Anda di halaman 1dari 33

SK/SD

PETA KONSEP
IMAN KEPADA ALLAH
MATERI

REFERENSI

OLEH : KELAS : X.3


NURUL ITIQOMAH
STANDAR KOMPETENSI
Meningkatkankeimanankepada Allah
melaluipemahamansifat-sifat-Nyadalam Al-AsmaulHusna
Meningkatkankeimanankepada Allah
melaluipemahamansifat-sifat-Nyadalam Al-AsmaulHusna

KOMPETENSI DASAR
Menyebutkansepuluhsifat Allah dalamAsmaulHusna
Menjelaskanartisepuluhsifat Allah dalamasmaulhusna
Menampilkanprilaku yang
mencerminkankeimananterKhadapsepuluhsifat Allah
dalamasmaulhusna
Iman Kepada
Allah

Pengertian

Tanda
Sifat dalam Hikmah Iman
Sifat-sifat Allah penghayatan Iman
Asmaul Husna kepada Allah
kepada allah

Sifat Wajib
Risalah

Sifat Mustahil

Sifat jais
Pengertian
Iman kepada Allah SWT
Secara bahasa, Iman berarti: percaya atau yakin.
Secara istilah, iman berarti: diyakini di dalam hati, diucapkan
dengan lisan, dan dikerjakan dengan anggota badan.
Jadi, iman kepada Allah berarti percaya terhadap (adanya) Allah
SWT dengan cara diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan
dibuktikan dengan amal (perbuatan) nyata.

Al-Asmaul Husna
Menurut bahasa artinya nama-nama yang baik.
Menurut istilah ilmu tauhid ialahnama-nama yang baik yang hanya
dimiliki oleh Allah SWT akan keagungan-Nya.
Dalil Naqli mengenai Iman Kepada Allah
SWT










Artinya:
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada
Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan
memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-
orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati
janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,
penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar
(imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah, 2:177)
Al-Asmaul Husna
Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik bagi Allah yang
jumlahnya adalah 99 nama. Sebagai orang yang beriman, kita selalu
dianjurkan untuk menyebut-Nya. Hal ini tertera dalam hadis yang
menyebutkan tentang Asmaul Husna berbunyi sebagai berikut:




)(

Artinya:
Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama.
Barang siapa menghapalnya (dengan meyakini kebenarannya) ia
masuk surga. Sesungguhnya Allah Maha ganjil (tidak genap) dan
senang sekali pada sesuatu yang ganjil." (HR Ibnu Majah).
A. Sifat- sifat Allah SWT

Sifat Allah SWT ada 3 yaitu :

1. Sifat wajib, yaitu sifat kesempurnaan yang pasti dimiliki Allah.


Jumlah sifat ini ada 13.
2. Sifat mustahil, yaitu sifat-sifat yang tidak mungkin atau mustahil
ada pada Allah. Sifat ini merupakan lawan atau kebalikan dari sifat
wajib.
3. Sifat jaiz, yaitu sifat mungkin bagi Allah untuk berbuat atau tidak
berbuat sesuatu. Sifat ini merupakan hak peroregatif Allah.
Jumlahnya hanya satu, yaitu wewenang Allah untuk berbuat atau
tidak menurut kehendak-Nya. Misalnya menciptakan jenis
pepohonan, jenis binatang, dan sebagainya.
Maani

Nafsiyah artinya hakikat,


yaitu hakikatnya sifat
artinya diri atau dzat, yaitu Allah, tetapi sebagian
sifat hakikat dzat Allah itu kecil darinya
sendiri mutlak ada. dianugerahkan Allah
kepada makhluk-Nya.

