Anda di halaman 1dari 9

BELERANG (S)

Zaenal Arifin
Peranan Belerang
1. Penyusun asam amino methionin dan cystein
2. Sbg penyusun vitamin tertentu yakni biotin dan
thiamine
3. Sbg pengatur dlm sintesa zat hijau daun
4. Pengatur percepatan perkembangan akar
5. Sbg suatu sistem redok dan menggiatkan enzim-enzim
tertentu dlm sistem pernafasan

Kekurangan S menyebabkan:
1. Tan kerdil dan kurus
2. Daun muda berwarna hijau sangat muda sampai
kekuningan
3. Bagi legum pembentukan nodul terhambat
4. Pemasakan buah dan biji terhambat
Peranan Belerang
1. Penyusun asam amino methionin dan cystein
2. Sbg penyusun vitamin tertentu yakni biotin dan
thiamine
3. Sbg pengatur dlm sintesa zat hijau daun
4. Pengatur percepatan perkembangan akar
5. Sbg suatu sistem redok dan menggiatkan enzim-enzim
tertentu dlm sistem pernafasan

Kekurangan S menyebabkan:
1. Tan kerdil dan kurus
2. Daun muda berwarna hijau sangat muda sampai
kekuningan
3. Bagi legum pembentukan nodul terhambat
4. Pemasakan buah dan biji terhambat
Belakangan ini S penting krn:
1. Kecendrungan penggunaan pupuk beranalisis tinggi
tanpa pengikut sertaan S, kalaupun ada berkadar
sangat rendah
2. Penggunaan pestisida bebas S
3. Adanya kecendrungan masyarakat mencari udara
segar bebas pencemaran, menjauhi daerah
perindustrian dpt memacu kekurangan S
4. Pengangkutan S melalui panen ditingkatkan terus dgn
pemupukan berat, memperbesar kehilangan S dlm
tanah
5. S yg diangkut lewat panen tidak dikembalikan ke
tanah yg jumlahnya hampir sama dgn P
Sumber S
Batuan plutonik. Pelapukan batuan diikuti oleh
dekomposisi mineral , kmd sulfida dioksidasikan shg
sulfat dibebaskan. Sulfat inilah yg diserap tan
Dari Atmosfer. Pembakaran bahan bakar, terutama batu
bara membebaskan dioksida belerang (SO2) dan
senyawa-senyawa belerang lain ke atmosfer, yg kmd
turun bersama air hujan
S yg terikat scr organik, pd sisa tan sbgan besar berupa
protein
Daur Belerang

1
Min sulfida Sulfat Mineral
Tanah 2 (SO-4)

2 1 1

Sulfur
(S)

Ket: 1: oksidasi 2: reduksi


Perangai S dlm tanah
1. Mineralisasi yakni perubahan S orgaik menjadi S an
organik yg dilakukan oleh mikroorganisme tanah
2. Immobilisasi. Mikroorganisme yg aktif bekerja
mensintesa S anorganik menjadi s organik yg
menyusun tubuhnya, shg kurang tersedia bagi tan
3. Oksidasi dan reduksi
H2S + 2O2 H2SO4
Sulfat yg terbentuk tidak mantap dlm situasi anaerob,
mk direduksi oleh bbrp bakteri spt:Desulfovibrio dan
Desulfotomaculum
2(R-CH2OH) + SO2-2 (R-COOH) + 2H2O + S2-
alkohol asam karboksilat