Anda di halaman 1dari 37

Pembimbing :

dr. Awie Darwizar , Sp.OG

Oleh : faris
Mioma uteri

Case File_Case File_Case File_Case File


RSUD Cianjur
Bangsal Delima
Desember 2013
Identitas Pasien

Nama : Ny. K
Usia : 38 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Masuk RS tanggal : 24/12/2013
No. medrek : 00.69.51.71
(autoanamnesa)

A NAMNESIS
KELUHAN UTAMA

OS mengeluh merasa pegal diperut bagian bawah

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Os mengeluh sakit di bagian perut bagian bawah ketika sedang menstruasi,


dan menghilang ketika selesai menstruasi, os juga mengeluh bahwa
menstruasinya banyak, dan os juga mengeluh nyeri perut di sebelah kiri,
pada pemeriksaan ginekologi di jumpai mioma sebesar 6 bulan kehamilan.
Riwayat Perjalanan Penyakit

Riwayat penyakit dahulu :


OS menyangkal pernah menderita penyakit ini
sebelumnya

Riwayat penyakit keluarga :


Tidak ada riwayat penyakit dalam keluarga

Riwayat Pengobatan :
OS mengaku belum pernah berobat sebelumnya
Anamnesa (alloanamnesa)
Riwayat Perkawinan :
Pernikahan pertama, masih menikah, lama pernikahan 5 tahun.

Riwayat Haid :
Haid Pertama : 12 tahun
Siklus Haid : 28 hari, lama 7 hari, haid teratur, kadang
sakit
HPHT : -
Riwayat Persalinan G (0) P(0) A(0)
NO Temp Penolo Tahu Ater Jenis Peny Sex Ber Keada
at ng n m Persali ulit at an
Bersa nan
lin
Riwayat Alergi :
Alergi makanan disangkal
Alergi obat-obatan disangkal
Alergi debu (-), udara dingin (-)

Riwayat Operasi :
OS menyangkal memiliki riwayat operasi
sebelumnya

Riwayat kebiasaan :
Minum Jamu (-)
Merokok (-)
Alkohol (-)
VITAL SIGNS

PEMERIKSAAN FISIK Nadi : BB : 70 Kg


90x/menit, TB : 162
Keadaan irama nadi
umum cm
teratur, Status gizi
tampak regular, ANTROPOM
sakit kualitas cukup ETRI
KEADAAN
ringan
UMUM TD : 120/80
Kesadara mmHg
n compos RR : 2x/menit
mentis
Suhu : 36
,3oCelcius
Kepala Mata: conjunctiva tak anemis, sklera tak ikterik

Hidung: sekret (-)

Mulut: hiperemis (-), mukosa buccal basah,

Leher KGB: tidak teraba membesar, massa (-)


Thoraks Bentuk dan gerak simetris

VBS ka=ki, sonor, wheezing (-), rhonchi (-)

BJ murni reguler, murmur (-)

Abdomen Terdapat pembesaran uterus, Teraba massa setinggi pusat, Nyeri


Tekan (+).
Ekstremitas Deformitas (-), udem (-), RCT < 2 dtk
Status Lokalis
Pemeriksaan Fisik abdomen

Inspeksi : terlihat ada pembesaran perut bagian bawah


Palpasi : teraba adanya pembesaran uterus, teraba
massa setinggi pusat, nyeri tekan (+)
Hasil Pemeriksaan LAB 24/12/ 2013

Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan

Hemoglobin 11,3 g/dl 11.7 - 15.5

Trombosit 469 ribu/L 150-440

Hematokrit 30 35-47

Leukosit 7.41 ribu/L 3,60-11,00

APTT 29.2 detik 31.0-47.0

HbsAg (-) (-)


