Anda di halaman 1dari 49

Sistem Reproduksi

Infeksi Maternal
Sisem Reproduksi II /Smt VI
PSIK17
INFEKSI MATERNAL
1. Penyakit Menular
Seksual (PMS)

2. Infeksi TORCH
TOPIK
PEMBAHASAN 3. Human
Papilomavirus

4. Infeksi Traktus
Genetalia

5. Infeksi Pasca
Partum
INFEKSI MATERNAL
Infeksi Proses peradangan / inflamasi
Maternal yang terjadi dalam kehamilan.

Penyebab :
- imunosupresi. - seks bebas
- Virus - Perubahan hormon.
- Bakteri - Gaya Hidup
- Jamur - Jarum suntik
- perubahan anatomi traktus - Kolam renang
genatalia
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
1. Infeksi Klamidia
Penyebab : Bakteri Chlamydia Trachomatis
Manifestasi Klinis :
- Keluar secret vagina
- Perdarahan
- Dysuria
- Nyeri Panggul
Dampak Pada Kehamilan
- Abortus spontan
- Kelahiran prematur
- Kematian Perinatal
Pemeriksaan Penunjang :
- Tes Direct immunofluorecent (mis., Mikro Trak),
- Tes Enzyme-linked Immunosorbent Assay
(ELISA)
(mis., Clamydiazime)
Komplikasi
Kehamilan Ektopik, Penyakit radang panggul (PRP),
infertilitas dan sterilitas.
Terapi Farmakologi
- Terapi antimikroba
Intervensi Keperawatan :
- Kolaborasi pemberian obat
- KIE :
1. Terapi 7 hari pertama adalah penting
2. kegagalan penyembuhan berakibat infeksi
berulang
3. Menahan diri berhubungan sex
2. Gonore
Penyebab : Bakteri Neisseria Gonorrhoeae
Manifestasi Klinis :
- Dysuria
- Terdapat rabas kuning kehijauan
- Nyeri abdomen bawah
- Nyeri tekan pada servik
- Mual dan muntah
- vulvovaginitis, bartolinitis, menoragia,
- dispareunia
- perdarahan antara masa haid dan pasca partum
Dampak pada kehamilan :
- Tidak menimbulkan kelainan kongenital
- Menyebabkan infeksi terutama pada mata
- Menimbulkan konjungtivitis
- Menyebabkan kebutaan jika pengobatannya
Terlambat
Pemeriksaan Penunjang
Kultur uretra dan urin dan kultur specimen vagina.
Komplikasi
endometritis gonokokus, salpingitis akut atau penyakit
radang panggul (PRP), dermatitis, dan arthritis
Farmakologi
Antibiotik (cefixime dan ceftriaxone+amoxicillin)
Intervensi Keperawatan
- Kolaborasi Pemberian Obat
- KIE :
1. Terapi antibiotik sangat penting
2. kegagalan penyembuhan berakibat infeksi berulang
3. Menahan diri berhubungan sex
.
3. Sifilis
Penyebab : Bakteri Treponema Pallidum
Manifestasi Klinis :
- Demam
- BB turun
- Terdapat plak kulit (sepert kutil) pada vagina
- Radang sendi
Dampak Pada Kehamilan :
- Timbulnya Sifilis Kongenital
Pemeriksaan Penunjang :
- Absorpsi antibody treponema fluoresen (FTA-ABS)
- Immunoglobulin M (FTA-ABS IgM).
Komplikasi
- tahap primer atau sekunder
(bayi lahir mati)
- Tahap tersier dan tahap laten
- sifilis congenital pada bayi baru lahir.
Intervensi Keperawatan :
- Kolaborasi pemberian obat
- Peroleh specimen untuk kultur dan pengobatan
- Ajarkan pentingnya menggunakan alat pencegahan seperti
kondom untuk mencegah menyebarnya PMS
- Peroleh specimen untuk kultur dan pengobatan
- Tekankan pentingnya menobati pasangan seksual dan
pantang melakukan hubungan seksual hingga pengobatan
diselesaikan
Farmakologi
- Penisilin
- tetraksiklin atau doksisilin, eritromisin, dan
ceftriaxone..
4. HIV / AIDS
Penyebab : Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Cara Penularan HIV ke Janin :
- Saat Hamil
- Saat Melahirkan
- Setelah Melahirkan

