Anda di halaman 1dari 109

dr.

Bambang Endro P, SpPA(K)


Bagian Patologi Anatomi, FK UNDIP Semarang
Perbedaan OTAK dgn
JARINGAN YG LAIN

1.Lokalisasi fungsi SSP mpy 4 konsekuensi


Jaringan otak sangat peka thd lesi fokal yg kecil
tak dijumpai pd jaringan lain.
Manifestasi proses patologi/kelainan yg sama
pd bbrp tempat dpt memberi efek yg berbeda.
Meningioma pd rongga olfactorius anosmia
Meningioma pd for. magnum paresis yg progresif

2
Kepekaan selektif suatu daerah ttt thd
kelainan, mis : sel purkinye
cerebellum dan neuron hipocampus
peka thd ischaemia

Jenis kel. patologik yang sama dpt


terjadi pd bbrp penyakit yg berbeda.

3
2. Sistem syaraf dpt mpy gambaran fisiologik
& anatomik yg khas pd suatu penyakit :
Adanya rongga tengkorak yg tak dpt
berubah (dewasa) dpt membesar
(anak2/bayi)
Adanya cairan cerebrospinal (CSS / LCS)
Blood brain barrier (BBB)
(Sawar darah otak)
Tidak adanya saluran limfe pada otak

4
SELAPUT OTAK (Meninx) (Menings),
Ada 3 lapis :

1. Luar = pachymenings (= durameter)


pachy = dura = tebal Selaput tebal
meininx = mater = selaput yg keras

2. Dalam = leptomeninx (menings)


Leptos = halus
- arachnoidea : arachne = sarang laba2
- eidos : serupa
Piameter selaput halus yg tipis
5
DURAMETER
Tebal, keras terpadu dgn tulang tengkorak bag
periosteal tulang.
Anak / dewasa mudah dilepas
Orang tua melekat erat
Antara durameter arachnoidea ruang subdural
Pd bbrp tempat memisahkan diri membentuk
lipatan/sekat falx cerebri, falx cerebelli, diafragma
sellae, tentorium cerebelli.
Lipatan ini mengandung sinus (sinus sagitalis
superior) mengangkut darah vena

6
ARACHNOIDEA
Bbrp tempat pada sinus sagitalis
superior terdpt villus arachnoidalis
(proliferasi mesotel) bersatu tonjolan
(=granulatio arachnoidales) (Pacchioni)
Antara arachnoidea piamater
ruang sub arachnoid isi LCS, syaraf,
pembuluh darah

7
PIAMATER

Berhub dgn otak pembuluh darah


leptomenings yg masuk dlm
parenchym otak disertai piamater.
Sekitar pembuluh darah ruang
perivaskuler (Virchow-Robin)

8
LIQUOR CEREBROSPINALIS (LCS)
Normal : 80 150 cc
Dibentuk plexus chorioideus pd sus.
Ventrikel otak (sebag. besar oleh ventrikel
lateralis ka/ki)
Aliran LCS : ventrikel lateralis for. monro
(for inter ventriculare) ventrikel III aquae
ductus syluii ventrikel IV for magendi &
luschka r. subarachnoid villus
arachnoidalis sinus dural & lakuna.
Warna : - normal : jernih
- radang : keruh
- darah lama hemolisis
xanthochrom (kuning) 9
10
Otak
Berat normal : Laki2 = 1400 gr
Wanita = 1250 gr
Terdiri atas 2 unsur :
Neuron (sel syaraf)
Neuroglia (jaringan / sel penyokong)
terdiri atas : astrosit, oligodendroglia,
sel epetodym mikroglia
Asal ektoderm (kecuali mikroglia) dari mesoderm
Oligodendroglia = pd cortex & medulla lebih kecil
dp inti astrosit.
Fungsi : - metabolisme sel syaraf
- pembentukan & perawatan myelin.
11
Komplikasi patofisiologi yg umum

