Anda di halaman 1dari 39

Tinjauan Pustaka

FRAKTUR FEMUR
Anggoro Adi Wibowo, S.Ked
Stella Handayani, S.Ked
Pembimbing
Dr.dr.H.Muzakkie, SpB, SpOT, FICS

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 1


BAHASAN POKOK

Pendahuluan

Isi

Kesimpulan

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 2


PENDAHULUAN

Fraktur femur dan tibia mempunyai insiden yang


cukup sering, biasanya terjadi pada tahun-tahun
awal dari umur 2 tahun (18%), umur 10 tahun (4%)
Sehubungan dengan meningkatnya umur, angka
kejadian semakin kecil lebih banyak ditemukan pada
anak laki-laki
Pada orang dewasa sering terjadi pada usia produktif
antara usia 17-50 tahun dan insidensinya lebih
banyak pada >

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 3


Beberapa jenis fraktur femur yang terjadi pada
wanita tua dengan usia >60 tahun
Osteoporosis
Trauma ringan (karena terpeleset di kamar
mandi)

Sedangkan pada penderita muda ditemukan


riwayat mengalami kecelakaan

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 4


Fraktur femur mempunyai pengaruh sosial ekonomi yang
penting terutama bagi penderita muda dalam menjalani
karirnya, seperti atlet olahraga, tenaga medis, dan sebagainya
Angka mortalitas pasca trauma masih tetap tinggi berkisar 10-
20%.

Penting bagi dokter umum dalam melakukan penilaian, penatalaksanaan


awal pada kasus fraktur femur ini sebelum merujuk ke spesialis ortopedik

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 5


ISI

Anatomi

Definisi

Epidemiologi

Klasifikasi

Tahap Penyembuhan Fraktur

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan

Tatalaksana

Komplikasi

Prognosis

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 6


Anatomi
Os femur merupakan tulang panjang
dalam tubuh yang dibagi atas Caput,
Corpus, dan Collum dengan ujung distal
dan proksimal
Tulang ini bersendi dengan acetabulum
dalam struktur persendian panggul dan
bersendi dengan tulang tibia pada
sendi lutut.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 7


Os femur terdiri dari 3 bagian, yaitu epiphysis proximalis,
diaphysis, dan epiphysis distalis.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 8


Epiphysis proximalis
Bagian ujung yang membuat bulatan
2/3 bagian bola disebut caput
femoris yang memiliki facies
articularis untuk bersendi dengan
acetabulum di tengahnya terdapat
cekungan disebut fovea capitis.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 9


Caput melanjutkan diri sebagai collum femoris
yang kemudian di sebelah lateral membulat
disebut throcantor major, ke arah medial juga
membulat kecil disebut throcantor minor.
Dilihat dari depan, kedua bulatan major dan minor
ini dihubungkan oleh rigi disebut crista
intertrochanterica. Dilihat dari belakang, maka di
sebelah medial throcantor major terdapat
cekungan disebut fossa throcanterica.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 10


Diaphysis
Memiliki dataran facies medialis, facies lateralis.
Batas facies medialis -- lateralis di bagian belakang
berupa garis disebut linea aspera, dimulai dari
bagian proximal dengan tonjolan kasar disebut
tuberositas glutea
Linea aspera bagian distal membentuk segitiga
disebut planum popliseum/fascies poplitea
Dari trochantor minor terdapat suatu garis
disebut linea pectinea. labium medial/lateral
dilanjutkan ke distal disebut supracondylaris
lateralis/medialis.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 11


Epiphysis distalis
Terdapat sepasang bulatan = condylus
medialis dan condylus lateralis
Di sebelah proximal tonjolan ini terdapat
masing-masing sebuah bulatan kecil
disebut epicondylus medialis dan
epicondylus lateralis
Epicondylus ini merupakan akhir
perjalanan linea aspera bagian distal
dilihat dari depan terdapat dataran sendi
yang melebar disebut facies patelaris
untuk bersendi dengan os patella.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 12


Definisi Fraktur Femur

Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan


sendi, tulang rawan epifisis, baik yang bersifat total maupun
yang parsial. Sebagian besar fraktur disebabkan oleh
kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan, yang dapat berupa
pemukulan, penghancuran, penekukan, pemuntiran, atau
penarikan
Fraktur femur adalah diskontinuitas atau hilangnya struktur
dari tulang femur.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 13


