Anda di halaman 1dari 22

PERTEMUAN 1

KONSEP WILAYAH DAN


PERWILAYAHAN
INDIKATOR:
Menjelaskan konsep dasar wilayah dan perwilayahan.

TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Menunjukkan wilayah berdasarkan fenomena geografis di lingkungan
sekitar.
2. Membedakan wilayah dan perwilayahaan.
APA YANG KALIAN TAHU
TENTANG WILAYAH DAN
PERWILAYAHAN?
Mari kita cari tahu konsep
wilayah dan perwilayahan?
APA BEDANYA DENGAN
LOKASI, DAERAH, ATAU
KAWASAN.

Apakah kamu termasuk yang menggunakan istilah-istilah


tersebut untuk suatu pengertian yang sama dengan wilayah?

Mari kita pahami satu-persatu istilah-istilah


tersebut!
Perhatikan gambar
gambar dibawah ini?
Gambar contoh:
Lokasi adalah tempat keberadaan atau
terjadinya suatu gejala atau fenomena

Daerah yaitu tempat yang


berhubungan dengan lokasi dan situasi
ruang yang ada di tempat tersebut.
Kawasan yaitu tempat yang
berhubungan dengan penggunaan
dan peruntukan tertentu.

Jadi menurut kalian wilayah itu


apa?
Menurut Peraturan Pemerintah
Nomor 47 Tahun 1997
Tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional

Wilayah adalah ruang yang merupakan


kesatuan geografis beserta segenap
unsur terkait padanya yang batas dan
sistemnya ditentukan berdasarkan
aspek administratif dan/aspek
fungsional.
Karakter terpenting yang harus
dimiliki sebagai suatu wilayah,
yaitu terdapatnya homogenitas
tertentu yang khas. Karakteristik
yang khas ini dapat berupa aspek
fisis (alam), aspek kultural (budaya
dan manusianya), maupun
perpaduan antara berbagai aspek
yang dapat menjadikan wilayah
tersebut memiliki homogenitas.
Konsep Wilayah
Keadaan Alamiah:
Variasi iklim
Tinggi rendahnya permukaan bumi
Persebaran vegetasi

Tingkat kebudayaan penduduk:


Satu kenampakan wilayah
Ciri-ciri khusus dan kekhasan suatu wilayah
#Kategori
- wilayah bertopik tunggal : curah hujan
- wilayah bertopik banyak : evaluasi lahan
- wilayah bertopik gabungan : wilayah iklim
- wilayah total : wilayah administrasi
- wilayah campage : wilayah perencanaan
(bencana, miskin)

# Tipe
- homogenitas : iklim, vegetasi, bentuk lahan
- heterogenitas : keragaman dalam suatu
wilayah
PERWILAYAHAN
Manfaat perwilayahan:
Memisahkan sesuatunyg berguna dan kurang
berguna
Mengurutkan keanekaragaman kondisi
permukaan bumi
Menyederhanakan informasi dari berbagai gejala
dipermukaan bumi
Memantau perubahan yg terjadi di permukaan
bumi
Tujuan Perwilayahan:
Menyebarkan dan meratakan pembangunan
Menjamin keserasian dan koordinasi
terhadap berbagai kegiatan pembangunan
Memberikan pengarahan kegiatan
pembangunan
3 Metode
Perwilayahan:
1. Generalisasi wilayah
2. Delimitasi dalam
generalisasi wilayah
3. Klasifikasi wilayah
1. Generalisasi
Wilayah
Usaha membagi permukaan bumi
menjadi beberapa bagian
Cara melakukan generalisasi
wilayah:
Mengubah dan menghilangkan
faktor tertentu yg kurang
penting.
Penggunaan Skala Peta untuk
Generalisasi Wilayah:

Makin besar skala yg digunakan (makin


jelas kenampakan yg diamati), makin kecil
derajat generalisasi wilayah yg dilakukan

Makin kecil skala yg digunakan (makin umum


kenampakan yg diamati), makin besar derajat
generalisasi wilayah yg dilakukan
2. Delimitasi dalam generalisasi
wilayah
Cara penentuan batas terluar suatu
wilayah untuk tujuan tertentu
Ada 2 cara delimitasi wilayah:
1. Delimitasi Kualitatif
Cara penentuan batas terluar berdasarkan
kenampakan yg dominan disuatu wilayah.
contoh: pembagian wilayah Indonesia ke
dalam sepuluh wilayah pembangunan
2. Delimitasi Kuantitatif
Cara penentuan batas wilayah
berdasarkan ukuran
contoh: perwilayahan klimatologis
3. Klasifikasi Wilayah
Usaha menggolongkan wilayah secara

sistematis ke dalam bagian-bagian tertentu

Tujuan utama dalam klasifikasi


wilayah:
1. Perbedaan jenis klasifikasi wilayah
2. Perbedaan tingkat klasifikasi wilayah
Perwilayahan
berdasarkan
Fenomena Geografis
Fenomena Geografis
1. Letak geografis dan letak astronomis

2. Interaksi manusia dan lingkungan

3. Bentang alam dan bentang budaya

4. Topografi dan morfologi (keadaan tanah)

5. Klimatologis (iklim, cuaca, curah hujan, suhu,

kelembaban, tekanan udara, dll)



Mengembangkan Wilayah (Perencanaan Wilayah dalam

rangka persiapan permukiman transmigrasi)


1. Identifikasi wilayah potensial disetiap daerah (jawa maupun luar jawa)

2. Identifikasi wilayah berdasarkan tingkat aksesibilitas

3. Perumusan perancangan umum

4. Perumusan program tahunan

5. Klimatologis (iklim, cuaca, curah hujan, suhu, kelembaban, tekanan

udara, dll)

6. Penyusunan rencana pendahuluan tata permukiman

7. Menyediakan peta topografi

8. Penyelesaian renacana tata pemukiman


Wilayah Pusat Pertumbuhan
di Indonesia
Pusat
No Regional Wilayah Daerah-daerah cakupan
Pertumbuhan

Aceh dan Sumatera Utara (Medan)


I
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
1 A Medan II (Pekanbaru)
Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Bangka
III Belitung (Palembang)
Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,
IV Banten, dan D.I Yogyakarta (Jakarta)
2 B Jakarta
Kalimantan Barat (Pontianak)
V
Jawa Timur dan Bali (Suarabaya)
VI
3 C Surabaya
Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan
VII Kalimantan Selatan (Balikpapan dan Samarinda)
NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara
VIII (Makassar)

4 D Makassar Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo


IX (Manado)

X Maluku, Maluku Utara, dan Papua (Sorong)


Pengaruh
Pemusatan Pusat Pertumbuhan
dan Persebaran Sumber
Daya:
1. Meningkatkan jumlah tenaga kerja
2. Menambah jumlah migrasi penduduk dari desa ke kota
(kota besar)

Perkembangan Ekonomi:
1. Terbukanya lapangan kerja baru
2. Meningkatnya sarana dan prasarana di bidang ekonomi
3. Menyamaratakan pembangunan infrastruktur disetiap
daerah