Anda di halaman 1dari 42

Teori merupakan salah satu aspek pengetahuan yang

dapat membantu perawat dalam memberikan


perawatan yang berkualitas kepada klien.

Teori adalah kumpulan konsep, definisi, dan usulan yang


memproyeksikan sebuah pandangan sistematis tentang suatu
fenomena dengan merancang hubungan khusus antar konsep
guna menggambarkan, menjelaskan, memprediksi dan atau
mengendalikan fenomena yang ada (Asmadi, 2008).

Menurut Fawcett dalam Potter,Perry (2009), sebuah teori adalah


suatu cara melihat melalui suatu kumpulan kenyataan dan
konsep khusus secara relatif dan proporsinya dalam
menggambarkan atau hubungannya dengan konsep .
Keperawatan sebagai ilmu harus
didukung oleh teori teori keperawatan
yang penting untuk pengembangan
profesionalisme keperawatan.

teori keperawatan sebagai usaha untuk


menguraikan dan menjelaskan berbagai
fenomena dalam keperawatan
(Hutahaea, S, 2010).

Teori keperawatan adalah konseptualitas dari


beberapa aspek keperawatan untuk mencapai
tujuan menggambarkan, menjelaskan,
memperkirakan dan atau pelaksanaan asuhan
keperawatan (Meleis dalam Potter Perry,
2009).
DEFINISI
ASUMSI/
KONSEP PROPORSI

FENOMENA
Fenomena adalah Konsep membantu
sebuah aspek realitas untuk menjelaskan
yang dirasakan secara atau memberi nama
sadar atau dialami fenomena.
manusia

Definisi menggambarkan Asumsi merupakan


aktivitas untuk mengukur pernyataan yang
konsep, hubungan, atau menjelaskan sifat konsep,
variabel dalam sebuah definisi, tujuan, hubungan
teori dan struktur teori
Teori
utama Teori
mempu Teori Deskriptif Teori
menjelaskan preskriptif
nyai menengah fenomena, merupakan
cakupan mempu menceritakan tindakan
yang luas, nyai cakupan mengapa berorientasi
kompleks, fenomena itu dan uji
yang terjadi dan
dan validitas serta
terbatas dan menggambar perkiraan dari
membutuh kurang intervensi
kan akibat dari
kan abstrak. fenomena keperawatan
penelitian tersebut.
khusus.
Teori

Pengetahuan Keperawatan

Praktik Keperawatan
1. Teori Nightingale
Florence Nightingale merupakan model awal
keperawatan yang dikenal sebagai teori
keperawatan modern (Modern nursing)
Titik berat teori ini adalah pada aspek lingkungan
Komponen lingkungan yang berpengaruh pada
kesehatan antara lain; udara segar, air bersih,
saluran pembuangan yang efisien, kebersihan,
cahaya.
Aspek lingkungan yang diutamakan
adalah ventilasi yang cukup bagi klien.

Komponenlain adalah cahaya matahari


yang memadai

Komponen lain yang harus diperhatikan


juga oleh perawat adalah ketenangan,
kehangatan dan makanan
2. Virginia Henderson
Henderson memperkenalkan definition of Nursing
(Definisi keperawatan).
definisi keperawatan harus menyertakan prinsip
keseimbangan fisiologis
tugas unik perawat adalah membantu individu baik
dalam keadaan sakit maupun sehat melalui upayanya
melaksanakan berbagai aktivitas guna mendukung
kesehatan dan penyembuhan individu, yang dapat
dilakukan secara mandiri oleh individu saat ia
memiliki kekuatan, kemampuan, kemauan, atau
pengetahuan.
Henderson juga mengembangkan sebuah model
keperawatan yang dikenal dengan The Activities
of Living Model tersebut menjelaskan bahwa
tugas perawat adalah membantu individu dalam
meningkatkan kemandiriannya secepat mungkin
Konsep utama dalam Teori Henderson yi;
manusia, keperawatan, kesehatan, dan lingkungan.
Manusia
kebutuhan dasar manusia terdiri atas 14
komponen yang merupakan komponen
penanganan perawatan sebagai berikut :
1. Bernafas secara normal
2. Makan dan minum yang cukup
3. Membuang kotoran tubuh
4. Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan
5. Tidur dan istirahat
6. Memilih pakaian yang sesuai
7. Menjaga suhu tubuh tetap dalam batas normal dengan
menyesuaikan pakaian dan mengubah lingkungan
8. Menjaga tubuh tetap bersih dan terawatt serta
melindungi integument
9. Menghindari bahaya lingkungan yang bisa melukai
10. Berkomunikasi dengan orang lain dalam
mengungkapkan emosi, kebutuhan. Rasa takut atau
pendapat
11. Beribadah sesuai keyakinan
12. Bekerja dengan tata cara yang mengandung unsur
prestasi
13. Bermain atau terlihat dalam berbagai kegiatan rekreasi
14. Belajar mengetahui atau memuaskan rasa penasaran
yang menuntun pada perkembangan normal dan
kesehatan serta menggunakan fasilitas kesehatanyang
tersedia.
Keperawatan
Perawat mempunyai fungsi independence didalam
penanganan perawatan berdasarkan KDM (14
komponen).
Fungsi perawat harus memiliki pengetahuan
biologis maupun sosial

