Anda di halaman 1dari 28

RETROSINTESIS DAN DISKONEKSI

Definisi
Analisis Retrosintetis : proses menguraikan
molekul target sampai didapat bahan awal yang
tersedia

Caranya dengan melakukan pemutusan ikatan


imajiner (diskoneksi) dan konversi satu gugus
fungsi ke gugus fungsi yang lain melalui reaksi
kimia yang efisien (interkonversi gugus
fungsi/tukar gugus fungsi).
Sinton dan Ekivalen sintetik

Sinton adalah fragmen yang dihasilkan dari


proses diskoneksi ikatan pada molekul target.
Ada sinton positif (+) dan sinton negatif (-).
Sinton Ekivalen Sintetik Sinton
Let, 2/11-10-2010
Ekivalen
Sintetik
R+ R-Br, R-I, R-OMs, R-Ots RMgBr, RLi,
R
R = alkil, bukan aril R2CuLi

OH O

R R R R

OH O OH

Br
R R R

O O

R R

O O O O O O O O

CO2Et
R OEt R Cl
R O R
R R R R

Sinton harus mempunyai kepolaran laten
yang sama dengan ekivalen sintetik

OH O


R H R H
Diskoneksi
- Pemotongan ikatan secara imaginer pemecah
molekul yang diharapkan lebih sederhana

- Kebalikan dari sintesis, jika sintesis mereaksikan


senyawa starting material menjadi suatu produk
senyawa baru
Apabila suatu senyawa kimia memiliki ikatan
lebih dari satu yang harus diputus, maka harus
dipilih salah satu pertimbangan :

a. Sedapat mungkin di sekitar bagian tengah


molekul sehingga didapatkan dua molekul yang
seimbang
b. Sebaiknya pada titik cabang yang lebih
memberikan fragmen berantai lurus untuk
meminimalkan gangguan sterik dalam reaksi
c. Diskoneksi untuk senyawa-senyawa aromatik
secara umum dilakukan pada gugus/
subtituennya.
d. Memilih urutan reaksi juga harus didasarkan pada
faktor efisiensi dan kelayakan reaksi serta bahan
baku yang digunakan

e. Jika pada suatu senyawa aromatik terdapat dua


gugus yang berbeda, maka pemotongan ikatan
berdasarkan pada reaktivitas relatifnya. Gugus
penarik elektron (deaktivasi) mendapat prioritas
pertama dalam pemutusan ikatan dan seterusnya
Beberapa tanda/simbol yang
perlu diketahui :
reaksi kimia irreversibel
diskoneksi/retrosintetik
reaksi reversibel
resonansi
lompatan 2 elektron
lompatan 1 elektron
reaksi penyusunan ulang
o
(rearrangement)
Istilah Dalam Reaksi Sintesis Organik :
1. Rute sintesis
Rangkaian reaksi organik dari material asal menuju
terbentuknya molekul yang diinginkan (molekul target = MT)
2. Molekul Target
Produk akhir dari hasil reaksi
3. Zat Antara (Intermediate Product)
Senyawa organic yang terbentuk selama proses sintesis,
sebelum tercapainya molekul target.
4. Hasil Ikutan (Hasil Samping)
Senyawa yang terbentuk selama proses sintesis & terjadinya
bersama-sama dengan molekul target.
5. Zat Transisi
Senyawa organic hipotetik yang terbentuk selama proses
sintesis, sebelum terjadinya molekul target.
Sifat senyawa ini adalah tidak dapat diisolasi.
Lanjutan
6. Pendekatan Diskoneksi
Suatu kerja analitik untuk memutuskan ikatan-
ikatan kimia yang ada pada molekul target,
guna mendapatkan senyawa asal yang lebih
sederhana
7. Sinton
Fragmen-fragmen dari molekul target sebagai
hasil dari diskoneksi, umumnya berupa ion.
8. Ekivalen Sintetik (Synthetic equivalent)
Molekul-molekul yang melaksanakan fungsi dari
sinton.
Contoh analisis retrosintetik 1
OH

