Anda di halaman 1dari 12

DIARE TANPA DEHIDRASI

Click to edit Master subtitle style


DIARE

keluarnya tinja yang lunak atau cair tiga kali atau lebih dalam satu hari.
Epidemiologi

Departemen Kesehatan di Indonesia setiap anak


mengalami diare 1,6-2 kali setahun
Sekitar 80 % kematian yang berhubungan dengan diare
terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan.
Klasifikasi
Diare akut yaitu buang air besar dengan konsistensi lebih encer dari
biasanya, 3x/hari, yang timbul secara mendadak, berlangsung kurang
dari 2 minggu, dan tanpa darah.
Diare persisten yaitu diare yang mula-mula bersifat akut namun
berlangsung lebih dari 14 hari.
Diare kronik yaitu diare yang intermiten atau yang berlangsung lama
dengan penyebab non infeksi seperti penyakit sensitif terhadap gluten
atau gangguan metabolisme yang menurun.
Etiologi

Infeksi
Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab
utama diare pada anak, meliputi:
Bakteri: E. Coli, Shigela, Salmonela, Vibrio, Yersinia, Campylobacter
Virus: Rotavirus, Adenovirus, Norwalk, dll
Parasit: Amuba, Giardia Lamblia, Kriptosporidium
Faktor malabsorbsi: karbohidrat (pada bayi dan anak yang tersering adalah
intoleransi laktosa), lemak dan protein
Faktor makanan: makanan basi, beracun, atau alergi terhadap makanan
tertentu
Patogenesis

Gangguan osmotik
Gangguan sekresi
Gangguan motilitas usus
Manifestasi klinis
Cengeng
Gelisah
Suhu badan mungkin meningkat
Nafsu makan berkurang atau
tidak ada
Diare dengan dehidrasi Diare dengan dehhidrasi
Diare tanpa dehidrasi
ringan-sedang berat

Mata sangat cekung, tanpa air mata, mulut dan


defisit cairan kurang dari 5 % BB. kehilangan cairan sekitar 5-6%
lidah sangat kering, pernafasan cepat dan dalam

Gelisah Cubitan kulit kembali sangat lambat (> 2 detik).

Nadi femoral sangat cepat dan nadi radialis


Matanya agak cekung serta mulut dan lidah kering
mungkin sangat cepat dan tidak teraba
Penilaian A B C

Lihat :
Keadaan umum Baik, sadar Gelisah, rewel * Lesu, lunglai, atau tidak sadar *
Sangat cekung dan kering
Mata Normal Cekung Tidak ada
Air mata Ada Tidak ada Sangat kering
Mulut dan lidah Basah Kering Malas minum atau tidak bisa
Rasa haus Minum biasa, tidak Haus, ingin minum banyak minum *
haus *

Periksa
turgor kulit Kembali cepat Kembali lambat* Kembali sangat lambat*

Derajat dehidrasi TANPA DEHIDRASI DEHIDRASI DEHIDRASI BERAT


RINGAN/SEDANG Bila ada 1tanda * + 1 atau lebih
Bila ada 1 tanda * + 1 atau tanda lain
lebih tanda lain

Terapi Rencana A Rencana B Rencana C


Pemeriksaan Laboratorium

Darah: dapat terjadi gangguan Feses:


elektrolit dan atau gangguan asam Dapat disertai lendir atau darah
basa pH asam
a. Darah rutin leukosit > 5 LPB (birumetilen)
b. Elektrolit disentri
c. Analisa gas darah biakan untuk etiologi bakteri dan
tes sensitivitas untuk terapi
ELISA (bila memungkinkan untuk
etiologi virus)
Penatalaksanaan

Mencegah dehidrasi
Prinsip Rehidrasi
penatalaksanaan Meneruskan makan
diare dan ASI
Pemberian Cairan
Diare akut dengan
Diare akut tanpa Diare akut dengan
dehidrasi ringan-
dehidrasi ( rencana dehidrasi berat
sedang ( rencana
terapi A ) (rencana terapi C)
terapi B )
Pemberian cairan : 10 cc/kg BB /
BAB encer atau muntah, atau :
Umur < 12 bulan : 50 100 ml
setiap mencret Cairan oralit 75 mg/kg BB dalam 3
Umur 1 5 tahun : 100 jam pertama,
200 ml tiap mencret
Umur > 5 tahun : 200 300 ml
tiap mencret

setelah 3 4 jam nilai kembali Juga berikan oralit ( 5


Pemberian makanan untuk dengan menggunakan bagian ml/kgBB/jam ) bila penderita bisa
mencegah kurang gizi penilaian, kemudian pilih rencana minum, biasanya setelah 3 4 jam
terapi A,B,C ( bayi ) atau 1 2 jam ( anak )