Anda di halaman 1dari 31

CASE PRESENTATION 1

Dakrioadenitis
dekstra

Oleh
Siti Sovia Yuliana
H1A012057
PENDAHULUAN
Diagnosis Banding benkak
Sistem Lakrimal
di kelopak mata
LAPORAN KASUS
Identitas :
Nama : Ny. N
Umur : 44 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Petani
Agama : Islam
Suku : Sasak
Alamat : Penujak, lombok tengah
Tanggal Pemeriksaan: 09 Oktober 2017
ANAMNESIS
KU : pembengkakan di kelopak mata kanan

4 bulan lalu Gatal di daerah kelopak mata

3 minggu lalu Pembengkakan mulai terlihat

-Mata berair (+) Klinik : obat tetes mata


- penglihatan
terganggu (+) Tidak ada perubahan
- kelopak mata terasa
berat (+)
- terasa ada belek tapi RSUD Praya -> RSUP NTB
(-)
RPD :
Riwayat penyakit mata sebelumnya :
penyakit seperti ini sebelumnya (-), riwayat trauma
pada mata (-),
Riwayat penyakit sistemik :
Riwayat DM (-), HT (-), asma (-), jantung (-)

RPK :
Tidak ada keluarganya yang mengalami hal serupa
dengan pasien.

Riwayat Alergi :
Riwayat alergi obat (-), makanan (-).
RPO
Pasien belum pernah berobat ke pelayanan
kesehatan, ia hanya membeli obat tetes rohto untuk
mengurangi mata merahnya

Riwayat Sosial
Pasien bekerja sebagai seorang petani. Tinggal
bersama suami dan belum memiliki anak. Seumber
air untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari adalah air
sumur.
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERKSAAN FISIK
Keadaan Umum: Baik
Kesadaran : Compos Mentis/E4V5M6
Tanda Vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80 kali/menit
Frekuensi Napas : 20 kali/menit
Suhu : 36,8 O C
STATUS LOKALIS
No Pemeriksaan Mata Kanan Mata Kiri

1. Visus 6/9 -> 6/7 6/7 -> 6/6


2. Posisi Bola Mata
Ortoforia Ortoforia
Hirchsberg
Ortotropia Ortotropia
Cover uncover test
3. Gerakan bola mata Baik ke segala arah Baik ke segala arah

4. Lapang pandang Lapang pandang Gerakan lancar,


menyempit ke sisi jangkauan penuh,
kanan, nyeri (+) nyeri (-)
+ +
+ + + +
+ +
5. Palpebra Edema (+) (-)
Hiperemi (-) (-)
Superior
Retraksi (-) (-)
Entropion (-) (-)
Ektropion (-) (-)
Massa / Teraba masaa di regio supero- (-)
benjolan temporal berbentuk tidak
beraturan, batas tida tegas
dengan ukuran panjang 1 cm
dan lebar 0.5 cm, konsistensi
lunak,mobile, nyeri tekan (+)

6. Palpebra Edema (-) (-)


Inferior Hiperemi (-) (-)
Entropion (-) (-)
Ektropion (-) (-)
7. Konjungtiva Hiperemi (-) (-)
Tarsal Sikatrik (-) (-)
Superior
8. Konjungtiva Hiperemi (-) (-)
Tarsal
Inferior Anemis (-) (-)

Sikatrik (-) (-)

9. Konjungtiva Injeksi Konjungtiva (-) (-)


Bulbi
Injeksi Siliar (-) (-)

Massa
Edema (-) (-)
10 Sistem Punctum lakrimal Dbn Dbn
lakrimalis Sakus lakrimal Dbn Dbn
Duktus lakrimal Dbn Dbn
10. Kornea Bentuk Cembung Cembung
Kejernihan Jernih Jernih
Permukaan Kesan licin Kesan licin
Sikatrik (-) (-)
Benda Asing (-) (-)
11. Bilik Mata Kedalaman Kesan dalam Kesan dalam
Depan Hifema (-) (-)
12. Iris Warna Coklat Coklat
Bentuk Regular Regular
13. Pupil Bentuk Bulat Bulat

