Anda di halaman 1dari 10

Presentasi

pembelajaran

KERAJAAN
MATARAM KUNO
SEJARAH
BERDIRINYA KERAJAAN MATARAM KUNO

Wangsa SANJAYA Wangsa SYAILENDRA


(hindu) (buddha)
didirikan oleh Sanjaya tahun 732 didirikan oleh Bhanu tahun 752

KERAJAAN
MATARAM KUNO
Nama Mataram sendiri pertama kali disebut pada
Prasasti yang ditulis dimasa raja Balitung
SILSILAH
WANGSA SANJAYA

Wangsa Sanjaya didirikan oleh Raja Sanjaya/ Rakeyan Jamri / Prabu


Harisdama, cicit Wretikandayun, raja kerajaan Galuh pertama.

Ibu dari Sanjaya adalah SANAHA, cucu Maharani SIMA dari Kalingga, di
Jepara.

Ayah dari Sanjaya adalah Bratasenawa / SENA / SANNA, Raja Galuh


ketiga. Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya,
Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M).
SEJARAH
WANGSA SANJAYA
Sanjaya, yang merupakan penerus Kerajaan Galuh yang sah, menyerang
Galuh dengan bantuan Tarusbawa untuk melengserkan Purbasora. Setelah
itu ia menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723 - 732M),
sehingga bekas wilayah kekuasaan Tarumanagara dapat disatukan kembali
dalam satu kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda Galuh.
Sebagai ahli waris Kalingga, Sanjaya kemudian juga menjadi penguasa
Kalingga Utara yang disebut Bumi Mataram dalam tahun 732 M
Kekuasaan di Jawa Barat diserahkan kepada putera Sanjaya dari
Tejakencana.
Penerus Sanjaya di Kerajaan Mataram adalah Rakai Panangkaran, putera
Sanjaya dari Sudiwara.
Pemimpin Mataram selanjutnya adalah Rakai Panunggalan, Rakai Warak,
dan Rakai Garung. Rakai Garung memiliki anak yaitu Rakai Pikatan.
Rakai Pikatan, yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya, menikah
dengan Pramodhawardhani (833-856), puteri raja Wangsa Syailendra
Samaratungga.
PENINGGALAN SEJARAH
WANGSA SANJAYA
Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan
adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia.
Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari
kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau
Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya.
Pada masa ini, ditulis karya sastra Ramayana dalam Bahasa Kawi.
SILSILAH
WANGSA SYAILENDRA
Wangsa Syailendra diduga berasal dari daratan Indocina (sekarang
Thailand dan Kamboja). Wangsa ini bercorak Buddha Mahayana, didirikan
oleh Bhanu pada tahun 752.

Pada masa pemerintahan Raja Indra (782-812), Syailendra yang sedang


mengadakan ekspedisi perdagangan ke Sriwijaya melakukan perkawinan
politik: puteranya, Samaratungga, dinikahkan dengan Dewi Tara, puteri raja
Sriwijaya.
SEJARAH
WANGSA SYAILENDRA
Pada awal era Mataram Kuno, Wangsa Syailendra cukup dominan
dibanding Wangsa Sanjaya.

Pada tahun 790, Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla


(Kamboja), kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun.

Rakai Pikatan, yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya, menikah
dengan Pramodhawardhani (833-856), puteri raja Wangsa Syailendra
Samaratungga. Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai
dominan di Mataram, menggantikan Agama Buddha. Rakai Pikatan bahkan
mendepak Raja Balaputradewa (putera Samaratungga dan Dewi Tara).
Tahun 850, era Wangsa Syailendra berakhir yang ditandai dengan larinya
Balaputradewa ke Sriwijaya.
PENINGGALAN SEJARAH
WANGSA SYAILENDRA
Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, diperkirakan pendiri
Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar
824 M. Bangunan raksasa yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani.
Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.
Kehidupan Sosial Budaya
Kerajaan Mataram Hindu secara khusus menerapkan Hinduisme dengan
pembagian masyarakat dalam 4 golongan yaitu Brahmana, Ksatriya,
Waisya dan Sudra.

Brahmana bertanggung jawab atas pengajaran agama Hindu dan


kesusasteraan sehingga rakyat mengenal baca dan tulis dan kesenian.

Ksatriya adalah tentara yang bertanggung jawab untuk menjamin


keamanan kerajaan.

Waisya adalah kaum pedagang yang menjamin tersedianya kebutuhan


rakyat secara keseluruhan.

Sudra adalah kaum pekerja yang semata-mata bekerja untuk mengabdi


kepada raja.

Penerapan golongan ini dilakukan dengan sangat ketat sehingga bagi yang
melanggar akan dihukum dengan berat.
KESIMPULAN
Candi Borobudur dan Prambanan adalah bukti adanya semangat
keagamaan yang menyala-nyala baik dari Raja maupun rakyatnya untuk
membangun monumen yang mengagumkan tersebut.

Mataram Kuno adalah negara pertanian yang didirikan di daerah yang


subur sehingga kekayaan negara dan kemakmuran rakyat berlimpah-
limpah sehingga sanggup membiayai pembangunan kedua Candi tersebut
di atas.

Terbukti semangat keagamaan itu sanggup menghimpun segala


kesanggupan, ketekunan kerja dan semangat gotong royong tanpa pamrih
demi keluhuran agama dan para pemeluknya semata-mata.

Perebutan kekuasaan dan keserakahan diantara anggota keluarga kerajaan


merupakan bukti penyebab keruntuhan kerajaan Mataram Kuno