Anda di halaman 1dari 44

Perawatan jaringan keras

gigi pasca perawatan


endodontik
Drg teguh hadianto spkg
Gigi yang telah dilakukan perawatan endodontic akan lebih
rapuh karena kandungan air yang berkurang, kavitas yang
membesar di dalam sehingga enamel tidak mendapat
dukungan dentin dan akibat pengambilan jaringan gigi saat
preparasi kamar pulpa dan saluran akar yang menyebabkan
tekanan fungsional pada tonjol akan menyebabkan
terjadinya fraktur. Restorasi pasca endodontik pada gigi
anterior kadang-kadang memerlukan penguat pada daerah
servikal karena daerah yang paling kritis fraktur. Retensi
tambahan dengan menggunakan sistem pasak dan inti
merupakan pilihan penambah resistensi jaringan gigi.
Penggunaannya selektif dan digunakan pada anatomi yang
mengecil pada daerah servikal, adanya karies pada daerah
servikal dan tekanan kunyah yang besar (bruksism atau
deep bite).
Kegagalan perawatan endodontik

seringkali disebabkan kegagalan restorasinya dibandingkan dengan kegagalan


perawatan endodontik itu sendiri. Kehilangan struktur gigi dalam jumlah besar
dapat mengurangi kekuatan gigi sehingga restorasi harus tepat dan dapat
bertahan dalam jangka waktu lama. Hal ini menyebabkan pemilihan restorasi
setelah perawatan endodontik menjadi
sangat penting.
Pemilihan bahan restorasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
kekuatan mekanis dari bahan restorasi
kekuatan mekanis dari gigi
Estetik
bentuk jaringan gigi yang masih sehat.
Pada perawatan endodontik, seluruh jaringan yang ada pada
ruang pulpa dan saluran akar dibuang. Dan diganti dengan
bahan / obat pengisi saluran akar. Bahan pengisi ini tidak
cukup kuat untuk menahan tekanan yang datang dari gigi
lawan pada proses pengunyahan. Untuk itu diperlukan
kekuatan dalam ruang pulpa dan saluran akar yang sama
dengan kekuatan yang datang dari luar sehingga tidak terjadi
fraktur karena gigi dapat menahan tekanan. Sebuah
penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kekuatan
resistensi pada gigi yang telah dirawat endodontik dan
dibuatkan pasak dengan gigi yang telah dirawat endodontik
tetapi tidak dibuatkan pasak dimana gigi yang dibuatkan
pasak inti lebih bisa bertahan terhadap fraktur dibandingkan
gigi yang tidak dibuatkan pasak inti.
Sebagai pengganti jaringan yang hilang tadi maka dibuatlah
suatu inti (core) yang terbuat dari logam atau bahan lain.
Inti atau core ini satu kesatuan dengan suatu pasak atau
dowel yang masuk ke dalam saluran akar gigi yang telah
dipreparasi, oleh karena itu restorasi ini sering juga
dinamakan sebagai restorasi intraradikuler. Restorasi
mahkota pasak dilakukan pada gigi yang telah mengalami
perawatan endodontik baik pada gigi anterior maupun
posterior.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan mengapa gigi yang telah
dirawat endodontik memerlukan suatu pasak, antara lain :
Gigi yang telah dirawat endodontik menjadi non vital, tetapi jaringan
non vital yang tersisa memiliki kelembaban yang lebih rendah daripada
gigi vital, sehingga gigi menjadi rapuh.
Pada gigi yang telah mengalami perawatan endodontik kontinuitas
jaringan telah terputus akibat dari pembuangan jaringan sehingga
jaringan keras gigi pada daerah mahkota menjadi rapuh apabila hanya
dilakukan dengan pembuatan mahkota jaket saja.
Suplai nutrisi pada gigi post endodontik otomatis terputus sehingga gigi
menjadi rapuh.
Gigi mengalami kehilangan banyak mahkota akibat dari karies.
POST & CORE

Beberapa Pertimbangan Untuk Rancangan Pasak Dan Preparasinya


Tujuan pasak intraradikuler adalah menyediakan retensi dan kekuatan bagi restorasi
mahkota.
1. Jika preparasi pasak terlalu pendek maka akan meyebabkan kemungkinan patah
akar. Tekanan yang ada akan diterima mahkota dan pasak didesak ke akar.
2. Jika preparasi pasak cukup panjang (idealnya 1-1,5 kali panjang mahkota)
tekanan yang diterima akan tersebar ke seluruh akar yang berkontak dengan pasak.
3. Jika preparasi pasak terlalu lebar, akar akan menjadi lemah dan fraktur. Preparasi
yang terlalu lebar mungkin akan menyebabkan perforasi akar. Pasak yang pendek dan
lebar sering mengakibatkan fraktur akar.
4. Jika preparasi dan pasak sempit, kesukaran mungkin akan dijumpai untuk
mencetaknya dan karena fleksibilitas pasaknya, gigi tidak akan menjadi lebih kuat.
Stuktur inti dan pasak secara lengkap

