketahui mekanisme kerjanya. Dosis 1-1,5 gram ekstrak bubuk kering
selama 2 minggu bisa memberikan hasil. Diperkirakan bisa meningkatkan
kebugaran jasmani dan mental meningkatkan rasa percaya diri (self esteem)
memperbaiki fungsi seksual.

15. Protodioscin
Dari ektrak Tribulus terrestris yang banyak ditemukan di daratan Bulgaria. Dikenal
berabad-abad sebagai obat mengatasi kelesuan seksual.
Kandungan aktifnya adalah protodioscin yang dalam penelitian mutakhir
berfungsi sebagai precursor DHEA (de-hydro-epi-androsterone).
DHEA meningkatkan ketahanan tubuh di usia uzur. Dalam uji klinik (Moeloek N
dkk, 1994) ekstrak murni bubuk kering Tribulus terestris dapat meningkatkan
kesuburan pria. Dalam uji klinik lain tanaman obat ini baik untuk penderita
disfungsi ereksi dengan diabetes mellitus
Peningkatan libido terjadi karena protodioscin dapat meningkatkan kadar DHEA
darah yang rendah.

SLIDE 49
16 STROBERI
Bersifat afrodisiak karena mengandung adsam folat berfungsi menghancurkan
homosistein yaitu asam amino dalam darah yang dapat mengentalkan darah
stroberi dapat menyegarkan kemampuan seksual pria. Asam folat m,embantu
tubuh menguras homosistein sehingg aliran darah kaya zat gizi dan oksigen
terdapat pada ujung syaraf alat vital

17. SEMANGKA (Sitrullus vulgaris schrad)


1/8 semangka normal mengandung likopen 5-20 mg membantu meningkatkan
kesuburan pria. Bersama vit C dan betakaroten dapat untuk antikanker.
Kandungan Sitrulin efeknya sama kuat dengan viagra

18. TOMAT (Solanum lycopersicum LInn)


Mengandung asam p-kumarat dan asam klorogenat yang dapat melemahkan
nitrosamin yang merupakan penyebab kanker. Asam malat dan asam sitrat
membantu membersihkan empedu sehingga menghindarkan penyempitan
pembuluh darah terutama yg menuju penis sehingga mudah ereksi

SLIDE 50
18. Alpinia galanga Will (lengkuas)
19. Amomum cardamomum will (kapulogo)
20. Areca Catechu (Betelnut)
21. Asparagus adscendens
22. Curculigo orchioides
23.Erythroxylum Catuaba
24. Hibiscus abelmoschus
25. Mucuna pruriens
26. Tribulus terrestris (Rujak Polo) IREX
27. Tumera diffusa willd
28. Withania somnifera

SLIDE 51
SEMOGA
BERMANFAAT
SLIDE 52