DISCONNECT

A B

OH OH

SYNTHONS
SYNTHONS

REAGENTS
REAGENTS ? ? PhMgBr
H

OH
Br
i) Mg/Et2O

Sintesis : ii) CHO


Contoh analisis retrosintetik 2
OH

DISCONNECT

A B

OH OH

SYNTHONS
SYNTHONS

Synthetic
Synthetic PhCHO
BrMg
? Br
equivalents
equivalents

OH

Br i) Mg/Et2O
Sintesis : Ph
ii) PhCHO
Contoh analisis retrosintetik 3
OH OH

Ph Ph

BrMg
Ph

OH
O
BrMg

Sintesis : Ph Ph
Contoh Analisis Retrosintetik 4
O
OH
FGI
Ph
Ph

DISCONNECT

O
O

Ph Br

Ph
(as enolate)

O
O
i) base LiAlH4
Sintesis : Ph
T.M.
Ph
ii) Br
Contoh analisis retrosintetik 5
O O

Ph Ph

LiCu( )2
Ph

O O

t-Bu2CuLi NaBH4
T.M.
Sintesis : Ph Ph
Analisis retrosintetik 6

OH OH "H2O"

Ph
Ph Ph

OH
i) Hg(OAc)2
Sintesis : Ph
ii) NaBH4 Ph
Strategi dan Perencanaan
1. Pertimbangkan berbagai kemungkinan
2. Jika memungkinkan, pilihlah rute sintesis
konvergen dari pada linier, karena akan
memberikan rendemen yang lebih besar
3. Cobalah berbagai cara diskoneksi dan IGF
4. Arahkan ke penyederhanaan terbaik (diskoneksi
di tengah atau di percabangan)
5. Manfaatkan simetri yang ada pada molekul target
6. Masukkan gugus fungsi pada posisi yang
diperlukan untuk mempermudah pembentukan
ikatan
7. Menggunakan gugus pelindung
eg.
ABCDEF ABCDE + F

ABCD + EF ABCD + E
convergent

linear
ABC + D
AB + CD , E + F

AB + C
A+B ,C+D

A+B

Linear vs. convergent synthesis assume 80% yields (optimistic!)


Linear:

step 1 2 3 4 5 ...10 ...15


A AB ABC ABCD ABCDE ABCDEF A...K A......P
approx
overall yield: 80% 64% 51% 40% 32% ...10% ...3.5%

Convergent:
A AB
ABCD
C CD
ABCDEF
A...K
E EF G...K A......P
L...P
80% 64% 51% 40% 32%
Diskoneksi di tengah

O O O O

Ph Ph

O O O

base O

Ph MVK Ph
methyl vinyl ketone
MVK
Di percabangan :
O O

CO 2Et CO 2Et
Ph Ph

O
?

CO 2Et
Ph
CO 2Et
Ph

NaOEt

Br

CO 2Et
Ph
Perhatikan simetri
O O
O

HO
HO

self -condensation

O O
O

NaOEt HO

H2O

O
Sometimes it helps the retrosynthesis
if you add a functional group to facilitate bond formation
(Functional Group Addition, FGA).
An example of this is acetoacetic ester synthesis:

O O O


OEt

Thus:

O
O O O
FGA CO2Et discon. discon.
CO2Et CO2Et
Bu

SM, Ethylaceto acetate


The synthesis therefore is
O
O
O
NaOEt MeI
CO2Et
CO2Et
CO 2Et

Acidic proton

NaOEt
BuBr
O O
O
CO2H H3O+ CO 2Et
Bu CO2 Bu
Bu

TM
+

Sinton 1 Sinton 2
Aspirin

Asam Salisilat Asam Asetat Anhidrida


WASSALAM
TERIMAKASIH