Metode untuk membentuk inti pada gigi sebelum membuat


mahkota pasak
a. Inti komposit yang ditahan dengan pasak dentin
pada gigi masih vital
b. Pasak cor dan inti
c. Pasak kawat wiptam dan inti cor
d. Pasak dan inti siap pakai tipe Charlton
e. Pasak ulir dan inti siap pakai tipe kurer
Macam-macam pasak berdasarkan jenis bahan:

1. Pasak prefabricated metal

Gambar 1. Jenis pasak prefabricated

2. Pasak prefabricated non metal (pasak fiber)

Gambar 2. Berbagai Jenis Pasak Fiber

3. Pasak tuang
Desain pasak:

1.Parallel
2.Tapered
3.Smooth-sided
4.Serrated
5.Threaded
Indikasi pembuatan post & core

gigi yang telah dirawat saluran akar dan akan digunakan


sebagai penyangga bridge
adanya perubahan warna pada gigi dan kemungkinan gigi
fraktur setelah PSA.
gigi yang telah dirawat saluran akar yang cukup panjang
dan lebar.
jaringan periodontal dan periapikal tidak ada kelainan.
Kontraindikasi pembuatan post & core

adanya proses patologis pada jaringan periodontal dan


periapikal, menyebabkan hilangnya dukungan terhadap gigi
yang akan dibuatkan restorasi post & core sehingga akar gigi
mudah fraktur, oral hygiene jelek, memudahkan kontaminasi
bakteri terhadap saluran akar selama perawatan, bentuk dan
diameter akar gigi pendek, kecil, membengkok, tidak
mampu menahan daya kunyah pada saat digunakan, sehingga
akar mudah fraktur.
Macam-macam pasak

Endopost.
Terbuat dari campuran logam mulia dengan ukuran sesuai standar alat
endodontik, yaitu : 70 140. Merupakancampuran emas atau logam mulia
lainnya.
Endowel.
Pasak plastik, ukuran sesuai dengan alat endo 80 140. Pada saat
pengecoran logam pasak ini dapat mencair keluar dari investment.
Parapost.
Pasak plastik ukuran tidak disesuaikan dengan alat endo, tetapi preparasi
saluran akar memakai rotary instrument khusus yang nantinya disesuaikan
panjangnya dengan pasak.
Syarat pasak

menyediakan proteksi maksimal pada akar untuk menghindari terjadinya


fraktur akar
menyediakan retensi maksimal bagi inti dan mahkota
mudah untuk dipasang
mempunyai kekuatan dan resistensi terhadap kelelahan yang tinggi
dapat dilihat secara radiografi
biocompatible
Klasifikasi pasak
A. Prefabricated post

1. Metal fabricated post (dibuat untuk gold alloy, stainless stell, titanium dan
titanium alloys)
2. Carbon fiber post
3. Quartz fiber post
4. Zincronia post
5. Glass fiber post
Keuntungan all ceramic post and core:
Estetik baik
Biokompatibel
Radiopak

Kerugian all ceramic post and core:


Rapuh, sehingga tidak diindikasikan untuk pasien dengan kondisi tekanan pada gigi
yang besar, seperti bruxism
Sangat kaku, sehingga meningkatkan resiko terjadinya fraktur akar maupun pasak
Undercut yang besar pada saluran akar menimbulkan kesulitan pada pembuatan
pola inti
Keuntungan prefabricated metal post:
mudah digunakan
membutuhkan sedikit waktu
retensi baik pada akar terutama yang bergigi tajam dan sisi parallel pasak
radiopak
biaya murah

Kerugian prefabricated metal post:


tidak konservatif karena akar di design untuk menerima pasak
tidak dapat diletakkan pada saluran akar bengkok
estetik buruk
sangat kaku
Keuntungan carbon fiber post:
prosedur klinik dengan waktu kunjungan minimal
kuat, dengan tingkat kekakuan yang rendah dan lebih kuat daripada keramik
maupun metal post
mudah diperbaiki
sedikit waktu kunjungan
modulus elastisitas yang menyerupai dentin

