Anda di halaman 1dari 32

Penanganan Bahan Kimia

yang Aman
Safe Handling of Chemicals

Merck
Struktur Isi

Pemahaman Karakteristik dan


Sumber Bahaya

Prosedur Penanganan
Bahan Kimia

10/29/2017 Merck Page 2


Pemahaman Karakteristik
dan
Sumber Bahaya

10/29/2017 Merck Page 3


Label Kemasan

Lot-Number Expired date Quantitas satu kemasan


R/S-Phrases

Order Number

Item Name
Rumus Kimia Data Transport
Karakteristik Bahaya
10/29/2017 Merck Page 4
Simbol Bahaya

Standar Europa
Merck

Standar PBB United Nation

10/29/2017 Merck Page 5


Simbol Bahaya

E
Explosive - mudah meledak
Bahan yang mudah meledak.

Oxidizing - pengoksidasi
O Bahan tersebut mengakibatkan kebakaran saat bertemu
dengan api atau bahan lain yang mengandung api
(flammable).

Highly Flammable sangat mudah terbakar


F+ Cairan dengan titik nyala flash point dibawah 0 C dan titik
didih -boiling point maks. 35 C, dalam bentuk gas yang
jenuh memiliki titik nyala pada tekanan udara normal.

10/29/2017 Merck Page 6


Simbol Bahaya

F Flammable mudah terbakar


Spontan terbakar; gas, gas jenuh diudara; cairan dengan titik
nyala flash point dibawah 21C.

Toxic - beracun
T / T+ Terhirup, tertelan atau terkontaminasi melalui kulit dapat
mengakibatkan timbulnya sakit dan pada kumulasi waktu
tertentu mengakibatkan kematian.

Harmful - berbahaya
Bahan ini dapat mengakibatkan terjadi kerusakan pada bagian
Xn tubuh.

10/29/2017 Merck Page 7


Simbol Bahaya

C
Corrosive - korosif
Mengakibatkan terjadi kerusakan peralatan laboratorium
apabila terkontaminasi bahan tersebut.

Xi Irritant mengakibatkan iritasi


Mengakibatkan iritasi pada kulit, mata atau organ lain dalam
tubuh.

N Damaging to Environment berbahaya bagi


lingkungan
Mengakibatkan kerusakan pada lingkungan.

10/29/2017 Merck Page 8


Sumber Bahaya

Berbahaya secara fisik


Berbahaya secara biologi
Berbahaya secara kimia

Orang sebagai sumber bahaya

10/29/2017 Merck Page 9


Prinsip terjadinya Api

Bagaimana prinsip terjadinya Api?

Oxygen
O2

+ +

Bahan yang Energi


mudah terbakar
+
HILANGKAN satu api tidak terjadi!
10/29/2017 Merck Page 10
Sumber Api

10/29/2017 Merck Page 11


Bahan Mudah Terbakar

Bahan mudah terbakar secara spontan


Contoh: Aluminium alkyls, Phosphorus
Pencegahan: Hindarkan kontak dengan udara!

Gas mudah terbakar


Contoh: Butane, Propane
Pencegahan: Hindarkan terbentuknya campuran gas ini
di udara!!! Jauhkan dari sumber api!!!

10/29/2017 Merck Page 12


Bahan Mudah Terbakar

Cairan mudah terbakar


Cairan dengan titik nyala flash point dibawah 21C
(Contoh: Acetone, Benzene)
Pencegahan: Jauhkan dari sumber api terbuka!

Bahan kimia mudah terbakar saat bereaksi dengan air


(Contoh: Lithium aluminium hydride, Sodium, Calcium
oksida)
Pencegahan: Hindari kontak dengan air dan simpan
ditempat yang kering/tidak lembab!

10/29/2017 Merck Page 13


Titik Nyala / Flash Point

Kemampuan suatu cairan


kimia terbakar tergantung
pada titik nyala / flash point

10/29/2017 Merck Page 14


Bahan Mudah Terbakar

10/29/2017 Merck Page 15


Bahan Beracun

Very toxic / Sangat beracun = LD50 dibawah 25mg/kg

Toxic = LD50 lebih besar dari 25 mg/kg tetapi kurang


dari 200 mg/kg

Harmful = LD50 lebih dari 200 mg/kg tetapi kurang dari


2000 mg/kg

10/29/2017 Merck Page 16


LD50 batasan nilai

LD50 = letal dosis

Dosis zat tersebut yang dapat membunuh


50 % populasi makhluk hidup!

10/29/2017 Merck Page 17


Bahan Korosif

Asam Kuat (Contoh: H2SO4, HNO3)


Asam Hydrofluoric (HF) merupakan bahan kimia yang
berbahaya, baik bersifat korosif maupun iritasi. Terbakar
akan bahan ini akan sembuh lama.
Basa Kuat (Contoh: NH4OH, NaOH, KOH)
Sodium (NaOH) dan Potassium hydroxide (KOH) sangat
berbahaya bagi kulit (akan terbakar) dan mata (buta).

