Anda di halaman 1dari 9

HPLC

OLEH:
KEL IV
YULIANA KL
NOVA RAYO
ELDA TONGLO
LUDYA YAKUB
Defenisi HPLC
High-Performance Liquid Chromatography (atau
disebut juga High-Pressure Liquid Chromatography),
HPLC, merupakan teknik kromatografi yang
digunakan untuk memisahkan campuran dari
senyawa-senyawa pada kimia analitik dan biokimia
dengan tujuan mengidentifikasi, mengukur, atau
memurnikan komponen-komponen individual dari
campuran (Wikipedia).
Prinsip kerja HPLC
Dengan bantuan pompa, fasa gerak cair dialirkan
melalui kolom ke detektor. Cuplikan dimasukkan ke
dalam aliran fasa gerak dengan cara penyuntikan.
Di dalam kolom, terjadi pemisahan komponen-
komponen campuran karena perbedaan kekuatan
interaksi antara solut-solut terhadap fasa diam.
Solut-solut yang kurang kuat interaksinya dengan fasa
diam akan keluar dari kolom lebih dulu. Sebaliknya,
solut-solut yang kuat berinteraksi dengan fasa diam
maka solut-solut tersebut akan keluar kolom dideteksi
oleh detektor kemudian direkam dalam bentuk
kromatogram.
Jenis-jenis HPLC
1. Kromotografi adsorbsi
2. Kromotografi fase terikat
3. Kromotografi penukar ion
4. kromotografi pasangan ion
5. kromatografi eksklusi ukuran
6. Kromotografi afinitas
Kelebihan HPLC
Cepat
Resolusi
Sensitivitas detektor
Kolom yang dapat digunakan kembali
Mudah rekoveri sampel
Kekurangan HPLC
Mahal
Sering ada larutan standar yang tertinggal di injektor.
Perlu tenaga ahli untuk mengoperasikannya
FASE DALAM HPLC

Kromatografi Fase Normal

Fase diam : Normal ( bersifat polar ), misalnya


silika gel
Fase gerak : Bersifat non-polar

Kromatografi Fase Terbalik

Fase diam : ( Bersifat non-polar ), misalnya silika


gel direaksikan dengan klorosilan
Fase gerak : Bersifat polar

7
sampel
Sampel yang digunakan dalam
HPLC Yaitu sampel yang
mengandung senyawa
flavonoid, alkaloid, tanin dan
saponin