Tanggal 24/12/2013
Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan

Hemoglobin 11.3 g/dl 11.7 - 15.5

Pemeriksaan USG
USG : Mioma uteri intramural

Terdapat massa sebesar 6 bulan


kehamilan
DIAGNOSIS
PadaMioma
pasien Uteri
ini, tindakan dilakukan sudah sesuai
dikarenakan pasien
Menurut ACOCG masih
American ingin mempunyai
of Obstetricians and anak
TINDAKAN
Gynecologist ASRM American Society fo Reproductive
Medicine
Indikasi Operatif : Rencana
pembedahan pada pasien denganMiomektomi
mioma uteri adalah :
Tetapi yang lebih cocok dilakukan adalah
Perdarahan uterus yang tidak respon terhadap terapi konservatif
Sangkaan adanya keganasan histerektomi
Dilakukan miomektomi karena atas permintaan
PROGNOSIS
Pertumbuhan mioma pada masa menopause
Infertilitas karena gangguan pada cavum uteri maupun karena oklusi tuba
pasien karena ingin mempunyai anak
Dubia ad bonam
Nyeri & penekanan yang sangat mengganggu
Kenapa ?
Gangguan berkemih maupun obstruksi traktus urinarius
Anemia akibat perdarahan
Sehingga tidak dilakukan histerektomi , &
radioterapi
Penelitian multisenter yang dilakukan pada 114
Status
pasien dengan Pre Operasi
mioma uteri yang diberikan analog
GnRH Terapileuprorelinagonis asetat
GnRH selama
ini dapat6 bulan,
pula ditemukan
Kriteria
Keluhan
pengurangan preoperasi
utama : tidak menurut
volume
ada keluhanAmerican College of
uterus rata-rata 67 %, pada
KU:Mioma
diberikan
Baik submukosa
sebelum dan mioma intramural
pembedahan, karena
Obstetricians
90 wanita Gynecologists
didapatkan (ACOG)volume
pengecilan adalah uterus
merupakan
Kes memberikan
: CM mioma uteri yang
beberapa paling responsif
keuntungan:
sebagai
sebesar berikut
20 %, : dan pada 35 wanita ditemukan
terhadap
TD: mengurangi
130/80 pemberianhilangnyaanalog darahGnRH. Sedangkan
selama
N : Kegagalan
pengurangan
92 volumeuntuk hamilsebanyak
mioma atau keguguran 80 %.
miomapembedahan,
subserosa tidak danresponsif dengan pemberian
dapat mengurangi
S: 36.6 berulang. (pada pasien)
kebutuhan analog
akan transfusiGnRH darah.
RR: 18 Terdapat leiomioma dalam ukuran yang
Sumberkecil
Baziad A. Pengobatan dan berbatas
medikamentosa
: Joedosaputro
mioma tegas.
uteri dengan analog GnRH. Dalam :
MS. Tumor jinak alat genital. Dalam:
Endokrinologi ginekologi edisi kedua. Jakarta : Media Aesculapius FKUI, 2003:;
Pustaka.
Apabila
Sarwono tidak
Prawiroharjo,
151ditemukan
edisi kedua.
Jakarta: 1994; 338-345
156 alasan
Ilmu Kandungan. yang
Yayasan Bina

jelas penyebab kegagalan kehamilan dan


keguguran yang berulang.
Laporan pembedahan
Tindakan pfenensteil, di insisi sampai dengan rongga abdomen
Explorasi : uterus membesar, berbenjol-benjol, terdapat mioma uteri
intramural.
Di korpus belakang : berdiameter 8 cm
Di korpus depan : berdiameter 6 cm
Dan Mioma Uteri Intramural berdiameter 5 cm
Ovarium kiri/tuba kiri (N)
Ditegakkan dx: mioma uteri multiple
Dilakukan : miomektomi multiple
Perdarahan dirawat
Rongga abdomen dicuci
Dinding perut ditutup lapis demi lapis
Jumlah perdarahan : 200 cc
TANGGAL FOLLOW UP TERAPI

