Anda di halaman 1dari 26

MATERI NAVIGASI DARAT

DIVISI NAVIGASI MALIAPALA


Kampus II: Jln. Haryo Panular No. 18A Telp (0271) 712637 Surakarta 57149
PERANGKAT NAVIGASI

- PETA
- KOMPAS
PETA
Peta adalah
gambaran
sebagian atau
seluruh
permukaan
fisik bumi yang Macam-macam Peta :
diproyeksikan 1. Peta Geografi
secara 2. Peta Topografi
orthogonal 3. Peta Teknik
(tegak lurus) 4. Peta Tematik
pada bidang Ketentuan Peta :
datar dengan 1. Judul Peta
metode dan 2. Keterangan Pembuatan Peta
perbandingan 3. Nomor Peta
skala tertentu. 4. Lembar Derajat
5. Skala Peta
6. Legenda Peta
7. Garis Kontur
Skala Peta

Jarak Peta
Skala peta = ------------------------
Jarak di lapangan

- Dengan perkatan, satu meter berbanding satu kilometer


- Dengan Pecahan, 1 : 100.000
- Dengan Penggambaran,
INTERPRESTASI PETA

1. Menentukan Koordinat
Koordinat adalah nilai bilangan yang menyatakan
kedudukan titik tersebut dalam sistem koordinat yang
digunakan.
Sistem koordinat, antara lain :
- Sistem Graticula
- Sistem Grid
2. Mempelajari Garis Kontur
Kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik
yang berketinggian sama dari permukaan laut.
Sifat Sifat Garis Kontur
1. Garis kontur yang rendah (ketinggiannya) akan mengelilingi garis kontur yang lebih
tinggi (ketinggiannya).
2. Satu garis kontur mewakili satu ketinggian tertentu.
3. Garis kontur tidak akan saling berpotongan dan tidak akan bercabang.
4. Pada daerah yang landai garis kontur akan saling berjauhan.
5. Pada daerah yang terjal garis kontur akan saling merapat, Jika garis kontur bergerigi
(seperti sisir) maka kemiringannya hampir sama atau sama dengan 90.
6. Untuk daerah yang khusus (seperti tebing, kawah, jurang) garis ketinggiannya
digambarkan secara khusus.
7. Garis ketinggian yang menjorok keluar (menjauhi pusat lingkaran) merupakan
punggungan (punggung bukit) dan yang tergambar seperti huruf U.
8. Garis ketinggian yang menjorok ke dalam (mendekati pusat lingkaran) merupakan
lembah tergambar seperti huruf V.
9. Perbedaan tinggi antara dua garis kontur adalah 1 / 2000 x skala peta.
10. Garis ketinggian pembantu menyatakan ketinggian antara (ditengah-tengah) dua garis
kontur.
11. Daerah yang terletak antara dua garis kontur yang sama tingginya tetapi terpisah satu
sama lain tempatnya disebut dengan Pelana (SADEL).
12. Pelana (SADEL) yang terletak diantara dua gunung besar dinamakan PASS.
KOMPAS

Kompas adalah suatu perangkat navigasi


disamping peta yang berfungsi sebagai
petunjuk arah kutub-kutub magnet bumi.
BAGIAN UTAMA KOMPAS :
1. Badan
tempat komponen-komponen kompas berada dan
terlindungi
2. Jarum Magnet
selalu menunjuk arah utara magnetis bumi
pada posisi bagaimanapun (dengan syarat tidak
dipengaruhi medan magnet lain dan jarum tidak
terhambat bergeraknya)
3. Skala Petunjuk
Menunjukan Pembagian derajat/mil sebagai system
satuan arah mata angin.
Macam Macam Kompas :
-Kompas orienterring untuk tujuan praktis tetapi mempunyai akurasi yang
kurang baik. Sering disebut sebagai kompas Silva (nama merk)

