Anda di halaman 1dari 14

ANASTESI PADA SECTIO CAESARIA

OLEH:
Arifah Usrah
111 2015 1135

PEMBIMBING:
dr. Julia Hasir, Sp. An, M. Kes.

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


DEPARTEMEN ANESTESIOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2016
Pendahuluan

Seksio sesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin


dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Saat ini
pembedahan seksio sesarea jauh lebih aman dibandingkan masa
sebelumnya karena tersedianya antibiotika, transfusi darah, teknik
operasi yang lebih baik, serta teknik anestesi yang lebih sempurna.
Perubahan fisiologis pada ibu hamil

1. Berat Badan dan Komposisi


2. Perubahan Kardiovaskular
3. Perubahan Hematologi
4. Perubahan Sistem Respirasi
5. Perubahan Sistem Renal
6. Perubahan pada Sistem Gastrointestinal
7. Perubahan Sistem Saraf Pusat dan Perifer
8. Perubahan Sistem Muskoloskeletal
9. Sirkulasi Uteroplasental
Cont...

Penyebab terjadinya Supine Hypotensive Syndrome dan penanganannya


Sectio Caesaria

Seksio sesaria atau persalinan sesaria didefinisikan


sebagai melahirkan janin melalui insisi dinding abdomen
(laparatomi) dan dinding uterus (histerotomi). Definisi ini
tidak mencakup pengangkatan janin dari kavum abdomen
dalam kasus ruptur uteri/kehamilan abdominal. Tindakan ini
dilakukan untuk mencegah kematian ibu dan bayi karena
kemungkinan-kemungkinan komplikasi yang dapat timbul
bila persalinan tersebut berlangsung pervaginam.
Faktor Yg Menentukan
Meberhasilan Suatu Persalinan

1. Passage (jalan lahir)


2. Passenger (janin)
3. Power (kekuatan ibu)
Indikasi Sectsio Caesarea

1. Indikasi Medis
2. Indikasi Ibu
3. Indikasi Janin
Anastesi Pada Sectio Caesarea

1. Anestesi Umum
2. Anestesi Regional:
- SAB/Spinal
- Epidural
Anestesi Umum
Pentotal (golongan barbiturate)
5 mg/kg BB dalam larutan 2,5% dengan pH 10.8, tetapi
sebaiknya hanya diberikan 50-75 mg.
Ketamin
1-2 mg/kg BB,
Valium
10 g IV atau IM. Untuk induksi anastesi, dosisnya 0,2
0,6 mg/kg BB.
Diprivan (10 % minyak kacang kedelai, 1,2 % fosfatida
telur, 2,25 % gliserol. Keseluruhannya merupakan
larutan 1% dalam air, dalam bentuk emulsi).
Anestesi Spinal

Lokasi injeksi. Posisi saat injeksi.


Anestesi Epidural

Teknik anestesi epidural


Cont...

Teknik anestesi spinal yaitu dengan


memasukkan jarum dibawah L1 pada dewasa dan
L3 pada anak-anak menembus ruang subaraknoid
dan dikonfirmasi dengan melepaskan stilet dimana
ketika dilepas akan mengalir LCS. Teknik
epidural anestesi dengan memasukkan jarum ke
ruang epidural yang ditandai dengan loss of
resistance dan hanging drop.
Kesimpulan
Teknik anestesi secara garis besar dibagi menjadi dua
macam, yaitu anestesi umum dan anestesi regional.
Anestesi umum dengan teknik yang cepat, baik bagi ibu
yang takut, serba terkendali dan bahaya hipotensi tidak
ada, namun kerugian yang ditimbulkan kemungkinan
aspirasi lebih besar, pengaturan jalan napas sering
mengalami kesulitan, serta kemungkinan depresi pada
janin lebih besar. Anestesi regional (spinal atau epidural)
dengan teknik yang sederhana, cepat, ibu tetap sadar,
bahaya aspirasi minimal, namun sering menimbulkan mual
muntah sewaktu pembedahan, bahaya hipotensi lebih
besar, serta timbul sakit kepala pasca bedah.
TERIMA KASIH