Sifat
wajib
Salbiyah Maanawiyah
artinya hakikat yang
artinyabertentangan, yaitu
sifat yang hanya ada pada
sempurna, yaitu sifat
Allah semata dan ke-maha-an yang
bertentangan dengan sifat mutlak milik Allah
makhluk yang Dia ciptakan. semata tanpa diberikan
kepada makhluk-Nya.
Sifat-sifat Allah SWT

Wajib Mustahil Jaiz

1. Wujud = ada 1. Adam= tidak ada Allah bebas berbuat sesuatu dan
2. Qidam = terdahulu 2. Hudus= baru bebas pula tidak berbuat sesuatu
3. Baqa = kekal sesuai dengan kehendak dan kuasa-
3. Fana= lenyap Nya.
4. Mukhalafattuhu lil 4. Mumasalatuhu lil hawadis= Contoh sifat Jaiz :
hawadis = berbeda serupa dengan yang baru 1. Allah boleh membuat dunia
dengan yang baru 5. Ihtiyaju bigairih= berhajat atau tidak membuat dunia
5. Qiyamuhu binafsih kepada yang lain 2. Allah boleh menciptakan langit
6. Wahdaniyah = Esa 6. Taaddud= atau tidak menciptakan langit
7. Qudrat= berkuasa berbilang/berjumlah 3. Allah boleh membuat bintang
8. Iradat= berkehendak atau tidak membuat bintang
7. Ajzu= lemah 4. Allah boleh membuat gunung
9. Ilmu= mengetahui 8. Karahah= terpaksa atau tidak membuat gunung,
10. Hayat= hidup 9. Jahlun= bodoh dll
11. Sama= mendengar 10. Maut= mati
12. Basar= melihat 11. Summun= tuli
13. Kalam= berfirman 12. Umyun= buta
13. Bukmun= bisu
Apabila sifat-sifat tersebut ditambah
dengan sifat maknawiyah sebanyak tujuh
sifat, maka akan menjadi 20, yaitu sebagai
berikut:
No Sifat Maknawiyah Artinya
1 Qadiran Mahakuasa

2 Muridan Maha berkehendak

3 Aliman Maha mengetahui

4 Hayyan Maha hidup

5 Samian Maha mendengar

6 Basiran Maha melihat

7 Mutakaliman Maha berfirman


Sifat-sifat Allah dan Dalilnya
1. Wujud

- Allah itu bersifat wujud artinya Dia mutlak ada. Adanya


makhluk merupakan salah satu bukti adanya Allah. Jadi
mustahil Allah itu tiada.

- Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di
antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia,
Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu
dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.(surat ad-
Dukhan/44 ayat 7 8 )
2. Qidam

Allah itu bersifat terdahulu atau tidak berawal, dan mustahil ia baru
atau berawal. Buktinya, segala sesuatu yang ada ini memiliki asal. Asal
mula dari segala sesuatu itu adalah atas ciptaan yang Maha Pencipta,

- Dialah Allah yang terdahulu dari segala sesuatu dan ada-Nya tersebut
tidak berawal. Sebab, jika ia berawal, lalu siapa pula yang mengawali
Dia?. Ingat, jangan samakan Allah dengan makhluk, termasuk kita
sendiri yang memiliki asal dan berawal dari sesuatu. Oleh karena itu,
sifat ini disebut salbiyah, karena berlainan dengan sifat makhluk-Nya.

- Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin ; dan Dia
Maha Mengetahui segala sesuatu (al-hadid/ 57 ayat 3)
3. Baqa

- Allah itu kekal, dan mustahil binasa. Semua makhluk, seperti


gunung, manusia, hewan, tumbuhan, termasuk bumi ini pasti
akan binasa. Hanya Allah yang kekal, sebab Dialah yang akan
menentukan akhir dari segala-galanya.

- Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat
Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (ar-
Rahman/55: 26 27)
4. Mukhalafatu lil hawadits

- Allah itu berbeda dengan makhluk-Nya, sebab Dialah yang


menciptakan makhluk itu sendiri. Allah sebagai khaliq pasti
tidak sama dengan makhluk (ciptaan-Nya). Dengan demikian,
mustahil Allah serupa dengan makhluk-Nya.

- Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah
yang Maha Mendengar dan Melihat. (as-Syura/42 ayat 11)
5. Qiyamuhu bi nafsihi

- Allah itu berdiri sendiri dan tidak membutuhkan suatu apa


pun dalam mengurus makhluk-Nya, sebab segala sesuatu
selain Dia adalah makhluk (ciptaan)-Nya. Berbeda dengan
manusia, pasti membutuhkan bantuan dan pertolongan pihak
lain dalam kehidupannya. Jadi, mustahil Allah membutuhkan
pertolongan pihak lain.

- Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.


Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-
Nya.(Ali Imran/3 ayat 255)
6. Wahdaniyah

- Allah itu Esa dan mustahil Dia berbilang. Ke-esa-an Allah


menunjukkan kesempurnaan-Nya. Sebab jika tuhan lebih dari satu,
pastilah ia tidak sempurna. Agama lain juga mengakui adanya tuhan
yg maha esa, tetapi konsep keesaan tuhan mereka masih
mengandung unsur syirik, sebab adanya kekuatan lain selain tuhan,
apakah itu berbentuk anak, dewa, dan sebagainya. Sementara
konsep ke-Esa-an dlm Islam adalah Allah mutlak Esa, tidak ada
kekuatan apa pun yg ada apalagi yg setara dg-Nya, sebab selain Dia
disebut makhluk, yaitu ciptaan- Nya sendiri. Oleh karena itu, jangan
pernah mempersekutukan Allah dg sesuatu apapun. Kemudian, Dia
juga tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

- Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yg


bergantung kpd-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak
pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yg setara dengan
Dia".(al-Ikhlas/112 ayat 1 4)
7. Qudrat

- Allah itu bersifat kuat atau berkuasa dan mustahil Ia lemah.


Terjadinya alam semesta, berbagai keindahan alam yg kita
saksikan, dan berbagai keajaiban yg menakjubkan dlm
pandangan mata merupakan bukti bahwa Allah itu berkuasa
atas segala sesuatu. Lalu kita merasa kuat dan berkuasa dlm
melakukan pekerjaan, hal ini juga dapat terjadi karena Allah
memberikan qudrat kpd manusia.

- Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (al-


Baqarah/2 ayat 20)
8. Iradat

- Allah bersifat berkehendak atas segala sesuatu yang Dia


perbuat, dan mustahil Dia terpaksa. Kehendak Allah itu tidak
bisa dipengaruhi oleh pihak lain. Namun kehendak Allah itu
sangat adil.

- Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu


hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah
ia.(Dalilnya surat Yasin/36: 82)
9. Ilmu

- Allah itu maha mengetahui, mustahil ia bodoh. Buktinya,


keindahan alam semesta, berbagai fenomena yg muncul
dan beragam jenis makhluk yg ada merupakan sebagian
bukti akan pengetahuan Allah. Ilmu Allah itu tidak
tergantung kpd masa dan tempat. Kapan dan dimana pun
Allah pasti mengetahui segala sesuatu, masa lalu, sekarang
dan yg akan datang pasti diketahui Allah. Bahkan sekecil
apapun yg terniat di hati kita Dia pasti mengetahuinya.

- Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kpd Allah


tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yg di
langit dan apa yg di bumi dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu?(al-Hujurat/49: 16)
10. Hayat

- Allah bersifat hidup, dan mustahil ia mati. Buktinya, segala


yang hidup di muka bumi ini pastilah ada yang menghidupkan.
Dengan demikian, Allah itu hidup lagi menghidupkan dan akan
tetap hidup selamanya. Sementara manusia dan makhluk
lainnya juga hidup tetapi dihidupkan dan kehidupannya pasti
akan berakhir dengan kematian.

- Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia


Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-
Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur. (al-Baqarah/2 ayat 255
)
11. Sama

- Allah itu bersifat mendengar dan mustahil Dia tuli.


Pendengaran Allah tidak terhalang oleh jarak, waktu, dan
tempat tertentu. Oleh karena itu, Allah senantiasa mendengar
segala gerak-gerik, ucapan dan bisikan makhluk-Nya,
termasuk ucapan dalam hati.

- Berkatalah Muhammad (kepada mereka): "Tuhanku


mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah
Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (al-
Anbiya/21: 4)
12. Bashar

- Allah itu bersifat melihat dan mustahil Dia buta. Penglihatan


Allah juga tidak terhalang oleh tempat, waktu dan masa.
Meskipun semut hitam berada di atas batu hitam di tengah
malam kelam, Allah juga pasti melihat. Demikian juga setiap
perbuatan makhluk-Nya, Allah pasti melihatnya.

- Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia


dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha
Halus lagi Maha Mengetahui.(Dalilnya surat al-Anam/6 ayat
103)
13. Kalam

- Allah itu bersifat kalam atau berfirman. Buktinya, Allah


menurunkan kitab kepada nabi-Nya, termasuk al-Quran
kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dan
petunjuk bagi umat Muhammad yang ingin hidupnya selamat
dunia dan akhirat. Dengan demikian mustahil Allah itu bisu.

- Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.(an-


Nisa/4 ayat 164)
B. Sifat Allah dalam Asmaul Husna
Selain sifat kesempurnaan Allah swt. sebagaimana telah disebutkan, Allah
juga mempunyai nama-nama baik yang jumlahnya 99. Sebagai orang yang
beriman, kita dianjurkan untuk selalu menyebut-Nya. Firman Allah swt.

Artinya:
Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang agung sesuai dengan
sifat-sifat Allah), maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut
Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari
kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan
mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS Al
Araf: 180)
RISALAH
Surah Al lkhlas merupakan sebuah surah dalam Al Quran yang berisi
ketegasan dan kesaksian tauhid kepada Allah swt. Di dalamnya sifat
keesaan Allah dan beberapa Asmaul Husna-Nya benar-benar menjadi titik
sentral. Konsekuensinya adalah bahwa Allah tidak akan menerima dosa
yang bernama syirik atau menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain.
Rasulullah Saw bersabda.





)(

Artinya:
"Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama.
Barangsiapa menghafalnya (dengan meyakini akan kebenarannya), is
masuk surga. Sesungguhnya Allah itu Mahaganjil (tidak genap) dan
senang sekali pada sesuatu yang ganjil."(HR Ibnu Majah).
Adapun Asmaul Husna sebagaimana difirmankan Allah swt.
dalam Al Quran dan disabdakan oleh Rasullullah saw.
jumlahnya ada 99, yaitu sebagai berikut:
No Asmaul Husna 16 Al Wahhab 31 Al Khabir
1 Ar Rahman 32 Al Halim
17 Ar Razzaq
2 Ar Rahim 33 Al `Azim
3 Al Malik 18 Al Fattah 34 Al Gafur
4 Al Quddus
19 Al 'Alim 35 Asy Syakur
5 As Salam
6 Al Mu'min 20 Al Qabid
36 Al `Aliyy
21 Al Basit
7 Al Muhaimin 37 Al Kabir
22 Al Khafid
8 Al `Aziz 23 Ar Rafi' 38 Al Hafiz
24 Al Mu'iz 39 Al Mugit
9 Al Jabbar
25 Al Muzill 40 Al Hasib
10 Al Mutakabbir
11 Al Khaliq 26 As Sami' 41 Al Jalil
12 Al Bari' 27 Al Basir 42 Al Karim
13 Al Musawwir 28 Al Hakam 43 Ar Raqib
14 Al Gaffar 44 Al Mujib
29 Al `Adl
15 Al Qahhar 45 Al Wasi'
30 Al Latif
lanjutan
46 Al Hakim 64 Al Wajid 83 Ar Rauf
65 Al Majid 84 Malik Al Mulk
47 Al Wadud
66 Al Ahad 85 Zul Jalal wa Al Ikram
48 AI Majid
67 Al Wahid 86 Al Mugsit
49 Al Ba'is
68 As Samad 87 Al Jami'
50 Asy Syahid
69 Al Qadir 88 Al Ganiyy
51 Al Haqq
70 Al Muqtadir
52 Al Wakil 89 Al Mugni
71 Al Mugaddim
90 Al Mani'
53 Al Qawiyy 72 Al Mu'akhkhir
73 Al Awwal 91 Ad Darr
54 Al Matin
74 Al Akhir 92 An Nafi'
55 Al Waliyy
93 An Nur
56 Al Hamid 75 Az Zahir
57 Al Muhsi 94 Al Hadi
76 Al Batin
58 Al Mubdi
95 Al Badi'
77 Al Wali
59 Al Mu'id
78 Al Muta'ali 96 Al Baqi
60 Al Muhyi 97 Al Waris
79 Al Barr
61 Al Mumit 98 Ar Rasyid
80 At Tawwab
62 Al Hayy
81 AI Muntagim 99 As Sabur
63 Al Qayyum 82 Al 'Afuww
Penjelasan Sepuluh Sifat Allah dalam
AL-ASMAUL HUSNA