Kesehatan
Sehat adalah kualitas hidup yang menjadi dasar
seseorang dapat berfungsi bagi kemanusiaan
Individu akan meraih atau mempertahankan
kesehatan bila mereka memiliki kekuatan, kehendak,
serta pengetahuan yang cukup.

Lingkungan
hal yang perlu diperhatikan terkait dengan aspek
lingkungan :
1. Individu yang sehat mampu mengontrol
lingkungannya namun kondisi sakit akan menghambat
kemampuan tersebut
2. Perawat harus mampu melindungi pasien dari cedera
mekanis
3. Perawat harus memiliki pengetahuan tentang
keamanan lingkungan
4. Dokter menggunakan hasil observasi dan
penilaian perawat sebagai dasar dalam
memberikan resep
5. Perawat harus meminimalkan peluang terjadinya
luka melalui saran-saran tentang konstruksi
bangunan dan pemeliharaannya
6. Perawat harus tahu tentang kebiasaan sosial dan
praktik keagamaan untuk memperkirakan adanya
bahaya.
3. Imogene King
Teori yang dikembangkan King adalah Theory of
Goal Attainment atau teori pencapaian tujuan
Teori pencapaian tujuan ini menggambarkan sifat
hubungan perawat klien yang membawa pada
pencapaian tujuan
Tujuh hipotesis yang dikemukakan King pada
teori pencapaian tujuan yaitu :
a. Kesesuaian persepsi dalam interaksi
perawat-pasien akan meningkatkan
penetapan tujuan bersama
b. Komunikasi antara perawat pasien dan
menghasilkan kepuasan
c. Kepuasan perawat pasien
d. mengurangi stress dan kecemasan dalam
situasi keperawatan
e. meningkatkan pembelajaran klien dan
kemampuan koping dalam situasi
keperawatan
f. Konflik peran yang dialami oleh pasien,
perawat atau keduanya mengurangi
transaksi dalam interaksi perawat pasien
g. Kesesuaian antara peran yang diharapkan
dan peran yang ditampilkan meningkatkan
transaksi dalam interaksi perawatpasien.

Teori pencapaian tujuan King mengembangkan


8 prediksi proporsi :
a. Jika persepsi yang akurat ada dalam interaksi
perawat-klien transaksi akan terjadi
b. Jika perawat dan klien melakukan transaksi, tujuan
akan tercapai
c. Jika tujuan tercapai, kepuasan akan terjadi
d. Jika tujuan tercapai, keefektifan asuhan keperawatan
akan terjadi
e. Jika transaksi dilakukan dalam interaksi perawat
klien, pertumbuhan dan perkembangan akan baik
f. Jika perawat dan klien merasakan kesesuaian antara
peran yang diharapkan dan peran yang ditampilkan,
transaksi akan terjadi
g. Jika konflik peran dialami oleh perawat atau klien
atau keduannya, stress dalam interaksi perawat
klien akan terjadi
h. Jika perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan
komunikasi informasi yang sesuai dengan klien,
penetapan dan pencapaian tujuan bersama akan
terjadi.
4. Dorothea E. Orem
Teori Orem ini dikenal sebagai self care deficit theory,
terdiri atas tiga teori yang terkait yaitu teori self care,
teori self care deficit dan teori nursing system.