PERIODE PRENATAL : MELAKUKAN KONSELING

PERIODE INTRANATAL : JIKA TERDIAGNOSIS HIV BERIKAN PILIHAN


DAN PANTAU JANIN

PERIODE POSTPARTUM : KIE DAN RUJUK


Manifestasi Klinis :
- BB Turun drastis
- Diare tidak sembuh-sembuh
- Demam >1 bulan
Pemeriksaan Penunjang :
- Pengukuran kadar plasma dan CD4 limfosit T
- Ultrasonografi (USG)
- Tes VDRL
Intervensi Keperawatan
- Nutrisi optimum : Makan secara teratur dengan gizi
yang baik
- Tidur dan Istirahat Cukup
- Latihan fisik : Beraktivitas seperti biasa
- Reduksi stress : perawat memberikan dukungan dan
motivasi untuk mengurangi stress klien
farmakologi
- Azido deoksitimidin
PENCEGAHAN PMS
Infeksi TORCH

T : Toksoplasmosis

O : Other Infection (mis.,


Hepatitis)

R : Rubela

C : Cytomegalovirus (CMV)

H : Herpes Simplek
Cara Penularan TORCH
1. Makan Daging setengah matang
2. Hubungan Seksual dengan agen
terinfeksi
3. Ibu terinfeksi beresiko menular ke
bayinya
4. Air Susu Ibu (ASI)
5. Makan Sayuran Mentah
T : Toksoplasmosis
Manifestasi Klinis :
- Gejala tidak spesifik
- Demam
- Malaise
- influenza
Pemeriksaan Penunjang
-pemeriksaan laboratorium darah
-titer toksoplasmosis
Data Penunjang :
Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas
Anti
Toxoplasma IgG.
Farmakologi
spiramisin, sulfa dan klindamisin.
Dampak Terhadap Kehamilan
- Keguguran
- Pada Bayi : gangguan fungsi saraf
O : Other Infection (Hepatitis )
Manifestasi Klinis
- Seperti influenza
- Demam
- Malaise
Dampak Pada Kehamilan :
- Abortus spontan
- Jika terinfeksi pada Trimester 1 :
-- Anomali Janin
-- Lahir Prematur
-- Hepatitis Kongenital => Kematian
Pemeriksaan penunjang
- Pemeriksaan urine, darah, dan sorologi
Farmakologi
- Selektif imunisasi
Komplikasi
- anomaly janin, kelahiran prematus, hepatitis pada
janin atau
neonatus, dan kematian janin di dalam Rahim.
R : Rubella (Campak Jerman)
Manifestasi Klinis :
- Demam
- Timbul Ruam
- Limfadema ringan
Dampak Pada Kehamilan :
- Abortus Spontan
- Anomali Janin.
Pemeriksaan Penunjang :
- Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan igM
farmakologi
- Antinyeri
- antigen rubella(hiperimunglobulin).
Komplikasi
- defek pada jantung, katarak, retinitis, dan ketulian.
C : Citomegalovirus (CMV)
Sumber-sumber infeksi virus : saliva, urine, , ASI, darah dan
sekresi serviks/vagina (Holmes, 1990).
Dampak Pada Kehamilan :
- Janin Beresiko tertular melalui transplasenta
- Pada bayi baru lahir :
Ikterik, Hepatosplenomegali, ptekie, pneumonia dan
mengalami kelainan kongenital (PJB)
Menifestasi klinis
- Pada ibu ; Demam yang lama, sedikit gangguan pada hati,
pyrexia, malaise, letargi, seperti gejala influenza, anoreksia,
leukorea, keputihan seperti susu.
- Pada bayi ; limfa atau hati membesar, gejala kuning pada
kulit atau mata, peteki sam pai perpura.
Pemeriksaan Penunjang :
- Pemeriksaan laboratorium : Anti CMV IgG dan
IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG
Terapi Farmakologi
- Tidak ada terapi farmakologi yang efektif untuk
CMV
Komplikasi
- Radang otak (ensefalitis), mikrosefali, reterdasi
mental, gangguan psikomotor, ikterus, petechiae.
H : Herpes Simpleks
Manifestassi klinis
- rasa gatal, rasa terbakar di daerah genetalia, kesemutan
pada tungkai, atau secret vagina sedikit bertambah.
Dampak Pada Kehamilan :
- infeksi yang berat, mengakibatkan kerusakan yang menahun
pada susunan saraf pusat, perlambatan mental, atau
kematian.
Pemeriksaan Penunjang :
- Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan
IgM.
Farmakologi
- Asiklovir
Penatalaksanaan TORCH
Pengobatan TORCH secara medis pada
wanita hamil dengan menggunakan obat :
1. spiramisin (spiromicine)
2. azithromisin
3. klindamisin
HUMAN PAPILOMAVIRUS (HPV)