Ar-Rahman : Yang Maha Pemurah


Ar-Rahim : Yang Maha Penyanyang
Al-Quddus : Yang Maha Suci
As-Salam : Yang Maha Sejahtera
Al-Mumin : Yang Maha Terpercaya
Al-Adlu : Yang Maha Adil
Al-Gaffar : Yang Maha Pengampun
Al-Hakim : Yang Maha Bijaksana
Al-Malik : Yang Maha Merajai
Al-Hasib : Yang Maha Penjamin
Perilaku Orang Beriman Terhadap 10 Sifat Allah Dalam
AL-ASMAUL HUSNA

Berusaha Selalu Berbuat Baik dan Berkasih Sayang


Berusaha Menjadi Mukmin yang Bertakwa
Memelihara Kesucian Diri
Menjaga Keselamatan Diri dan Orang Lain
Menjadi Orang Yang Terpecaya dan Dapat Memberikan Rasa
Aman kepada Sesama
Berperilaku Adil
Berusaha Menjadi Orang yang Pemaaf
Berperilau Bijaksana
Menjadi Pemimpin yang Baik
Ber-muhasabah (Introspeksi Diri)
c. Tanda penghayatan Iman kepada Allah SWT.

1. Rajin beribadah, baik itu ibadah mahdah maupun gairu


mahdah.
2. Berbudi luhur dan bersikap sopan santun, baik dalam
perbuatan maupun perkataannya.
3. Bersifat sabar, tabah, dan tawakal.
4. Selalu bersyukur atas nikmat dari Allah SWT.
5. Tidak cepat putus asa dalam menghadapi cobaan maupun
ujian dari Allah SWT.
6. Yakin akan keadilan Allah karena setiap perbuatan pasti akan
ada balasannya yang setimpal dari Allah Swt.
D. Hikmah beriman kepada Allah SWT
- Dengan menyadari sifat-sifat Allah, manusia harus bisa memelihara
lingkungan sehingga kehidupannya dapat berjalan aman, damai,
dan tentram.
- Melalui iman kepada Allah, manusia diberi kemudahan dalam
mencapai tujuan hidupnya, terutama bila manusia sudah
mengetahui atau berpedoman pada Al Quran sebagai kebenaran
yang tidak diragukan dan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.
- Apabila manusia telah benar-benar beriman kepada Allah, maka
manusia pasti akan mengerjakan semua perintah dan menjauhi
segala larangan Allah sehingga dapat menjalankan perannya sebagai
khalifah di muka bumi dengan baik.
- Dengan iman kepada Allah, manusia akan berbuat baik terhadap
sesamanya dan menjauhi sikap merusak.
- Manusia tidak akan berikap musyrik karena Allah adalah Zat yang
Maha Segalanya.
Meskipun Allah memberikan berbagai potensi kepada
manusia, seperti kekuatan, kehendak, pengetahuan,
hidup, mendengar, melihat, dan berbicara, namun pada
hakekatnya semua itu ada pada milik Allah secara
sempurna. Dengan demikian, manusia tidak boleh
menganggap diri paling baik apalagi sempurna. Manusia
harus senantiasa taat kepada aturan Allah secara ikhlas
dengan kesadaran diri sebagai hamba dan ciptaan- Nya.
Referensi

Modul pengayaan bahan ajar Pendidikan Agama Islam


kelas X ( kurikulum 2006)
http://www.slideshare.net/helmonchan/keimanan-kepada-
allah-swt-melalui-pemahaman-sifat-sifatnya-38524758