1. Tekanan
intrakranial
meninggi Mempunyai hub
2. Herniasi otak satu dgn yg lain
3. Edema otak
4. Hidrosefalus

12
Ad.1. Tekanan intrakranial yg meninggi

Sebagian besar ok lesi/massa yg mengambil


tempat (space occupying lesion).
Mis : - abses
- tumor
- perdarahan
- edema cerebri
- hidrosefalus

13
Ad.3 & 4. Edema otak & hidrosefalus
Tekanan intrakranial meninggi herniasi otak
Otak dlm rongga yg keras/fixed melindungi
thd trauma pembatasan expansi otak.
Ekspansi kecil diatasi dgn penyimpangan
LCS & pengurangan volume vena.
Ekspansi lebih besar tekanan intrakranial
tekanan perfusi otak aliran darah ke
otak
Kenaikan tekanan sedikit dikompensir
kenaikan tekanan arteri
Kenaikan tek. lbh besar (>20 mmHg)
tekanan perfusi aliran darah ke otak
memperberat ischaemi
14
Gejala klinik kenaikan intrakranial
Pusing, nyeri kepala,
edema papilla N.II, perdarahan retina
(ok. hambatan aliran vena)
bendungan pembuluh darah retina
Muntah-muntah

Kesadaran

Koma

15
Ad.2. Herniasi otak
Komplikasi terburuk pd penderita
dengan space occupying lesion,
atau pembengkakan otak.
Pembesaran lokal mendorong
otak ke ruang sebelahnya
Herniasi otak

16
Bentuk/jenis HERNIASI OTAK
1. Hernia subfalksin (singulatus) :
Herniasi dibawah falks cerebri.
2. Hernia unsinatus : (H. unkal/transtentorial) :
ulkus lobus temporalis terdorong ke bawah,
melalui celah tentorium N.III
(oculomotorius) menegang delatasi pupil
pada sisi lesi.
3. H. tonsilaris : tentorium cerebelli terdorong
melalui for magnum menekan batang otak
+ pusat respirasi respirasi tak teratur
apnea meninggal
17
18
3. H. tonsilaris : tentorium cerebelli terdorong
melalui for magnum menekan batang
otak + pusat respirasi respirasi tak
teratur apnea meninggal
H. unsinatus : batang otak terdorong ke
bawah pembuluh darah
mesencephalon sobek
PERDARAHAN DURET
H. Subfalksin : arteri tertekuk pada tepi
tajam dp falks infark distal tentorium

19
UDEMA OTAK
Otak dlm rongga yg fixed peka thp
perubahan volume yg kecil (termasuk
udem)
Kepekaan struktur otak thp pengaruh
volume udem diperberat dgn tidak
adanya saluran limfe.
Jenis : Udema vasogenik
Udema sitotoksik

20
Udema vasogenik ok keluarnya cairan
dari pembuluh darah otak yg rusak
edema extra seluler pu white matter
(gray matter pu tidak terkena)
Edema sitotoksik : sifat intraseluler pu
mengenai gray matter.
Ok. Ischaemia, intoksikasi membrana
sel & pompa ion terganggu air &
molekul lain tertimbun dlm sel.
Edema vasogenik & sitotoksik :
sering terjadi bersamaan.
21
HYDROCEPHALUS
= meningkatnya volume
LCS baik rongga
ventrikel/rongga
subarachnoid
Dpt terjadi :

- kongenital/bawaan
- aguesita/didapat

22
Causa :
1. Produksi berlebihan :
Bila terjadi obstruksi dlm venous return dari plexus
choroideus produksi LCS berlebihan, ok :
Sobekan tentorium pd neonatus
mengganggu aliran darah
Atresia bawaan
Tumor
Radang (ependymitis, arachnitis)
Parasit toxoplasma gondii
2. Gangguan absorbsi ke dalam sus. vena
Villi arachnoidalis destruksi
Meningitis
Aplasi villus

23
Jenis-jenis HYDROCEPHALUS

1. Hydrocephalus internus
penimbunan cairan dlm ventrikel
ventrikel melebar cortex otak atrofi
ok. tekanan.
2. Hydrocephalus communicans
ok obstruksi dalam ruang
subarachnoid. (Bila obstruksi dalam
ventrikel H. non communicans)

24
3. Hydrocephalus kompensatorik
(H. Ex vacuo)
Otak atrofi ruang ventrikel melebar
ruang subarachnoid & perivaskuler melebar.
Bila jaringan otak yg rusak/hilang setempat
ruang ventrikel/subarachnoid yg
berdekatan melebar (kompensasi)
menjaga volume otak tetap shg kel yang
ringan tak ada pergeseran jaringan otak thd
garis tengah.

