Anda di halaman 1dari 14

KELOMPOK 6

KEPERAWATAN KELUARGA I ADI WIRANATA


ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DESTI MERICA ARYUMI
FAHRUNNISA
DENGAN GASTRITIS MARDHA AKHMADI
NOVAL RIZKY TAMARA
PURNAMA NINGSIH
RUDIANSYAH
Konsep Keluarga
Definisi keluarga

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan
emosional dan individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga, sep
erti yang dijelaskan oleh Friedmen(1998) dalam Suprajitno (2004, hal 1).

Keluarga adalah suatu ikatan/persekutuan hidup atas dasar pernikahan antara orang dewasa yang be
rlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendiria
n dengan atau tanpa anak, baik anaknya sendiri atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah, sepert
i yang dikemukakan oleh Sayekti (1994) dalam Suprajitno (2004, hal 1).
Ciri-ciri keluarga
Menurut Effendi (1998, hal 37) ciri-ciri kelurga yaitu :
Diikat dalam satu tali perkawinan
Ada hubungan darah
Ada ikatan bathin
Ada tanggung jawab masing-masing anggotanya
Ada pengambilan keputusan
Kerjasama diantara anggota keluarga
Komunikasi interaksi antar anggota keluarga
Tinggal dalam satu rumah
Tipe keluarga

Menurut Suprajitno (2004, hal 2) tipe keluarga :


Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang d
iperoleh dari keturunannya atau adopsi
Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti dengan ditambah anggota keluarga
lain yang masih hubungan darah (kakek, nenek, paman, dan bibi)
Keluarga bentukan kembali (dyaic family) adalah keluarga baru yang terbentuk dari pasan
gan yang telah cerai atai kehilangan pasangannya.
Orang tua tunggal (singgle parent family) adalah keluarga yang terdiri dari salah satu oran
g tua dengan anak-anak akibat perceraian atau ditinggal pasangan
Fungsi keluarga

Secara umum fungsi keluarga menurut friedman (1998) dalam Suprajitno (2004, hal 13) adalah sebagai
berikut :
Fungsi afektif (the affective function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesu
atu untuk mepersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini di hubungkan untu
k perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.

Fungsi asosialisasi dan tempat untuk bersosialisasi (socialization and social placement function) adalah f
ungsi mengembangkan dan tempat melatih anak berkehidupan sosial sebelum meninggal rumah untuk b
erhubungan orang lain di luar rumah.

Fungsi reproduksi (the economic function) adalah fungsi untuk mempertahankan kebutuhan keluarga sec
ara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu, meningkatkan penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan keluarga.

Fungsi perawatan / memelihara kesehatan (the healht care funcion) yaitu fungsi untuk mempertahankan
keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas tinggi, fungsi ini dikembangkan
menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.
Konsep Dasar Gastritis

Definisi Gastritis
Gastritis adalah peradangan lokal atau menyebar pada mukosa lambung yang be
rkembang apabila mekanisme protektif mukosa di penuhi dengan bakteri atau ba
han iritasi lain (Reeves. Lockhart,2001)
Gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kro
nik, difusi atau lokal (Silvia,1995:251)
Etiologi

Gastritis dapat timbul tanpa diketahui penyebabnya. Penyebab yang sering dijum
pai adalah :
Obat analgetik - anti inflamasi terutama aspirin. Aspirin dalam dosis rendah sudah
dapat menyebabkan erosi mukosa lambung
Bahan kimia misalnya lisol
Merokok
Alkohol
Stres fisik yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis, trauma, pembedahan gagal,
pernafasan, gagal ginjal, kerusakan susunan saraf pusat.
Refleksi usus lambung
Manifestasi Klinis
MenurutBaughman, D, C & Hackley, J, C. (2000). Manifestasi klinis pada pasien d
engan gastritis adalah sebagai berikut :
Dapat terjadi ulserasi superficial dan mengarah pada hemoragi.
Rasa tak nyaman pada abdomen dengan sakit kepala, kelesuan, mual, dan anore
xsia. Mungkin terjadi muntah dan cegukan.
Beberapa pasien menunjukkan asimptomatik.
Dapat terjadi kolik dan diare jika makan yang mengiritasi tidak dimuntahkan, tetap
i malah mencapai usus.
Pasien biasanya pulih kembali sekitar sehari, meskipun nafsu makan mungkin ak
an hilang selama 1 sampai 3 hari.
Patofisiologi
Seluruh mekanisme yang menimbulkan gastritis erosife karena keadaan-keadaan
klinis yang berat belum diketahui benar.Factor-faktor yang amat penting adalah is
chemia pada mukosa gaster di samping factor popsin, refluks empedu dan cairan
pakreas.Aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid merusak mukosa lambung mel
alui beberapa mekanisme.Obat-obat ini dapat menghambat aktivitas siklooksigen
ese mukosa.Siklooksigenese merupakan enzimyang penting untuk pembentukan
prostaglandin dari asam arakidonat.Prostaglandin mukosa merupakan salah satu
factor defensive mukosa lambung yang amat penting.Selain menghambat prostag
landin mukosa, aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid tertentu dapat merusak
mukosa secara topical. (Soeparman, 2001, hal 128)
Komplikasi

Perdarahan saluran cerna bagian atas.


Ulkus peptikum, perforasi dan anemia karena gangguan absorbsi vitamin.
(Mansjoer, 1999, hal : 493).
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan pada gastritis akut dan kronis adala
h sama antara lain :
Endoskopi
Pemeriksaan bagian dalam sesuatu alat memakai endoskop
Histopologi biopsi mukosa lambung
Pengambilan jaringan dari penderita secara bedah untuk pemeriksaan mikroskopi
k
Radiologi dengan konsep ganda
Ilmu tentang energi dan zat-zat radioaktif khususnya cabang ilmu kedokteran yan
g menggunakan energi radioaktif dalam diagnosis dan pengobatan penyakit.
Penatalaksanaan
Gastritis diatasi dengan menginstruksikan pasien untuk menghindari alcohol dan
makanan sampai gejala berukurang.Bila pasien mampu makan melalui mulut, die
t mengandung gizi dianjurkan.Bila gejal menetap, caira perlu diberikan secara par
enteral.Bila perdarahan terjadi, maka penatalaksanaan adalah serupa dengan pro
sedur yang dilakukan untuk hemoragi saluran gastrointestinal atas.Bila gastritis di
akibatkan oleh mencerna makanan yang sangat asam atau alkali, pengobatan ter
diri dari pengenceran dan penetralisasian agen penyebab. (Suzane & Smelzhert,
2001, hal 1062)
Asuhan Keperawatan Keluarga

Data umum
Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
Lingkungan
Struktur keluarga
Fungsi keluarga
Stresor dan koping keluarga
Harapan keluarga
Diagnosa Keperawatan

Nyeri akut/kronis
Kerusakan mobilitas fisik
Gangguan citra tubuh
Gangguan pemenuhan nutrisi
Kurang perawatan diri
Kurang pengetahuan mengenai penyakit