Kerugian carbon fiber post:


warna hitam, estetik buruk
radiolusen, tidak dapat di deteksi secara radiografis
Keuntungan glass fiber post:
terdiri dari serat kaca satu arah yang melekat pada resin matrix yang memperkuat
pasak tanpa mengganggu modulus elastis
estetik dapat diterima
biocompatible
resistensi tinggi terhadap fraktur
mudah diperbaiki

Kerugian glass fiber post:


gambaran radiografi yang buruk
mahal
sensitive terhadap teknik
B. Custom Made Post

Terdiri dari cast yang dibuat sesuai pola langsung di dalam mulut pasien dan
yang di buat sesuai pola secara tidak langsung di dalam laboratorium
2 tipe custom made post:
custom made post and core, biasanya terbuat dari gold alloy, base metal
alloy, Ni-Cr alloy
ceramic custom made post, seluruhnya terbuat dari keramik
Keuntungan custom cast metal post:
Mudah beradaptasi dengan saluran akar yang bentuknya tidak teratur
Sangat kuat
Retensi yang baik untuk inti karena inti adalah suatu bagian yang melekat dari pasak
Biaya sangat efektif untuk gigi yang berakar banyak

Kerugian custom cast metal post:


Memerlukan lebih banyak waktu kunjungan
Sangat kaku sehingga dapat meningkatkan konsentrasi stress pada akar dan mengakibatkan
fraktur pada akar maupun pada pasak
Estetik buruk
Membutuhkan jeda waktu
Cenderung terjadi korosi
Pasak juga dapat diklasifikasikan menjadi:
Active post: pasak aktif terikat secara mekanik dengan dinding saluran akar
Passive or cemented post: tidak terikat dengan dinding saluran akar
Macam-macam mahkota pasak (post crown):

Davis crown
Suatu mahkota yang keseluruhannya terbuat dari porselen dan diberi dowell
dari silver.
Terdapat dua tipe, yaitu;
Ground in type : Pada kasus belum ada kerusakan gigi dibawah permukaan
gusi.
Case base type : Pada kasus dimana terjadi kerusakan gigi di bawah
permukaan gusi.
Richmond crown
Mahkota pasak yang terbuat dari porselen dengan facing dari porselen dan
backing logam. Digunakan pada kasus yang memerlukan kekuatan besar,
misalnya GTC dengan empat insisvus hilang.

Porselen jacket crown dengan dowell crown


Untuk gigi anterior dimana sebagian mahkota klinis masih utuh, tetapi sudah
tidak cukup kuat untuk menahan tekanan daya kunyah.

Akrilik crown
Restorasi pada gigi anterior dimana gigi anterior dalam keadaan berjejal,
sehingga sulit untuk menentukan lebar mesio distal gigi tersebut
Syarat keberhasilan mahkota pasak

