Anda di halaman 1dari 11

PERHITUNGAN :

1.ISOOSMOTIC SOLUTIONS
2.pH AND BUFFER CALCULATIONS
3.TEMPERATURE
ISOOSMOTIC SOLUTION[Perhitungan Tonisitas]
Contoh :

Tentukan jumlah natrium klorida (NaCl) yang dibutuhkan untuk menyiapkan 60 mL larutan isoosmotik atropin
sulfat injeksi 0,5% menggunakan nilai E dan nilai Penurunan Titik Beku.

Drug or Excipient E Penurunan Titik Beku


Atropin Sulfat 0.13 0.075
Sodium Klorida 1.00 0.576

1. Nilai E (Ekivalen NaCl)


Jumlah total zat yang setara dengan injeksi natrium klorida 0,9%= (0,9 g/100 mL) x 60 mL = 0,54 g
Jumlah atropine sulfat yang dibutuhkan = (o,5 g/100 mL) x 60 mL = 0,3 g
1 g atropine sulfat setara dengan 0,13 g sodium klorida
0,3 g sodium klorida ekuivalen dengan = 0,3 x 0,13 g = 0,039 g NaCl
Jadi, jumlah NaCl yang dibutuhkan adalah = 0,54 g 0,039 g = 0,501 g atau 0,5 g
ISOOSMOTIC SOLUTION[Perhitungan Tonisitas]
Contoh :

Tentukan jumlah natrium klorida (NaCl) yang dibutuhkan untuk menyiapkan 60 mL larutan isoosmotik atropin
sulfat injeksi 0,5% menggunakan nilai E dan nilai Penurunan Titik Beku.

Drug or Excipient E Penurunan Titik Beku


Atropin Sulfat 0.13 0.075
Sodium Klorida 1.00 0.576

2. Penurunan Titik Beku (FP Drepression)


Penurunan titik beku yang dibutuhkan adalah = 0,520
1% larutan atropine sulfat menyebabkan penurunan titik beku = 0,5 x 0,0750 = 0,03750
Penambahan titik beku yang dibutuhkan adalah = 0,520 0,03750 = 0,4830
1% larutan NaCl menyebabkan penurunan titik beku sebesar = 0,5760
Sehingga, penurunan titik beku dari 10 disebabkan oleh 1%/0,576 = 1,736% larutan NaCl
1,736% x 0,483 = 0,838% larutan NaCl menyebabkan penurunan titik beku 0,4830
Jumlah NaCl yang dibutuhkan adalah = (0,838%) x 60 mL = 0,502 g atau 0,5 g
PH DAN BUFFER[Perhitungan pH]
Dimana,