25
Hydrocephalus dgn tek yg normal
H. Ex vacuo / kompensatorik.
Hydrocephalus dgn tek meninggi
obstruksi aliran LCS bagian proximal
dp obstruksi
Saat sutura blm bersatu erat (bayi/anak)
tengkorak membesar desakan dpt
dicegah/tertunda.
Bila sutura telah bersatu tekanan
obstruksi ditanggulangi dgn operasi
SHUNTING
26
27
28
Hidrocephalus
congenital
29
KELAINAN BAWAAN / KONGENITAL

Golongan dysraphia (status dysraphicus)


kel. ok selama pertumbuhan sal. embryonal
tidak menutup sempurna gangguan
penutupan (penyatuan) bag dorsal
tengkorak dan vertebra dan selaput otak.

30
KELAINAN KONGENITAL OTAK + SPINAL

AN ENSEFALI : hanya dasar tengkorak yg


terbentuk diatasnya gumpalan warna
merah, tak berbentuk area
cerebrovasculata, tak ada jaringan otak
tak dpt hidup.
MIKROSEFALI : otak berukuran kecil secara
kongenital anatomik dan perbandingan
normal diferensiasi mental.

31
Anencephaly
32
CRANIUM BIFIDUM : gangguan penutupan
tengkorak (cranioschisis) selaput otak/jaringan
otak dpt menonjol bbrp kelainan :
1. MENINGOCELE :
yg menonjol selaput otak (menings)
2. MENINGO-ENCEPHALOCELE :
yg menonjol selaput otak + otak
3. HIDRO MENINGO-ENCEPHALOCELE
(ENCEPHALO CYSTO CELE/
SYRINGO-ENCEPHALOCELE) :
sebagian ventrikel otak ikut menonjol
LOKASI : pu digaris tengah
(frontal/occipital/ethmoidalis)
KOMPLIKASI : in carceratio, pecah
meningitis/encephalitis 33
Meningomyelocele

34
Occipital encephalocele
35
Frontal encephalocele
36
Posterior
encephalocele
37
MONGOLISME (DOWN SYNDROME)
Suatu keadaan idiot khas, wajah
mongoloid kepala kecil, mata sipit,
hipertelorisme, jaringan tangan pendek,
lidah terdpt fisura perkembangan mental
sangat terbelakang
POR ENCEPHALIA (PORUS/LUBANG KECIL)
terdpt lubang kecil pd corter
berhubungan dgn ventrikel/subarrachnoid

38
SPINA BIFIDA
Bagian dorsal vertebra tidak tertutup dgn sempurna
med. spin + selaput otak dpt menonjol keluar
ditutupi kulit/subcutis membentuk tonjolan.
SB completa/aperta jarang ditemukan gangguan
pembentukan lengkung dorsal seluruh tulang belakang
jar. saraf menonjol di bawah kulit mudah pecah
bila kulit tipis.
SB incompleta/partialis :
SB OCCULTA : p.u. tampak dari luar kadang2
ditemukan saat pem. rontgen, kulit diatasnya
hiperpigmentasi + hipertrichosis
SB CYSTICA : tonjolan kistik pada tulang belakang
berada di bawah kulit
Meningocele : yg menonjol menings
Meningomylocele : yg menonjol menings + medulla sp
Myelocystocele (syringo-myelocele) :
canalis centralis ikut menonjol 39
40
RADANG
Radang SSP p.u. akibat radang ditempat lain/
langsung
1. HEMATOGEN : p.u. atrofi (pulmo/jantung/
lain tempat)
2. LANGSUNG : radang mastoid, OMA,
sinus paranasal
3. TRAUMA : operasi/luka tembak/tusukan