Kutil Anogenital / Kutil Kelamin / Kandiloma Akuminata


(KA) merupakan lesi proliferasi Jinak yang disebabkan oleh
Human Papilomavirus (HPV).

Cara Penularan : kontak kulit ke kulit, hubungan seksual


dan berganti-ganti pasangan.
Manifestasi Klinis :
- Nyeri
- Keputihan Abnormal
- Rasa Terbakar
- Terdapat Kutil
- Perdarahan
- Timbulnya Rabas vagina kronis, pruritus dan
dispareunia
Pemeriksaan Penunjang :
- Laboratorium darah lengkap dan biopsi
Dampak Pada Kehamilan :
- Tidak berpengaruh pada janin namun pada proses
melahirkan bayi dapat tertular
Intervensi keperawatan
- Memberikan KIE kepada pasien untuk merubah
gaya hidup, menggunakan kondom ketika
berhubungan seks.
Farmakologi
- Sitotoksik atau destruktif.
INFEKSI TRAKTUS GENETALIA

Bakterial Kandidiasis
Trikomoniasis
Vaginosis Vulvovaginalis

ISK(Infeksi Saluran Kemih)


BAKTERIAL VAGINOSIS

Manifestasi Klinis :
- pengeluaran rabas seperti susu dan
timbulnya rasa gatal, terbakar, dan nyeri di
vagina.
Komplikasi
- infeksi cairan ketuban.
- ketuban pecah dini.
- kelahiran dan persalinan premature.
- endometritis.
Terapi farmakologi
- metronidazole oral.
KANDIDIASIS VULVOVAGNALIS

Manifestasi Klinis :
- Dysuria.
- Dyspareunia
- Nyeri.
- Rasa gatal.
- rabas vagina.
Pemeriksaan penunjang
- Speculum
Terapi farmakologi
- antijamur topical
TRIKOMONIASIS

Manifestasi Klinis :
- adanya rabas vagina yang banyak
- Berbusa
- berbau.
Pemeriksaan penunjang
- Pap Smear T.vaginalis
Terapi farmakologi
- Metronidazole
Manifestasi Klinis :
- Inflamasi kandung kemih
- Sering buang air kecil
- Nyeri diatas pubis
- Dysuria
- Hematuria (tidak selalu muncul)
- Demam
Pemeriksaan penunjang
- Tes sensitivitas urine, LDL
Terapi farmakologi
- antibiotic
Intervensi keperawatan
- Monitor TTV setiap 4 jam.
- Doronglah peningkatan asupan cairan untuk
memperkecil jumlah bakteri dan membilas infeksi
dari kandung kemih.
- Mengajarkan kebersihan genetalia.
- Mengajarkan cara membersihkan genetalia dengan
cara yang benar
Farmakologi
- antibiotic, peningkatan asupan air dan Obat
antispasmodic traktus urinarius
INFEKSI PASCAPARTUM