Untuk keberhasilan suatu mahkota pasak, harus memenuhi syarat sebagai


berikut:
Pengisian saluran akar yang lengkap, hermetis, sampai ke ujung akar.
Pada akar tidak boleh terdapat peradangan periapikal.
Jaringan pendukung harus dalam keadaan sehat. Tidak terdapat resorbsi
tulang alveolar baik vertikal maupun horizontal.
Jaringan akar masih padat, keras dan dinding saluran akar cukup tebal.
Posisi gigi lawan dalam segala kedudukan rahang bawah menyediakan tempat
yang cukup bagi inti dan mahkota jaket.
Pada gigi yang mengalami apikoektomi rasio panjang akar dengan dowel
crown harus seimbang.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
PEMBUATAN POST CROWN
Pengisian saluran akar
Harus hermetis sampai ke ujung akar
Pengisisan paling baik dengan gutapercha point, setelah satu bulan kontrol dan tidak terdapat
tanda-tanda peradangan; perkusi -, tekan -,mobiliti -
Tidak terdapat peradangan periapikal, seperti tidak ada abses, granuloma, kista maupun over
filling.
Jaringan pendukung sehat, tidak terdapat resorbsi baik vertikal maupun horizontal.
Metode pengisian dengan sectional methode. Metode lain boleh dilakukan dengan cataan
pengambilan gutapercha tidak boleh dengan rotary instrument tetapi menggunakan;
pesoreamers, bur drill dengan putaran rendah, alat plugger yang dipanaskan.
Keadaan mahkota gigi harus sesuai dengan indikasi
Keadaan oklusal
Apabila terdapat cervikal bite,close bite. Ketebalan gigi dalam arah labio-lingual kurang, ini
menjadi indikasi untuk pembuatan mahkota jenis Richmond Crown.
Faktor yang harus diepertimbangkan ketika merencanakan pembuatan pasak
dan inti, yaitu bentuk dan resistensi. Retensi pasak menentukan kemampuan
untuk menahan tekanan vertikal yang dapat mengakibatkan pasak terlepas.
Resistensi pasak menentukan kemampuan pasak dan gigi untuk menahan
tekanan lateral dan rotasional.
Faktor yang mempengaruhi retensi pasak:
panjang pasak
Panjang pasak penting karena potensi fraktur juga ada pada gigi yang sudah
diberi pasak. Lengan dapat terbentuk dari aspek oklusal gigi sampai puncak
tulang alveolar (fulcrum) dan meluas sampai apeks dari pasak gigi dalam akar.
Suatu ilustrasi analogi mengenai potensial fraktur yag lebih besar pada pasak
pendek dibandingkan pasak panjang.
Panjang pasak yang ideal sudah banyak dibicarakan. Goldrich menyarankan
bahwa panjang pasak sebaiknya sama panjang dengan mahkota klinis gigi yang
direstorasi. Cooper menuliskan bahwa panjang pasak maksimal yang ideal sering
sukar dicapai. Kantorowicz menyarankan bahwa panjang pasak sebaiknya paling
sedikit sama dengan panjang mahkota yang sedang direstorasi, tapi bila hal ini
tidak memungkinkan, maka panjang pasak harus diperpanjang sampai dengan 5
mm dari ujung apeks. Shillingburg dkk. menyarankan bahwa panjang pasak harus
dibuat sedemikian rupa sehingga meninggalkan minimal 3 mm dari bahan pengisi
saluran akar pada apeks untuk mempertahankan integritas penutupan saluran
akar.
Perel dan Muroff menyatakan bahwa pasak harus cukup panjang untuk mencegah
terjadinya stres internal yang berlebihan pada akar dan panjangnya harus paling
sedikit setengah panjang akar yang didukung oleh tulang alveolar. Penulis lebih
suka meninggalkan paling sedikit 3 - 5 mm dari bahan pengisi saluran akar dan
memperpanjang pasak sampai paling sedikit setengah panjang akar yang
didukung tulang alveolar bila memungkinkan
Pedoman yang diterima dalam menentukan panjang pasak mencakup:
pasak harus sama panjang dengan panjang mahkota klinis
pasak harus berakhir diantara tulang krestal dan apex gigi
pasak harus sepanjang mungkin tanpa mengganggu apical seal
diameter pasak
diameter pasak memiliki sedikit pebedaan dalam hal retensi, meningkatnya
diameter pasak akan meningkatkan bentuk resistensi namun juga
meningkatkan resiko fraktur akar
keruncingan dan disain pasak.
bermacam-macam tipe pasak yang tersedia:
meruncing, dengan tepi halus
meruncing, dengan tepi bergerigi
sejajar, dengan tepi halus
sejajar, dengan tepi bergigi
bahan luting
Umumnya semen yang digunakan untuk merekatkan pasak adalah zinc fosfat,
polikarboksilat, gic dan bahan komposit berbasis resin.

metode luting
Metode luting juga mempengaruhi retensi dari pasak. Oleh karena bahan luting
sangat rentan terhadap kelembapan di dalam saluran akar harus dalam keadaan
sangat kering.

bentuk saluran akar

posisi pasak pada lengkung gigi


Faktor yang mempengaruhi resistensi pasak:
panjang pasak
kakakuan/kekerasan
adanya faktor antirotasi
adanya ferrule
1. Pemeliharaan struktur gigi
Pemeliharaan struktur gigi harus diusahakan semaksimal mungkin baik pada
bagian koronal maupun dibagian radicular.
2. Efek ferulle
Ferulle adalah suatu benda berbentuk kerah bulat melingkar seperti cincin yang
terbuat dari besi yang digunakan untuk mengepaskan akar atay mahkota dari
gigi. Pada dasarnya, ferulle menguatkan gigi dan melindungi dari tekanan
wedging dan fraktur vertikal.
Efek ferrule

