Anda di halaman 1dari 20

REKAYASA LALU LINTAS

SONNY (16 0404 060)


TONNY (16 0404 074)
YAVIER KRISTANTO (16 0404 075)
RICHARD JORDAN ONGGA (16 0404 079)
MERY IQLIMA RAMADHAN (16 0404 091)
KELVIN (16 0404 120)
M. FARHAN (16 0404 137)
M. NAUFAL HANIF TANNAZ (16 0404 141)
A. Lalu Lintas Harian Rata-rata (Annual average daily traffic)

Lalu lintas harian ratarata adalah volume lalu lintas rata-rata dalam satu hari.

Volume lalu lintas menunjukkan jumlah kendaraan yang melintasi satu titik
pengamatan dalam satu satuan waktu (Smp/jam).

Volume lalu lintas yang tinggi membutuhkan lebar perkerasan jalan yang lebih besar,
sehingga tercipta kenyamanan dan keamanan.

Lalu Lintas Harian Rata-rata disingkat LHR adalah istilah yang baku digunakan dalam
menghitung beban lalu lintas pada suatu ruas jalan dan merupakan dasar dalam proses
perencanaa transportasi ataupun dalam pengukuran polusi yang diakibatkan oleh arus
lalu lintas pada suatu ruas jalan.
Satuan volume lalu lintas yang umum dipergunakan sehubung dengan
penentuan jumlah dan lebar jalur adalah:
1. Lalu lintas harian rata-rata
2. Volume jam perencanaan
3. Kapasitas

Arus lalu lintas adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik/garis khayal pada jalan
per satuan waktu, dinyatakan dalam kend/jam (Qkend), smp/jam (Qsmp) atau arus harian
dalam bentuk Lalu lintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) (MKJI, 1997).
Bila terdapat N kendaraan melintasi garis khayal selama waktu T, maka volume atau
arus lalu lintas dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:
LHR = Arus Lalu Lintas Kendaraan Harian Rata-rata(smp/jam)
=
N = Jumlah kendaraan (smp)
T = Waktu (jam)

Jumlah gerakan yang dihitung meliputi tiap kendaraan yang lewat daerah lalu lintas,
seperti: pejalan kaki, mobil, bus atau mobil barang.
B. Lalu Lintas Harian Kerja Rata-rata (Annual Average Weekday
Traffic (AAWT))
Lalu lintas harian kerja rata-rata sama dengan lalu lintas harian rata-rata tetapi hanya
dihitung data Hari Senin sampai Hari Jumat saja. Liburan umum seringkali tidak
dimasukkan sebagai perhitungan arus lalu lintas jenis ini.

C. Lalu Lintas Harian Musim Panas Rata-rata (Average summer


daily traffic)
Lalu lintas harian musim panas rata-rata memiliki cara perhitungan yang sama pula dengan
lalu lintas harian rata-rata. Metode dalam mengumpulkan data juga memiliki cara yang
sama, namun perhitungan arus lalu lintas jenis ini hanya dilakukan saat musim panas saja.
ASUMSI RATA-RATA POLA LALU LINTAS DALAM 1 MINGGU

Di hari kerja, umumnya pola lalu lintas memuncak. Namun hal ini tergantung kepada musim.
Pola lalu lintas per jam selama 24 jam dalam sehari semalam menggambarkan pola hidup
masyarakat. Ada puncak pada saat kita pergi bekerja di pagi hari, mendatar setelah itu sampai
menjelang siang hari dengan penurunan secara tajam pada saat makan siang. Pada saat sekolah
usai terdapat peningkatan lalu lintas dan meningkat lagi sampai suatu puncak pada saat saat
pulang kerja. Kemudian, turun tajam sampai sangat sepi di malam hari.
Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata Tahun Ke-n

Lalu Lintas Harian rata-rata adalah jumlah kendaraan yang melewati satu titik dalam satu ruas
dengan pengamatan selama satu tahun dibagi 365 hari.

