Anda di halaman 1dari 23

BAB 3 : MATEMATIKA DAN

PEMECAHAN MASALAH
Oleh : Afifatur Rasyidah
201410060311016
Pengertian Masalah

Definisi yang dikemukakan oleh Charles dan Lester (1982) yaitu,


masalah adalah suatu situasi atau tugas yang mana:
Seseorang menghadapi suatu situasi yang perlu dicari
solusinya
Seseorang tidak bisa langsung memiliki prosedur untuk
menemukan solusinya,
Seseorang melakukan percobaan atau usaha untuk
mendapatkan solusinya.
Definisi Charles and Lester menunjukkan tiga ciri penting dari suatu
masalah yaitu kemauan, rintangan, dan upaya.
Pemecahan Masalah dan
Kurikulum

Pada tahun 1980 NCTM mencanangkan sebuah agenda untuk

tindakan dimana ia menyatakan bahwa Problem solving must be the


focus of school mathematics in the 1980s atau pemecahan-masalah
harus menjadi fokus utama matematika sekolah di tahun 1980-an.

NCTM menekankan pada standar pemecahan masalah dan

penalaran secara matematis.


Suasana Pemecahan Masalah untuk
Belajar Matematika

Berikut ini adalah ciri khas dari suasana pemecahan masalah:


1. Sasaran Atau Tugas Untuk Eksplorasi
2. Semangat Penyelidikan
3. Sering Menggunakan Model
4. Dorongan Untuk Melakukan Validasi Diri
5. Mengungkapkan/Mengekpresikan Secara Lisan Dan Kerja
Kelompok.
Suasana Pemecahan Masalah untuk
Belajar Matematika
Sasaran atau Tugas untuk Eksplorasi
Contoh : Pilih 3 nomor kurang dari 10. Dengan
menambahkan atau mengurangi hanya menggunakan
angka-angka ini, angka berapa dari 1 sampai 20 yang
dapat anda buat? Cobalah menemukan 3 angka yang
bisa anda gunakan untuk membuat angka paling
banyak dari 1 sampai 20
Suasana Pemecahan Masalah untuk
Belajar Matematika
Semangat Penyelidikan
Untuk mempromosikan semangat penyelidikan, para
guru dapat menggabungkan pendekatan berikut
dalam instruksi mereka:
1. Berikan petunjuk dan bukan solusi
2. Dorongan pengambilan resiko
3. Dengarkan dan terima gagasan, hindari
pemotongan
Suasana Pemecahan Masalah untuk
Belajar Matematika
Sering Menggunakan Model
Materi fisik memberikan siswa sesuatu untuk dipikirkan dan
sesuatu untuk dilakukan.
Contoh: Pilih 3 nomor kurang dari 10. Dengan menambahkan
atau mengurangi hanya menggunakan angka-angka ini,
angka berapa dari 1 sampai 20 yang dapat anda buat?
Cobalah menemukan 3 angka yang bisa anda gunakan untuk
membuat angka paling banyak dari 1 sampai 20
Suasana Pemecahan Masalah untuk
Belajar Matematika
Dorongan untuk melakukan validasi diri
Dengan menilai keabsahan/kebenaran jawaban
mereka sendiri kita dapat menyampaikan kepada
siswa bahwa matematika masuk akal dan tidak
misterius. Ketika siswa mengetahui bahwa guru
berpikir mereka mampu melakukan penilaian yang
tepat, mereka mulai menyimpulkan bahwa harus
dimungkinkan untuk memahami ide/gagasan ini.
Hasilnya dapat berupa peningkatan kepercayaan diri,
rasa kepuasan dan minat untuk mengeksplorasi lebih
lanjut.
Suasana Pemecahan Masalah untuk
Belajar Matematika
Mengungkapkan/Mengekpresikan secara lisan
dan kerja kelompok.
Untuk mengeksplorasi, menguji gagasan, dan
menciptakan hubungan, siswa perlu merumuskan
Pemikirannya dengan kata-kata. Menjelaskan,
mempertanyakan, menunjukkan, dan melakukan
pengamatan secara lisan memaksa kita untuk
merumuskan pemikiran dan menghubungkan
gagasan bersama. Memiliki kelompok kecil
mengerjakan tugas pemecahan masalah adalah cara
yang bagus untuk memaksimalkan jumlah interaksi
lisan yang bisa terjadi pada satu waktu di kelas.
.
Tujuan Dari Kurikulum Yang Berpengalaman

Tercantum di sini adalah tiga set tujuan yang membantu


mendefinisikan kurikulum pemecahan masalah yang komprehensif
yaitu :
1. Tujuan Afektif
2. Tujuan Proses
3. Keterampilan Terkait
Tujuan Dari Kurikulum Yang
Berpengalaman
Tujuan Afektif
Tujuan afektif mengacu pada perasaan dan sikap
siswa.
Untuk meningkatkan kesediaan siswa untuk melakukan
upaya pemecahan masalah.
Untuk meningkatkan ketekunan siswa selama situasi
pemecahan masalah bahkan ketika tampaknya terjebak
suatu kesulitan.
Untuk mengembangkan nilai-nilai penting perilaku
pemecahan masalah tertentu pada siswa, seperti
menggunakan pendekatan sistematis, ketekunan, dan
strategi alternatif.
Tujuan Dari Kurikulum Yang
Berpengalaman
Tujuan Proses
Istilah proses tujuan atau tujuan proses sering digunakan saat
membahas pengajaran pemecahan masalah. Dalam pengertian
yang lebih luas ini, tujuan proses pemecahan masalah adalah
mengajar siswa bagaimana cara belajar matematika.
Membantu siswa mengembangkan kumpulan strategi
pemecahan masalah atau heuristik yang berguna dalam
berbagai setting pemecahan masalah.
Meningkatkan kemampuan siswa dalam memilih dan
menggunakan strategi secara tepat.
Membantu siswa belajar memonitor kemajuan pemecahan
masalah mereka sendiri.
Membantu siswa mengevaluasi solusi dari masalah mereka
sendiri
Tujuan Dari Kurikulum Yang
Berpengalaman
Keterampilan Terkait
Selain tujuan afektif dan proses yang dinyatakan secara
luas, daftar panjang keterampilan khusus sering
disertakan dalam tujuan program pemecahan masalah.
Ini termasuk kemampuan untuk melengkapi bagan atau
tabel, membuat dan menafsirkan grafik untuk
memperkirakan jawaban, untuk membuat dan
memperluas pola, untuk mengidentifikasi informasi yang
tidak perlu atau hilang, untuk menulis sebuah
persamaan untuk situasi tertentu, dan untuk membuat
sebuah masalah dari data yang diberikan
Masalah Sebagai Alat Pengajaran

Permasalah/masalah dapat digunakan sebagai alat pengajaran

yang bisa kita gunakan untuk membantu siswa mengembangkan


proses pemecahan masalah. Dalam instruksi pemecahan

masalah, kelas bekerja pada masalah dan mengatasinya,

membahas, memberi label, memodifikasi, memperbaiki, dan

sebagainya, dalam proses pemecahan masalah.


Jenis Malah dan Penggunaan

Ada beragam jenis masalah, dan masing-masing dapat digunakan


untuk membantu mengembangkan proses, konsep, atau
keterampilan yang berbeda.
1. Masalah Terjemahan Satu Langkah dan Multistep.
2. Masalah Modifikasi Penerjemahan
3. Masalah Penerjemahan Dengan Data Yang Tidak Mencukupi
4. Masalah Penerjemahan Tanpa Pertanyaan.
5. Masalah Proses.
6. Terapan atau Masalah Dunia Nyata.
7. Masalah Teka-teki
Jenis Masalah dan Penggunaan
Masalah Terjemahan Satu Langkah dan
Multistep.
Contoh:
Setiap peti jeruk memiliki berat sekitar 38 kilogram. Layanan
Van Vito akan mengambil 24 peti jeruk. Berapa kilogram berat
setiap pengirimannya?
Jenis Masalah dan Penggunaan
Modifikasi Masalah Penerjemahan
Tercantum di sini adalah contoh beberapa modifikasi yang sering
disarankan dan tujuan masing-masing :
Masalah penerjemahan dengan data ekstra atau tidak berguna.
Contoh : George dan Bernie masing-masing membeli 3 kanton
g kelereng, kelereng itu menghabiskan 69 sen perkantong.
Ada 25 kelereng di dalam kantong. Berapa banyak kelereng
yang dibeli anak laki-laki?
Masalah penerjemahan dengan data yang tidak mencukupi
Contoh: Nyonya Saunders memberi Annette $ 10.00 untuk
dihabiskan di sirkus. Dia membeli permen kapas seharga$1,25
dan naik 3 wahana. Biaya masuk ke sirkus adalah $ 1,50.
Berapa banyak uang yang tersisa?
Masalah penerjemahan tanpa pertanyaan
Contoh : Brenda sedang membaca buku cerita baru yang
memiliki 327 halaman. Hari ini dia berhenti membaca di
halaman 120. Dia membaca 20 halaman dalam sehari.
Jenis Masalah dan Penggunaan
Masalah Proses
Tujuan utama dari masalah proses di ruang kelas adalah untuk
membantu siswa mengembangkan berbagai strategi untuk
memecahkan masalah.
Contoh:
Suatu hari Farmer Brown menghitung babi dan ayamnya. Dia melih
at bahwa babi dan ayam bersama-sama memiliki total 60 kaki. Jika
Farmer Brown memiliki 22 hewan (babi dan ayam), berapa banyak
dari masing-masing yang dimilikinya?

Masalah babi dan ayam mencontohkan sejumlah sifat masalah


proses. Siswa yang berbeda dapat menggunakan atau mencoba
strategi solusi yang berbeda. Gambar 3.4 mengilustrasikan
perbedaan solusi.
Jenis Masalah dan Penggunaan
Masalah Proses
Jenis Malah dan Penggunaan
Masalah Terapan atau Masalah Dunia Nyata.

Masalah terapan adalah kesempatan bagi siswa untuk


melihat matematika dalam situasi realistis, untuk menarik
gagasan bersama-sama melihat bagaimana gagasan yang
berbeda dapat berinteraksi, melihat kegunaan atau sisi
praktis matematika, dan untuk mengintegrasikan matematika
dengan area konten lainnya.
Berikut ini adalah contoh masalah yang diterapkan:
Panitia pembaruan untuk tarian musim gugur sedang
mencoba menentukan biaya untuk minuman. Berapa
biaya minuman?
Berapa banyak pena dan pensil yang harus dibeli sekolah
selama setahun penuh?
Jenis Masalah dan Penggunaan
Masalah Teka-Teki
Masalah teka-teki biasanya memerlukan cara berpikir yang
tidak biasa mengenai situasi, wawasan khusus, permainan
kata-kata, atau sekadar permainan keberuntungan.
Contoh :
Bagaimana 4 sen dapat ditempatkan dalam 3 gelas
sehingga masing-masing cangkir memiliki jumlah uang
yang berbeda dan tidak ada cangkir yang kosong?
Solusi : Masukkan masing-masing 1 sen pada dua gelas
dan 2 sen di gelas ketiga. Sekarang masukkan cangkir
ketiga kedalam satu cangkir yang berisi 1 sen. Sekarang
cangkir tersebut berisi 3 sen dan bukan 1 sen.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEMAMPUAN PROBLEM-SOLVING

Charles dan Lester (1982) menunjukkan tiga set faktor interaksi


yang berperan dalam kemampuan pemecahan masalah umum
seseorang:
Faktor Afektif, meliputi hal-hal seperti kemauan, kepercayaan diri, stres
dan kecemasan, toleransi terhadap ambiguitas, ketekunan, minat dalam
memecahkan masalah atau pada situasi bermasalah, motivasi dari
berbagai jenis, seperti keinginan untuk sukses atau kebutuhan untuk
menyenangkan seorang guru, dan lain-lain.
Faktor Pengalaman, meliputi hal-hal seperti usia dan paparan konteks
masalah tertentu. Pengalaman juga dalam mengatasi masalah terpapar
dan penggunaan strategi spesifik sebelumnya.
Faktor Kognitif, meliputi pengetahuan tentang konten matematik spesifik,
kemampuan untuk berpikir secara logis, kemampuan untuk menggunakan
penalaran spasial bila sesuai, singkat dan kemampuan ingatan jangka
panjang, keterampilan komputasi (termasuk estimasi), dan keterampilan
serupa.
TERIMA KASIH

Oleh : Afifatur Rasyidah


201410060311016