Anda di halaman 1dari 20

Preanalytical Systems

Komplikasi Tindakan

Bimbingan Phlebotomy

Versi: 3.071
4-2

Teknik yang Benar


Tusukkan jarum pada sudut 15-30o.
Lakukan dengan gerakan yang halus dan
cepat untuk memperkecil rasa sakit.
Masukkan permukaan landai (bevel) jarum
ke rongga vena. Setelah di dalam rongga,
dorong tabung sepenuhnya ke dalam jarum.
Permukaan landai jarum menembus stopper
memasuki bagian hampa.
Tabung terisi sampai hampa habis dan darah
berhenti mengalir.
Akan ada ruang udara diantara darah dan
stopper.

Preanalytical Systems
4-3

Vena Bergeser

Penyebab
Bila suatu vena tidak dijangkar
dengan baik sebelum ditusuk, ia
bisa berubah posisi (berguling)
setelah jarum ditusukkan.
Jika suatu vena berguling, jarum
bisa tergelincir ke sisi vena tanpa
menembusnya.

Preanalytical Systems
4-4

Vena Bergeser

Perbaikan
Cabut tabung dari jarum untuk
menjaga hampa, cabut jarum
sampai permukaan landainya tepat
di bawah kulit, jangkar vena-nya,
dan arahkan kembali jarum ke
dalam vena.
Jika darah masih tidak mengalir,
cabut tourniquet, pastikan tangan
pasien terbuka, cabut tabung, dan
cabut jarum dari lengan pasien.

Preanalytical Systems
4-5

Menusuk Melewati Vena


Penyebab
Kadang-kadang jarum menembus
melewati kedua dinding vena.
Ini bisa terjadi ketika jarum pertama
kali ditusukkan, atau holder tidak
dipegang secara mantap ketika
tabung didorong ke dalam jarum.
Darah yang bocor dari vena ke
jaringan di sekitarnya bisa
membentuk hematoma

Preanalytical Systems
4-6

Menusuk Melewati Vena

Perbaikan
Cabut jarum sedikit untuk
membuat darah mengalir.
Jika tetap tidak ada aliran darah,
cabut tourniquet, pastikan tangan
pasien terbuka, cabut tabung, dan
cabut jarum dari lengan pasien.

Preanalytical Systems
4-7

Bevel di Dinding Vena

Penyebab
Kadang-kadang permukaan
miring jarum menempel pada
dinding vena yang
mencegah aliran darah yang
bebas.

Preanalytical Systems
4-8

Bevel Jarum di Dinding Vena


Perbaikan
Tarik jarum ke belakang sedikit.
Jika tetap tidak ada aliran darah, lepas
tourniquet, pastikan tangan pasien terbuka,
cabut tabung, dan cabut jarum dari lengan
pasien.
Hindari:
Memutar jarum. Ini bisa merusak dinding
vena.
Merubah sudut jarum.
Tindakan ini memerlukan pencabutan tabung,
mencabut jarum seluruhnya dari vena ke
jaringan, dan perubahan yang besar pada
arah jarum, yang bisa menyebabkan
kerusakan jaringan yang berat.

Preanalytical Systems
4-9

Vena Lumpuh

Penyebab
Vena bisa lumpuh bila tourniquet
diikat terlalu dekat ke daerah
penusukan.
Kadang-kadang tarikan hampa dari
tabung, atau tekanan yang
ditimbulkan dengan menarik plunger
dari syringe, menyebabkan vena
lumpuh.
Aliran darah melambat dan lalu
berhenti ketika vena lumpuh.

Preanalytical Systems
4-10

Vena Lumpuh

Perbaikan 1
Pertama perketat tourniquet
dengan memegang kedua ujungnya
dengan satu tangan dan pilin
bersama-sama.
Jika aliran darah tidak kembali
mengalir, cabut tabung dari jarum,
tunggu beberapa detik agar aliran
darah kembali normal, dan
masukkan tabung yang lebih kecil.

