Anda di halaman 1dari 14

INDUSTRI KECIL KIMIA

PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING CAIR

POLITEKNIK AKA BOGOR - BOGOR, JAWA BARAT


KELOMPOK 3
Ahmad Sidan Fadli
Dawati Kurnia Imanisa
Habib Gandhi Anggara
M Endang Gumilang Abadi
Nadhiya Ghaida Utami
M Taufiq Rachman
PRINSIP

Sabun merupakan campuran garam


natrium atau kalium dari asam lemak yang
dapat diturunkan dari minyak/lemak
TUJUAN dengan direaksikan alkali (NaOH/KOH)
pada suhu 80-100 melalui proses
1, Dapat mengetahui saponifikasi.
bahan-bahan untuk
membuat sabun cuci
piring cair.

2. Dapat mengetahui cara


pembuatan sabun cuci
piring cair.
Sabun cair banyak digunakan oleh masyarakat karena kepraktisan, kecepatan
larutnya dalam air, dan hasilnya dalam membersihkan kotoran terutama lemak-lemak
yang menempel pada peralatan makan dengan harga yang terjangkau. Sabun cair
diberi tambahan bahan aditif seperti pendukung munculnya busa, pewarna dan aroma
konsentrat agar lebih menarik dan terdapat nilai tambah.

Kelebihan sabun cuci piring cair, diantaranya sebagai berikut :

1. Praktis, sabun cair tersedia dalam kemasan botol sehingga mudah dibawa dan
disimpan.

2. Mudah larut dalam air.

3. Mudah berbusa.

4. Lebih ampuh membersihkan lemak pada peralatan masak.


Alat Bahan
> Cottonclarin BM (Sodium Lauryl Ether
Sulfate)
> Sodium Sulfat (Na2SO4)
> Baskom
> Natrium Klorida (NaCl)
> Beaker Glass 250 dan 500 mL > Enzim AR
> Cawan Kaca > Dewisil Liquid
> Foambooster (Coconut Diethanol Amide)
> Kaca Arloji
> LAS (Linear Alkyl Benzene Sulfonate
> Pengaduk Sodium)
> Stirer > Parfum
> Pewarna
> Aquades
Sodium sulfat (Na2SO4): Berbentuk serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan sebagai
pengental.

Parfum: Untuk membuat sabun cair menjadi harum dan wangi.

Pewarna: Memberikan warna pada sabun cair.

Cottoclarine BM: Merupakan surfaktan utama/pembersih utama yang berfungsi sebagai sabun dengan gelembung
yang besar.

Sodium chloride: Mempunya 2 fungsi yaitu untuk membantu melarutkan Cottonclarin BM supaya mudah larut dalam
air, dan sebagai pengental.

Foam Booster: Digunakan untuk menambah busa, dan sifatnya juga lembut ditangan dan gelembungnya sedang.

Enzim AR: Berbentuk serbuk putih sebagai pembersih lemak.

Dewisil Liquid: Berbentuk cairan kental tranparan berfungsi sebagai pengawet.

LAS: Bernbentuk gel kekuningan yang berfungsi sebagai yang mempunyai daya bersih yang tinggi yaitu membersihkan
lemak, busa banyak, mudah dibilas, kesat, dapat menghilangkan bau amis & bahan aktif yang ramah lingkungan.
Sabun Gliserol
Campuran 1
Homogenkan,
Cottonclarin Tambahkan tambahkan
BM foam booster pewarna dan
LAS dan enzim pewangi
NaCl AR

Campurkan
keduanya Uji pH
(pH=7)

Campuran 2
Dewisil liquid
Na2SO4
Pengemasan
NaCl
dalam botol dan
Aquades pemberian label
Nama Bahan Data Penimbangan

Cottonclarin BM 70,28 g

LAS 25,24 g

NaCl 17,509 g

Sodium Sulfat 2,0004 g

Dewisil Liquid 0,65 g

Aquades 600 mL

Enzim AR 0,49 g

Foam Booster 3,52 g

Pewarna 1 mL

Parfum 1 mL
Uraian Hasil

Wujud Cairan kental

Volume 500 ml

Warna merah

Aroma lemon
Pada percobaan pembuatan sabun cair untuk cuci
piring menggunakan bahan-bahan seperti cottonclarin, LAS,
NaCl, sodium sulfat, dewisil, foam booster dan enzim AR
dengan formula yang telah ditentukan. Bahan pendukung
pada proses pembuatannya ditambahkan pewarna dan
pewangi untuk menambah kualitas dari sabun itu sendiri.
Salah satu parameter yang diuji adalah pH, pH yang baik
untuk sabun cair adalah sekitar nilai 7 karena jika terlalu basa
dapat mengiritasi kulit tangan. Pada sabun yang kita buat
telah memenuhi standar yang diperuntukkan yang
menunjukkan bahwa sabun telah memenuhi syarat
keberterimaan pada SNI 06-2048-1990 yaitu rentang nilai pH
6-8.
Berdasarkan praktikum yang dilakukan, dihasilkan sabun cuci piring
drngan deskripsi sebagai berikut :

Wujud : Cairan kental

Warna : Merah

Volume : 500 ml

Aroma : lemon

Nilai pH sabun cuci piring sebesar 7 yang telah memenuhi standar SNI 06-
2048-1990 yaitu 6-8.
Daftar Pustaka

IRAWAN, CHANDRA. 2016. Pengantar Kimia Organik II. Politeknik AKA


Bogor. Bogor.

SNI 06-2048-1990.

STYANI, ERNA. 2015. Penuntun Praktikum Industri Kecil Kimia. Politeknik


AKA Bogor. Bogor.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai