Anda di halaman 1dari 15

Arteriovenosus Malformasi

Definisi
Malformasi arteriovenosa adalah suatu lesi pada
pembuluh darah dimana terbentuk suatu nidus
abnormal yang menyebabkan terjadinya shunting
patologis pada aliran darah dari arteri ke vena tanpa
melalui kapiler.
Malformasi arteriovenosa dapat terjadi dimana saja di
susunan saraf pusat
Epidemiologi
Sekitar 0,1 % dari populasi memiliki AVM serebral,
biasanya terjadi pada wanita pada dekade 2-4 dimana
30 55 % pasien dengan perdarahan intrakranial
demikian halnya dengan anak anak yang memiliki
AVM serebral.
Tujuh puluh persen pasien dengan perdarahan
intrakranial yang disebabkan oleh AVM terjadi pada
usia 40 tahun. Kurang lebih 300.000 orang ( 1,3 % )
di Amerika Serikat mendapatkan AVM, namun hanya
12 % yang menunjukkan gejala.
Patofisiologi
Pada AVM, arteri berhubungan secara langsung dengan vena
tanpa melewati capillary bed diantara arteri dan vena. Hal ini
menimbulkan masalah yang disebut sebagai high pressure
shunt atau fistula. Vena tidak dapat mengendalikan tekanan
darah yang datang secara langsung dari arteri.
Vena teregang dan melebar untuk dapat menampung darah
yang berlebihan. Pembuluh darah yang lemah dapat ruptur dan
berdarah dan juga dapat berkembang sebagai aneurisma.
Jaringan normal disekelilingnya dapat mengalami kerusakan
sebagai AVM ``steals`` darah dari area tersebut.
pada kelainan kongenital, Lesi ini terdiri dari hubungan
langsung yang persisten antara inflow arteri dengan vena
outflow tanpa melalui bantalan kapiler. Pleksus vaskuler
primordial mula mula berdiferensiasi menjadi komponen
aferen, eferen dan kapiler pada bagian rostral otak embrio.
Bagian pleksus yang lebih superfisial membentuk saluran
vaskuler yang lebih besar menjadi arteri dan vena,
sedangkan bagian pleksus yang lebih dalam membentuk
komponen kapiler yang melekat pada permukaan otak.
Dimulainya sirkulasi ke otak terjadi sekitar akhir usia 4
minggu. AVM muncul akibat hubungan lansung yang
persisten antara arteri dan vena embrional dari pleksus
vaskuler primitif dengan kegagalan berkembangnya
bantalan kapiler.
Gejala Klinis
Konvulsi
Nyeri kepala
Defisit neurologis hemisferik progresif, seperti
hemiplegia, afasia, dan hemianopsia homoni
Deriorisasi mental. Bruit kranial mungkin terdengar
pada beberapa kasus.
Kardiomegali atau gagal jantung kongestif dengan
semua tingkat frekuensi.
Pemeriksaan Penunjang
Pada CT scan non kontras akan memperlihatkan area
hiperdens ireguler sering disertai kalsifikasi pada
AVM non-ruptur atau perdarahan akut pada CT scan
non kontras apabila terjadi ruptur suatu AVM.
AVM yang kecil sering terdapat penyangatan
homogen, dan tepinya biasanya berbatas tegas. Area
hiperdens yang tampak pada CT scan dengan kontras
dapat diperkirakan sebagai akibat perdarahan kecil
sebelumnya, trombus mural, kalsifikasi kecil, variks,
atau faktor lain.
Ct-Scan
MRI lebih superior daripada CT scan dalam
menentukan detil makroarsitektur AVM, kecuali
apabila terjadi perdarahan akut. Gambaran
arsitektural meliputi anatomi nidus, feeding arteri,
dan draining vein .
MRI lebih sensitif mendeteksi perdarahan subakut.
AVM terlihat sebagai struktur menyerupai spon
dengan patchy signal loss atau low void, berkaitan
dengan adanya feeding arteri dan draining vein pada
sekuens T1WI
MRI
Angiografi serebral digunakan untuk evaluasi
preoperatif pasien dengan AVM, angiografi
dapat memperlihatkan nidus, feeding arteri dan
draining vein.
klasifikasi Spetzler-Martin, ini dapat
membantu menentukan estimasi resiko
pembedahan dengan melakukan penilaian
Angiorafi
klasifikasi Spetzler-Martin
Terapi
Terapi AVM otak meliputi embolisasi, bedah
mikrovaskuler dan radiasi stereotaktik (radiosurgery)
dimana terapi ini dapat digunakan secara tersendiri atau
terapi kombinasi dalam pengobatan AVM. Bila tidak ada
perdarahan sebelumnya hanya diberi antikonvulsan
Embolisasi digunakan sebagai tindakan prabedah,
radioterapi, kuratif, Embolisasi prabedah dapat
meningkatkan outcome terutama pada AVM yang
letaknya jauh dari permukaan otak. Embolisasi dapat
memperkecil ukuran nidus dan jumlah aliran darah yang
melalui AVM sehingga mempersingkat waktu
pembedahan dan mengurangi resiko kehilangan darah
yang banyak.
TERIMA KASIH