Anda di halaman 1dari 21

PRINSIP PRINSIP LEGAL

DALAM PRAKTIK
KEPERAWATAN
BRIAN.,M.Kep
Praktik keperawatan yang aman memerlukan pemahaman tentang
batasan legal yang ada dalam praktik perawat. Sama dengan semua
aspek keperawatan, pemahaman tentang implikasi hukum dapat
mendukung pemikiran kristis perawat. Perawat perlu memahami
hukum untuk melindungi hak kliennya dan dirinya sendiri dari
masalah. Perawat tidak perlu takut hukum, tetapi lebih melihat hukum
sebagai dasar pemahaman terhadap apa yang masyarakat harapkan
dari penyelenggara pelayanan keperawatan yang profesional.
PENGERTIAN PRINSIP-PRINSIP ETIS DALAM
KEPERAWATAN
Etika merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ethos,
yang berarti kebiasaaan atau model perilaku, atau standar yang
diharapkan dan criteria tertentu untuk sesuatu tindakan, dapat
diartikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pertimbangan
pembuatan keputusan, benar atau tidaknya suatu perbuatan. Etika
merupakan pengetahuan moral dan susila, falsafah hidup, kekuatan
moral, sistem nilai, kesepakatan, serta himpunan hal-hal yang
diwajibkan, larangan untuk suatu kelompok atau masyarakat dan
bukan merupakan hukum atau undang-undang.
ISI PRINSIP-PRINSIP ETIS DALAM
KEPERAWATAN
Praktik keperawatan yang aman memerlukan pemahaman tentang batasan legal
yang ada dalam praktik perawat. Sama dengan semua aspek keperawatan,
pemahaman tentang implikasi hukum dapat mendukung pemikiran kristis perawat.
Perawat perlu memahami hukum untuk melindungi hak kliennya dan dirinya sendiri
dari masalah. Perawat tidak perlu takut hukum, tetapi lebih melihat hukum sebagai
dasar pemahaman terhadap apa yang masyarakat harapkan dari penyelenggara
pelayanan keperawatan yang profesional.
ISI DARI PRINSIP PRINSIP LEGAL DAN
ETIS
1. Autonomi ( Otonomi )
Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis
dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan
memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau
pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk
respek terhadap seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan
bertindak secara rasional. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan
individu yang menuntut pembedaan diri.Praktek profesional merefleksikan otonomi
saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang
perawatan dirinya.
ISI DARI PRINSIP PRINSIP LEGAL DAN
ETIS
2. Beneficience ( Berbuat Baik )
Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan,memerlukan
pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan
dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang,dalam situasi
pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi.
3. Justice ( Keadilan )
Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap oranglain
yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai
inidirefleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapiyang
benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh
kualitas pelayanan kesehatan
ISI DARI PRINSIP PRINSIP LEGAL DAN
ETIS
4. Nonmal eficience ( Tidak Merugikan )
Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.
5. Veracity ( Kejujuran )
Prinsip ini berarti penuh dengan kebenaran. Nilai diperlukan oleh pemberi pelayanan
kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan
bahwa klien sangat mengerti. Prinsip ini berhubungan dengan kemampuan seseorang
untuk mengatakan kebenaran.
6. Fidellity (Metepati Janji)
Prinsip ini dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang
lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia
pasien.
ISI DARI PRINSIP PRINSIP LEGAL DAN
ETIS
7. Confidentiality ( Kerahasiaan )
Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi
klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya
boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien.
8. Accountability ( Akuntabilitas )
Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang professional
dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali.
ISI DARI PRINSIP PRINSIP LEGAL DAN
ETIS
9. Informed Consent
Informed Consent terdiri dari dua kata yaitu informed yang berarti telah
mendapat penjelasan atau keterangan (informasi), dan consent yang berarti
persetujuan atau memberi izin. Jadi informed consent mengandung pengertian
suatu persetujuan yang diberikan setelah mendapat informasi. Dengan demikian
informed consent dapat didefinisikan sebagai persetujuan yang diberikan oleh
pasien dan atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medis yang
akan dilakukan terhadap dirinya serta resiko yang berkaitan dengannya.
4 HAL PRINSIP LEGAL ETIK

1. MALPRAKTIK
2. KELALAIAN
3. PERTANGGUNGGUGATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN
4. PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PRAKTK KEPERAWATAN
4 HAL PRINSIP LEGAL ETIK

1. MALPRAKTIK
Malpraktik adalah praktek kedokteran/keperawatan yang salah atau tidak sesuai
dengan standar profesi atau standar prosedur operasional.
Malpraktik adalah kelalaian dari tenaga kesehatan dalam menerapkan keterampilan
dan pengetahuannya di dalam memberikan pelayanan pengobatan dan perawatan
terhadap seorang pasien yang lazim diterapkan dalam mengobati dan merawat orang
yang sakit atau terluka.
MALPRAKTIK

