Anda di halaman 1dari 16

Kelompok 1 :

1. Ari Hidayat
2. Anif Aulia Akbar
3. Cindy Oktaviani
4. Dewi Sunarti
5. Febrina Adelina Sigalingging
6. Josua Sugandi Siregar
7. Nova Diiyana
8. Multi Handriayani
Pendahuluan
Uap dan air merupakan 2 (dua) bagian yang sangat penting dalam
proses pengolahan minyak nabati maupun jenis pabrik lainnya. Pada
proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil
(CPO) di pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) memerlukan uap air
(steam) untuk sterilisasi buah, pengeringan inti, pemanasan tangki
timbun dan lain-lain selama proses pengolah berlangsung.
Water treatment (pengolahan air) diperlukan pada pabrik kelapa sawit
dikarenakan air yang digunakan pada proses pengolahan dan air umpan
boiler harus memenuhi standart. Dengan kata lain proses water treatment
sesungguhnya adalah proses pengolahan air untuk mengurangi dan
menghilangkan pengotor atau impurities yang terdapat dalam air sehingga
air dapat memenuhi syarat-syarat mutu air yang diperlukan dalam
penggunaannya.
Dasar Dasar Pengolahan

Adapun jenis pengotor atau impurities yang terdapat dalam air dapat
berupa padatan tersuspensi (lumpur), padatan yang tidak larut (pasir,
sampah), gas-gas terlarut (O2, CO2, H2S), mikroorganisme (bakteri,
ganggang) dan garam-garam yang terionisasi. Pada dasarnya proses
water treatment untuk keperluan pabrik kelapa sawit dapat dipisahkan
menjadi external treatment dan internal treatment. External treatment
terdiri dari proses penjernihan, proses penyaringan dan proses
demineralisasi. Sedangkan proses internal treatment terdiri dari aerasi dan
penambahan bahan-bahan kimia lainnya.
Kandungan Zat
Suspended solid
Adalah semua senyawa/padatan yang tidak larut, melayang atau ,mengapung di
dalam air dan tidak berubah bentuk seperti lumpur, pasir, bahan-bahan organik,
minyak dan bakteri. Bila jumlahnya besar akan menyebabkan kekeruhan dalam air.

Dissolved solid
Adalah padatan yang larut di dalam air yang bergabung dengan molekul-molekul
air atau di dalam larutan seperti garam-garam dan asam. Komposisi padatan yang
larut tergantung dari macam sumber air dan lokasi sumber air. Padatan terlarut yang
banyak dijumpai dalam air antara lain : Alkalilitas, kesadahan, Garam sodium, Besi,
mangan, Silika, Chlorida, sulfat, Phospat dan bahan-bahan organik.

Dissolved gas
Adalah gas-gas yang ada di air yang bergabung dengan molekul-molekul air. Gas
gas ini tidak stabil dan dapat dilepas dengan perubahan suhu, tekanan atau
interaksi mekanikal, contohnya oksigen, karbondioksida.
Perlakuan air

Proses perlakuan air di Pabrik Minyak Sawit dilakukan dengan cara :


Penjernihan air
Pelunakan air dengan cara pertukaran ion
Boiler internal treatment.
Penjernihan air
Pengolahan air baku (mentah) bertujuan untuk menghilangkan kotoran-
kotoran yang ada di air. Metode pengolahan air ada tiga jenis yaitu :

Penjernihan (Clarification)
Proses penjernihan merupakan proses pengendapan kotoran/lumpur yang
tersuspensi / melayang didalam air dengan bantuan penambahan bahan
kimia. Proses penjernihan air dapat dibagi atas tiga langkah proses yaitu :
Koagulasi, Flokulasi dan Sedimentasi

Penyaringan (Filtrasi)
Penyaringan merupakan tahap akhir dari proses penjernihan air, alat yang
digunakan berupa pressure sand filter.

Chlorinasi (Disinfeksi)
Disinfeksi adalah proses pemusnahan bakteri dan virus yang ada di dalam
air. Prosesnya dengan menambahkan chlorin atau kaporit pada air yang
akan di kirim ke water tank.
Pelunakan Air
Pelunakan air yang sering dilakukan dengan peralatan :

Softener
Merupakan resin penukar ion yang berfungsi menurunkan kesadahan air atau total
hardness.
Demineralizer plant
Merupakan resin penukar Kation dan Anion berfungsi untuk menurunkan kesadahan,
silica dan Total dissolved solid (TDS).
Dearator
Merupakan alat pemanas air umpan Boiler dengan tujuan untuk menghilangkan gas
terlarut seperi oksigen, Carbon dioksida dan ammonia yang dapat menyebabkan
korosi.
Internal treatment
Internal treatment merupakan proses perlakuan air didalam Boiler dengan tujuan
untuk mencegah pembentukan kerak, mencegah korosi serta mencegah terjadinya
carry over. Air umpan Boiler dengan analisa kimia dapat diketahui jenis dan jumlah
kandungan zat yang terkandung didalamnya .

Kerak
Kerak di air umpan Boiler terbentuk dari kotoran-kotoran, biasanya dari campuran
Calsium dan Magnesium yang tidak larut.Pengaruh daripada pembentukan kerak
adalah pengembungan atau pembengkokan pipa serta pelepuhan pipa.

Korosi
Korosi di air umpan Boiler terjadi ketika air asam atau pH rendah, ditandai dengan
hilangnya logam, oksigen dan gas-gas korosif yang menyebabkan lobang-lobang
besar karena korosi yang menyebabkan pipa Boiler.
Carry over
Carry over pada Boiler terjadi karena masukknya uap air balik dan kelebihan solid yang
terlarut dan tidak terlarut, tingginya alkalinity serta tingginya kandungan minyak di air
umpan Boiler yang dapat menyebabkan kerusakan pada pipa super heater, berkurangnya
efisiensi turbin.