Refleks cahaya (+) (+)


langsung
14. Lensa Kejernihan jernih Jernih

15. Lensa Kejernihan Jernih Jernih

Iris Shadow (-) (-)

Subluksasi (-) (-)

Dislokasi (-) (-)

16. Funduskopi FR (+), papil batas FR (+), papil batas


tegas, C/D ratio tegas, C/D ratio
0,3, retina tidak 0,3, retina tidak
pucat pucat
Gambaran Status Lokalis
GAMBAR PASIEN

Gambar 1. Mata kanan dan mata kiri pasien


Gambar 2. Mata pasien saat Gambar 3. tampak kelopak mata
dibuka bagian dalam
IDENTIFIKASI MASALAH
Subjective
Pembengkakan
Pembengkakan semakin besar
pada kelopak dan jelas
mata sejak 4 terlihat sejak 3
bulan yang lalu minggu lalu

Riwayat :
Trauma mata (-) -Mata berair
Mata merah (-) -Kelopak mata berat
sakit sebelumnya (-) -Penglihatan terganggu

IDENTIFIKASI MASALAH
OBJECTIVE
Visus naturalis 6/9

Mata Teraba masaa di regio supero-temporal


berbentuk tidak beraturan, batas tida
tegas dengan ukuran panjang 1 cm dan

kanan lebar 0.5 cm, konsistensi lunak,mobile,


nyeri tekan (+)

Visus naturalis 6/7

Mata
kiri
ANALISA MASALAH
Analisis
Pembengkakan pada kelopak
kasus
mata

Akut

Eksternal Dakrioadenitis
Eye Disease
Kronis

Kalazion
KELAINAN PADA STATUS LOKALIS ODS

MATA KANAN MATA KIRI


Visus naturalis 6/9
Teraba masaa di regio Visus naturalis 6/7
supero-temporal berbentuk
tidak beraturan, batas tida
tegas dengan ukuran panjang
1 cm dan lebar 0.5 cm,
konsistensi lunak,mobile, nyeri
tekan (+)
ASSESMENT
ASSESMENT
Diagnosa Kerja :
Dakrioadenitis dekstra

Diagnosa Banding :
Edema palpebra
TATALAKSANA
Diagnostik :
Foto Thoraks
CT-Scan

Terapi :
Tatalaksana Non-operatif
Tatalaksana Operatif
KIE

Menjelaskan kepada pasien bahwa pasiean mengalamai


dakrioadenitis yaitu suatu proses inflamasi pada kelenjar air mata pars
sekretorik.

Menjelaskan pada pasien bahwa untuk pengobatan akan dilakukan


secara non-operatif dan operatif

Menjelaskan kepada pasien bahwa pasiean mengalamai


dakrioadenitis yaitu suatu proses inflamasi pada kelenjar air mata
pars sekretorik.
PROGNOSIS
Prognosis Pengelihatan (ad functionam) :
Prognosis pengelihatan pasien bonam.
Prognosis Nyawa (ad vitam) :
Prognosis nyawa pasien bonam.
Daftar Pustaka
Papier, A. dkk. Differential Diagnosis of the Swollen
Reed Eyelids. American Family Physician. Vol. 76.
No. 12. 2007. Available at :
https://www.aaafp.org/afp/2007/1215/p1815.pdf
Iljas, S. 2007. Ilmu Penyakit Mata. Edisi ketiga.
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.
Gunduz, K. dkk. Chronic Dacryoadenitis
Misdiagnosed as Eyelid Edema and Allergic
Conjunctivitis. Jpn J Opthalmol 43, 109-112. 2000.
Available at :
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10340792
Perdami.2006. Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter
Umum & Mahasiswa Kedokteran. Perdami