Besarnya LHR akan digunakan sebagai dasar perencanaan jalan dan evaluasi lalu lintas pada masa
yang akan datang.

Untuk memprediksi volume LHR pada tahun rencana, digunakan persamaan regresi sebagai
berikut:

Keterangan:
= +
Y = Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata
X = Tahun ke-
=
2 ()2 a dan b = Konstanta

=
LHRn = Lalu Lintas Harian Rata-rata Tahun ke-n
n = Jumlah tahun
1
= 100% i = Pertumbuhan Lalu Lintas
1
Tujuan pengukuran arus atau volume lalu lintas perlu dikonversikan ke
satuan mobil penumpang melalui faktor yang disebut dengan ekivalensi
mobil penumpang (emp).

Nilai emp suatu kendaraan akan berbeda untuk kondisi jalan yang
berbeda, misalnya emp suatu bus di jalan lokal akan berbeda dengan
emp suatu bus di jalan arteri. Begitu juga nilai emp di daerah X bisa
berbeda dengan nilai emp di daerah Y karena perilaku pengemudi juga
berbeda.
Dalam MKJI (1997), pengertian ekivalensi mobil penumpang
(emp) adalah factor konversi berbagai jenis kendaraan
dibandingkan dengan mobil penumpang atau kendaraan ringan
lainnya sehubungan dengan dampaknya pada perilaku lalu lintas
(untuk mobil penumpang dan kendaraan ringan lainnya,
emp=1,0).
Data Lalu Lintas Harian rata-rata dapat dirancang menjadi suatu peta yang disebut Peta Lalu
Lintas Harian Rata-rata.
Pembelajaran volume lalu lintas pada dasarnya bertujuan untuk menetapkan:

1) nilai kepentingan relatif suatu rute,


2) fluktuasi dalam arus,
3) distribusi lalu lintas pada sebuah sistem jalan,
4) kecenderungan pemakai jalan (Hobbs, 1995).
Volume jam sibuk rencana (VJR)

Volume jam sibuk rencana (VJR) merupakan prakiraan volume lalu lintas
pada jam sibuk tahun rencana lalu lintas, dinyatakan dalam SMP/jam.

Volume Lalu Lintas harian rencana (VLHR) adalah perkiraan volume lalu
lintas pada akhir tahun rencana lalu lintas dinyatakan dalam SMP/hari.

*VJR memiliki dimensi yang sama dengan LHR


Perhitungan (VJR) menentukan jumlah lajur jalan dan fasilitas lalu lintas yang di
perlukan.

VJR dihitung dengan rumus :


VJR =

Keterangan:
VJR = Volume Jam Rencana
K (disebut faktor K) = faktor volume lalu lintas jam sibuk.
F (disebut faktor F) = faktor variasi tingkat lalulintas per seperempat
jam dalam satu jam.
Penentuan faktor K dan faktor F berdasarkan Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata

FAKTOR K FAKTOR F
VLHR
(%) (%)
>5000 4-6 0,9 1
30.000 50.000 6-8 0,8 1
10.000 30.000 6-8 0,8 1
5.000 10.000 8-10 0,6 0,8
1.000 5.000 10-12 0,6- 0,8
< 1.000 12-16 <0,6

Berdasarkan Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata (VLHR) dalam satuan mobil
penumpang (smp) lebar lajur di tetapkan sebagai berikut:

LHR (smp) < 2000 1500 8000 6000 20.000 > 20.000
Lebar Lajur 3,50 6,00 2 x 3.50 2 x 3,50 atau 2 ( 2 x 3,50 )
(m) 2 ( 2 x 3,50 )
Daftar Pustaka

Wikipedia. 2017. Annual average daily traffic. Diambil dari:


https://en.wikipedia.org/wiki/Annual_average_daily_traffic. (24 September 2017)

Wells, G.R. 1993. Rekayasa Lalu Lintas. Jakarta: Bhratara.

Alamsyah Alik Ansyori. 2003. Rekayasa Jalan Raya. Malang

MKJI. 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Jakarta : Direktorat Bina Jalan Kota