Anda di halaman 1dari 18

Hubungan Struktur, Ikatan Kimia dan

Aktivitas Biologis

Dwi Susiloningrum.S.Farm.,Apt
Pendahuluan
Respons biologis merupakan akibat dari interaksi molekul
obat dengan gugus fungsional molekul reseptor. Interaksi
berlangsung karena kekuatan ikatan kimia tertentu.

Tipe ikatan kimia yang terlibat dalam interaksi obat-


reseptor :
1. Ikatan kovalen,
2. Ikatan ionik (elektrostatik) dan ion-ion yang saling
memperkuat (reinforce ionic),
3. Ikatan hidrogen,
4. Ikatan ion-dipol dan dipol-dipol,
5. Ikatan van der Waals,
6. Ikatan hidrofob ,
7. Transfer muatan.
Tipe-tipe ikatan kimia pada interaksi obat-reseptor:
Aktivitas biologis dipengaruhi oleh sifat-sifat kimia
fisika :
1. Sifat lipofilik/hidrofobik mempengaruhi
kemampuan senyawa dalam menembus
membran biologis (distribusi obat ke reseptor),
2. Sifat elektronik mempengaruhi kekuatan
ikatan obat-reseptor dan kemampuan senyawa
dalam menembus membran biologis (bentuk
molekul obat),
3. Sifat sterik menentukan keserasian interaksi
obat-reseptor.
Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen terbentuk bila dua atom saling menggunakan
sepasang elektron secara bersama-sama.
Ikatan kimia paling kuat menghasilkan kompleks yang
stabil.
Pada suhu normal bersifat ireversibel dan hanya dapat pecah
bila ada pengaruh katalisator enzim tertentu.

Contoh obat yang mekanisme kerjanya melibatkan ikatan


kovalen :
1. Antikanker golongan senyawa pengalkilasi,
2. Antibiotika turunan b-laktam (penisilin dan sefalosporin),
3. Insektisida turunan organofosfat (senyawa kolinergik),
4. Diuretik turunan asam etakrinat.
Antikanker golongan senyawa pengalkilasi
Contoh senyawa pengalkilasi : mekloretamin, klorambusil, melfalan, siklo-fosfamid,
ifosfamid, busulfan, karmustin, tiotepa, prokarbazin dan mitomisin C .
Mekanisme reaksi mekloretamin dengan protein sel kanker sbb.:

CH2CH2Cl
Cl - CH2CH2Cl CH2CH2Cl
H3C N +
H3C N CH2 H3C N
CH2CH2Cl +
CH2 CH2CH2

Mekloretamin Etilen imonium 1 Ion karbonium reaktif 1


(senyawa antara)
Reaksi alkilasi + R-H

+
CH2CH2 CH2 Cl - CH2CH2Cl
+
H3C N H3C N CH2 H3C N
CH2CH2- R CH2CH2- R CH2CH2- R

Ion karbonium reaktif 2 Etilen imonium 2

+ R' - H Reaksi alkilasi

CH2CH2-R'
R dan R' adalah gugus donor elektron, seperti gugus karboksilat bebas
H3C N dari asam amino protein atau gugus fosfat dan adenil dari asam nukleat
CH2CH2- R
Turunan antibiotika b-laktam
Turunan penisilin dan sefalosporin mengandung cincin b-laktam,
merupakan pengasilasi kuat dan mempunyai spesifitas tinggi terhadap
gugus amino serin dari enzim transpeptidase, enzim yang mengkatalisis
tahap akhir sintesis dinding sel bakteri. Reaksi asilasi ini menyebabkan
kekuatan dinding sel bakteri menjadi lemah terjadi lisis sehingga
bakteri mengalami kematian.

Reaksi asilasi gugus amino serin dari enzim transpeptidase oleh turunan
antibiotika b-laktam :
IKATAN ION
Ikatan ion adalah ikatan yang dihasilkan oleh daya tarik menarik
elektrostatik antara ion-ion yang muatannya berlawanan.

Gugus kation makro molekul protein (reseptor) berupa gugus amino yang
terdapat pada asam amino, seperti lisin, glutamin, asparagin, arginin, glisin,
dan histidin.
Gugus anion berupa: a. gugus karboksilat, misal pada asam aspartat dan
glutamat, b. gugus sulfhidril, misal pada sistein dan metionin, dan c. gugus
fosforil, misal pada asam nukleat.
Obat yang mengandung gugus kation, seperti R3NH+, R4N+ dan
R2C=NH2+, maupun anion, seperti RCOO-, RSO3- dan RCOS-, dapat
membentuk ikatan ion dengan gugus-gugus reseptor yang bermuatan
berlawanan.
Mekanisme interaksi bentuk kation obat dengan
gugus anion sel bakteri:

Makin tinggi tetapan stabilitas garam makin lebih baik kation tersebut
berkompetisi dengan ion-ion hidrogen dalam berinteraksi dengan
gugus anion penting protein sel bakteri. Akibatnya akan terjadi
pemblokan gugus fungsional sel, metabolisme sel akan dihambat
sehingga bakteri akan mengalami kematian
INTERAKSI ION-DIPOL DAN DIPOL-DIPOL
Perbedaan elektronegatifitas atom C dengan atom lain,
seperti O dan N membentuk distribusi elektron tidak
simetrik (dipol), yang mampu membentuk ikatan dengan
ion atau dipol lain mempengaruhi aktivitas biologis
obat.