10/29/2017 Merck Page 18


Bahan Menyebabkan Iritasi

Beriritasi pada mata (contoh: Benzyl bromide)


Bisa memicu kepada kebutaan.
Asam Osmic (OsO4) menyebabkan mata berair, diikuti
dengan terbakar, dan makin parah pada kebutaan.
Beriritasi pada kulit (contoh: Toluene, Ethanol)
Memicu kerusakan kulit, seperti terbakar, kulit kering, kulit
kasar.

10/29/2017 Merck Page 19


Frase R dan S

10/29/2017 Merck Page 20


R- dan S-phrase 1

R-phrase memberikan informasi tambahan tentang tingkat


bahaya yang dinyatakan dengan simbol karakteristik
bahaya

Contoh: Benzoyl Peroksida

10/29/2017 Merck Page 21


R- dan S-phrase 2

R-phrase-kode:
R 2-7-36-43
R2= Mengakibatkan ledakan hebat apabila segaja
diguncang, bergesekan dengan api atau sumber
nyala lainnya
R7= Mengakibatkan nyala api

R 36 = Iritasi pada mata

R 43 = Sensitif saat bersentuhan dengan kulit

10/29/2017 Merck Page 22


R- dan S-phrase 3

S-phrase memberikan beberapa informasi untuk mencegah


bahaya yang ditimbulkan oleh bahan tersebut.

S 3/7-14-36/37/39
S 3/7 =Jaga kemasan tertutup rapat dan disimpan ditempat yang dingin.
S 14 = Jauhkan dari bahan organik yang mudah terbakar
36/37/39 = Gunakan alat pelindung diri (sarung tangan, kaca mata atau
pelindung muka).

10/29/2017 Merck Page 23


Prosedur Penanganan
Bahan Kimia

10/29/2017 Merck Page 24


Lembar Data Keselamatan Bahan
(MSDS)
Tinjau dan pelajari Material
Safety Data Sheet (MSDS) /
Lembar Data Keselamatan
Bahan (LDKB)
Berisi 16 poin, diantaranya:
Identifikasi zat kimia
Komposisi
Identifikasi bahaya
Pertolongan pertama
Tindakan pencegahan kebakaran
Tindakan terhadap tumpahan
dan seterusnya
10/29/2017 Merck Page 25
Prosedur Penanganan Bahan
Kimia Mudah Terbakar
Dapat berupa cairan, padatan dan gas
Bekerja di dalam lemari asam yang
ventilasinya bekerja dengan baik
Hindari bekerja dekat dengan sumber
api
Kebocoran gas dapat memicu
kebakaran dan ledakan
Perhatikan flash point (titik nyala) bahan
kimia
Jangan buang solvents ke saluran bak
cuci (sink)
10/29/2017 Merck Page 26
Prosedur Penanganan Bahan
Kimia Pengoksidasi

Hindari campuran dengan bahan


kimia yang mudah terbakar
Memperbesar intensitas api
Hindari sumber api
Tutup botol kimia dengan rapat

10/29/2017 Merck Page 27


Prosedur Penanganan Bahan
Kimia yang Beracun

Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang


sesuai
Bekerja di dalam lemari asam yang berventilasi
baik
Pelajari bahaya untuk bahan kimia ini
Karsinogenik (contoh: Benzene, Arsenic)
Mutagenik (contoh: Acetaldehyde)
Teratogenik (contoh: Dimetylmercury)
Hindari tertelan, terhirup dan kontak dengan
kulit dan mata

10/29/2017 Merck Page 28


Prosedur Penanganan Bahan
Kimia yang Korosif

Gunakan APD yang sesuai


Bekerja di lemari asam dengan ventilasi
baik
Antisipasi tumpahan bahan kimia
Siapkan peralatan keselamatan
Lepas semua pakaian dan sepatu yang
terkontaminasi
Cuci sarung tangan yang telah dipakai
sebelum bekerja dengan bahan kimia
yang lain atau berikutnya

10/29/2017 Merck Page 29


Kesimpulan

Perhatikan karakteristik bahaya tiap bahan kimia


Waspada terhadap sumber bahaya
Selalu menyediakan MSDS
Sosialisasikan isi dan manfaat
MSDS kepada seluruh pekerja
Perhatikan frase R dan S
Mengetahui prosedur
penanganan bahan kimia
yang benar dan aman
Lakukan training internal
10/29/2017 Merck Page 30
Referensi

Merck KGaA, Fundamentals of Laboratory


Safety, GIT Verlag GmbH, 2001
Robert J. Alaimo, Handbook of Chemical
Health and Safety, American Chemical Society,
New York, 2001
Andre Pecot, Philippe Grenouillet, Safety in the
Chemistry and Biochemistry Laboratory, VCH,
1995
Howard H. Fawcett, Hazardous and Toxic
Materials: Safe Handling and Disposal, 2nd
Ed., John Wiley&Sons, Inc., 1988
10/29/2017 Merck Page 31
Terima Kasih

Safety with Merck: Improving


Life and Environment
10/29/2017 Merck Page 32