a. Teori self care memberi kontribusi bagi integritas


structural fungsi dan perkembangan manusia
Kebutuhan perawatan diri ;
pemeliharaan udara, air/cairan, makanan,
proses eliminasi normal, keseimbangan antara
aktivitas dan istirahat,
keseimbangan antara solitude dan interaksi sosial,
pencegahan bahaya bagi kehidupan,
fungsi dan pekembangan individu dalam
kelompok sosial sesuai dengan potensi,
keterbatasan,
keinginan untuk normal.
b. Teori self care deficit seseorang tidak
dapat memelihara diri sendiri
Lima metode bantuan menurut Orem yaitu
tindakan keperawatan,
bimbingan kesehatan,
dukungan fisik maupun psikis,
menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan
perkembangan personel dalam memenuhi
kebutuhan saat ini dan yang akan datang,
pendidikan kesehatan
c. Teori Nursing system
Sistem keperawatan dibentuk ketika perawat
menggunakan kemampuannya untuk menetapkan,
merancang, dan memberi perawatan kepada
pasien baik individu maupun kelompok

Tiga tingkatan dalam asuhan keperawatan ;


Total care
Parsial care
Self care
5. Martha E. Rogers
Teori ini berfokus pada proses kehidupan manusia,
menurutnya kehidupan seseorang dipengaruhi oleh
alam sebagai lingkungan hidup manusia serta pola
pertumbuhan dan perkembangan seseorang.
Teori Rogers dan konsep utama kep.
Keperawatan profesi yang menggabungkan
unsur ilmu pengetahuan dan seni
Individu satu kesatuan yang tidak bisa
disederhanakan manifestasi karakteristik yang melebihi
dan bahkan berbeda dari bagian-bagiannya
Lingkungan suatu medan energy empat
dimensi yang tidak dapat disederhanakan,
dicirikan oleh pola dan manifestasi karakter yang
berbeda dengan bagian-bagiannya
Lingkungan mencakup segala sesuatu yang berada
diluar manusia.
Kesehatan kesehatan positif (positive
health) untuk menunjukkan kondisi bugar
(wellness) dan tidak adanya penyakit dan penyakit
parah
6. Sister Calista Roy
Sister Calista Roy mengembangkan model
adaptasi dalam keperawatan pada tahun 1964.
Keperawatan dilihat sebagai kegiatan yang
mengacu kepada kemampuan individu untuk
beradaptasi.
Asumsi dasar model Roy adalah :
a. Individu.
Individu adalah makhluk bio-psiko-sosial sebagai
satu kesatuan yang utuh.
b. Koping. Setiap orang menggunakan koping
baik yang bersifat positif maupun negative untuk
dapat beradaptasi. Kemampuan beradaptasi
seseorang dipengaruhi oleh tiga komponen yaitu :
1). penyebab utama terjadi perubahan, 2). Kondisi
dan situasi yang ada, 3). Keyakinan dan
pengalaman seseorang dalam beradaptasi
c. Berespon terhadap kebutuhan fisiologis.
melakukan peran dan fungsi secara optimal untuk
memelihara integrasi diri.
d. Rentang sehat sakit. Berhubungan erat
dengan keefektifan koping yang dilakukan untuk
memelihara kemampuan beradaptasi.
Menurut Roy, respon yang menyebabkan
penurunan integrasi tubuh adanya suatu
kebutuhan individu berespon terhadap
kebutuhan melalui upaya atau perilaku tertentu.
Kebutuhan oleh Roy adalah kebutuhan fisiologis,
kebutuhan akan konsep diri yang positif berfokus
pada persepsi diri yang meliputi kepribadian,
norma, etika dan keyakinan seseorang.
Kemandirian lebih difokuskan pada kebutuhan
dan kemampuan melakukan interaksi sosial
termasuk kebutuhan akan dukungan orang lain.
Kesimpulan Menurut Roy,
individu, lingkungan, Sehat diperlukan peran
perawat untuk membantu pasien beradaptasi
terhadap perubahan yang ada.
7. Jean Watson
Teori Jean Watson yang dipublikasikan dalam
keperawatan adalah Human Science and Human
Care. Watson percaya bahwa focus utama dalam
keperawatan adalah pada carative factor yang
bermula dari perspektif humanistic yang
dikombinasikan dengan dasar pengetahuan ilmiah.
Filosofi humanistic dan system nilai memberi
fondasi yang kokoh bagi ilmu keperawatan,
sedangkan dasar seni dapat membantu perawat
mengembangkan visi serta nilai-nilai dunia dan
keterampilan berpikir yang kritis.
Asumsi Dasar tentang Ilmu Keperawatan Watson
Asuhan keperawatan dapat dilakukan dan dipraktikkan
