Anda di halaman 1dari 28

dr.

Fany Hendriyaman
PUSKESMAS MANGUNJAYA
PERAWATAN
LUKA GANGREN
DIABETIKUM
PENDAHULUAN
Diabetes Militus ( DM) adalah penyakit gangguan
metabolisme karbo-hidrat ditandai dengan peningkatan
kadar glukosa darah dengan berbagai komplikasi salah
satunya adalah luka ganggren komplikasi
kronis, umumnya terjadi pada kaki.

Study di USA 75% penyandang DM memiliki


masalah pada kaki yaitu ganggren dan 44% diantaranya
harus menjalani rawat mondok. Study tersebut juga
menyebutkan 50 75% beresiko menjalani amputasi
( Bruner and Sudrth 2001).
PENDAHULUAN , lanjutan..

Perawatan luka ganggren membutuhkan biaya


yang mahal dengan waktu penyembuhan luka
sekitar 2-3 bulan

DM melibatkan sistem multi organ yang akan


mempengaruhi proses penyembuhan luka
seperti : Hipertensi, hiperglikemia,
hiperkolesterolemia, gangguan kardiovaskular
(stroke, penyakit jantung koroner), gangguan
fungsi ginjal perlu dikendalikan
DEFINISI
Luka kaki merupakan kejadian yang sering terjadi pada
pasien DM, akibat Neuropati yang menyebabkan hilangnya
sensasi, bullae atau kallus, diikuti oleh penurunan sirkulasi
darah dan penurunan system imunitas tubuh.

Ganggren didefinisikan sebagai jaringan nekrotik atau


jaringan mati yang disebabkan oleh adanya sumbatan
pembuluh darah besar arteri, proses implamasi yang
memanjang, perlukaan ( digigit serangga, kecelakaan kerja
atau terbakar), proses degenerative ( arteiosklerosisi) atau
gangguan metabolik seperti DM.
PROSES LUKA GANGGREN
DIABETIS MELITUS

Neuropati P sistem imun Vaskuler

- Motorik Kemampuan leukosit makro vaskuler mikro vakuler mikro


- sensorik membunuh bakteri arteriosklerosis penipisan dinding
kapiler pemb darah
- otonom

p Infeksi penyumbatan p aliran darah


aliran darah

iskemia edema

Ulserasi ganggren
Pengkajian luka

Lokasi & letak luka

Status infeksi
Stadium luka

Luka ganggren diabetik

Status neurologi Bentuk & ukuran luka

Status vaskuler
Pengkajian lokasi & letak luka penting sebagai indikator
terhadap kemungkinan penyebab tejadinya luka,sehingga
kejadian luka dapat diminimalisir.

pasien datang ke puskesmas dengan letak luka


pada mata kaki, kemungkinan
contoh penyebabnya adalah pemakaian sepatu
yang terlalu sempit ( ketat).
Stadium Luka :

Secara umum stadium luka dibedakan sbb:

1) Berdasarkan anatomi kulit


stadium I, II,III, dan stadium IV

2) Berdasarkan warna dasar luka

Merah, kuning, hitam

3) Stadium wagner ( khusus luka ganggren diabetic) :


a). Superficial ulcers:
Tidak terdapat lesi, kulit dalam keadaan
Stadium :0 baik, tetapi dengan bentuk tulang kaki
yang menonjol / charcot arthropathies.

Stadium I: Hilangnya lapisan kulit hingga


Stadium :I
dermis & kadang tampak tulang menonjol.
b. Deep Ulcers :

Stadium II

Lesi terbuka dengan penetrasi ke tulang atau


tendondisertai luka.
Stadium III

Penetrasi dalam, osteomylitis, plantar


abses atau infeksi hingga tendon
Ganggren

Stadium IV

Seluruh kaki dalam kondisi nekrotik ( ganggren ).


c. Bentuk & Ukuran Luka

Bentuk & ukuran luka dilakukan dengan pengukuran


3 dimensi atau dengan photographer m kemajuan
proses penyembuhan luka.

Jika mengukur kedalam luka / goa pada


Contoh luka, gunakan alat ukur steril( kapas lidi /
pinset steril)
Status Vaskuler.
1) Palpasi/ pegang.
Dinilai dengan melakukan palpasi pada daerah tibia dan
dorsalis pedis untuk menilai ada / tidaknya denyut nadi (
arteri dorsalis pedis ) pasien dengan lanjut usia ( lansia)
terkadang sulit diraba, dapat menggunakan ultra sonic
dopler.