41
MENINGITIS : radang selaput otak
Duramater : pachymeningitis
Pia-arachnoid : lepto meningitis
Bila disebut meningitis LEPTO MENINGITIS
PACHY MENINGITIS :
ok diplo coccus pneumoniae, staphylococcus
aureus, strepto coccus beta hemolyticus
Radang dpt epidural/subdural
LEPTO MENINGITIS (MENINGITIS)
M. purulenta
M. serosa
MENINGITIS PURULENTA
Dewasa : meningococcus, pneumococcus,
staphylococcus, streptococcus, gonococcus,
actinomyces
Anak : hemophylus influenzae, entamoeba coli
42
MENINGITIS MENINGOCCUS M. purulenta
p.u. dari wabah meningitis cerebrospinalis
epidemica bila berat dpt terjadi
SYNDROM WATERHOUSE-FRIDERICHSEN :
shock, purpura, pd kulit/mukosa, perdarahan +
nekrosis pd kel. adrenal bilateral.
MENINGITIS SEROSA : lues, virus, torula
hystolitica, crypto coccus neoforman

43
Meningitis akuta
44
LCS :
- Xanthochrom
- Normal / jernih
- Radang / kering

45
Waterhouce-Friderichcen syndrome
46
Meningitis TBC
47
PENYAKIT MYELIN A. Golongan demyelinisasi
B. Golongan dysmyelinisasi
A. Golongan demyelinisasi
Sklerosis multipel
Sklerosis yg merata
Neuro myelitis optic (=devic)
Encephalitis post vasinasi
Central pontin myelinolysis

PENYAKIT DEGENERATIF Penyakit Kuru


Dementia senilis Deg. cerebellaris/spino
Penyakit ALZHEIMER cerebellaris
(dementia presenilis) Amyotrophic lateral
Penyakit Pick sclerosis
Penyakit Huntington Ataxia friedreich
Penyakit Parkinson Tuberous sclerosis 48
DEMENTIA SENILIS : pada proses penuaan
yang berat dpt terjadi dementia
otak atrofik & hidrocephalus kompensatorik
DEMENTIA PRESENILIS (ALZHEIMER)
Dahulu dianggap terjadi pd orang tua
(40-65 th) dpt ditemukan pd usia <15 th
Etiologi tak diketahui atrofi otak yang
merata (+) hidrocephalus
kompensatotik

49
Atrofi otak /
Alzheimer
50
TUMOR
Dibagi atas dasar histogenesis
asal neuro ectoderm.
Tumor dibagi atas :
Intracranial & medula spinalis
Primer & sekunder/metastatik
Tumor intracranial primer :
Intra cerebral : glioma
Ekstra cerebral : meningioma

51
A. TUMOR INTRACEREBRAL
Tumor jaringan otak (jaringan glia) :
1. GLIOMA
Astrositoma ependymoma

Oligodendroglioma, medullo blastoma

Microgliomatosis

2. Ganglioglioma (neuro astrositoma)


3. Neuroma akustik (neurolemoma)
B. Tumor jaringan mesenchym
Hemangioblastoma, sarkoma, lipoma

52
C. Tumor selaput otak : meningioma
D. Tumor gangguan pertumbuhan
Kista dermoid / epidermoid
Kista ependym
Chordoma
Craniopharingioma
E. Tumor kel. pineal/efifise pinealoma
F. Tumor medulla spinalis
G. Tumor metastatik / sekunder

53
ASTROSITOMA (Ganas)
75% tumor glioma.
Pu dewasa dpt anak
Tempat : dewasa : hemisphere cerebri
anak : cerebellum
Makroskopis : batas tak jelas, infiltratif,
dpt kistik, sering mrpk daerah nekrosis/
perdarahan.
Mikroskopik : 1-4 grade
Grade I : fibrillary/protoplasmic, pilositik,
astrositoma
Grade II : astroblastoma
Grade III & IV : glioblastoma multiforme 54
Fibrillary astrocytoma
55
Glioblastoma
56
EPENDYMOMA
Asal : sel yg melapisi ventrikel/canalis
centralis/plexus choroideus
10% glioma
Umur 25-30 th dpt anak2 (cerebellum)
Mikroskopik : pseudorosettes
Sifat : dpt jinak/ganas :
Ependymoblastoma (low grade malignant)
Colloid cyst jinak

