Anda di halaman 1dari 30

Seorang ibu membawa anak laki-laki usia 1

tahun 1 bulan ke Rumah Sakit dengan keluhan


anaknya pucat. Anak terlihat pucat sejak usia 7
bulan dan semakin lama semakin berat. Pada
pemeriksaan: tampak seorang anak laki-laki,
berat badan 8,3 kg suhu tubuh 37 0 C, denyut
jantung 110x/menit, frekuensi pernafasan
24x/menit. Kesadaran: compos mentis.
Ibu ingin mengetahui penyakit anaknya tersebut?
Anak mendapatkan ASI ekslusif dan tidak mau
minum susu formula. Sejak anak mulai diberikan
makanan padat, hanya makan nasi dengan ikan saja,
tanpa ada daging dan sayuran.
Pemeriksaan laboratorium darah: Hemoglobin 7,1
gr%, Leukosit 10.900/mm3, Eritrosit 2.300.000/mm3,
Hematokrit 21,5 %. Differential telling: basofil 2,8%,
eusinofil 1,20%, neutrofil 53,28%, limfosit 28,12%,
monosit 14,6%
Serum iron (SI) 13 ug/dl dan total iron binding
capacity (TIBC) 412 ug/dl, MCV 68 fL, MCH 15 pg,
MCHC 25%.
Seorang anak laki-laki usia
1 tahun 1 bulan dengan
keluhan pucat sejak usia 7
bulan dan semakin lama
semakin berat.
Anemia defisiensi besi
Diagnosa Banding Pucat dan Lemah
Fisiologi Darah (Eritropoesis)
Histologi Darah (Eritrosit)
Biokimia Darah
RES
All About Anemia
Patofisiologi Anemia
Penegakkan Diagnosa
Penatalaksanaan
Komplikasi dan Prognosis serta Edukasi.
PEMBAHASAN
LEARNING ISSUE
1. Anemia defisiensi zat
besi
2. Thalasemia
3. Anemia penyakit kronik
Plasma
Sel-sel darah (eritrosit, leukosit
dan trombosit)
Fungsi sel darah merah
mentransfer O2 dari paru-paru ke jaringan
mentransfer CO2 dari ke jaringan ke paru-paru
Komposisi hemoglobin
Satu molekul Hb dewasa (HbA) mempunyai;
4 gugus heme
4 subunit protein globin
Setiap heme mengandung 1 ion Fe2+
Setiap subunit protein globin mengikat 1 molekul O2
1 molekul Globin mengikat 1 molekul CO2
Sub unit rantai terdiri dari 2 dan 2
- masing-masing = 141 asam amino
- masing-masing = 146 asam amino
Hemoglobin hanya ditemukan di sel darah merah.
Molekul hemoglobin memiliki dua bagian :
bagian globin, suatu protein yang terbentuk dari
empat rantai polipeptida yang sangat berlipat-
lipat, dan
empat gugus nonprotein yang mengandung besi
yang dikenal sebagai gugus hem, dengan masing-
masing terikat ke salah satu polipeptida di atas.
Definisi
Sistem fagosit primitif yang memainkan peran penting
dalam mekanisme pertahanan tubuh.
Pada seluruh jaringan dan organ tubuh terdapat sel
sel tertentu yang memakan (fagosit) benda benda
asing dan bakteri.Terutama berpusat di dalam kelenjar
limfe, limfa, hati, dan sumsum tulang.
Sel Retikulo endotel yg
Menetap

