Anda di halaman 1dari 25

Bank Syariah dan Risiko

Bank syariah. Menurut UU No 21 tahun 2008 merupakan kegiatan


Menghimpun kegiatan usaha berdasar prinsip syariah.
Risiko. Merupakan Potensi kerugian akibat terjadi suatu peristiwa.

Bank Syariah dan Regulasi


a. Pemegang saham
Adanya risiko yang melekat dalam Dampak
b. Pegawai
sistem perbankan, yaitu sistem sistemik.
c. Nasabah

Sistem dan Regulasi Perbankan Jenis-Jenis Risiko


Syariah di Indonesia
1. Sistem Perbankan Syariah. UU No 21 Tahun 1. Risiko Kredit Hukum
2008 tentang Perbankan syariah menetapkan 2 2. Risiko Pasar 6. Risiko
jenis bank syariah yaitu , BUS dan BPRS. 3. Risiko Reputasi
2. Regulasi Perbankan Syariah. Semakin Likuiditas 7. Risiko
berkembang pesat sejak tahun 1998 sebagai 4. Risiko Strategis
implementasi tantangan pasar keuangan Operasional 8. Risiko
domestik. Kepatuhan
5. Risiko
Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit Proses Manajemen Risiko
Kebijakan manajemen risiko ditetapkan dengan 1. Identifikasi
cara menyusun strategi manajemen risiko Proses
2. Pengukuran
Prosedur dan penetapan limit, disesuaikan dengan
3. Pemantauan
tingkat risiko yang diambil terhadap risiko bank. Teknis
4. Pengendalian
Sistem Pengendalian Internal Organisasi dan Fungsi Pelaporan
1. KMR : penyusunan, pernyempurnaan, dan
1. Kepatuhan peraturan UU yang penetapan
berlaku serta kebijakan atau 2. SKMR : pemantauan, kaji ulang, pengkajian
ketentuan internal bank, usulan aktivitas dan produk baru, evaluasi, dan
2. Tersediannya informasi keuangan memberi rekomendasi, menyusun dan melaporakan
dan manajemen yang lengkap, profil.
3. Efektivitas dan efisiensi, 3. SKO dengan SKMR : wajib mengonfirmasikan
4. Evektivitas budaya risiko. eksposur risiko yang melekat pada satuan kerja
yang bersangkutan kepada SKMR secara berkala.
Pelaporan
1. Laporan Profil Risiko : Tingkat tren seluruh eksposur risiko & disampaikan secara triwulan.
2. Laporan Lain : Misalnya, laporan proyeksi arus kas dan laporan profil.
Pengawasan Aktif Dewan Komisaris, Direksi, dan DPS
1. Dewan komisaris
Menyetujui dan mengevaluasi kebijakan MR serta pertanggungjawaban direksi.
2.Direksi
(a)Menyusun kebijakan dan strategi MR, (b)Bertanggungjawab atas pelaksanaan,
(c)Mengevaluasi dan memutuskan transaksi yang perlu disetujui direksi, (d)Memastikan
peningkatan kompetensi sumber daya insani, (e)Memastikan fungsi MR yang telah
beroperasi secara independen, (f)Melaksanakan kaji ulang secara berkala.
3.Dewan Pengawas Syariah
(a)Melakukan kajian ulang atas kebijakan MR, serta (b)Mengevaluasi
pertanggungjawaban direksi atas pelaksanaan kebijakan MR.
Penerapan Manajemen Risiko yang Efektif
1. Pengawasan aktif dewan komisaris, direksi, dan DPS,
2. Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit Risiko dan Kecukupan Modal
manajemen risiko,
3. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan,
Semakin besar risiko yang
dan pengendalian risiko serta SIM risiko, dan dihadapi, maka semakin besar
pula modal yang dibutuhkan.
4. SPI yang menyeluruh.
Capital Adequency Ratio (CAR) Peraturan Bank Indonesia No.
rasio yang menjukkan 10/15/PBI/2008 pasal 2 ayat 1
kemampuan penyediaan dana
bank untuk pengembangan dan Bank menyediakan minimal 8% dari
cadangan akibat risiko aset tertimbang menurut risiko.
operasional

= 100%

Unsur unsur
CAR
MANAJEMEN RISIKO KREDIT

Risiko yang menjadi tanggungan bank saat


nasabah atau pihak lain tidak memenuhi
kewajiban sesuai perjanjian

RISIKO INHEREN
Bisnis bank syariah

Prinsip-prinsip Bank syariah harus


Islamic Financial Prinsip 2.1 Memiliki strategi pembiayaan . . .
Service Board
Prinsip 2.2 Melakukan uji kelayakan . . .

Prinsip 2.3 Memiliki metodologi pengukuran . . .

Prinsip 2.4 Memiliki teknis mitigasi . . .


PBI No. 7/3/PBI/2005
Batas Maksimum
Penyaluran Dana PBI No. 8/13/PBI/2006 Pasal 40

Penyediaan
dana untuk
Penerapan BUMN 30
Manajemen Risiko Risiko konsentrasi
pembiayaan

Sistem Pengendalian Penerapan manajemen risiko


Internal dengan pelaksanaan
pengendalian internal
PBI Nomor 13/13/PBI/2012 tentang Penilaian
Penilaian Kualitas
Kualitas Aset bag Bank Syariah dan unit
Aset
Usaha Syariah

Mendorong trabspransi keuangan dan


Lembaga
invetasi yang berpengaruh pada pertumbuhan
Pemeringkatan
ekonomi

Teknik kebijakan yang digunkanan untuk


Mitigasi Risiko Kredit mengelola risiko kredit dan meminimalkan
akibat penunggakan pembiayaan
Regulasi yang diciptakan BI.
Restrukturisasi
Strategi yang efektif untuk manajemen
Pembiayaan
pemulihan
1. Kerangka konseptual untuk mendorong identifikasi risiko
pasar yang mendasarinya.
2. Pedoman untuk pengelolaan aktivitas pengambilan risiko
pada portofolio yang berbeda pada investasi terbatas dan
limit risiko pasarnya.
3. Kerangka penentuan harga yang tepat, penilaian, dan
pengakuan pendapatan.
4. Sistem informasi manajemen (SIM) yang kuat untuk
pengendalian, pemantauan, dan pelaporan eksposur risiko
pasar dan kinerja manajemen senior.
1. Bank syariah harus memilik sistem pengendalian internal yang memadai
untuk memastikan transaksi dan proses terkait dengan market risk taking
dilakukan dengan mengacu pada kebijakan, prosedur, dan limit yang telah
ditetapkan.
2. Penerapan prinsip pemisahan fungsi harus memadai dan dilaksanakan
secara konsisten.
3. Bank syariah harus memiliki fungsi/unit yang melakukan valuasi posisi
trading dan fungsi/unit yang melakukan validasi terhadap model
pengukuran risiko pasar.
4. Fungsi atau unit yang melakukan valuasi harus independen terhadap
fungsi atau unit pengambil risiko dan fungsi/unit yang melakukan validasi
model independen dari yang melakukan pengembangan model
pengukuran risiko pasar.
Pengertian

Risiko akibat Tujuan


ketidakmampuan
memenuhi kewajiban Memelihara dan
yang jatuh tempo menjaga

Risiko Inheren
Risiko yang dapat di
kuantifikasikan maupun tidak
Pengukuran dan Pemantauan
Likuiditas
Klasifikasi Risiko 1. Bank harus mengidenfikasi kebutuhan
likuiditas dengan membentuk maturity ladders
1. Likuiditas Endogen
berdasarkan pada time band yang tepat;
2. Likuiditas Eksogen
2. Ketika dilakukan kalkulasi kebutuhan dana
bersih yang biasanya dipengaruhi oleh situasi
Risiko Likuiditas Pada Produk likuiditas, bank dapat berhubungan dengan
Penyaluran Dana ekspetasi manajemen dan ekspetasi pemegang
rekening investasi;
1. Mudharabah / Musyarakah
3. Jika bank syariah memiliki fungsi ganda dalam
2. Murabahah / Istishna / Salam / Ijarah
mempertemukan kewajibannya kepada
3. Qardh, Rahn, Wakalah, Kafalah, Hawalah pemegang rekening sekarang dan memelihara
ekpetasinya kepada pemegang rekening
Pertimbangan Operasional investasi, bank harus membuat analisis arus
kas periodik dalam berbagai skenario dan
Faktor Kuantitatif kondisi;

Faktor Kualitatif 4. Bank harus membentuk jumlah maksimum


kumulatif mismatch likuiditas di mana bank
mempertimbangkan time band yang bisa
diterima dan dikelola sebagai presentase dari
jumlah dana yang tersedia.
Mitigasi Risiko Likuiditas
Bank harus menilai keperluan dan kemampuan akses sumber dana yang tersedia ;
1. Arus kas dari aktivitas perbankan
2. Realisasi dari perdagangan aset yang diinvestasikan
3. Sekuritisasi aset
4. Kapasitas akses pemegang saham dan kantor pusat

Penerapan Manajemen Risiko


1. Pengawasan aktif dewan komisaris, direksi, dan 3. Proses identifikasi, pengukuran,
DPS pemantauan, dan pengendalian risiko, serta
SIM risiko likuiditas
a. Kewenangan dan tanggung jawab dewan
komisaris dan direksi a. Identifikasi risiko likuiditas
b. Sumber daya insani b. Pengukuran risiko likuiditas
2. Kebijakan, prosedur, dan penetapan limit c. Pemantauan risiko likuiditas
a. Strategi manajemen risiko d. Pengendalian risiko likuiditas
b. Tingkat risiko yang akan diambil dan e. Sistem informasi manajemen risiko
toleransi risiko likuiditas
c. Kebijakan dan prosedur
d. Limit
PENGERTIAN

Risiko kerugian yang diakibatkan oleh proses internal yang kurang memadai,
kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau
adanya kejadian eksternal yang memengaruhi operasional bank.

PRINSIP-PRINSIP ISLAMIC
FINANCIAL SERVICES BOARD
Bank Syariah harus memiliki sistem dan pengendalian termasuk DPS untuk
memastikan kepatuhan pada aturan dan prinsip syariah.
Bank Syariah harus memiliki mekanisme yang tepat untuk melindungi
kepentingan seluruh penyedia dana. Dimana pemilik dana mencampur dana
dengan dana sendiri bank syariah, bank harus memastikan bahwa dasar aset,
pendapatan, beban, dan alokasi laba dibentuk, diaplikasikan, serta dilaporkan
secara konsisten sebagai tanggung jawab bank syariah sebagai penerima.
KEJADIAN RISIKO
OPERASIONAL
KATEGORI RISIKO
OPERASIONAL
Risiko proses internal Faktor Jenis
akibat kegagalan
Low frequency/low
proses atau prosedur Frekuensi
impact
Risiko Manusia Low frequency/high
Dampak
Risiko sistem akibat impact
penggunaan teknologi High frequency/low
dan sistem impact
RisikoEksternal PENERAPAN High frequency/high
MANAJEMEN RISIKO impact
Perhitungan modal Pengawasan aktif dewan komisaris, direksi, dan DPS
risiko operasional
Expected loss (EL) Kebijakan, prosedur, dan penetapan limit
Unexpected loss (UL) Proses identifikasi,pengukuran, pemantauan, dan
pengendalian risiko, serta sistem informasi
manajemen risiko operasional
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL

Bank Syariah melakukan penerapan manajemen risiko


melalui pelaksanaan sistem pengendalian internal untuk
risiko operasional dan memiliki sistem rotasi rutin untuk
menghindari potensi self-dealing, persekongkolan, atau
penyembunyian suatu dokumentasi atau transaksi yang
STRATEGI ANTI FRAUD tidak wajar.

Pencegahan

Deteksi PRINSIP KEHATI-HATIAN


PENYERAHAN SEBAGIAN
Investigasi, PEKERJAAN KEPADA PIHAK
pelaporan, dan LAIN
sanksi
Pekerjaan Pokok
Pemantauan,
evaluasi, dan tindak
Pekerjaan Penunjang
lanjut