57
Ependymoma
58
Ependymoma
59
OLIGO DENDROGLIOMA
Insidens : 5% glioma
p.u. dewasa
Tempat : p.u. cerebrum
frontal/pd white matter
Variant : oligodendroglioblastoma
Sifat : ganas tumbuh pelan,
infiltratif

60
MEDULLOBLASTOMA
P.u. : anak
Asal tumor dari sisa sel foetal dr lapisan
granular yg luar dp cerebellum
Tempat : pertengahan/midline cerebellum
atap ventrikel
Mikroskopik : sel kecil oval/spindle
carrot shape atau sekitar pb darah
pseudo rosettes
Sifat : ganas
radiosensitif

61
Medulloblastoma
62
TUMOR SELAPUT OTAK
(MENINGEAL TUMOR)
Meningioma
50% tumor primer intracranial
Asal : arachnoid (neuro ektodermal)
Semua umur pu dewasa 45-55 th
Tempat : semua tempat terutama :
parasagital sphenoid
med. spinalis olfactory groove
Makroskopik
Batas tegas GOLF BALL tumors
Abu2
Irisan gritty (spt mengiris pasir)
63
Mikroskopis
Fibroblas (spindle cells)
WHORL PATTERN/konde/pusaran air
Kalsifikasi psamoma bodies
Sifat
90% : jinak dapat invasif/ganas
Bahaya desakan

64
Meningioma
65
Transitional meningioma
66
Transitional meningioma 67
TUMOR SEKUNDER/METASTATIK

20% tumor intracranial


P.u. CARCINOMA
Asal : pulmo, mammae, ginjal,
melanoma, prostat

68
TRAUMA
Ada 4 kelompok trauma kepala

I. FRAKTUR TENGKORAK
II. CEDERA PARENKIMAL
III. CEDERA VASKULER TRAUMATIK
IV. CEDERA SUMSUM TULANG

69
I. FRAKTUR TENGKORAK : fraktur yang melewati
sutura fraktur DIASTATIC tulang dpt bergeser
ke dalam rongga cranium tekanan pd otak
II. TRAUMA PARENKIMAL
A. Contusio Cerebri (Commotio Cerebri)(CC)
(gegar otak)
Terjadi sindrom neurologik sementara setelah
trauma
Hilang kesadaran, gangguan respirasi, hilangnya
reflek-reflek
Amnesia retrograde hilang ingatan ttg kejadian
Gejala lebih keras bila kepala digerakan.
Amnesia dpt hilang berangsur-angsur
tp dpt menetap
70
Trauma terjadi getaran diteruskan ke LCS
terjadi perdarahan subependymal fokal (DURET)
pertama yg kena getaran otak superfisial
(motorik) terjadi kelemahan tungkai bawah
Labirin terkena gangguan keseimbangan/
vertigo
Stadium lewat sindroma paska gegar,
terdiri atas :
Nyeri kepala
Pusing
Perubahan kepribadian mudah tersinggung/
rewel (anak)
Pu tidak ditemukan kelainan makroskopik
Kadang-kadang petechiae yang tersebar
71
B. CONTUSIO CEREBRI (MEMAR OTAK)
Benturan/trauma mengakibatkan perdarahan
tempat benturan perdarahan COUP
getaran dpt diteruskan kesisi yg berlawanan
perdarahan yg berlawanan dgn terjadinya
benturan perdarahan Contrecoup.
C. LACERASI (SOBEK)
Jaringan otak sobek/lacerasi bila sembuh
Glial Scar/jaringan parut retraksi jaringan
otak daerah depresi warna kuning-jingga
PLAQUE JAUNE iritasi epilepsi post
traumatik

