Anda di halaman 1dari 14

Teori kognitif sosial /SCT (Sosial Congnitif

Theory) adalah pendekatan pemodelan sosial


peran atau pembelajaran dengan mengamati
perilaku orang lain (vicarious learning ),
terhadap motivasi, pikiran atau perilaku
manusia (Bandura, 2000)
Kecukupan diri (self efficacy).
Menggambarkan keyakinan seeorang
pada kemampuannya untuk
melakukan suatu tindakan tertentu
Faktor untuk dapat mewujudkan hasil yang di
inginkan
kogniti
f Ekspetansi (outcome expectancies)
yang merupakan konsekuensi dari
tindakan rencana. Pada esensinya,
ekspentasi hasil seperti jika-maka,
ekspentasi bisa bersifat fisik, sosial atau
evaluasi
SCT memiliki basis gerakan ditahun 1970 an
sebagai paradigma yang mengarahkan studi
perilaku yang awalnya sebagai unitr analisa
menjadi unit pemandu berpikir dan
berkognisi sebagai proses dasar yang
mengatur perilaku yang diamati.
Balajar lewat coba- coba ( trial and error)
bukan satu- satunya cara belajar manusia
untuk bersikap dan berperilaku dalam
sosial
Cara lain individu belajar adalah dengan
cara mengimitasi orang
lain(pembelajaran observasional)
(bandura, 1977)
Banyak penelitian telah mendata konstribusi
dari teori SCT di sejumlah perilaku sehat
seperti
berilaku seksual beresiko (kok dkk, 1992)
Keteraturan berolahraga (Rodgers dkk, 2002)
Pengobatan medis (William dan Blond, 2002 )
Dan perilaku adiktif (Cristiansen dkk, 2002)
ekspetansi hasil dan kecukupan diri menjadi
daya penjelas bagi pembentukkan dan
pengaplikasian perilaku
Teori perilaku terencana TPB( theory of
planned behavior )merupakan kerangka
berpikir konseptual yang bertujuan
untuk menjelaskan determinan perilaku
tertentu. Menurut Ajzen (1991),
Sikap , keyakinan dan evaluasi hasil

Norma subjektif (keyakinan normatif dan


motivasi pencapaian )

Pengendalian perilaku yang disadari


Sikap dibentuk dari keyakinan inti
tentang hasil sebuah perilaku dan nilai
yang kita pegang tentang hasil.
Norma subjektif memandu keyakinan
yang kita miliki tentang apa yang orang
anggap penting juga kita nggap penting
Pengendalian perilaku yang disadari
yaitu keyakinan- keyakinan yang
berkaitan dengan seberapa banyak
kontrol yang dianggap dimiliki
seseorang terhadap perilaku tertentu.
TPB sudah digunakan dalam prediksi tentang
perilaku sehatseperti penyalahgunaan obat
(McMillon dan Conner, 2003 ), aktivitas fisik(
Hogger dkk, 2002), perilaku yang berisiko
secara seksual( Godin dan Kok, 1996)
Quelette dan Wood, 1998

Perilaku masa lalu mempengaruhi


perilaku masa depan. Karena perilaku
yang dipelajari dengan baik bisa
muncul berulang dalam konteks yang
sama. Kontrol kognitif terhadap
perilaku pada akhirnya menjadi
otomatis dan teraktifkan tanpa disadari
MODE (Motivasition and
opportinities as determinants),
mempelajari kondisi- kondisi
Yang didalamnya sikap
terhadap suatu objek
memprediksi perilaku secara
otomatis.
semakin banyak kita
memikirkan , maka akan
semakin perilaku kita dicirikan
oleh proses yang bebas dan
sadar.
Farahhhh tambah mi kalo kaw mau tambahhh
nahh. Kehabisan kata2 mkaaaa