Anda di halaman 1dari 19

KULIAH KE 3

PELAKSANAAN GOVERNANCE
Pendekatan setiap daerah dalam menerap-
kan good governance tidak sama, namun
semua berorientasi pada masyarakat melalui
peningkatan kualitas layanan dan perbaikan
sistem manajemen pemerintahan.
Perbedaan disebabkan setiap daerah
mempunyai masalah dan kondisi yang
berbeda .
Jenis GOOD GOVERNANCE
YANG SERING DILAKUKAN
1. Perbaikan Layanan Masyarakat
2. Perbaikan Sistem Manajemen
3. Pemberdayaan Masyarakat
1. Perbaikan Layanan Masyarakat

a) Perizinan dan Non Perizinan


b) Layanan Publik di Bidang Kesehatan
c) Layanan Publik di Bidang Pendidikan.
a) Perizinan dan Non Perizinan

Bentuk organisasinya cukup variatif, mulai


dari pos, satuan layanan, unit, kantor dan
dinas.
Umumnya seluruh organisasi tersebut telah
mencantumkan secara transparan syarat,
biaya dan prosedur perizinan dan non
perizinan.
b) Layanan Publik di Bidang
Kesehatan
Peningkatan layanan di bidang kesehatan
misalnya Pemkot Pekanbaru yang memberikan
layanan kesehatan gratis diluar tindakan.
Pemkab. Jembrana memberikan pengobatan
gratis untuk semua warga.
Pemkab Gianyar yang memberlakukan
asuransi kesehatan (pilot project) dan program
pemeriksaan gratis khusus perempuan.
(C) Layanan Publik di Bidang
Pendidikan
Pemkab.Jembrana dan Pemkot. Pekanbaru.
Jenis layanannya adalah kebijakan SPP gratis
dan buku gratis.
Kebijakan ini akhirnya dipandang baik oleh
pusat akhirnya membebaskan pembayaran
SPP mulai dari SD sampai SMU pada sekolah
negeri.
2. Perbaikan Sistem Manajemen

a) Tunjangan Kesejahteraan dan Kinerja


b) Manajemen Kinerja.
a) Tunjangan Kesejahteraan dan
Kinerja.
Hampir semua pemerintah daerah yang
didatangi memberikan tunjangan
kesejahteraan kepada pegawainya .
Dasar hukum nya sebagian besar adalah
Keputusan Bupati dengan persetujuan dari
DPRD.).
Proses pemberian tunjangan kesejahteraan
didasarkan pada kehadiran dan atau kinerja.
b) Manajemen Kinerja

Beberapa praktek good governance yang


dilakukan oleh daerah-daerah studi terkait
dengan manajemen kinerja adalah Anggaran
Berbasis Kinerja, Laporan Akuntabilitas
Kinerja Pemerintah (LAKIP), Kontrak Kinerja,
Penilaian Kinerja, Re-Organisasi dan Tata
Kerja, serta Pakta Integritas.
3. Pemberdayaan Masyarakat.

Pemberdayaan yang dilakukan pemerintah


berupa
a. Partisipasi Masyarakat,
b. Revolving Fund,
c. Pengaduan Masyarakat dalam bentuk
SMS,telp, dan Dialog Interaktif.
KUNCI KEBERHASILAN GOOD
GOVERNANCE
1. Komitmen Pimpinan.
2. Dasar Hukum yang kuat
3. Dukungan dari Lingkungan Internal dan
Masyarakat.
4. Inisiatif Internal
1. Komitmen Pimpinan.
Adalah konsistensi pimpinan tertinggi di
daerah yang bersungguh-sungguh
melaksanakan perbaikan tata kelola
pemerintahan di lingkungannya.
Pimpinan berfungsi menjadi penggerak segala
bentuk perubahan dan menjadi pelopor
dalam pelaksanaannya.
2. Dasar Hukum yang kuat
Setiap pelaksanaan kebijakan dalam rangka
perbaikan sistem tata kelola pemerintahan yang
baik, harus memiliki dasar hukum yang kuat, baik
dalam bentuk Peraturan atau Keputusan Kepala
Daerah maupun Peraturan Daerah (Perda).
Dalam rangka keberlanjutan suatu kebijakan tata
kelola pemerintahan yang baik sebaiknya dasar
hukum yang dipakai adalah Perda. Dengan dasar
hukum Perda, walaupun terjadi pergantian
pimpinan daerah, kebijakan masih akan tetap
berjalan.
3. Dukungan dari Lingkungan Internal
dan Masyarakat
Dukungan internal dan masyarakat atas
kebijakan perbaikan tata kelola pemerintahan
sangat diperlukan karena kebijakan tersebut
diciptakan, dikelola dan diperuntukkan bagi
mereka.
4. Inisiatif Internal
Dorongan bagi timbulnya gagasan/inisiatif untuk
memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan yang
baik idealnya muncul dari gagasan-gagasan internal
jajaran pegawai maupun pimpinan yang berada di
lingkungan pemerintah yang bersangkutan.
Perbaikan sistem yang didasarkan pada pendekatan
persuasif dan musyawarah para pengambil kebijakan
daerah, yang kemudian disosialisasikan ke seluruh
jajarannya akan menghasilkan dukungan dan komitmen
yang tinggi bagi seluruh staf.
Kesimpulan
Governance dapat dimaknai paling tidak dalam 3 hal :
1) Governance sebagai sebuah rangkaian proses
pembentukan (pengambilan) kebijakan yang
melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan;

2) Governance sebagai implementasi atau pelaksanaan


kewenangan/kekuasaan untuk mengelola berbagai
urusan negara (dalam arti pelaksanaan kebijakan yang
telah diputuskan);

3) Governance sebagai instrumen negara untuk


mendorong terciptanya kesejahteraan ditengah-tengah
masyarakat.
Konsep governance dikembangkan sebagai
bentuk kekecewaan terhadap konsep
government yang terlalu meletakkan negara
(pemerintah) dalam posisi yang terlalu
dominan
Mengapa Korupsi Sulit
diberantas ?

Peraturan perundangan yang belum memadai


Lemahnya law enforcement
Sikap permisif terhadap korupsi
Kurangnya keteladanan dan kepemimpinan
Sistem penyelenggaraan negara dan
pengelolaan dunia usaha
tidak/kurang mengindahkan prinsip-prinsip
good governance