Sel Retikulo endotel


yang Mengembara dan
Makrofag Jaringan
(Histiosit yang Bebas)
Definisi
Anemia didefinisikan sebagai
penurunan volume eritrosit
atau kadar Hb sampai dibawah
rentang nilai yang berlaku tuk
orang sehat.
Genetic
Hemoglobinophatie
Thalassemia
Enzyme abnormalities of the glycolytic pathway
Defects of the RBC cytoskeleton
Congenital dyserythropoietic anemia
Nutrisi
Iron Deficiency
Vitamin B-12 defeciency
Folate defeciency
Physical
Trauma
Burns
Penyakit Kronik
Renal disease
Hepatic disease
Chronic infection
Infeksi
Viral: Hepatitis, Infectious mononucleosis,
cytomegalovirus
Bacterial: Clostridia, gram-negative sepsis
Protozoa: Malaria, leshmaniaisis, toxoplasma
1. KLASIFIKASI MORFOLOGIS
Anemia normositik normokromik
Anemia makrositik hipokromik
Anemia makrositik hipokromik
Anemia mikrositik hipokromik
2. KLASIFIKASI ETIOLOGIS
1. Anemia hemoragik
2. Anemia hemolitik
3. Anemia defisiensi gizi
4. Anemia aplastik
5. Anemia pada penyakit kronis
Mean Corpusculer Volume (MCV) : 70-100 fermatoliter
Mean Corpuscle Haemoglobin (MCH) : 27-31 pikogram
Mean Corpuscular Haemoglobin Concentration (MCHC)
:30-35 g/dl
Total Iron Bnding Capacity (TIBC) : 300-350 mg/dl
Serum Iron : 50-120
Hitun Hitun Hitun Hitun Hitun Hitun Hitun Hitun Hitun
g jenis g jenis g jenis g jenis g jenis g jenis g jenis g jenis g jenis
leukos leukos leukos leukos leukos leukos leukos leukos leukos
it: it: it: it: it: it: it: it: it:
1. Eosin 1. Eosin 1. Eosin 1. Eosin 1. Eosin 1. Eosin 1. Eosin 1. Eosin 1. Eosin
ofil : ofil : ofil : ofil : ofil : ofil : ofil : ofil : ofil :
1-3% 1-3% 1-3% 1-3% 1-3% 1-3% 1-3% 1-3% 1-3%

4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4. 4.
Neutr Neutr Neutr Neutr Neutr Neutr Neutr Neutr Neutr
ofil ofil ofil ofil ofil ofil ofil ofil ofil
segme segme segme segme segme segme segme segme segme
n : 50- n : 50- n : 50- n : 50- n : 50- n : 50- n : 50- n : 50- n : 50-
70% 70% 70% 70% 70% 70% 70% 70% 70%
2. Basofi 2. Basofi 2. Basofi 2. Basofi 2. Basofi 2. Basofi 2. Basofi 2. Basofi 2. Basofi
l : 0- l : 0- l : 0- l : 0- l : 0- l : 0- l : 0- l : 0- l : 0-
1% 1% 1% 1% 1% 1% 1% 1% 1%

5. 5. 5. 5. 5. 5. 5. 5. 5.
Mono Mono Mono Mono Mono Mono Mono Mono Mono
sit : 2- sit : 2- sit : 2- sit : 2- sit : 2- sit : 2- sit : 2- sit : 2- sit : 2-
8% 8% 8% 8% 8% 8% 8% 8% 8%
Terapi Kausal
Pemberian Preparat Besi
Terapi besi oral
Pengobatan Lain
Diet : diberi makanan tinggi besi, misalnya hati, daging, bayam
Vitamin C : 2 x 50 mg/hari untuk membantu absorbsi besi
As. Folat : 2 x 5-10 mg/hari untuk membantu peningkatan aktifitas
eritropoiesis
Transfusi darah
Indikasi :
Penyakit jantung anemik
Pasien butuh peningkatan hemoglobin segera seperti pada pre-
operasi
Anemia simtomatik, misalnya dengan gejala pusing menyolok
Komplikasi
Cacat pada struktur dan jaringan epitel dapat diamati
pada kekurangan zat besi. Kuku bisa menjadi rapuh,
dengan koilonikia (kuku berbentuk sendok)
Hilangnya progresif sekresi asam pada penderita gatritis
atrofi
Gangguan vasomotor, nyeri neurologis, maupun mati
rasa dan kesemutan.
Pertumbuhan pada bayi terganggu.
Prognosis
Baik
Pendidikan kesehatan lingkungan
Kesehatan lingkungan
Penyuluhan gizi
Suplemen besi yaitu pemberian profilaksi pada ibu
hamil dan anak balita,
Forifikasi bahan makanan dengan besi yaitu,
mencampurkan zat besi pada bahan makanan.
Pemberantasan infeksi cacing tambang sebagai sumber
perdarahan kronis paling sering didaerah kronik.
Pemberian ASI eksklusif sejak lahir.
Dari hasil pemeriksan;
anamnesis, pemeriksaan dan
pemeriksaan penunjang
terhadap pasien, maka pasien di
diagnosa menderita Anemia
Defisiensi Zat Besi.