2) Capillery Refill/ waktu pengisian pembuluh darah


Di evaluasi dengan memberi tekanan pada ujung jari atau
ujung kuku kaki
( ektremitas bawah), tampak warna kemerahan atau
putih pada ujung kuku.
Batasan nilai capileri refill
Dasar memperkirakan kecepatan
aliran darah ( perpusi )

Normal : 10 -15 detik.


Iskemia ringan : 15 - 25 detik
Iskemia berat : 25 - 40 detik
Iskemia sangat berat : lebih dari 40 dtk
e. Edema
Melakukan penekanan dengan jari tangan pada tulang
yang menonjol umumnya pada tibia malleolus.

Kulit / jaringan yg mengalami edema tampak lebih coklat


kemerahan atau mengkilat, edema menunjukkan gg
aliran darah.
Tingkat edema

0 0,6 cm : + 1 ( medle)
0,6 1,2 cm: + 2 ( moderate)
1,2 2,5 cm: +3 ( severe )
Temperatur Kulit

Memberi informasi tentang kondisi perfusi


jaringan, fase inflamasi serta merupakan
variable penting dalam menilai adanya
peningkatan atau penurunan perfusi jaringan

Lakukan palpasi / Tempelkan punggung


tangan pada kulit sekitar luka &
membandingkan dengan kulit bagian lain yang
sehat.
Status Neurologi(Saraf)
Menilai fungsi saraf motorik, sensorik, dan otonom.

Status motorik inspeksi bentuk kaki, kallus


resiko luka.

Penilaian sensorik palpasi pada jari2 satu


persatu baal, kesemutan ( anjurkan pasien
untuk memejamkan mata) , menilai sensitivitas
pada ekstremitas bawah.

Penilaian otonom inspeksi pada kaki secara


seksama : kekeringan, luka/lecet, kulit terkelupas
akibat berkurangnya pengeluaran keringat (kering)
Pengelolaan luka ganggren diabetik
a). Pencucian luka
Tujuan :
meningkatkan / memperbaiki dan mempercepat proses
penyembuhan
Menghindari/mengurangi infeksi
Membuang jaringan nekrotik / debris, cairan luka yang berlebihan,
sisa balutan.
Cairan Pencuci luka

Cairan terbaik dan teraman untuk mencuci luka


adalah cairan nontoksik Nacl 0,9%.
Cairan antiseptic seperti provine iodine hanya digunakan saat
luka terinfeksi lakukan pembilasan kembali dg Nacl
0,9%.
b. Debridement ( nekrotomi )
Suatu upaya pembersihkan benda asing dan jaringan
nekrotik pada luka.

Tujuan Debridement

Mengevakuasi bakteri kontaminasi,


Mengangkat jaringan nekrotik sehingga dapat
mempercepat penyembuhan,
Menghilangkan jaringan kalus, dan infeksi lokal
Mengurangi beban tekanan (offloading)
c. Pemilihan jenis balutan/ dressing
Prinsif Dressing

Menciptakan suasana luka dalam keadaan lembab


sehingga dapat meminimalisasi trauma dan risiko operasi.
Faktor pemilihan
dressing

Jenis dressing yang sering dipakai dalam perawatan luka, seperti: kompres
anti mikroba.

Dressing mampu memberikan lingkungan luka yang lembab

Dressing mampu menjaga tepi luka tetap kering, sambil tetap


mempertahankan luka bersifat lembab
EVALUASI

Menilai progresifitas proses penyembuhan luka.

Evaluasi hasil dapat dilakukan 4 -6 mg.


EVALUASI, lanjutan..

Evaluasi dilakukan secara obyektif melalui


pengukuran.

Hal hal yang dapat menyebabkan gagalnya


proses penyembuhan luka :
Kondisi fisik & mental pasien, adanya gas
ganggren pada luka, tidak adequatnya tehnik
tindakan perawatan luka( nekrotomi), gula darah
belum terkontrol( pasien tidak patuh terhadap
program diit), kurang adequatnya support nutrisi.
Perawatan kaki diabetes
KESIMPULAN
Luka ganggren diabetik merupakan komplikasi kronis
yang terjadi pada pasien DM karena adanya gangguan
neuropati, vaskuler dan penurunan daya / imunitas tubuh

Amputasi dapat diminimalkan dg melakukan perawatan


luka secara professional,

Melakukan perawatan dengan tehnik- tehnik yang benar


mulai dari pencucian luka sampai dengan pemilihan
jenis balutan/dressing yang tepat serta melakukan
evaluasi secara terus menerus dg pengukuran yg
obyektif.
2017