Anda di halaman 1dari 10

IKTERUS

NEONATORUM
Y O V I TA W I D A W AT I
1410211064
IKTERUS NEONATORUM
Ikterus warna kuning pada kulit, konjungtiva, dan mukosa akibat penumpukan bilirubin dalam
serum
Ikterus = Fisiologis atau Patologis
Fisiologis keadaan umum bayi toleransi minum baik, dan kuning menghilang di minggu 1-2 pasca
kelahiran
Patologis:
Dimulai sblm usia 24 jam
Peningkatan bilirubin serum >5 mg/dL/24 jam atau kadar bilirubin terkonjugasi > 2 mg/dL (>20% bilirubin
total
Disertai demam atau tanda sakit (muntah, letargi, kesulitan minum, penurunan BB, asfiksia, apnea, takipnea,
instabilitas)
Ikterus pada bayi bblr
Ikterus berat pada neonatus kurang bulan (telapak tangan dan kaki bayi kuning)
Menetap > 2 minggu
ETIOLOGI
IKTERUS FISIOLOGIS
Peningkatan produksi bilirubin: akibat masa hidup eritrosit yang lebih singkat, peningkatan eritropoiesis yang tidak efektif
Peningkatan sirkulasi enterohepatik: gangguan ambilan bilirubin oleh hepar, gangguan konjugasi karena aktivitas enzim
transferase yang rendah, penurunan ekskresi hepatik
IKTERUS PATOLOGIS
Infeksi bakteri berat atau infeksi intrauterin: sifilis kongenital,TORCH
Penyakit hemolitik: inkompabilitas golongan darah (Rh, ABO), def.enzim G6PD
Penyakit hati: hepatitis, atresia bilier
Hipotiroidisme kongenital
Ibu DM
Riwayat persalinan dengan alat, seperti vakum atau forsep
Trauma lahie saat persalinan(sefal hematoma)
KUNING KARENA ASI
Breastfeeding jaundice= bayi tidak sering minum ASI
Breast-milk jaundice = bayi tampak sehat, bayi minum ASI
DIAGNOSIS
1. Anamnesis: R.keluarga ikterus, kelainan metabolik, kelainan kongenital, penyakit hati, sakit
selama kehamilan, obat-obatan selama kehamilan, trauma lahir akibat persalinan, riwayat
pemberian asi eksklusif
2. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi kuning pada kulit, konjungtiva dan ukosa serta warna feses dan urin (coklat tua). Ikterus
paling baik dilihat dgn cahaya matahari dengan meregangkan daerah kulit yang diperiksa &
perkiraan kadar bilirubin dilihat dgn rumus Kramer
b. Periksa tanda-tanda dehidrasi, letargi (sepsis), pucat (anemia hemolitik), trauma lahir, petekie,
mikrosefali (kelainan kongenital), hepatosplenomegali, hipotiroidisme, atau massa abdomen (duktus
koledoku).
Rumus Kramer

Zona Bag.Tubuh yang kuning Rata2 serum bilirubin indirek


1 Kepala dan Leher 100 mol/L (6 mg/dL)
2 Pusat-leher 150 mol/L (9 mg/dL)
3 Pusat-paha 200 mol/L (12 mg/dL)
4 Lengan dan tungkai 250 mol/L (15 mg/dL)
5 Tangan dan kaki >250 mol/L (>15 mg/dL)
3. Pemeriksaan Penunjang

Waktu Diagnosis Banding Anjuran Pemeriksaan


Hari ke-1 Infeksi intrauterin, sferositosis, penyakit Kadar bilirubin, Hb, gol.darah ibu&bayi, uji
hemolitik Coombs, Ht, darah perifer lengkap
Hari ke-2 Infeksi, fisiologis, keadaan hari 1 yang Seperti hari pertama, ditambah darah tepi,
terlambat muncul biakan darah/urin, pungsi lumbal (atas indikasi),
foto paru (atas indikasi)
Hari ke 3 s/d 5 Fisiologis Urinalisis pancaran tengah, darah tepi,
gol.darah, dan uji Coombs (pada kecurigaan
hemolitik)
>5 hari atau Infeksi, anemia hemolitik, kuning karena ASI, Px darah dan urin, sesuai dugaan penyebab
menetap >10 hari obat-obatan, galaktosemia, hipotiroid, fibrosis
kistik, ikterus obstruktif
TATALAKSANA
Tatalaksana Ikterus neonatorum harus sesuai etiologi. Beberapa terapi yang diberikan:
1. Terapi sinar dan transfusi tukar. Terapi sinar menggunakan pancaran sinar (460-490 nm)
pada kulit bayi untuk mengkonversi molekul bilirubin menjadi isomer yang larut air yang
dapat diekskresi tubuh melalui urin. Sedangkan transfusi tukar a/ prosedur yang menggantikan
sebagian volume darah bayi dengan darah atau plasma dari donor. Biasanya volume yang
digantikan sekitar 2x volum darah bayi yaitu 80-90 mL/KgBB, dan pemasangan kateter
pembuluh darah dilakukan di vena umbilikal.
2. Antibiotik
3. Antimalaria
4. Lanjutkan pemberian ASI pada bayisetiap 2-3 jam. Pastikan ibu menyusui dengan metode yang
tepat.
5. Follow up sesuai dengan usia bayi dan kadar bilirubin saat dipulangkan
Bayi baru lahir dengan
penampakan ikterus

Ukur kadar TSB atau TcB dan


interpretasikan sesuai usia
dalam janin

TSB >
persentil95%

Evaluasi penyebab, talak jika Evaluasi kadar TSB, usia


sesuai kriteria, ulangi px TSB kehamilan, usia bayi. Talak jika
dalam 4-24 jam sesuai dengan kriteria

Apakah kadar TSB meningkat


Apakah hasil px TSB diulang?
sesuai dengan garis persentil

Evaluasi ulang Apakah bayi siap


untuk ikterus dipulangkan?

Bayi dipulangkan dan Ada f.risiko atau Evaluasi ulang pada


kontrol poli anak bayi < 72 jam? usia 48-120 jam
Indikasi Terapi sesuai kadar bilirubin bayi

Terapi Sinar Transfusi Tukar


Bayi Cukup Bulan Bayi Kurang Bulan Bayi Cukup Bulan Bayi Kurang Bulan
Hari ke -1 Ikterus yang terlihat di tubuh 15 mg/dL 13 mg/dL
Hari ke-2 15 mg/dL 13 mg/dL 25 mg/dL 15 mg/dL
Hari ke-3 18 mg/dL 16 mg/dL 30 mg/dL 20 mg/dL
Hari ke-4 20 mg/dL 17 mg/dL 30 mg/dL 20 mg/dL
THANK YOU