Epidemiologi

Sekitar 70% terjadi pada regio 1/3 tengah


Fraktur subtrochanter femur adalah bila terjadi pada 1-2 cm
dibawah trochanter minor => banyak terjadi pada wanita tua
dg osteoporosis, trauma yang dialami oleh lansia biasanya
ringan (karena terpeleset di kamar mandi) sedangkan pada
penderita muda ditemukan riwayat mengalami kecelakaan
Fraktur femur supracondyle, bila terjadi tepat diatas origo
otot gastrocnemius, fraktur intercondyle dan fraktur condyle
femur banyak terjadi pada penderita laki-laki dewasa karena
kecelakaan ataupun jatuh dari ketinggian

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 14


Klasifikasi

Fraktur intrakapsular, fraktur ini terjadi di


kapsul sendi pinggul
Fraktur kapital : fraktur pada caput femur
Fraktur subkapital : fraktur yang terletak di bawah caput
femur
Fraktur transervikal : fraktur pada kolom femur

Fraktur ekstrakapsular, fraktur yang terjadi di


luar kapsul sendi pinggul
Fraktur sepanjang trokanter mayor dan minor
Fraktur intertrokanter
Fraktur subtrokanter

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 15


Klasifikasi

Fraktur Intertrokhanter Femur


Sering terjadi pada lansia dengan kondisi osteoporosis
Prognosisnya baik
Penatalaksanaan : reduksi terbuka dan pemasangan fiksasi
internal. Intervensi konservatif hanya dilakukan pada
penderita yang sangat tua dan tidak dapat dilakukan dengan
anestesi general

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 16


Klasifikasi

Fraktur Subtrokhanter Femur


Garis fraktur berada 5 cm distal dari trokhanter minor,
diklasifikasikan menurut Fielding & Magliato sebagai berikut:
Tipe 1 adalah garis fraktur satu level dengan trokhanter minor
Tipe 2 adalah garis patah berada 1-2 inci di bawah dari batas
atas trokhanter minor
Tipe 3 adalah 2-3 inci dari batas atas trokhanter minor.
Penatalaksanaan: reduksi terbuka dengan fiksasi internal dan
tertutup dengan pemasangan traksi tulang selama 6-7 minggu
kemudian dilanjutkan dengan hip gips selama tujuh minggu
yang merupakan alternatif pada pasien dengan usia muda.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 17


Klasifikasi

Fraktur Batang Femur


Secara klinis dibagi menjadi:
1) Fraktur terbuka yang disertai dengan kerusakan jaringan
lunak, risiko infeksi dan perdarahan dengan penatalaksanaan
berupa debridement, terapi antibiotika serta fiksasi internal
maupun ekternal
2) Fraktur tertutup dengan penatalaksanaan konservatif berupa
pemasangan skin traksi serta operatif dengan pemasangan
plate-screw. Penderita tidak dapat bangun, bukan saja nyeri
tetapi juga karena ketidakstabilan fraktur. Biasanya seluruh
tungkai terotasi ke luar, terlihat pendek, bengkak pada
bagian proximal sebagai akibat perdarahan ke dalam
jaringan lunak.
ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 18
Klasifikasi

Fraktur Suprakondiler
Suprakondiler adalah daerah antara batas proksimal kondilus
femur dan batas metafisis dengan diafisis femur.
Fraktur ini disebabkan oleh trauma langsung karena
kecepatan tinggi sehingga terjadi gaya aksial dan stress valgus
atau varus dan disertai gaya rotasi
Penatalaksanaan berupa pemasangan traksi berimbang
dengan menggunakan bidai Thomas dan penahan lutut
Pearson, cast-bracing dan spika pinggul serta operatif pada
kasus yang gagal konservatif dan fraktur terbuka dengan
pemasangan nail-phroc dare screw.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 19


Klasifikasi

Fraktur Kondiler Femur


Mekanisme trauma fraktur ini biasanya merupakan kombinasi
dari gaya hiperabduksi dan adduksi disertai dengan tekanan
pada sumbu femur ke atas. Penatalaksanaannya berupa
pemasangan traksi tulang selama 4-6 minggu dan kemudian
dilanjutkan dengan penggunaan gips minispika sampai union
sedangkan reduksi terbuka sebagai alternatif apabila
konservatif gagal.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 20


Klasifikasi

Jenis-jenis fraktur
Komplit-Tidak komplit
Bergeser-Tidak bergeser
Terbuka-Tertutup

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 21


Komplit-Tidak komplit

Fraktur komplit : garis patah melalui seluruh penampang


tulang atau melalui kedua korteks tulang
Fraktur tidak komplit : garis patah tidak melalui seluruh
penampang tulang seperti:
Hairline fracture (patah retak rambut) : Tulang terputus
seluruhnya tetapi tetap masih di tempat, biasa terjadi
pada tulang pipih
Buckle fracture atau torus fracture : terjadi lipatan dari
satu korteks dengan kompresi tulang spongiosa
dibawahnya
Greenstick fracture : mengenai satu korteks dengan
angulasi korteks lainnya yang terjadi pada tulang
panjang anak
ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 22
Bergeser-Tidak bergeser

