Anda di halaman 1dari 30

Laporan Kasus

P2A0 Post Sectio Cesarea Atas Indikasi Letak


Sungsang

Muhammad Hendra Ridanny Putra


Pembimbing :
Dr. Bambang Abimanyu, Sp.OG (K)
Latar Belakang
Kehamilan sungsang : letak kehamilan abnormal dengan
presentasi terbawah bokong/kaki

Prevalensi 2-4 % pada kehamilan aterm , semakin tinggi pada


usia preterm

Metode persalinan yang dipilih memilki risiko pada ibu dan


anak
John CT, Comprehensive Obstetrics in the Tropics, 2002
Prevalensi persalinan Sungsang
Angka kejadian persalinan sungsang di Indonesia bervariasi
antara 2,93% (RS Labuan Baji) hingga 9% (RS Sarjito) dari
seluruh persalinan pervaginam.

Merupakan suatu masalah persalinan terkait keselamatan ibu


dan anak

Radja Malem K.Letak Sungsang di RSUP Medan Naskah Lengkap Obstetri dan
Ginekologi II. Surabaya .1973
Kerangka Masalah
Pertimbangan
Pertimbangan Letak Sungsang
mortalitas dan
mortalitas dan
morbidtas
morbiditas ibu
anak

Metode
persalinan
yang tepat
?
Risiko Mortalitas dan Morbiditas
Anak
Asfiksia neonatorum paling sering dijumpai pada persalinan
pervagina dengan letak sungsang

Angka mortalitas asfiksia nenatorum mencapai 20-50%,


dengan morbiditas mencapai 25% HIE

Angka asfiksia neonatorum pada persalinan pervaginam


mencapai 43/1000 kelahiran

Soejonoes A. Letak Sungsang. Kuliah Pasca Sarjana Bagian Obstetri dan


Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Rumah Sakit Umum
Pusat dokter Kariadi Semarang.1994.
Penelitian RCT faktor penyebab asfiksia neonatorum
(Nilsom. 2002)
Risiko Mortalitas dan Morbiditas
pada neonatus
Di berbagai negara Eropa dan
kanada, dibuat peraturan yang
mengharuskan SC pada kehamilan
dengan letak sungsang

Penelitian di Belanda, angka


kematian bayi letak sungsang turun
dari 0,35% menjadi 0,18% dan angka
trauma jalan lahir yang menurun
dari 0,29% menjadi 0,08 % bila
kelahiran dilakukan dengan cara
perabdominam

Konsekuensinya meningkatkan
prevalensi SC di berbagai negara

Hannah ME Planned caesarean section versus planned


vaginal birth for breech presentation at term: a randomised
multicenter trial.2000
Risiko Mortalitas dan Morbiditas
Ibu
Persalinan Perabdominam memiliki potensi mortalitas dan
morbiditas pada ibu yang lebih besar

Pada penelitian RCT Jadoon (2008), persalinan perabdominam


secara signifikan lebih berisiko dibanding pervaginam pada ibu
Berbagai Pertimbangan persalinan
letak sungsang
Matius : Pitchard dan Mcdonald
Adanya resiko lain yang tinggi Bayi besar
seperti riwayat infertilitas, Hiperketensi kepala
primi tua, insufisiensi Bentuk panggul abnormal
plasenta
Bayi besar Adanya indikasi untuk
menghentikan persalinan,
Kemungkinan adanya misalnya hipertensi dan KPD
disproporsi sefalo-pelvik >12 jam
Serviks yang kaku pada Kontraksi uterus inadekuat
kehamilan genap bulan atau Presentasi kaki
pada permulaan persalinan
Hambatan kemajuan
persalinan
Prematuritas pada
primigravida
Zatuchni Andros
Memprakarsai sistem skoring persalinan sungsang

Sistem penilaian untuk menentukan metode persalinan


terbaik bagi ibu dan anak

Bertujuan meminimalkan resiko mortalitas-morbiditas ibu dan


anak

Praktis dan mudah dilakukan


ZA Score

Skor < 4 disarankan SC


Skor 4 dapat melahirkan pervaginam
Perbandingan Morbidtas dan
mortalitas maternal

Morbidtas maternal secara signifikan lebih besar pada SC

Igwegbe A.O. Caesarean versus Vaginal Delivery for Term Breech


Presentation: A Comparative Analysis. Afr. J. Biomed. Res.2010
Laporan kasus
Identitas Pasien
Nama : Ny. SA
Umur : 30 tahun
Agama : Islam
Suku : Banjar
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Dusun Sumberan RT 2
Banjarmasin
MRS tanggal : 23 Februari 2015 (Pukul 13.30 WITA)
Anamnesis
S) KU : kencang-kencang
Rujukan : RS Ansari saleh

RPS :
pasien merupakan rujukan dari RS ansari saleh
dengan keluhan utama kencang-kencang. Keluhan muncul
3 hari yang lalu. kencang-kencang dikeluhkan semakin
lama semakin kuat. Keluar lendir darah (+),keluar air-air (-
). Riwayat keputihan sebleumnya disangkal. Ibu pasien
juga mengatakan bahwa kehamilan kali ini tidak seperti
sebelumnya, dimana perut bagian atas ibu terasa penuh
dan ada sensasi bergerak-gerak dari janin.