secara interpersonal
Asuhan keperawatan terlaksana oleh adanya faktor
carative yang menghasilkan kepuasan pada kebutuhan
manusia
Asuhan keperawatan yang efektif dapat meningkatkan
kesehatan dan perkembangan individu dan keluarga
Respons asuhan keperawatan tidak hanya menerima
seseorang sebagaimana mereka sekarang, tetapi juga
pada hal-hal yang mungkin terjadi padanya nanti
Lingkungan asuhan keperawatan adalah sesuatu yang
menawarkan kemungkinan perkembangan potensi dan
memeberi keleluasaan bagi seseorang untuk memilih
kegiatan yang terbaik bagi dirinya dalam waktu yang
telah ditentukan
Asuhan keperawatan lebih bersifat healthgenic
(menyehatkan) daripada curing (mengobati).
Praktek caring merupakan pusat keperawatan
Dalam penilaian Watson Caring merupakan
intisari keperawatan dan mengandung arti
responsive antara perawat dan klien.
8. Hildegar E. Peplau
Keperawatan psikodinamik.
Peplau membuat model keperawatan dengan
istilah keperawatan psikodinamik. Menurut
Peplau, keperawatan psikodinamik merupakan
kemampuan seorang perawat untuk memahami
tingkah lakunya guna membantu orang lain,
Peplau mengembangkan model dengan merinci
konsep structural dari proses antar personal
yaitu fase hubungan perawat-pasien ( Nurse-
patient relationship )
Peplau menjelaskan tentang empat fase hubungan
perawat pasien yaitu fase orientasi, identifikasi,
eksploitasi, dan resolusi,
Fase Orientasi
Pada fase ini perawat dan klien bertindak sebagai
dua individu yang belum saling mengenal
fase orientasi ini merupakan fase untuk
menentukan adanya masalah
Dipengaruhi oleh ras, budaya, agama, pengalaman,
latar belakang dan harapan klien maupun perawat
Fase ini diharapkan terbina rasa saling percaya
antara klien dan perawat
Fase Identifikasi
Pada fase ini perawat melakukan eksplorasi
perasaan dan membantu klien menghadapi
penyakit yang ia rasakan sebagai sebuah
pengalaman yang mengorientasi ulang
perasaannya dan menguatkan kekuatan positif
pada pribadi klien serta memberi kepuasan yang
diperlukan.
Fase ini klien diharapkan mulai memiliki
keterlibatan dan kemampuan untuk mengatasi
masalahnya
Fase ini juga perawat member beberapa
alternative untuk mengatasi maslah klien.
Fase Eksploitasi
Fase ini perawat memberi layanan keperawatan
berdasarkan kebutuhan klien.
Prinsip tindakan pada fase ini adalah
eksplorasi/menggali, memahami keadaan klien dan
mencegah meluasnya masalah
Fase ini juga perawat dituntut menguasai
keterampilan berkomunikasi secara terapeutik.
Fase Resolusi/Terminasi
Pada fase ini tujuan bersama antara perawat dan
klien sudah sampai pada tahap akhir dan
keduanya siap mengakhiri hubungan terapeutik
yang sudah terjalin.
Indikator keberhasilan untuk fase ini adalah jika
klien sudah mampu mandiri dan lepas dari
bantuan perawat
9. Model Betty Newman
Model yang dikemukakan oleh Newman dalam
pendidikan dan praktek keperawatan adalah
model system (system model), dengan
menggunakan pendekatan manusia secara utuh
(total person approach), konsep holistic,
pendekatan system terbuka (open system) dan
konsep stressor.
Model Newman berfokus pada individu dan
respon ataupun reaksi individu terhadap stress,
faktor-faktor yang mempengaruhinya dan
kemampuan adaptasi pasien
Adanya stressor menyebabkan manusia bereaksi
untuk mempertahankan kesehatan melalui
mekanisme pemecahan masalah atau koping
tertentu
Menurut Newman asuhan keperawatan dilakukan
untuk mencegah atau mengurangi reaksi tubuh
akibat adanya stressor
10. Leinigier
Teori Leininger oleh para ahli menyebutnya
sebagai Transcultural Nursing Theory atau teori
keperawatan transkultural.
Teori keperawatan transkultural menekankan
pentingnya peran perawat dalam memahami
budaya klien
Sebelum memberikan asuhan keperawatan
kepada klien perawat harus mempunyai
pengetahuan mengenai pandangan dunia (world
view) tentang dimensi dan budaya serta struktur
sosial yang berkembang diberbagai belahan dunia
maupun masyarakat dalam lingkup yang sempit.