Anda di halaman 1dari 10

Retina dan Translasi Cahaya

Menjadi Sinyal-Sinyal Neural


Setelah cahaya
sampai ke retina.
Retina terdiri atas
5 lapisan dari
tipe-tipe neuron
yang berbeda,
yakni: receptors,
horizontal cells,
bipolar cells,
amacrine cells,
dan retinal
ganglion cells.
Sel-sel amakrin
dan horizontal
terspesialisasi
untuk komunikasi
Retina terdiri atas 5
lapisan
-Receptors
- Bipolar cells
- Amacrine Cells
- Retinal Ganglion
cells
Untuk mencapai reseptor, cahaya harus melewati 4 lapisan retina
dan kemudian akan balik melalui lapisan retinal ke sel-sel ganglion yang
aksonnya berproyeksi di seluruh bagian retina, sebelum berkumpul dalam
bentuk bundel dan keluar dari bola mata.

Susunan terbalik ini akan mendatangkan 2 masalah,


1. Cahaya yang masuk terdistori oleh jaringan retinal sebelum mencapai
reseptor. Masalah ini dapat diatasi oleh fovea, yaitu daerah retina
untuk melihat detil halus , lapisan sel ganglion yang tipis mengurangi
distorsi cahaya.

2. Agar bundel akson sel ganglion meninggalkan mata, harus ada celah
dilapisan reseptor (blind spot). Masalah ini diatasi dengan completion
(Kelengkapan atau filling in) sistem visual menggunakan informasi dari
reseptor disekitar titik buta untuk memenuhi celah gambar dalam
retina.
- Cone ; reseptor berbentuk
Penglihatan Cone dan Rod
kerucut (spesies yang aktif
di siang hari)
- Rod ; reseptor berbentuk
batang (spesies yang aktif
di malam hari)
- Teori dupleksitas (teori
bahwa con dan rod
memdiasi jenis penglihatan
yang berbeda)
1. Photopic vision (penglihatan
yang dimediasi con)
dominan dalam iluminasi yang
baik, memberi persepsi
berwarna dengan akuitas
tinggi/detil tentang dunia.
2. Scotopic vision (penglihatan
yang dimedasi rod)
Kehilangan detil dan warna
seperi penglihatan fotofik
Sensitivitas Spektral
Sensitivitas Spektral Fotopik
Panjang gelombang cahaya yang
berbeda jatuh di fovea.
Sensitivitas Spektral Skotopik
Panjang gelombang cahaya yang
berbeda jatuh di periferi retina
Gerakan Mata
Mata akan terus menerus bergerak meskipun sudah di
fiksasikan pada sebuah objek.
Gerakan mata fiksasional ada tiga macam, yaitu: Tremor, drift
dan saccade (Tersentak-sentak, atau Fliks/jentikan)
Transduksi Visual : Konversi Cahaya menjadi Sinyal-sinyal
neural
Pigment substansi yang menyerap cahaya (Rhodopsin) dipapari
cahaya terus menerus, mata akan ter-bleached (kehilangan warna) dan
untuk kembali kekeadaan normal harus kembali ke kegelapan.

Rhodopsin Reseptor protein G, menginisiasi sebuah cascode


(pancaran) dalam peristiwa kimiawi intraseluler ketika aktif.