Gugus-gugus yang mempunyai fungsi dipolar :

O O O
R C R' , R C O R' , R C NH R' , R - CH 2-O-CH 2 - R' , R - CN
Turunan metadon, senyawa narkotik analgesik, mengandung gugus
N-basa dan karbonil, dalam larutan dapat membentuk siklik karena
ada daya tarik menarik ion-dipol. Dalam bentuk siklik inilah senyawa
berinteraksi dengan reseptor analgesik.

Bila gugus C=O diganti dengan CH2, daya tarik menarik ion-dipol
(-) kemampuan membentuk siklik (-) senyawa tidak dapat
berinteraksi secara serasi dengan reseptor aktivitas analgesik (-).
Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen adalah ikatan antara atom H yang mempunyai
muatan positif parsial dengan atom lain yang bersifat elektronegatif
dan mempunyai sepasang elektron bebas dengan oktet lengkap,
seperti O, N, dan F.
Ikatan hidrogen terjadi pada senyawa yang mempunyai gugus-gugus
seperti OH...O, NH...O, NH...N, OH...N, NH...F dan OH...F.
Ikatan hidrogen :
a. Ikatan hidrogen intramolekul, ikatan hidrogen yang
terjadi dalam satu molekul.
b. Ikatan hidrogen intermolekul, ikatan hidrogen yang
terjadi antar molekul. Kekuatan ikatan < dibanding ikatan
hidrogen intramolekul.
Ikatan hidrogen dapat mempengaruhi sifat-sifat kimia fisika
senyawa, seperti titik didih, titik lebur, kelarutan dalam air,
kemampuan pembentukan kelat dan keasaman. Perubahan
sifat-sifat tersebut dapat berpengaruh terhadap aktivitas biologis
senyawa.
Ikatan van der Waals
Ikatan van der Waals adalah kekuatan tarik menarik antar molekul atau
atom yang tidak bermuatan, dan letaknya berdekatan 4-6 Ao. Ikatan
terjadi karena sifat kepolarisasian molekul atau atom.
Secara individu lemah tetapi hasil penjumlahan ikatan van der Waals
merupakan faktor pengikat yang cukup bermakna, terutama untuk
senyawa dengan berat molekul tinggi.

Ikatan van derWaals terlibat pada :


1. interaksi cincin benzen (6 atom C) dengan daerah bidang datar
reseptor kekuatan ikatan yang hampir sama dengan kekuatan
ikatan hidrogen,
2. interaksi rantai hidrokarbon dengan makromolekul protein
(reseptor).
Ikatan Hidrofob
Ikatan hidrofob merupakan kekuatan penting pada proses
penggabungan daerah non polar molekul obat dengan daerah non polar
reseptor biologis.
Daerah non polar molekul obat yang tidak larut dalam air dan molekul
air disekelilingnya bergabung melalui ikatan hidrogen membentuk
struktur quasi-crystalline (icebergs).
Bila dua daerah non polar, seperti gugus hidrokarbon molekul obat
dan daerah non polar reseptor, bersama-sama dalam lingkungan air
akan mengalami penekanan jumlah molekul air yang kontak
dengan daerah non polar struktur quasi-crystalline pecah
menghasilkan peningkatan entropi yang digunakan untuk isolasi
struktur non polar molekul air menjadi stabil sehingga tidak
kontak dengan daerah non polar terjadi ikatan hidrofob.
Pembentukan ikatan hidrofob akibat penggabungan gugus
non polar molekul obat dan gugus non polar reseptor

Struktur Quasi-crystalline
Transfer Muatan
Transfer muatan adalah kompleks yang terbentuk antara
dua molekul melalui ikatan hidrogen, yang distabilkan
melalui daya tarik menarik elektrostatik antara molekul
donor elektron dan molekul aseptor elektron.

Makromolekul sistem biologis (reseptor) mempunyai


gugus protein (asam amino) yang dapat membentuk
komplek melalui transfer muatan:
1. Sebagai donor elektron: aspartat, glutamat, sistin, metionin, dan
tirosin (hanya cincin aromatik).
2. Sebagai aseptor elektron: sistein, arginin dan lisin.
3. Sebagai donor dan aseptor elektron: histidin, asparagin,
glutamin, serin, treonin, hidroksiprolin, triptofan, tirosin (hanya
gugus OH), dan fenilalanin (hanya cincin aromatik).
terimakasih

Anda mungkin juga menyukai