RPD : HT (-) DM (-) Asma (-)


RPK : HT (-) DM (-) Asma (-)
RIWAYAT

- Haid M : 12 tahun HPHT: 8-5-2014


L : 7 hari TP : 15-2-2015
S : 28 hari UK : 41-22 minggu

- Perkawinan : 1x selama 11 tahun

- Kontrasepsi : pil KB sejak 1 tahun yang lalu

Obstetri :
aterm / spt-bk / bidan/ laki-laki / 2900 gr / 2006
2015 / hamil ini
O) STATUS PRESENT
KU : baik
Kesadaran : compos mentis
Tanda vital : TD 110/80, N 84x/ m, RR 20x/m, T 36,6
TB 155 cm, BB 61 Kg, IMT : 25,3 Kg/m2
Kepala/leher : konj pucat (-), sklera ikt (-), P JVP (-), P KGB (-)
Toraks : sn vesikuler, rh (-), wh (-), S1>S2 tunggal, bising (-)
Abdomen : lihat status obstetri
Ekstremitas : akral hangat, parese (-), edem (-)

STATUS OBSTETRI
Inspeksi : cembung asimetris
Palpasi :
Leopold I: teraba melenting (presentasi kepala), 1 jari dibawah prosessus
xyphoid
Leopold II: punggung kanan
Leopold III: presentasi bokong
Leopold IV: belum masuk PAP
TFU : 1 jari dibawah procesus xyphoid
TBJ : 3090 gr
DJJ : 144 x/menit
His : (+) 1x/10/10-20
VT Pelvimetri
Portio : tebal Promontorium : tidak
Konsistensi : lunak teraba
Pembukaan : 1 cm Spina ischiadica : tidak
Ketuban : (+) menonjol
Penurunan : H-I Linea inominata :<
1/3
Bagian terbawah : Dinding samping :
bokong sejajar
Sacrum :
cekung
Kesan : Luas

Skor Zatuchni Andros: 2


Pemeriksaan Laboratorium (23-02-2015)
PEMERIKSAAN NILAI NILAI RUJUKAN SATUAN

Hemoglobin 13.3 12.0-16,0 g/dl

Lekosit 10,500 4,000-10,500 /ul

Eritrosit 4.35 3.90-5.50 juta/ul

Hematokrit 38,8 37-47 vol%

Trombosit 301,000 150,000-450,000 /ul

RDW-CV 12,7 11.5-14.7 %

22/0,65 10-50/0,6-1,2 Mg/dl


Ur/Cr T
SGOT/SGPT 31/20 16-40/8-45 u/l

Albumin 3,8 3,5-5 g/l


Kardiotokografi
Diagnosis dan Tatalaksana
Diagnosis

G2P1A0 H 41-42 mgg + JTHIU + Presbok + postdate + tak


inpartu + TBJ 3090 gr

Tatalaksana

Pasang Iv line RL 24 tpm


Konsul dr Hariadi Sp.OG (K) :
Observasi tanda inpartu
Pro SC elektif, bila inpartu pro SC cito
Kronologis
Jam 23.00
S) kencang semakin sering
O) TD: 120/80 mmHg RR: 22x/ menit
N: 88x/ menit T: 36,9 C

VT: 3cm/ eff 25%/ bokong/ HII / ket (+)


DJJ : 12-13-12 Skor ZA : 3

A) G2P1A0 H 41-22 mgg + JTHIU Presbok + post date+ inpartu


kala 1 fase laten + TBJ 3090

P) pro SC cito konsul dr Hariadi Sp.OG (K) : Acc SC Cito


Laporan SC
KIE, Informed Consent, Kateter dan infus, AB profilaksis.
Pasien terlentang dalam pengaruh anestesi spinal
Desinfeksi pada lapangan operasi dengan povidon iodin dan dipersempit dengan
duk steril.
Insisi abdomen midline 10 cm, diperdalam lapis demi lapis
Saat peritoneum dibuka tampak uterus gravid aterm, AP D/S dbn
Diputuskan dilakukan LSCS
Dibuat bladder flap, vesika uterina disisihkan ke caudalateral
Insisi SBR 2 cm dilebarkan secara tumpul,
Air ketuban jernih
Pukul 00.10, bayi dilahirkan dengan ekstraksi bokong, lahir bayi Laki-laki, 3200
gr, 51 cm, AS 6-8-9-, anus (+), kelainan kongenital (-)
Plasenta dilahirkan dengan tarikan ringan
SBR dibuat jahitan sudut lalu dilnjutkn jeujur feston
Reperitonialisasi
Cuci cavum abdomen
Lapangan operasi ditutup lapis demi lapis
Operasi selesai. Perdarahan +- 200 cc
Follow Up Post Partum
S) Perdarahan (-) Nyeri luka operasi (+)