24-12-2013 S: Nyeri perut di bag bawah Terpasang infuse


O: KU: Baik RL
Kes : CM Cefotaxime inj /12
TD: 120/80 jam
N : 90 Metronidazole
S: 36.6 infus/12 jam
RR: 20 Kaltrofen supp
Hasil lab : Hb 11,3 No.II
A: Mioma uteri
P: Observasi TTV
25-12-2013 S : Os merasa pusing dan lemas Terpasang infuse
O: KU : Baik RL
Kes : CM Cefotaxime inj /12
TD:120/80 jam
N :100 Metronidazole
S :36,6 infus/12 jam
RR :18 Kaltrofen supp
A: Mioma Uteri No.II
P : obs TTV
26-12- S: - Cefadroxil 2x500mg
2013 O: KU: Baik Asam Mefenamat
Kes : CM 3x500mg
TD: .120/80
Menurut Faisal yatim A 2005 hal (64-67) S.F 1x1
N : 90
S: 36.4
Karena jenis operasi miomektomi ini adalah
RR: 20
oprerasi besar
Hasil lab memerlukan perawatan 3-5 hari
: Hb 10,5
A: Mioma uteri
pasca operasi dan akan meninggalkan jaringan
P:observasi TTV
parut luka pada dinding perut.

Sesuai pada pasien ini

Majalaha kedokteran nusantara, vol.38 september 2005. oleh Budi R. Hadibroto


dep. Obgin Universitas Sumatra Utara
Mioma Uteri

Tumor jinak yang berasal


dari sel otot polos dan
jaringan ikat uterus. Neoplasma jinak yang
Mioma uteri adalah berasal dari otot uterus
neoplasma yang paling dan jaringan ikat yang
menumpangnya,
sering terjadi dalam sehingga sering dikenal
uterus. dengan fibromioma,
leiomioma, atau fibroid
Epidemiologi

Prevalensi mencapai 20 %
Populasi wanita > 30 tahun
Mioma uteri belum pernah terjadi sebelum
menarche
Di Indonesia mioma uteri ditemukan 2,39-
11,7% pada semua penderita ginekologi yang
dirawat.
Etiologi
Apa saja faktor resiko
1 Pada munculnya
pasien : mioma 2
uteri pada
Umur ( pasien ini?
risiko meningkat Paritas (sering terjadi pada
Apa berusia
Pasien
umur 35-48)
saja komplikasi
muda yang
infertil)38 tahun
nulipara atau wanita yang

Masukmungkindalampada pasien
rentang ini?
35-48
3 tahun
Faktor Ras dan Genetik
(meningkat pada pada kulit Pada dasarnya tidak ada
hitam dan riwayat keluarga etiologi pasti mioma uteri
dengan mioma)
Etiopatogenesis

Estrogen
1. Reseptor Estrogen meningkat pada permukaan mioma
2. Vaskularisasi meningkat nutrisi untuk
pertumbuhan mioma

Progesteron : bersifat antagonis Estrogen dengan memecah


17 Hidroksigenase dan menekan reseptor estrogen.

Analog Growth Hormone : memiliki efek sinergis dengan


Estrogen.
Berada di
bawah
endometrium dan
menonjol ke Mioma intramural
dalam rongga (54%) Apabila tumbuh
uterus. keluar dinding uterus
Mioma terdapat sehingga menonjol
di dinding uterus pada permukaan
Mioma submukosum di antara uterus, diliputi oleh
(6,1%) serosa.
serabut
miometrium Mioma subserosum
(48,2%)
Perubahan sekunder
Sesudah menopause ataupun sesudah kehamilan berakhir
Atrofi
mioma uteri menjadi kecil.

sering terjadi usia lanjut. Tumor kehilangan struktur aslinya


Degenerasi menjadi homogen. Dapat meliputi sebagian besar atau hanya
Hialin sebagian kecil dari padanya seolah-olah memisahkan satu
kelompok serabut otot dari kelompok lainnya.

Dapat meliputi daerah kecil maupun luas, sebagian dari mioma menjadi
cair, sehingga terbentuk ruangan-ruangan yang tidak teratur berisi
Degenerasi seperti agar-agar, dapat juga terjadi pembengkakan yang luas dan
kistik bendungan limfe sehingga menyerupai limfangioma. Dengan konsistansi
yang lunak tumor ini sukar dibedakan dari kista ovarium atau suatu
kehamilan
Degenerasi Terutama terjadi pada wanita berusia lanjut oleh
membantu karena adanya gangguan dalam sirkulasi. Dengan
adanya pengendapan garam kapur pada sarang
(calcareus mioma maka mioma menjadi keras dan memberikan
bayangan pada foto rontgen.
degeneration)