Fraktur undisplaced (tidak bergeser) : garis patah komplit


tetapi kedua fragmen tidak bergeser. Periosteumnya
masih utuh.
Fraktur displaced (bergeser) : terjadi pergeseran fragmen-
fragmen fraktur yang juga disebut dislokasi fragmen.
Dislokasi ad longitudinam cum contractionum
(pergeseran searah sumbu dan overlapping)
Dislokasi ad axim (pergeseran yang membentuk sudut)
Dislokasi ad latus (pergeseran dimana kedua fragmen
saling menjauhi)

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 23


Tertutup-Terbuka

Fraktur tertutup : bila tidak ada luka yang menghubungkan


fraktur dengan udara luar atau permukaan kulit
Fraktur terbuka : bila terdapat luka yang menghubungkan
tulang yang fraktur dengan udara luar atau permukaan
kulit

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 24


Berdasarkan garis patah/ konfigurasi tulang dibagi menjadi :
1. Fraktur transversal : Garis patah tulang melintang sumbu tulang (0-<30
dari sumbu tulang)
2. fraktur oblik : Garis patah tulang melintang sumbu tulang (>30 dari
sumbu tulang)
3. fraktur spiral : Garis patah tulang berada di dua bidang atau lebih
4. fraktur segmental
5. fraktur komunitif : fraktur lebih dari dua fragmen
6. fraktur avulsi : fragmen kecil tertarik oleh otot atau tendo misalnya
fraktur epikondilus humeri, fraktur trokanter mayor, fraktur patella
7. fraktur depresi : karena trauma langsung misalnya tengkorak
8. fraktur impaksi : satu fragmen masuk ke fragmen lainnya
9. fraktur pecah (burst) dimana terjadi fragmen kecil yang berpisah misalnya
pada fraktur patela, talus, kalkaneus

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 25


Tahap Penyembuhan Fraktur

Fase inflamasi (Gambar 1)


Fase pertama apabila terjadi fraktur pada tulang panjang ditandai dengan
pembentukan hematom dan pengumpulan sel-sel inflamasi yang
disebabkan rusaknya pembuluh darah dari bone marrow, korteks,
periosteum dan jaringan sekitarnya yang melewati kanalikuli dalam sistem
haversian mengalami robekan pada daerah fraktur dan akan membentuk
hematoma diantara kedua sisi fraktur
ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 26
Fase Reparasi (Gambar 2)
Pada saat ini terjadi respon proliperatif dari jaringan mesenkim
pluripotensial di periosteum, endosteum, jaringan ikat di sekitar fragmen
tulang yang patah. Dalam waktu 8 jam pertama setelah terjadi fraktur,
pembelahan sel mulai meningkat dan mencapai titik maksimum pada 24
jam pertama. Periosteum terdiri dari dua lapisan, dimana lapisan yang
dalam mengandung sel-sel yang berhubungan erat dengan pembentukan
tulang-tulang baru. Sel-sel ini disebut sebagai sel osteoprogenitor, dimana
sel-sel ini nantinya akan membentuk osteoblast

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 27


Sel osteoprogenitor terdapat pada seluruh permukaan tulang
yang bebas, baik endosteum maupum periosteum. Oleh
karena itu bila ada fragmen yang hilang dengan periosteum
yang masih utuh, maka kedua fragmen tulang ini akan dapat
bertemu kembali, dikatakan bahwa bila terjadi fraktur maka
sel osteoprogenitor akan membelah diri dan mendorong
lapisan luar dari periosteum untuk menjadi kalus dan akhirnya
bersatu dengan kalus dari sisi yang bersebrangan.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 28


Teori lain mengatakan bahwa penyembuhan tulang tidak
berasal dari tulang, tetapi berasal dari jaringan ikat lunak
disekitar fragmen yang patah. Kemudian hal ini dikenal
sebagai osteogenic induction. Respon proliferative dari
pembuluh darah di jaringan priosteal dan bone marrow (2-3
hari dan puncaknya pada 1 minggu) setelah terjadi fraktur,
timbul jaringan pembuluh darah yang berasal dari jaringan
ikat lunak disekelilingnya ini disebut sebagai extra osseus
blood supply.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 29


Pada akhir minggu pertama terbentuk masa jaringan yang
terdiri dari pembuluh darah baru, jaringan fibrous dan
cartilage. Jaringan tersebut dinamakan kalus, secara bertahap
akan meliputi tulang yang patah. Kalus ini secara mekanis
akan semakin kaku dan berfungsi sebagai fiksasi internal.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 30