Kriminal Malpraktik
Apabila perbuatan tersebut merupakan kesengajaan, kelalaian, kecerobohan.
Pertanggungjawaban di depan hukum adalah bersifat personal/individual
Contoh :
Kesengajaan : Melakukan euthanasia tanpa indikasi medis (pasal 344 KUHP),
melakukan aborsi tanpa indikasi medis (pasal 299 KUHP)
Kecerobohan : Melakukan tindakan medis tanpa persetujuan pasien (informed
consent)
Kelalaian : Kurang hati-hati mengakibatkan luka, cacat, meninggalnya pasien dan
ketinggalan klem di dalam perut saat melakukan operasi
MALPRAKTIK

Civil Malpraktik

- Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan

- Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi


terlambat melakukannya

- Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi


tidak sempurna melakukannya
MALPRAKTIK

Administratif Malpraktik
Tenaga kesehatan telah melanggar hokum administrasi
Contoh : tentang persyaratan bagi tenaga keperawatan untuk
menjalankan profesinya ( SIK, SIP), batas kewenangan serta
kewajiban tenaga keperawatan.
KELALAIAN
KELALAIAN
Definisi
Kelalaian dapat bersifat ketidaksengajaan, kurang teliti, kurang hati-
hati, acuh tak acuh, sembrono, dan tidak perduli terhadap kepentingan
orang lain.
Kelalaian bukan suatu pelanggaran hukum atau kejahatan, jika
kelalaian tidak sampai membawa kerugian atau cedera kepada orang
lain dan orang tersebut menerimanya.
PERTANGGUNGGUGATAN DAN
PERTANGGUNGJAWABAN

Pertanggunggugatan
Pertanggunggugatan yaitu suatu tindak gugatan apabila terjadi suatu
kasus tertentu
Contoh :
Ketika dokter memberi instruksi kepada perawat untuk memberikan
obat kepada pasien tetapi ternyata obat yang diberikan itu salah, dan
mengakibatkan penyakit pasien bertambah parah dan merenggut
nyawa pihak keluarga dapat menggugat dokter atau perawat tersebut.
PERTANGGUNGJAWABAN

Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban yaitu suatu konsekuensi yang harus diterima
seseorang atas perbuatannya.
Contoh :
Jika ada kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan dan tidak bisa diterima oleh keluarga pasien maka tenaga
kesehatan bertanggung jawab atas kelalaian dan kesalahannya.
PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PRAKTK
KEPERAWATAN
Ada beberapa alasan mengapa Undang-Undang Praktik Keperawatan dibutuhkan.
Pertama, alasan filosofi. Perawat telah memberikan konstribusi besar dalam
peningkatan derajat kesehatan. Perawat berperan dalam memberikan pelayanan
kesehatan mulai dari pelayanan pemerintah dan swasta, dari perkotaan hingga
pelosok desa terpencil dan perbatasan. Tetapi pengabdian tersebut pada
kenyataannya belum diimbangi dengan pemberian perlindungan hukum, bahkan
cenderung menjadi objek hukum. Perawat juga memiliki kompetensi keilmuan, sikap
rasional, etis dan profesional, semangat pengabdian yang tinggi, berdisiplin, kreatif,
terampil, berbudi luhur dan dapat memegang teguh etika profesi.
UNDANG UNDANG TENTANG PRAKTEK
KEPERAWATAN
1. UU No. 6 tahun 1963 tentan Tenaga Kesehatan. UU ini merupakan penjabaran dari
UU No. 9 tahun 1960. Undang- undang ini membedakan tenaga kesehatan sarjana
dan bukan sarjana. Tenaga sarjana meliputi dokter, apoteker, dan dokter gigi.
Tenaga perawat termasuk tenaga yang bukan sarjana atau tenaga kesehatan
dengan pendidikan rendah. UU ini boleh dikatan sudah usang, karena dalam UU ini
juga tercantum berbagai jenis tenaga sarjana keperawatan seperti sekarang ini.
2. 2. UU Kesehatan No. 18 tahun 1964 mengatur tentang Wajib Kerja Paramedis. Pada
pasal 2, ayat (3) dijelaskan bahwa tenaga kesehatan sarjana muda, menengah, dan
rendah wajib menjalankan wajib kerja pada pemerintah selama 3 tahun. Dalam UU
ini, lagi- lagi posisi perawat dinyatakan sebagai tenaga kerja pembantu bagi
tenaga kesehatan akademis termasuk dokter.
UNDANG UNDANG TENTANG PRAKTEK
KEPERAWATAN

3. Dalam SK Menkes No. 262/Per/Vll/1979 tahun 1979 yan membedakan paramedis


menjadi dua golongan yaitu golongan medis keperawatan (termasuk bidan) dan
paramdis non keperawatan. Dari aspek hukum, suatu hal yang perlu dicatat di sini
bahwa tenaga bidan tidak terpisah tetapi juga termasuk katagori keperawatan.

4. Permenkes No. 363/Menkes/Per/XX/1980 tahun 1980, pemerintah membuat suatu


peryataan yang jelas perbedaan antara tenaga keperawatan dan bidan.