72
III. CEDERA VASCULER TRAUMATIK
Tergantung lokasi pembuluh darah
yg rusak :
Perdarahan epidural/ekstradural
Perdarahan subdural
Perdarahan sub arachnoid
Perdarahan intra parenkimal

73
PERDARAHAN EPIDURAL/EKSTRADURAL
Pu. ok pecahnya a. meningea media

Bila yg pecah vena gejala baru 1-3


minggu setelah kejadian
Gejala klasik penderita pingsan
setelah trauma sadar lagi (lucid
interval) tak sadar lagi (coma) ok
tekanan massa darah NIII (n. oculo
motorius) tertekan pupil ipsilateral
melebar reaksi/refleks pupil (-)
74
PERDARAHAN SUBDURAL
Dpt ok trauma pecah bridgingvein
(v. yg melintasi ruang subdural
menuju duramater (pecah) darah
terkumpul di subdural

PERDARAHAN SUB ARACHNOID


Paling sering terjadi ok trauma
darah terkumpul dibawah arachnoid
Biasa disertai contusio / laseratio

75
76
KELAINAN KONGENITAL OTAK

Golongan dysraphia (status dysraphicus)


Suatu kelainan karena selama
pertumbuhan saluran embrional tidak
menutup dengan sempurna biasanya
disertai gangguan bagian dorsal
tengkorak/vertebra dan selaput otak.

77
A. ANENSEFALI :
Kegagalan pembentukan sebab besar otak
dan tulang cranium tak dapat hidup.
Hanya dasar tengkorak yang terbentuk
diatasnya terdapat gumpalan warna merah
tak berbentuk (area- cerebro vasculata)
tak terdapat jaringan otak.

78
B. CRANIUM BIFIDUM : gangguan pada
penutupan tengkorak disebut craniochisis
selaput otak dan jaringan otak dapat menonjol
ada beberapa kel.
MENINGOCELE yg menonjol selaput otak
Meningo-encephalocele yg menonjol
selaput otak + otak
Hidromeningo encephalocele yg menonjol
selaput otak + jaringan otak + sembab
ventrikel otak.
Kel ini pd umumnya pada garis tengah
Komplikasi : incarceratio, pelan infeksi
meningitis/encephalitis
Prognosis : kurang baik pu disertai
kelainan kongenital di tempat lain
79
C. SPINA BIFIDA :
Bagian dorsal vertebra tidak menutup
sempurna med. spin + selaput otak
menonjol keluar ditutupi kulit + subcutis
terjadi tonjolan
Tempat : pu thorakal, umbosakral
Jenis :
1. Spina bifida completa (aperta)
Jarang
Gangguan pd pembentukan lengkung
dorsal seluruh tulang belakang
jaringan saraf menonjol di bawah kulit
bila kulit tipis mudah pecah.
80
2. Spina bifida incompleta (pernialis) : dibagi :
A. Spina bifida oculta : tak tampak dari luar
kadang didapati saat pem. rontgen kulit
diatasnya pu hiperpigmentasi dan
hipertrichosis (tumbuh rambut).
B. Spina bifida cystica : tonjolan kistik pd
tulang belakang di bawah kulit
ada beberapa jenis :
- Meningocele
- Meningmyelocele yg menonjol selaput
otak + sumsum tulang belakang
- Myelocystocele : (syringo myelocele)
canalis centralis ikut menonjol
81
RADANG
Penyebab :
Infeksi virus
Bakteri Radang disini pu akibat
Jamur radang ditempat lain
Parasit
Penjalaran, ok :
1. Implantasi langsung traumatik
tembakan/tusukan/kll
2. Hematogen (paling sering) melalui pb darah.
3. Ekstensi lokal : dari sinus paranasal,
mastoiditis
4. Trandor aksonal : virus ttt rabies/herpes
simpleks menjalar lewat saraf perifer
82
MENINGITIS
A. Meningitis bakterial :
Escheria coli, streptokok grup B pd neonatus
Hemophilus influence pd bayi/anak
Neisseria meningitidis pd remaja/
dewasa muda
Streptokok pneumoniae + listeria
monocytogenesis pada lansia
Meningokok
Klinis :
Iritasi mening kaku kuduk