- Kompas bidik membutuhkan peralatan navigasi lain untuk kelengkapanya,


tetapi akurasinya sangat tinggi. Kompas bidik ini dapat kita bedakan
berdasar kaca pembacanya : kompas lensa, kompas Prisma, kompas Optik

MENGATUR KOMPAS :
Hilangkan gangguan yang mempengaruhi kerja kompas, terutama yang terbuat dari
logam.
Mengatur kedudukan kompas agar benar-benar berada dalam posisi datar.
Memproyeksikan tempat kedudukan kompas pada titik awal pemberangkatan.
Membidik titik sasaran, yaitu dengan membuat sasaran bidik, celah bidik dan garis
rambut (pisir) kompas berada pada satu garis lurus.
Membaca skala mendatar sudut kompas, yaitu besarnya penyimpangan sudut antar
kutub utara mangnet bumi dengan garis lintasan.
Kompas Silva

Kompas Lensa

Kompas Prisma
Sudut Kompas

Azimuth yaitu besar sudut yang dibentuk antara sasaran bidik


dengan arah utara kompas. Dihitung dari arah utara berputar
searah dengan arah putaran jarum jam.
Back azimuth, yaitu kebalikan atau lawan dari sudut bidik atau
azimuth.
Cara menghitung sudut balik atau back azimuth adalah:
Jika azimuth < 180, back azimuth = azimuth + 180
Jika azimuth > 180, back azimuth = azimuth - 180
Contoh :
Azimuth = 130, maka back azimuth = 130 + 180 = 310
Azimuth = 245, maka back azimuth = 245 - 180 = 65
Catatan : untuk sasaran bidik dipakai benda-benda yang extrim,
yaitu benda yang berbeda dengan benda-benda lain disekitarya
(punya ciri tersendiri, misalnya pemancar) dan tercantum dalam
peta.
NAVIGASI DARAT

Orientasi peta yaitu cara yang benar dalam memegang peta


secara benar, dengan menyamakan kedudukan peta dengan medan
sebenarnya (secara praktis menyamakan utara peta dengan utara
magnetis)
caranya:
Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang
menyolok
Bukalah peta dan kompas.
Letakkan peta pada bidang datar.
Letakkan kompas di atas peta lalu sejajarkan arah utara kompas
(magnetis) dengan utara peta dengan cara memutar peta sehingga
utara peta sejajar dengan utara kompas, dengan demikian letak peta
akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi.
Bila utara peta sudah sama dengan utara kompas berarti cara
memegang peta sudah benar.
Orientasi medan merupakan cara untuk membaca
kenampakan medan dan disesuaikan dengan peta,
juga untuk mengetahui arah dan posisi kita di
lapangan.
Cara :
Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol
disekeliling dan temukan tanda medan tersebut
dipeta, lakukan untuk beberapa tanda medan.
Ingat tanda medan itu, bentuknya dan tempatnya
dimedan sebenarnya maupun dipeta, ingat-ingat
tanda medan yang khas dari setiap tanda medan.
Resection adalah menentukan posisi dipeta dengan menggunakan dua
atau lebih tanda medan yang dikenali, Tidak semua tanda medan harus
kita bidik.

Langkah-langkah melakukan resection:


Lakukan orientasi peta dengan benar, lalu amati situasi kondisi lapangan.
Cari apa saja yang bisa dijadikan titik extrim (tanda medan) yang letaknya
kita ketahui baik di peta maupun di lapangan, lalu kita tandai pada peta.
Bidik kompas ke sasaran bidik (titik extrim) minimal 2 buah (jangan
pindah tempat selama membidik), misalnya tanda medan titik A dan B
kemudian catat titik bidiknya (azimuth).
Hitung back azimuth masing-masing titik.
Tarik garis dari titik A dan B tersebut sebesar perhitungan back azimuth
tadi.
Perpotongan kedua garis tersebut merupakan kedudukan kita pada peta
Intersection yaitu menentukan posisi suatu titik (benda) dipeta
dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali
dipeta dan dilapangan.selain itu digunakan untuk mengetahui atau
memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi
sukar untuk dicapai.disini kita harus yakin posisi kita dipeta,
Caranya:
Orientasi peta
Lakukan resection untuk memastikan posisi kita dipeta, misalnya
titik A dan titik B
Bidikkan kompas kearah sasaran dari posisi kita yang pertama (A)
kemudian kita pindah ke titik kedua (B) kemudian bidikkan kompas
ke arah sasaran.
Catat sudut bidiknya (azimuth).
Tarik garis dari titik A dan B sesuai sudut bidik tadi.
Perpotongan kedua garis tersebut merupakan kedudukannya.
Person to person (man to man) adalah cara yang digunakan bila tidak
dimungkinkan menggunakan titik extrim, karena jarak pandang yang
terbatas misal kabut dan malam hari,
Caranya :
Kelompok dibagi dua, satu sebagai pembidik yang lain sebagai sasaran
bidik.
Sasaran bidik menempatkan diri sesuai jarak pandang pembidik dan
dengan sudut bidik yang dikehendaki.
Pembidik membidik sasaran bidik dengan tepat.
Pembidik menuju sasaran bidik sementara itu sasaran bidik tetap di
tempat.
Setelah pembidik sampai di tempat sasaran, sasaran berlari untuk menjadi
sasaran bidik selanjutnya.
Kemudian pembidik membidik sasaran bidik sesuai dengan sudut bidik
dan begitu seterusnya sampai tujuan.
Catatan : pada saat pembidik menggantikan posisi sasaran bidik
diusahakan letaknya tidak bergeser.
Melambung (ambil langkah atau pinjam langkah) adalah suatu teknik untuk
mengantisipasi jalur yang sulit atau tidak memungkinkan untuk kita lewati,
misalnya terhalang rawa,
Caranya:
Lakukan orientasi medan, arah mana yang paling memungkinkan untuk
menghindar
Kita letakkan suatu tanda yang dapat dilihat dari jarak jauh (lebih baik seorang
rekan kita).
Dari sini kita memutar 90, bila kita memutar ke kiri atau berlawanan dengan arah
jarum jam = sudut bidik (azimuth) - 90, bila memutar ke kanan atau searah jarum
jam = sudut bidik (azimuth) + 90.
Cara membelok : bila pertama ke kiri maka berikutnya ke kanan kemudian ke
kanan lagi, bila pertama ke kanan maka berikutnya ke kiri kemudian ke kiri lagi
(setiap membelok sebesar 90).
Setelah sampai di seberang, bidikkan back azimuth dari sudut bidik mula- mula ke
arah rekan kita yang tinggal atau tanda yang ditinggalkan (sebelum pinjam
langkah).
Bila back azimuth itu sudah pas berarti kita sudah lurus dari arah lintasan tadi.
Selanjutnya kompas kita bidikkan sesuai dengan tujuan semula.
Menentukan arah tanpa kompas :
Dengan tanda-tanda alam :
Kuburan Islam membujur ke utara selatan.
Masjid menghadap ke timur (di Indonesia).
Bagian pohon yang berlumut lebih tebal adalah sisi bagian timur (karena
sinar matahari belum terik).
Sarang semut/serangga biasanya terletak di sebelah barat pepohonan

Dengan perbintangan :
Perhatikan peredaran matahari, matahari terbit dari timur dan terbenam
di barat.
Rasi bintang gubuk penceng/pari perpanjangan diagonal yang memotong
horizontal menunjukkan arah selatan, rasi bintang biduk arah utara, rasi
bintang scorpio arah tenggara/timur langit, rasi bintang orion/waluku arah
barat
Dokumentasi
Matur Suwun .......................

Erna Yuliantika ( Mblegug )


NIPA. 15.23.0009