dapat didefinisikan sebagai suatu cincin logam atau topi yang diletakkan di
sekitar ujung suatu alat, kaleng, dll., untuk menambah kekuatan. Efek ini
digunakan pada preparasi pasak dalam bentuk kontrabevel melingkari gigi
(circumferential contrabevel). Kontrabevel ini menguatkan aspek koronal dari
preparasi pasak, menghasilkan suatu dudukan oklusal, dan
bertindak sebagai bentuk antirotasi. Efek ini juga digunakan bila tidak ada
atau sedikit saja sisa mahkota klinis dengan jalan membuat kontrabevel yang
luas pada permukaan akar, Dengan batas akhir preparasi mahkota lebih apikal
daripada unit pasak dan inti. Kemungkinan kegagalan
Semua jenis pasak mempunyai kemungkinan terjadinya kegagalan namun
berbeda-beda tingkat persentasenya.
Kegagalan dari inti dan pasak dapat terjadi dalam bentuk:
fraktur pasak
fraktur akar
fraktur inti
keluarnya pasak
Kemungkinan diperbaiki
Idealnya jenis pasak yang dipilih harus dapat dengan mudah diperbaiki apabila
terjadi kegagalan perawatan endodontic atau kegagalan dari inti dan pasak.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat
preparasi dari ruang saluran akar dan gigi untuk
menerima inti dan pasak

merencanakan panjang dan diameter dari pasak yang sesuai dengan bentuk dan
jenis gigi
mengangkat gutta perca
preparasi ruang saluran akar menggunakan Gates-Glidden dril atau Peeso Reamers
Melakukan preparasi mahkota gigi dengan mengikuti preparasi saluran akar
Membuag seluruh struktur gigi yang tidak mendukung
Membuat desian anti rotasi dengan bantuan bur diamond silindris atau bur carbide
Efek ferrule akan tibul setelahnya. Ferrule mamastikan bahwa hasil akhir restorasi
mengelilingi apical gigi ke pasak dan bersandar pada struktur gigi yang sehat
Menghilangkan seluruh sudut yang tajam, undercut dan dibuat garis akhir yang
halus
Syarat ideal bahan inti

biokompatibel
mudah dimanipulasi
dapat berikatan dengan struktur gigi dan pasak
koefisien pemuaian akibat panas mirip dengan dentin
menyerap air seminimal mungkin
dimensi stabil
tidak ada reaksi kimia
biaya murah
mudah didapat
Macam bahan inti yang tersedia:
amalgam
glass ionomer dengan modifikasi resin
resin komposit
GIC yang telah dikuatkan
Mahkota (crown)

adalah restorasi rigid sebagian/ seluruh mahkota yang disemenkan. Rekonstruksi kembali gigi yang
kerusakannya lebih besar daripada gigi yang sehat.
Indikasi:
1. Gigi non vital yang fraktur melebihi setengah mahkota klinis
2. Gigi yang telah dirawat endodontik, sedangkan sisa gigi tidak mungkin dilakukan penumpatan
langsung
3. Karies yang meluas sampai menghilangkan cusp gigi
4. Jaringan periodontal sehat
5. Tidak ada riwayat alergi pada bahan mahkota pasak
6. Gigi antagonisnya masih bagus sehingga tidak menjadi iritasi pada bagian mukosa palatal.
7. Retensi pada gigi yang akan diberi mahkota masih baik dalam artian masih mampu menerima
beban mahkota pasak itu sendiri
8. Akar gigi masih bagus.
Memperbaiki iklinasi gigi dengan batas-batas atau ketentuan tertentu
Kontraindikasi:
1. Karies pada gigi masih belum meluas masih tergolong pit dan fissure
2. Jaringan pendukung tidak memungkinkan adanya mahkota karena adanya
periodontitis kronis
3. Tidak adanya gigi antagonis sehingga menyebabkan mukosa palatal iritasi
4. Gigi yang akan dibuatkan mahkota masih vital
5. Gigi dengan kelainan periapikal menetap
6. Oral hygiene buruk
Pertimbangan Untuk Membuat Restorasi
1. Gigi yang telah dirawat PSA mungkin lebih brittle dan mudah patah. Hal
ini dikarenakan kandungan air pada jaringan keras lebih sedikit dibandingkan
pada gigi dengan pulpa vital.
2. Hubungan dengan gigi antagonis
3. Sisa jaringan keras (mahkota gigi)
4. Struktur jaringan penyangga gigi
Onlay

Indikasi:
- Gigi post endo
- Restorasi gigi posterior
- Kerusakan restorasi amalgam
- Restorasi proksimal gigi posterior (kavitas mesial dan distal)

Kontraindikasi:
Dinding bukal dan lingual sudah rusak
Mahkota klinis pendek