Anda di halaman 1dari 12

1.

Dinasti Sabda Dewaji (16504241007)


2. Bowo Sulistyo (16504241010)
3. Muhamad Rifqi Prihantono (16504241034)
Fungsi
sistem yang berfungsi memindahkan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda
kendaraan (pemakai/penggunaan tenaga).
Kopling Hidrolik
Torque converter adalah suatu komponen power train yang bekerjanya secara
hidrolis. Torque conveter inilah yang disebut dengan kopling hidrolik. Prinsip
kerja dari torque converter adalah merubah tenaga mekanis dari engine menjadi
energi kinetis (oil flow) dan merubahnya lagi menjadi tenaga mekanis pada shaft
output-nya.
Fungsi torque converter
Sebagai kopling otomatis (automatic clutch) untuk meneruskan engine
torqueke input transmisi.
Meningkatkan (multiflies) torque yang dibangkitkan oleh engine
Meredam getaran puntir (torsional vibration) dari engine dan drive train.
Meratakan (smoothes) putaran engine.
Komponen Utama Kopling
Hidrolik

a. Pump Impeller, berfungsi untuk melemparkan fluida (ATF) ke turbine


runner agar turbine runner ikut berputar
b. Turbine Runner, runner berfungsi untuk menerima lemparan fluida
dari pump impeller dan menggerakkan input shaft transmisi. Turbine
runner terdiri dari vane dan guide ring.
c. Stator, berfungsi untuk mengarahkan fluida dari turbine runner agar
menabrak bagian belakang vane pump impeller, sehingga memberikan
tambahan tenaga pada pump impeller.
d. One-way clutch, memungkinkan stator hanya berputar searah dengan poros
engkol.
e. Cover, berfungsi sebagai wadah semua komponen kopling hidrolik.
Prinsip Kerja Torque Inverter
Dua roda bersirip yaitu pump impeller dan turbine runner diletakkan saling
berdekatan dalam sebuah casing yang berbentuk lingkaran dan dibautkan pada
roda gila (flywheel) mesin. Casing tersebut diisi dengan ATF yang berfungsi
sebagai media penerus putaran.
Sistem penggerak Kopling Mekanis
a. Cable mechanism (mekanik kabel)

Cara kerja
1) Saat pedal ditekan
Release fork menekan release bearing, release lever mengangkat
pressure plate melalui pivot ring melawan tekanan pressure spring dan
menyebabkan plat kopling terbebas (tidak lagi tejepit diantara flywheel
dan pressure plate) dan putaran mesin tidak dapat diteruskan ke input
shaft transmisi.

1) Saat pedal dilepas


Release fork tidak menekan release bearing, sehingga pressure spring
menekan pressure plate dan pressure plate menekan clutch disc ke
flywheel. Terjadi perpndahan tenaga.
b. Linkage mechanism (mekanik batang)

Mekanisme batang mempunyai


keuntungan elastisitas bahan lebih kecil
sehingga kuat dan spontanitas kerja lebih
baik. Kelemahan atau kekurangan sistem
ini adalah karena media penerusnya
adalah batang, maka untuk
penempatannya menjadi lebih sulit dan
perlu ruang gerak yang lebih besar.

Gambar disamping kopling saat terhubung


Sistem Penggerak Kopling Hidrolik
Merupakan sistem pemindahan tenaga melalui
fluida cair. Prinsip yang digunakan pada
sistem hidrolik ini adalah pengaplikasian
hukum Pascal, dimana jika ada fluida dalam
ruang tertutup diberi tekanan, maka tekanan
tersebut akan diteruskan ke segala arah
dengan sama besar.
Mekanisme Komponen dalam Sistem
Penggerak Kopling Hidrolik
Master Silinder Kopling, berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik,
menekan pedal kopling menyebabkan push rod bergerak terhadap piston untuk menutup return
port, minyak terhisap dari reservoir. . Saat pedal dilepaskan menyebabkan pegas balik mendorong
piston kembali ke posisi semula, return port terbuka dan minyak kembali lagi ke reservoir.
Silinder Pembebas Kopling, berfungsi untuk mengembalikan posisi kopling setelah diinjak. Ada 2
tipe silinder pembebas, yaitu Tipe yang bisa disetel (adjustable type), dan tipe menyetel sendiri
(self-adjusting type).
Hydrolic Clutch Pipe, berfungsi sebagai jalur aliran fluida dari master silinder sampai dapat
menekan release fork.
Release Fork, untuk mengkonversi energi mekanis dari output aktuator silinder menuju release
bearing.
Kelebihan mekanisme penggerak tipe hidraulis
1. Kehilangan tenaga yang diakibatkan oleh gesekan lebih kecil, sehingga dapat menyalurkan tenaga lebih
maksimal. Penekanan pada kopling pun menjadi lebih ringan.
2. Pemindahan tenaga pedal kopling lebih cepat, kinerja kopling pun lebih baik
3. Penempatan pedal kopling dan master silinder mudah ditempatkan sesuai dengan keadaan.

Kekurangan mekanisme penggerak tipe hidraulis


1. Kontruksinya lebih rumit
2. Kerja kopling akan terganggu apabila terjadi kebocoran, atau terdapat udara pada sistem.