O)TD: 120/70 mmHg N: 84 x/ menit


RR: 20 x/ menit suhu: 36,7 C

A) P2A0 Post SC a/i Letak Sungsang

P)
Puasa s/d BU (+)
Infus RL/D5 2:2 /24 jam
Drip okitosin 2 amp dalam RL 500 cc s/d 12 jam post SC
Cek DR post SC, bila HB < 8 pro trasnfusi PRC
Inj ceftrixon 2x1 gr
Inj alinamin F 3x1 amp
Inj Ketorolac 3x1 amp
Inj vit C 3x1 amp
Monitoring KU dan TV
Pembahasan
Kriteria Diagnosis
Kasus Teori
Pada anamnesis didapatkan kehamilan diagnosis presentasi bokong didasakan
kali ini tidak seperti sebelumnya atas anamnesis , pemeriksaan fisk dan
(preskep) pada kehamilan ini, pasien penunjang.
mengeluh perut atas terasa penuh, dan
gerakan janin lebih terasa dibagian pada anamnesis, keluhan utama meliputi
atass perut perut bagian atas yang lebih penuh, dan
gerakan fetus lebih aktif pada bagian atas
perut
Pada pemeriksaan fisik ididapatkan
palpasi bagian melenting di bagian atas pada pemeriksaan fisik, palpasi leopold 1
perut. DJJ bayi juga didapatkan dibagian akan mendapatkan bagian yang melenting
perut atas ibu (kepala fetus) pada fundus uteri. Detak
jantung janin juga dapat didengar pada
bagian atas perut
Pemeriksaan USG tidak dilakukan pada
pasien pemeriksan penunjang dapat memastikan
presentasi bokong, yaitu dengan USG
Pembahasan
penegakan diagnosis
Kasus Teori

kehamilan pasien kali ini diagnosis post date


telah melewati taksiran ditegakan bila kehamilan
partus, dengan umur telah melewati taksiran
gestasi 41-42 minggu partus tetapi belum
melebihi 42 minggu
masa kehamilan

Ketika datang, diagnosis tak inpartu


didapatkan his inadekuat didasarkan atas belum
( 1x/10/10-20), dengan adanya tanda inpartu (
pembukaan 1 cm his inadekuat,
pembukaan <3 cm)
Pembahasan
Faktor reseiko
kasus Teori
Faktor resiko letak
pada pasien kali ini tidak sungsang meliputi :
didapatkan adanya faktor
risiko yang ditemukan primipara
baik pada ibu maupun
pada bayi (evaluasi post Polihidramnion
partum) preterm
Kelainan kongenital
Pembahasan
metode persalinan
Kasus Teori

Pada kasus, evaluasi awal Dengan menggunakan skor


didapatkan ZA skor < 4 sehingga zatuchni Andros (ZA score), dapat
pasien dijadwalkan untuk SC diketahui metode persalinan
elektif yang tepat (aman bagi ibu dan
bayi)
Dalam perjalanannya didapatkan
tanda inpartu pada pasien persalinan pervaginam dengan
sehingga dilakukan SC cito ZA score <4 berhubungan dengan
kejadian asfiksia neonatorum
Pada kasus, bayi lahir dengan
apgar score 6-8-9 persalinan perabdominam pada
kehamilan letak sungsang dengan
ZA score <4 berhubungan dengan
apgar score yang lebih baik
dibanding dengan persalinan
pervaginam
Penutup

Telah dilaporkan laporan kasus atas nama Ny SA, 30 tahun,


datang dengan keluhan perut kencang-kencang. Pada
anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang didapatkan
presentasi bokong pada janin. Pada perhitungan skor Zatuchni
Andros, didapatkan nilai 2. Pasien direncanakan untuk
menjalani persalinan perabdominam secara elektif. Dalam
perjalanannya, didapatkan tanda inpartu pada pasien, dengan
pembukaan 3 cm, bagian terbawah janin berada di bidang
Hodge 2. Pada perhitungan skor ZA didapatkan nilai 3. Pasien
direncanakan untuk SC cito. Bayi lahir dengan cara ekstraksi
bokong, ketuban jernih, dengan apgar skor 6-8-9.
Terima kasih