Sakit kepala

Pungsi lumbal : les purulen, keruh, protein


83
B. Meningitis viral
Entero virus (coxakie virus, ethovirus,
poliovirus paling sering
C. Meningitis tuberkulosa
Pu mengenai bagian basal otak
tuberkel (+) (bintik-bintik kecil
kekuningan) pd lap. arachnoid.
Eksudat : kekuningan, sero-fibrinous
Mikroskopik : seperti ditempat lain
tuberkel : necrosis caseosa,
sel epiteloid, sel datia langhans.

84
D. Meningitis ok jamur / mycosis
Pengobatan solit pu fatal
E. Meningitis ok parasit
Malaria plasmodium palciparum
(malaria tropika)
Amoebiasis entamoeba hystolitica
Toxoplasma toxopl. gondii /
toxopl. capsulatum
Hidrocephalus, kejang-kejang
Infeksi sejak prenatal
dari ibu melalui plasenta
85
F. Meningitis meningok, ok
Mrp. meningitis purulenta yg
paling sering
Satu-satunya meningitis yg dpt
mengakibatkan wabah
(meningitis cerebro spinalis epidemica)
Kuman masuk melalui nasofaring
darah
Mula2 bersarang dalam plexus
choroideus choroiditis
masuk ventrikel selaput otak
86
Pada kasus berat/fulminan dpt meninggal
sebelum terjadi meningitis ok
meningoccemia berat shock purpura
pd kulit/mukosa perdarahan dan nekrosis
masif bilateral pd kel adrenal sindroma
waterhouse-friderichsen
Kadang2 gejala meningitis timbul setelah
meningocemia terjadi bbrp minggu
meningitis tarda
Nekrosis pd adrenal bukan akibat supurasi
yg terjadi tp ok reaksi hipersensitifitas/
imunitas thp meningokoknya

87
ABSES OTAK
Ok kuman2 koken
Infeksi, ok :
implantasi langsung/trauma
Penjalaran dari infeksi
ditempat lain, hematogen
Komplikasi meningitis purulenta

88
PENYAKIT DEGENERATIF

Mrp penyakit yg etiologinya


belum diketahui
Perjalanan lambat, resisten
terhadap terapi
Disinggung sedikit neurology

89
DEMENTIA SENILIS
Pada proses penuaan / aging
Otak atrofi merata hidrocephalus
kompensatorik
Khas penuaan :
Sel-sel saraf menghilang
Banyak lipofuchsin
Gliosis
Myelin menghilang
Lepto mening fibrosis/kalsifikasi
Corpus amelaceum dibawah piamater
90
PENYAKIT ALZHEIMER
(DEMENTIA PRESENILIS)
Dulu dianggap terjadi pd umur 40-60 th
skr dpt ditemukan pd usia lebih muda (15 th)
Etiologi : tak diketahui
Makros : atrofi merata hidrocephalus
kompensatorik
Mikros :
Senile plaques (alzheimer plaques)
15-125 mikros
Bulat/eosinofilic pd lobus frontal,
parietalis occipital terutama hipocampus
Pewarnaan PAS eosinofilik
91
PENYAKIT PICK

Atrofi setempat paling keras pd lobus


frontalis/temporalis sering terjadi
unilateral
Mikros : sel2 saraf hilang pd 3 lapisan
kortex teratas yg masih ada tampak
bengkak inti ditepi (sel2 pick),
sitoplasma mengandung granula,
pada korteks yg sel2 sarafnya
menghilang gliosis