Perubahan ini biasanya terjadi pada kehamilan dan


Degenerasi merah nifas. Patogenesis diperkirakan karena suatu
nekrosis subakut akibat gangguan vaskularisasi
(Carneus Pada pembelahan dapat terlihat sarang mioma
seperti daging mentah berwarna merah disebabkan
degeneration) oleh pigmen hemosiderin dan hemofusin

Degenerasi Keadaan ini jarang dijumpai, tetapi dapat terjadi


pada degenerasi hialin yang lanjut, dikenal dengan
lemak sebutan fibrolipoma
Tanda dan gejala klinis
Perdarahan
Dismenore, nyeri perut bagian bawah, nyeri pinggang
Disuria
Obstipasi
Nyeri tekan

pada kasus ini pasien mengeluh adanya nyeri


perut bagian bawah dan nyeri tekan (+)
Anamnesis Diagnosis
Perdarahan
Nyeri perut bagian bawah
Gangguan BAB, BAK
Disfungsi Reproduksi (infertilitas)
Riwayat keluarga

Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan abdomen ditemukan
adanya benjolan pada abdomen dan nyeri
tekan (benjolan bisa tidak beraturan)

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan lab lengkap
USG (transvaginal dan transvaginal)
MRI
Penatalaksanaan medikamentosa

Gonadotropin-releasing hormon (GnRH) agonis GnRH agonis bertujuan untuk


mengurangi ukuran mioma dengan jalan mengurangi produksi estrogen
dari ovarium

Penatalaksanaan operatif

miomektomi
histerektomi
Histerektomi

Miomektomi
Komplikasi

Degenerasi Torsi
Komplikasi
ganas yang dapat terjadi
pada Mioma Uteri Intramural pada
Mioma uteri menjadi leiomiosarkoma
pasien
0,32-0,6 % ini antara lain Mioma : yang bertangkai dapat
50-75% dari semua sarkoma uterus mengalami torsi, sehingga
- Perdarahan timbul nekrosis
- Infertilitas
Kecurigaaan akan
keganasan uterus apabila Mioma yang paling
mioma- uteri
Degenerasi
cepat Ganas
sering terjadi torsi
membesar dan apabila adalah jenis mioma
submukosa pedinkulata
terjadi pembesaran sarang
mioma dalam menopause.
Diagnosis Banding
Adenomiosis
Disfungsi hormonal

Prognosis

Myoma yang kambuh kembali (rekurens) setelah myomektomi


terjadi pada 15-40% pasien dan 2/3-nya memerlukan
tindakan lebih lanjut
Jika ibu ingin hamil kembali maka disarankan untuk SC
Kesimpulan
Pada kasus ini pasien di diagnosis Mioma Uteri berdasarkan
keluhan yaitu merasa pegal dan nyeri pada perut juga
terdapat nyeri tekan abdomen , pada pemeriksaan USG
ditemukan adanya pembesaran sebesar 6 bulan kehamilan
sehingga pada kasus ini dilakukan tindakan operasi dengan
miomektomi atas pertimbangan pasien belum hamil dan
ingin memilki keturunan.
Daftar Pustaka
Soejoenoes A. Morbiditas maternal dan perinatal. Pelatihan
Gawat Darurat Perinatal. Semarang : Badan Penerbit UNDIP,
1991; 1-4.
Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNPAD
Bandung.
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan Edisi ke-4 Cetakan 3.
Jakarta : PT. Bina Pustaka. 2010.
Callen PW, ed. Ultrasonography in Obstetrics and Gynecology.
5th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2007.
Cunningham FG, Gant NF et al. Williams Obstetrics, 21th ed.
Philadelphia : Appleton and Lange, 2006 : 931-937.
Chrisdiono M.Prosedur tetap Obsetri dan Ginekologi, Jakarta,
EGC, 2004, hal 90-93.
Current Diagnosis & Treatment Obstetrics & Gynecology, Tenth
Edition.2007 by The McGraw-Hill Companies. United States of
America.
Terima kasih
banyak