Anda di halaman 1dari 22

DIBAWAKAN OLEH:

Maifa Deapaty tanratu


1102100090

PEMBIMBING:
dr. Abd. Muthalib, Sp. An, M. Kes

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU ANASTESI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2016
PENDAHULUAN

Sering terjadi

Penanganan yg Kegagalan
tepat dan segera pertukaran gas

Kegawatdaruratan Akut dan kronik


ANATOMI SISTEM RESPIRASI

Netter, Frank H. Atlas of Human Anatomy. Edition : 6th. Philadelphia. 2014.


OTOT PERNAPASAN
FISIOLOGI PERNAPASAN
KONTROL PERNAPASAN

PERIFER SENTRAL
GAGAL NAFAS

Suatu sindrom dimana sistem


respirasi gagal untuk melakukan
proses oksigenasi dan ventilasi.

TRANSFER OKSIGEN DARI


OKSIGENASI UDARA (ATMOSFER) KE DARAH

PaO2 60
mmHg

GANGGUAN REMOVAL CO2 DARI


VENTILASI DALAM TUBUH

PaCO2 50
mmHg
ETIOLOGI GAGAL NAPAS
KLASIFIKASI DAN PATOFISIOLOGI GAGAL NAPAS

I. Kegagalan Oksigenasi Adalah kegagalan paru untuk


(Gagal Napas Tipe mengoksigenasi darah, ditandai dengan
I/Hipoksemik) PaO2 dan PaCO2 normal/menurun

Gangguan Difusi

Pirau Intrapulmonal
(Shunt) Congenital Defect
di Jantung dan pembuluh
darah.
www.themegallery.com

II. Kegagalan Adalah kegagalan ventilasi kegagalan


Ventilasi (Gagal tubuh untuk mengeluarkan CO2
Napas Tipe retensi CO2 PaCO2 (hiperkapnea)
II/Hiperkapnik) disertai penurunan PaO2

1 Abnormalitas pusat respirasi

2 Gangguan neuromuskular

3 Abnormalitas dinding thoraks

4 Abnormalitas jalan napas


GAMBARAN KLINIS
GEJALA HIPOKSIA

Metabolisme asidosis
Hipoksemia
anaerob metabolik

sakit kepala, kekacauan mental, gangguan dalam


Gejala penilaian, bicara kacau, gangguan fungsi motorik,
neurologis agitasi dan gelisah yang dapat berlanjut menjadi
delirium hingga jatuh dalam kondisi tidak sadar.

Peningkatan Takikardi, diaphoresis, dan vasokonstriksi. Gejala yang


aktivitas lebih berat dapat menyebabkan bradikardi, vasodilatasi
Saraf dan hipotensi serta menimbulkan iskemia miokard,
simpatis infark, aritmia dan gagal jantung.
GEJALA HIPERKAPNEA

Hiperkapnea
peningkatan
kadang-kadang vasodilatasi
tekanan
disebut sebagai serebral
intrakranial
narkosis CO2

penurunan
kontraktilitas berupa sakit
Jika retensi CO2
miokardium dan kepala, edema
sangat berat
vasodilatasi papil
sistemik

gagal jantung
dan hipotensi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Gangguan keseimbangan asam-basa dan
1 Analisis Gas Darah perubahan oksigenasi jaringan.

2 Pulses Oxymetri Menilai kadar oksigen dalam darah.

Capnography untuk menganalisa konsentrasi kadar


3
karbondioksida darah secara continue.

Pulmonary Function Tests


4 (PFTs), dilakukan pada gagal
napas kronik

5 Radiologi
PENATALAKSANAAN

PRINSIP : Jika gagal napas Pastikan


penyebabnya

1. Pemberian terapi oksigen


2. Penatalaksanaan obstruksi napas
3. Pengobatan infeksi pulmonal
4. Pengaturan jumlah sekret
5. Membatasi terjadinya edema pulmonal
Pemberian oksigen tambahan dari luar ke paru melalui saluran
Definisi pernafasan dengan menggunakan alat sesuai kebutuhan dengan
konsentrasi yang lebih tinggi dari yang ditemukan dalam atmosfir
lingkungan.

Tujuan/ hipoksemia PaO2 arteri <60 mmHg atau SaO2<90%


Meningkatkan konsentrasi O2 pada darah arteri sehingga masuk ke
Indikasi jaringan untuk memfasilitasi metabolisme aerob

Kanul nasal / Kateter binasal / nasal prong : jika ada obstruksi nasal.
Kontra Kateter nasofaringeal / kateter nasal : jika ada fraktur dasar
tengkorak kepala, trauma maksilofasial, dan obstruksi nasal.
Indikasi Sungkup muka dengan kantong rebreathing : pada pasien dengan
PaCO2 tinggi, akan lebih meningkatkan kadar PaCO2 nya lagi.
MACAM-MACAM ALAT TERAPI OKSIGEN
Aliran Fi O2 (fraksi oksigen
Alat
(L/menit) %)
1 25
2 29
3 33
Kanula nasal
4 37
5 41
6 45
Sungkup Muka >5
35-50
Sederhana (5-15)
Sungkup Muka
dengan kantong 5-15 40-70
rebreathing

Masker dengan
kantong non 60-95
10-12
rebreathing
Kanul Hidung
ditujukan untuk pasien tanpa hiperkapnia yang
memerlukan oksigen suplementasi hingga 40%, kecepatan
2-6 l/menit
alat ini nyaman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh
pasien

Sungkup sederhana
kecepatan 5-12 l/menit, juga berguna untuk pasien dengan
obstruksi hidung dan bernapas lewat mulut

Masker rebreathing dan masker


nonrebreathing
memiliki reservoir dibawah dagu
masker nonrebreathing memakai katup untuk memastikan
udara yang masuk pada saat inspirasi adalah udara oksigen
DAFTAR PUSTAKA
1. Roussous, C. Koutsoukou, A. Respiratory Failure. European Respiratory Journal. 2013.
Page 3s-14s.
2. Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Edisi : 6. 2011. Jakarta :
Fakultas Kedokteran Unversitas Indonesia.
3. Netter, Frank H. Atlas of Human Anatomy. Edition : 6th. Philadelphia. 2014.
4. Amin, Zulkifli; Purwoto, Johanes (2006). Gagal Napas Akut, Sudoyo, A.W., Setiyohadi, B.,
Alwi, I., Simandibrata, M., Setiati, S (Eds). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi
Keempat. Jilid I. Jakarta : Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI. Hal 170-175.
5. Thompson, John C. Respiratory Failure. 2nd Edition. Chapter. 20. Kansas : Elseviers.
Page. 381
6. Loraine M.Wilson, Sylvia A.Price. 2005. PATOFISIOLOGI :Konsep klinis proses-proses
penyakit. Volume 2. Edisi 6.Jakarta : EGC. halaman 824-835.
7. Gunning, Kevin EJ. Pathophysiology of Respiratory Failure and Indications for
Respiratory Support. 2010.
8. Khilnani GC, C Bammigati. Journal : Aute Respiratory Failure Algorithmic Approach-
Diagnosis and Management. Departement of Medicine, New Delhi.. 2012
9. Rogayah, R. The Principle Of Oxigen Therapy. Jakarta: Departemen Pulmonologi Dan
Respiratori FK UI, 2009
10. Astowo. Pudjo. Terapi oksigen: Ilmu Penyakit Paru. Bagian Pulmonologi dan Kedokteran
Respirasi. Jakarta: FKUI, 2005
TERIMA KASIH