92
CHOREA HUNTINGTON

Diturunkan autosomal dominan


Pu timbul pd dekade IV
Gejala : gerakan chorea, kaku,
tremor, gangguan mental

93
PENYAKIT PARKINSON
(PARALYSIS AGITANS)
Pu umur 50-60 th
Mengenai sistem ekstra piramidal
Etiologi :
Idiopatik
Perdarahan, tumor, infark
Post encephalitik lethargica voneconomi
Makros : depigmentasi substansia nigra
Mikros : Jisim2 lewy dlm sel saraf subst
nigra (bulat, eosinofilik, sitoplasma,
dikelilingi halo mendesak butir-butir
pigmen ke tepi
94
PENYAKIT KURU
Penyakit degeneratif akut progresif
Pu meninggal 3-6 bulan
Pu di Irian Timur (surofore)

95
TUMOR, terbagi atas
Intrakranial
Medulla spinalis

Tumor

Primer
Sekunder/metastatik
96
TUMOR JARINGAN OTAK
Glioma (asal jar glia) :
Astrocytoma
Ependymoma
Oligodendroglioma
Medulloblastoma
Microgliomatosis

97
TUMOR JAR. MESENCHYM
Hemangioblastoma, sarkoma, lipoma

TUMOR SELAPUT OTAK


Meningioma

TUMOR ok GANGGUAN PERTUMBUHAN


Kista epidermoid/dermoid
Kista ependim
Chordoma
Craniophryngioma
98
TUMOR KEL. PINEAL/EPIPHYSIS
Pinealoma, teratoma, adenoma

TUMOR MEDULA SPINALIS

TUMOR METASTATIK

99
ASTROSITOMA, ada 3 atau 4 grade
Grade I :
Astrositoma protoplasmik
Astrositoma fibrus
Astrositoma pilositik
Sel tumor mirip astrosit normal/

lebih besar sedikit


Chromatin lebih kasar

Mitosis pu tidak tampak

100
Grade II :
Dulu disebut ASTROBLASTOMA
Lebih seluler
Mitosis jarang
Grade III/IV :
Glioblastoma multiforme
(paling ganas)
Dijumpai gambaran pseudo-pallisade
Perdarahan / nekrosis
Pembuluh darah dinding lebih tebal
101
EPENDYMOMA
Asal sel2 yg melapisi ventrikel,
canalis centralis med spin, atau
plexus choroideus
Pu 25-30 th / anak2 cerebellum
Mikroskopik : pd jenis epithelial
roset flexner-wintersteiner
(pseudorosettes)

102
OLIGO DENDROGLIOMA

Pu : dewasa dekade 4-5


Mikroskopik
40% kalsifikasi rontgen (+)
Inti seperti limfosit dikelilingi halo
kadang2 dpt honey comb

103
MEDULLOBLASTOMA
Pada cerebellum pu anak
Bila dewasa cerebrum
Mikroskopik :
Sel seperti wortel ujung runcing
carrot shaped
Pseudo rosettes dibentuk oleh
sitoplasma roset homer wright
Mitosis banyak
104
MENINGIOMA
Lebih sering pada dewasa (dekade V)
Asal sel mesotel yg melapisi arachnoid/granulatio
pacchiuni shg pu layak para sagital
Tumor batas jelas GOLF BALL tumors
dpt tumbuh merata/datar meningioma en plaque
Sering kalsifikasi
Mikroskopis :
Psamoma bodies
Struktur WHORLS (pu saran air/konde)
Jenis bermacam-macam epitelomatous,
fibrous, transitional, psamomatous, anaplastik
105
CHORDOMA
Asal dari sisa notochora (churda dorsalis)
Sering sacro coccygeal (tua), spheno
occipital (muda) vertebra
Sifat ekspansif, destruktif, infiltratif
low grade malignan jarang metastasis
Mikros : sel besar, jernih, sitoplasma
bervakuole isi musin sel physaliferous

106
TUMOR PARENKIM
Lipoma otak primer /
primary brain lymphoma (=PBL)
Pu melalui penderita imunitas
rendah HIV / AIDS
Pu berasal dari sel limfoid B

107
TUMOR METASTATIK / SEKUNDER

Pu asal bronkus / paru, mammae,


prostat, ginjal, cervix
Pu letak di arachnoid
shg gambaran spt meningitis

108
Terima Kasih

109

Anda mungkin juga menyukai