Proses masuknya air dan uap terbagi dua yaitu :


a. Priming
Hal ini terjadi karena penurunan tekanan secara tiba-tiba yang disebabkan oleh
meningkatnya permintaan uap secara cepat atau hasil kelebihan high water level.
b. Foaming
Hal ini terjadi karena adanya gelembung uap pada permukaan air di dalam drum uap.
Proses pengolahan air umpan Boiler apabila tidak dilaksanakan dengan baik akan
menimbulkan kerak didalam dinding pipa-pipa pemanas maupun dinding drum.
Adanya kerak ini akan mengakibatkan beberapa hal yaitu :

1. Proses pemanasan air di dalam pipa-pipa membutuhkan waktu pemanas


lebih lama.
2. Bahan bakar untuk menaikan steam diperlukan banyak.
3. Uap yang dihasilkan kurang, bermutu jelek dan kapasitasnya berkurang.
4. Kemungkinan terjadinya pemanasan lokal pada pipa yang akan
berakibat over heating dan dapat menjadikan ledakan/pecahnya pipa.
5. Efisiensi kerja Boiler rendah.
Alat Pendukung Pengolahan Air
Beberapa peralatan pendukung yang dipergunakan pada proses pengolahan air yaitu:
Pompa raw water
Fungsinya untuk memompakan air dari waduk/sungai sampai ke water Clarifier Tank.
Water Clarifier Tank.
Fungsinya sebagai tempat proses koagulasi dengan tahapan pencampuran, penggumpalan
dan pengendapan bahan tidak larut dalam air. Alat ini juga dilengkapi Kerangan drain untuk
membuang endapan lumpur yang terbentuk.
Chemical Dosing Pump.
Fungsinya untuk mengalirkan larutan bahan kimia dengan cara injeksi dari tanki larutan kimia
ke dalam Clarifier Tank.
Chemical Solution Tank.
Fungsinya untuk pencampuran bahan kimia dengan air pada konsentrasi tertentu sebelum
diinjeksi ke dalam Clarifier Tank.
Water Basin (Bak pengendap).
Fungsinya untuk mengendapkan pasir, lumpur dan gumpalan-gumpalan
partikel yang terbawa dalam air.
Water Basin Pump.
Fungsinya untuk mentransfer air yang telah diendapkan di dalam bak
pengendap masuk ke dalam Pressure Sand Filter
Pressure Sand Filter
Fungsinya untuk menyaring padatan-padatan yang terdapat dalam air melalui
media berpori atau pasir.
Water Tower Tank.
Fungsinya sebagai tempat penimbunan air yang sudah bersih hasil dari
pengolahan dan sebagai tempat pengaturan distribusi air untuk domestik
maupun untuk keperluan pabrik.
Alat Pendukung Pelunakan Air
Beberapa peralatan pendukung yang dipergunakan pada proses pelunakan air yaitu:

Regenerasi Pump.
Fungsinya untuk mengalirkan air yang telah ditreatment ke dalam unit penukar kation.
Tanki Kation dan anion.
Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya pertukaran ion. Peralatan ini terdiri dari dua
bagian, satu bejana kation dan satu lagi bejana anion serta dilengkapi dengan tanki /
bak pengenceran larutan asam dan kaustik.
Degasifer
Fungsinya untuk melepaskan gas/ion yang terkandung di dalam air baku.
Deaerator Water Pump.
Fungsinya untuk mentransfer air dari Feed Water Tank ke Deaerator.
Deaerator
Fungsinya untuk menaikkan temperatur air umpan mendekati titik didihnya sehingga
dapat mengurangi kandungan gas O2 dan CO2.
Tanki penampung air umpan
Fungsinya untuk menampung air umpan sebelum di alirkan ke dalam Deaerator.
Critical Point Pengolahan Air
Beberapa kritikal point yang harus dipenuhi didalam pengolahan air yaitu:

Penjernihan air
Suspended solid : 0 - 3 mg/l

Air umpan Boiler


pH : 7,0-8,5
Total Hardness : <5
Silica :<5

Air Boiler
PH : 10,5-11,5
Total Alkalinity : 500 800 ppm
Coustic Alkalinity : 300 - 500 ppm
Sulphit : 20 80 ppm
Total Dissolve Solid : < 2500 pp
Silica : 0.5 x Caustic alkalinity
Sodium Chloride : < 300 ppm
Total Hardness : < 5 ppm
Kesimpulan

Water treatment sesungguhnya adalah proses pengolahan air untuk mengurangi dan
menghilangkan pengotor atau impurities yang terdapat dalam air sehingga air dapat
memenuhi syarat-syarat mutu air yang diperlukan dalam penggunaannya. Adapun
jenis pengotor atau impurities yang terdapat dalam air dapat berupa padatan
tersuspensi (lumpur), padatan yang tidak larut (pasir, sampah), gas-gas terlarut (O2,
CO2, H2S), mikroorganisme (bakteri, ganggang) dan garam-garam yang terionisasi.
Pada dasarnya proses water treatment untuk kepeluan pabrik kelapa sawit dapat
dipisahkan menjadi external treatment dan internal treatment. External treatment
terdiri dari proses penjernihan, proses penyaringan dan proses demineralisasi.
Sedangkan proses internal treatment terdiri dari aerasi dan penambahan bahan-
bahan kimia lainnya.