Anda di halaman 1dari 28

Penyusunan

PETA GEOMEDIK
Dr TRI WAHYU SpB,SpBTKV

Sumber : Pedoman penyusunan peta geomedik Direktorat Jendral Pelayanan


Medik Departemen Kesehatan RI - 2002
Pendahuluan

OTODA di Bid. Kesehatan : pemberian


kewenangan kepada daerah untuk
merumuskan & mengembangkan sistem
kesehatan didaerahnya.

Penyusunan peta geomedik dapat merupakan


acuan dalam melaksanakan pelayanan
kesehatan khususnya kesiapsiagaan
(preparedness) kegawatdaruratan dalam
menciptakan SPGDT
Latar belakang

Letak geografis NKRI yang rawan terhadap bencana


alam (gempa bumi, gunung meletus, tsunami)

Bencana sebagai akibat pembangunan ,


1.Bencana alam (banjir, longsor)
2.Bencana transportasi(kecelakaan pesawat,
kapal laut, lalu-lintas jalan raya)
3.Bencana industri

Kejadian luar biasa akibat wabah penyakit


Active volcanos
Bencana

Terjadi mendadak (Akut), dgn korban manusia,


kerusakan bangunan (rumah dan bangunan lain),
kerusakan (saluran air bersih/ kotor,saluran telepon,
jalan raya dan lingkungan)

Dampak perlahan (Slow onset disaster /creeping


disaster) , perubahan kehidupan karena menurunnya
kemampuan memperoleh kebutuhan kehidupan pokok
(musim kering berkepanjangan, asap karena
kebakaran hutan)
NATURAL DISASTER
SEISMIC - EARTHQUAKE
Manfaat penyusunan peta geomedik

Terdapat keterpaduan konsep penyusunan


pelayanan kesehatan dalam penanggulangan
bencana.

Memudahkan mobilisasi sumber daya


(SDM, logistik medik, ambulans) sehingga
penanganan bencana dapat dilakukan dengan
cepat, tepat dan cermat.
Dasar penyusunan
WHO constitution : Health is a state of complete
physical , mental and social well being and not merely
the absence of disease and infirmity.

UU no 23 th 1992 ttg Kesehatan


UUno 8 th 1999 ttg Perlindungan konsumen
UU no 22 th 1999 ttg Pemerintah Daerah
UU no 25 th 1999 ttg Perimbangan Keuangan antara
pemerintah pusat dan daerah

Keppres RI no 111 th 2001 ttg perubahan atas


Keppres RI no 3 th 2001 ttg BAKORNAS PBP
Kep.Menkes RI no 28/Menkes/SK/I/1995 ttg Juklak
umum penanggulangan medik korban bencana
Kep.Menkes RI no 205/Menkes/SK/III/1999 ttg Juklak
permintaan dan pengiriman bantuan medik dan RS rujukan
pada saat bencana
Kep Menkes dan Kessos RI no 265/Menkes
Kessos/SK/IV/2001 ttg Safe Community (Masyarakat
hidup sehat dan aman)
Kep.Menkes RI no979/Menkes/SK/IX/2001 ttg Protap
pelayanan kesehatan penanggulangan bencana dan
pengungsi
Kep Menkes RI no 1277/Menkes/SK/XI/2001 ttg
Organisasi dan tata kerja Dep Kesehatan.

Deklarasi Makasar th 2000


Tujuan penyusunan
Umum, memberi gambaran kekuatan
(SDM,sarana,prasaran, fas kesehatan) dan
lokasi bencana di Kab/kota/propinsi untuk
menunjang SPGDT.

Khusus,
1. Daerah dapat melakukan identifikasi kekuatan dlm upaya
preparedness.
2. Daerah mengetahui potensi bencana & penanggulangannya
3. Pembuat keputusan didaerah dpt mengambil langkah
dengan potensi yang ada didaerahnya dlm penanggulangan
bencana
4. Sebagai pedoman pada kegawatdaruratan bencana
Pengertian ttg Hazard
Setiap fenomena (alam, buatan manusia/
teknologi, konflik sosial) yang mempunyai
potensi untuk menimbulkan ancaman
terhadap penduduk dan lingkungan

atau

Suatu ancaman kehidupan (life),


kesejahteraan (well being) , harta benda
(material goods) dan lingkungan yg
diakibatkan oleh proses ekstrim dari
kejadian alam , buatan manusia/teknologi
Pengertian ttg Vulnerability
Dampak sejumlah faktor yg memperbesar
kemungkinan ketidakmampuan masyarakat
menahan atau mengatasi suatu keadaan
kedaruratan (emergency) atau bencana

Terdapat 2 aspek
1. Susceptibility
(tingkat pemaparan masyarakat terhadap hazard)
contoh : Banjir/ Gempa Rencana tata ruang,IMB pemukiman
2. Resilience
(Kapasitas/kemampuan masyarakat mengahadapi/ mengatasi
kerusakan yg disebabkan keadaan darurat atau bencana)
contoh : Ada contigency plan , ada SDM/masyarakat terlatih, adaMonev
Peta geomedik
Resource map
(peta info sumber daya disuatu wilayah adminitratif)
Hazard map
(peta info jenis dan karakteristik hazard disuatu wilayah administratif)
Risk map
(peta spt hazard yg menunjukkan kemungkinan akan terjadi hazard)
Vulnerability map
(peta distribusi elemen masyarakat yg dpt mengalami kerusakan akb
hazard)
Community and environmental map
(peta info rinci ttg komunitas disuatu area geografis)
Vulnerability map

Peta distribusi elemen masyarakat yg dapat


mengalami kerusakan akibat hazard.