[H3O+] : Konsentrasi ion hidrodium dalam larutan berair,

[A-] : Bentuk ion dari asam yang relevan,

Ka : Konstanta ionisasi dari asam monoprotik atau proton


tertentu dari asam polyprotic dalam larutan berair,

[H+] : antilogaritma dari (-pH) atau 10-pH,

Ka : antilogartma dari (-pKa) atau 10-pKa


The pH of an aqueous solution containing a weak acid may be calculated using the Henderson
Hasselbalch equation:
PH DAN BUFFER[Perhitungan pH]
Simbol persamaan penyangga () mewakili ekuilibrium antara basa konjugasi dan bentuk asam atau
pasangan molekul yang sama. Ini disebut persamaan penyangga, karena perubahan kecil dalam
perbandingan konsentrasi bentuk konjugasi menghasilkan perubahan pH yang logaritmik lebih kecil.
Bentuk garamnya bisa berupa asam atau basa, tergantung strukturnya; Dengan demikian, bentuk
konjuganya adalah masing-masing asam dan basanya.
Contoh :
1. B dan BH+ menunjukkan nonionisasi atau basa bebas dan pasangan asam kationik, BH+ B+H+
2. HA dan A- menunjukkan nonionisasi atau asam bebas dan pasangan basa anionik, HA A- + H+
3. HnA- dan Hn-1A2- seperti H2PO4- dan HPO42- menunjukkan suatu asam anionic dan basa anionic;
dengan pKa 7,2; pKa = H2PO4- + H+
PH DAN BUFFER[Perhitungan pH]
Contoh :
Larutan mengandung 0,020 mol/L natrium asetat dan 0,010 mol/L asam asetat, yang memiliki nilai
pKa 4,76. Hitung pH dan larutan [H+].
Maka :
1. pH = 4.76 + log (0.020/0.010) = 5.06
2. [H+] = antilog (5.06) = 8.69 106
PH DAN BUFFER[Larutan Buffer]
DEFINISI
Larutan penyangga adalah larutan berair yang menahan perubahan pH bila sejumlah kecil asam atau
basa ditambahkan, bila diencerkan dengan pelarut, atau bila suhu berubah. Sebagian besar larutan
buffer adalah campuran asam lemah dan salah satu garamnya, atau campuran basa lemah dan salah
satu garamnya. Air dan larutan garam netral, seperti natrium klorida, memiliki sedikit kemampuan untuk
menahan perubahan pH dan tidak mampu menahan aksi penyangga yang efektif.
PH DAN BUFFER[Larutan Buffer]
PERSIAPAN, PENGGUNAAN, DAN PENYIMPANAN LARUTAN BUFFER
Larutan penyangga untuk uji Farmakope harus disiapkan dengan menggunakan air yang baru direbus dan
didinginkan.
Larutan buffer disimpan dalam wadah seperti botol kaca tipe I dan digunakan dalam waktu 3 bulan setelah
persiapan.
Buffer yang digunakan dalam sistem fisiologis dipilih secara hati-hati agar tidak mengganggu aktivitas
farmakologis obat tersebut atau fungsi normal organisme.
Buffer yang umum digunakan dalam produk parenteral, misalnya: asam nonionik dan basa garam dari asam
asetat dan natrium asetat, asam sitrat dan natrium sitrat, asam glutamat dan natrium glutamat, dan
monopotassium atau monosodium fosfat dan dipotassium atau disodium fosfat; dan garam asam dan basa
nonionik tri(hidroksimetil) aminometana hidroklorida dan tris(hidroksimetil) aminometana.
PH DAN BUFFER[Larutan Buffer]
KAPASITAS BUFFER
Kapasitas penyangga adalah kemampuan larutan buffer untuk menahan perubahan pH pada
penambahan sejumlah kecil asam kuat atau basa.
Larutan berair memiliki kapasitas penyangga 1 bila 1 L larutan penyangga membutuhkan 1 g
ekuivalen asam kuat atau basa untuk mengubah pH sebesar 1 unit. Semakin kecil pH berubah
pada penambahan sejumlah asam atau basa tertentu, semakin besar kapasitas buffer larutan
buffer.
PH DAN BUFFER[Larutan Buffer]
KAPASITAS BUFFER
Contoh Perhitungan
Penambahan 0,01 g ekuivalen NaCl ke 0,25 L larutan penyangga menghasilkan perubahan pH 0,50.
Kapasitas penyangga larutan buffer dihitung sebagai berikut:

(0.01 Eq/0.25 L)/0.50 pH change = 0.08(Eq/L)/(pH change)


TEMPERATUR
Hubungan antara skala suhu Celcius (C) dan Fahrenheit (F)

C = (F 32) (5/9) Contoh Perhitungan :


F = (C 1.8) + 32 1. Konversi 770F dalam derajat Celcius
C = (77F 32) (5/9) = 25C
Menurut Persyaratan Umum dan Persyaratan
2. Konversi 300C ke derajat Fahrenheit
8.180 Suhu, suhu dinyatakan dalam derajat
F = (30C 1.8) + 32 = 86F
Celcius (Celcius), dan semua pengukuran
lainnya dilakukan pada suhu 25 kecuali Hubungan antara Kelvin atau absolut (K) dan skala
dinyatakan lain. Celsius (0C) dinyatakan :
K = C + 273.1