Preanalytical Systems
4-11

Vena Lumpuh

Perbaikan 2
Jika masih tidak ada aliran darah,
cabut tourniquet, pastikan tangan
pasien terbuka, cabut tabung, dan
cabut jarum dari lengan pasien.

Preanalytical Systems
4-12

Jarum Masuk Sebagian

Penyebab
Jika permukaan miring jarum tidak
seluruhnya di dalam rongga vena,
darah akan bocor ke jaringan di
sekitarnya, menyebabkan hematoma
dan mengurangi aliran darah yang
masuk ke dalam tabung.

Preanalytical Systems
4-13

Jarum Masuk Sebagian


Perbaikan
Jika anda melihat hematoma terjadi,
segera lepaskan tourniquet, pastikan
tangan pasien terbuka, cabut tabung, dan
cabut jarum dari lengan pasien.
Kegagalan melakukan hal di atas bisa
menyebabkan kegelisahan dan atau
ketakutan pada pasien, dan bisa
menyebabkan hematoma semakin
membesar.
Naikkan lengan pasien di atas jantung dan
berikan tekanan. Lengan pasien
hendaknya jangan ditekuk.

Preanalytical Systems
4-14

Tabung Lepas

Penyebab
Kadang-kadang, selama penusukan
vena, sarung jarum akan mendorong
tabung sehingga lepas sedikit dari
jarum yang mengakibatkan aliran
darah berhenti.

Preanalytical Systems
4-15

Tabung Lepas

Perbaikan
Untuk mengembalikan aliran
darah, masukkan kembali tabung
sampai ke ujung dan tahan dalam
posisi ini sampai tabung terisi.

Preanalytical Systems
4-16

Aliran Balik Antikoagulan


Pada kasus yang jarang, darah bisa
mengalir balik (reflux) dari tabung ke
dalam vena pasien selama tindakan
penusukan vena.
Penambah tabung, khususnya EDTA,
bisa menyebabkan reaksi sampingan
pada pasien.
Untuk mencegah aliran balik, jaga
lengan pasien tetap pada posisi ke
bawah sehingga tabung selalu berada
di bawah lokasi penusukan dan terisi
dari bawah ke atas.

Preanalytical Systems
4-17

Tourniquet Tidak Dilepas

Kegagalan melepas tourniquet


sebelum mencabut jarum akan
mempertahankan tekanan di dalam
vena dan menyebabkan darah
mengalir keluar dari pembuluh vena.
Hal ini menimbulkan resiko biohazard,
ketakutan pasien, dan kemungkinan
hematoma.
Selalu lepaskan tourniquet sebelum
mencabut jarum.

Preanalytical Systems
4-18

Tourniquet Terbalik

Bila tourniquet diikat sehingga


ujungnya mengarah ke bawah
menjauhi bahu, lokasi penusukan
vena akan tercemar. Jangan
teruskan penusukan vena.
Lepaskan tourniquet, bersihkan
kembali lokasi penusukannya, dan
pasang kembali tourniquet dengan
benar sebelum melakukan
penusukan.

Preanalytical Systems
4-19

Tourniquet Terlalu Ketat


Tourniquet yang terlalu ketat akan
menjepit dan menimbulkan
kegelisahan bermakna bagi pasien.
Ini juga bisa mencegah aliran darah
arteri ke wilayah itu, dan berakibat
kegagalan untuk memperoleh darah.
Lepaskan tourniquet, biarkan
beberapa detik agar darah kembali
mengalir, dan pasang kembali
tourniquet dengan benar.

Preanalytical Systems
4-20

Terlalu Dekat ke Lokasi

Jika tourniquet dipasang tepat di atas


lokasi penusukan vena, lokasinya
akan tercemar oleh tourniquet.
Selain itu, ini tidak memberikan
phlebotomist wilayah bebas yang
cukup untuk ia bisa bekerja.
Akhirnya, vena bisa lumpuh ketika
darah diambil.

Preanalytical Systems