1. Demografi
(distribusi berdasarkan umur-sex-vulnerabel group-high risk group-tk kesehatan-tk
pendidikan-ketrampilan masyarakat- mobilisasi)
2. Kultur budaya
(tradisi-agama-etnis-nilai sosial-perilaku thd hazard-jenis makanan normal
dikonsumsi-kebiasaan makan)
3. Ekonomi
(perdagangan-pertanian/livestock-investasi-industri-kekayaaan)
4. Infrastruktur
(jejaring-komunikasi-transportasi-pelayanan essensial-aset masyarakat- struktur
pemerintahan)
5. Lingkungan
(landforms- geologi-flora-fauna-pengairan)
PETA WILAYAH & DEMOGRAFI
RESOURCE MAP
HAZARD MAP
Penjelasan tentang
Community and environmental map
Peta yang mengambarkan informasi rinci
tentang komunitas disuatu area geografis
Kepadatan & komposisi penduduk ,
Vunerabel group (penjara,rmh jompo,rmh yatim piatu),
Lokasi potensial utk shelter,
Preparedness focal point,
Institusi pelayanan darurat (polisi, Dinas Kebakaran, ambulans, TNI)
Lokasi rmh pejabat,
Tempat distribusi makanan,
Info ttg air bersih dan sanitasi,
Pos kesehatan,
Gudang logistik,
Pusat bisnis dan pabrik,
Jejaring transportasi dan komunikasi,
Titik2 jalur jalan keluar,
Public utilities.
Langkah langkah penyusunan

Prinsip penyusunan

Langkah langkah
1. Data dasar dan data di daerah rawan bencana
(Data dasar dan data potensi bahaya)
2. Analisa data
3. Display data
Prinsip penyusunan peta geomedik

1. Dibuat oleh Dinas Kesehatan prop/kab/kota


2. Disusun potensi ancaman kegawat daruratan didaerah
3. Bagaimana penanggulangan potensi saat ini dan y.a.d
4. Gunakan simbol yg seragam agar tdk terjadi miskomunikasi
5. Didistibusikan/ sosialisasikan kejajarannya
6. Termasuk sarana penunjang (transportasi dan komunikasi)
7. Tentukan koord intra sektor dan lintas sektor
8. Tentukan kerjasama didaerah perbatasan wilayah
9. Lakukan pembaharuan setiap 6 bulan
10. Tetapkan bersama pusat informasi dan sosialisasikan
11. Penyusunan adl kerja lintas sektor, perlu komitmen pihak
terkait
Data dasar
(Data umum dimulai tk kecamatan sampai kabupaten/kota)

1. Demografi dan komposisi penduduk

2. Geografis dan epidemiologis

3. Prevalensi 10 besar penyakit dan 10 besar kematian

4. Lokasi sarana dan prasarana Kesehatan

5. Jumlah,jenis dan kualifikasi tenaga kesehatan

6. Potensi tenaga non kesehatan berpotensi dlm


penanggulangan bencana
Data potensi bahaya
(dibuat dgn mempertimbangkan faktor spesifik)

Local specific
contoh : Yogya dgn hazard mapping gn berapi, Sumut dengan
daerah banjir dan tanah longsor.
Identifikasi hazard dan lokasinya
banjir, longsor, gempa, angin topan, kecelakaan kereta api,
kecelakaan lalin, kecelakaan sungai, kerusuhan sosial, rawan
kebakaran dll
Identifikasi vulnerabel group dan
lokasinya
anak batita,anak balita, remaja, ibu hamil, usila, kel miskin dll
Analisis data
(analisis data dasar dan data potensi bahaya dgn
mempertimbangkan keadaan local-specific)

1. Potensi ancaman/hazard
(malnutrisi, dampak industri, social disaster)
2. Severity hazard
(potensi pertentangan antar etnis, potensi letusan
gunung berapi, potensi kecelakaan kereta api,
potensi banjir dll)
3. Potensi penanggulangan bencana
(sumber daya kesehatan, sumber daya non
kesehatan, sistem yg berlaku)
Display data

Data yang dikumpulkan dan dianalisa lalu


dibuat display untuk setiap tkt / wilayah
administrasi mulai kecamatan, kab/ kota
sampai tkt propinsi

Data display harus dapat diakses dalam 24


jam
Bentuk Tabel data
(daerah bencana dan jenis bencana di kecamatan, kab/kota,
propinsi)
Data derah dan jenis bencana
Di .. (kab/kota, propinsi) Periode (bln/th)

No Nama kec/kab/kota A B C D E F G H I J

A.Kecelakaan laut F.Keclakaan lalu lintas


B Banjir G Kcelekaan kereta api
C Gempa bumi H Gunung meletus
D Angin topan I Kebakaran hutan/asap
E Tanah longsor J Konflik sosial
Bentuk Tabel data
(daerah rawan bencana di kec, kab/kota, propinsi)

Data kec/kab/kota rawan bencana


Di ..(kab/kota/propinsi) periode..(bln/thn)

No Nama kec/ kab/kota Sifat Perkiraan


kerawanan penduduk
bencana *) yang terkena

Jumlah

*) sifat kerawanan bencana A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,L (lain2 dapat disebutkan)


Bentuk Tabel data
(data sarana, prasaran dan SDM di kec, kab/ kota)

Data sarana, prasarana dan SDM


Di ..(kec,kab/kota, propinsi) periode . (bln/th)

No Nama kec, Puskes RS Tenaga Ambu Sis Polisi Dinas


kab/kota mas kes lan Komu kebaka
nikasi ran

Jumlah
PETA GEOMEDIK JAWA BARAT