Fase Reparasi (Gambar 3)
Sebagai jaringan pembentuk kalus masing-masing akan mendeposit
matriks ekstraseluler, terjadi aktifitas kondroblast, fibroblast dan
osteoblast. Fibroblast memproduksi kolagen dan Cartilage memproduksi
mokopolisakarida, Calcium uptake secara lambat dalam beberapa hari
setelah fraktur, mencapai puncak dalam beberapa minggu dan terus
meningkat selama beberapa bulan atau tahun. Mineralisasi awal terjadi
sebagai osifikasi enchondral dari jaringan cartilage.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 31


Setelah pembentukan kalus, kejadian berikutnya pada fase
reparasi adalah terjadinya kemajuan osifikasi enchondral,
pembentukan trochanter tulang yang menjembatani kedua
sisi fraktur dan kembalinya suplai darah dari periosteal dan
endosteal
Dengan kemajuan proses osifikasi enchondral dan
mineralisasi dari osteoid baru maka proses penyembuhan
fraktur ini akan tampak secara radiografi, yakni pada 1-3
minggu pusat mineralisasi terlihat sebagai bintik-bintik
radiodens sepanjang kalus kemudian bergabung menjadi
halus sehingga batasnya semakin jelas dan radiodensitasnya
lebih uniform.
ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 32
Fase Remodeling (Gambar 4)
Pada fase remodeling ini, perlahan-lahan terjadi reasorbsi secara osteoklasik
dan tetap rerjadi proses osteoblastik pada tulang dan kalus eksterna yang
secara perlahan-lahan menghilang. Kalus intermediet berubah menjadi tulang
yang kompak dan berisi sistem haversian dan kalus bagian dalam akan
mengalami peronggaan untuk membentuk ruang sumsum.

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 33


GAMBARAN KLINIS DAN PEMERIKSAAN FISIK

Tidak dapat menggerakkan anggota


gerak
ANAMNESA Foto
Nyeri,
Polos dengan tujuan :
Bengkak,
Untuk mempelajari gambaran normal tulang
Primary
dan Survey
sendi : A, B, C, D, E
Deformitas,
Kelainan
Untukgerak,
konfirmasi adanya fraktur
Secondary
Krepitasi Survey :sejauh
Untuk melihat Look, Feel,
manaMovement
pergerakan dan
PEMERIKSAAN FISIK Gejala lain
konfigurasi fragmen serta pergerakannya
Pemeriksaan Neurologisteknik
Untuk menentukan : Sensoris dan
pengobatan
Motorik
Untuk menentukan apakah fraktur intra-
artikuler atau ekstra-artikuler
PEMERIKSAAN Untuk melihat adanya keadaan patologis lain
PENUNJANG pada tulang

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 34


TATALAKSANA
A

REPOSISI DENGAN
IMOBILISASI OREF

Rehabilitasi berarti upaya mengembalikan


REHABILITASI ORIF
kemampuan anggota yang cedera atau alat
gerak yang sakit agar dapat berfungsi
kembali seperti sebelum mengalami
gangguan atau cedera

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 35


KOMPLIKASI

EARLY COMPLICATION Syok hipovolemik atau traumatik akibat


Malunion
pendarahan
Bila tulang sembuh dengan fungsi anatomis
abnormal (angulasi, perpendekan, atau
Sindrom kompartemen adalah suatu kondisi
rotasi) dalam waktu yang normal
dimana terjadi peningkatan tekanan interstisial di
LATE COMPLICATION dalam ruangan yang terbatas, yaitu di dalam
Delayed union
kompartemen osteofasial yang tertutup
Fraktur sembuh dalam jangka waktu yang
lebih dari normal
Nekrosis avaskular tulang

Emboli paru

Atrofi otot

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 36


PROGNOSIS

Penyembuhan fraktur merupakan suatu proses biologis. Fase


penyembuhan terjadi segera setelah tulang mengalami
kerusakan apabila lingkungan untuk penyembuhan memadai
sampai terjadi fase remodeling.

Faktor mekanis seperti imobilisasi fragmen tulang secara fisik


adalah sangat penting

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 37


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENYEMBUHAN

USIA VASKULARISASI INFEKSI

LOKASI DAN REDUKSI SERTA


KONFIGURASI IMOBILISASI CAIRAN SINOVIA

PERGESERAN AWAL PERGESERAN AWAL GERAKAN AKTIF DAN


FRAKTUR FRAKTUR PASIF ANGGOTA GERAK

ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 38


ILMU BEDAH~ FRAKTUR FEMUR 39