Infeksi system reproduksi


Infeksi system Nonreproduksi
Etiologi - organisme streptokokus dan bakteri
anaerobic.
Manifestasi klinis - Nyeri perineum, letih, kurang
nafsu makan, hipotermi
Komplikasi - anemia, malnutrisi, dan diabetes militus

1. ENDOMETRITIS
MACAM MACAM
2. INFEKSI PADA
INFEKSI
LUKA
PASCAPARTUM
3. MASTITIS
Manifestasi Klinis
ENDOMETRITIS INFEKSI LUKA MASTITIS
Demam pada 24 Kemerahan pada Nyeri
jam pertama area luka Payudara tampak
postpartum Bengkak pada kemerahan, mengkilat
Pelebaran uterin daerah luka Kelenjar ketiak mengalami
Terdapat lochia Nyeri pada pembengkakan pada sisi
bernanah daerah luka payudara yang terkena
Malaise Demam dan mastitis
Takikardi malaise Demam dan menggigil
Apabila tidak segera diobati
Pemeriksaan Penunjang :
akan menjadi abses
Cek Laboratorium Darah
Lengkap
Intervensi keperawatan
ENDOMETRITIS INFEKSI LUKA MASTITIS
- Memeriksa suhu - Monitor kemerahan - Monitor TTV
setiap 4 jam pada bagian luka - Mengkaji nyeri secara
- Memonitor jumlah dan - Merawat Luka pasien komprehensif
warna lochia - Monitor Nyeri - Anjurkan
- Tempatkan ibu pada mengkosongkan
posisi fowler untuk payudara dengan
mendorong cara memompa
pengeluaran lochia - Menganjurkan
menggunakan bra
yang tidak terlalu
ketat
- Kompres Hangat
- Ajarkan kepada
pasien cara menyusui
yang baik
THANKS FOR YOUR
ATTENTION


Ny. P datang ke Rumah sakit dengan keluhan demam
sudah 2 hari, dan sering Buang Air Kecil (BAK). Klien
mengatakan 3 hari yang lalu keputihan berwarna kuning
kehijauan. Hasil pemeriksaan fisik : terdapat nyeri tekan
pada abdomen bawah.Diagnosa Medis yang tepat untuk
Ny. P adalah.
a. Vaginitis
b. Sifilis
c. Gonore
d. Infeksi Klamidia
e. HIV/AIDS
Ny. F datang ke puskesmas G2P1A0, UK 36 minggu.
Datang dengan keluhan nyeri saat berkemih dan terasa
panas. Pasien tampak lemas. Pasien mengatakan tidak
nafsu makan 2 hari. Pada pemeriksaan TTV : td :
120/90mmHg, RR : 20x/menit, N : 90x/menit dan S :
37,5oC. pada pemeriksaan fisik didapatkan luka lepuh pada
vagina dan keluar cairan.
Diagnosa Medis Pasien dengan kasus diatas adalah.
a. Human Papilomavirus (HPV)
b. Herpes Simplek Virus (HSV)
c. Gonore
d. Infeksi Klamidia
e. Sifilis
Ny. K umur 40 tahun datang ke Rumah Sakit untuk periksa
karena perdarahan. KU pucat, Td : 90/60 mmHg, N : 88
x/menit, S : 37, 6oC, RR : 18 x/menit. Hasil anamnesa Ny. K
mengalami keputihan yang berbau kurang lebih 1 tahun,
perdarahan bila melakukan hubungan seksual dan terdapat
kutil seperti kembang kol di vagina.
Pemeriksaan untuk menunjang diagnosis Ny. K yang paling
tepat adalah.
a. Biopsi
b. Koloskopi
c. Pap Smear
d. USG
e. CT Scan
Ny. A datang ke Puskesmas dengan keluhan Nyeri saat
berkemih dan terdapat darah sedikit saat BAK. Ia
mengatakan sering BAK dengan frekuensi 5-6 x/hari. Pasien
mengatakan saat berkemih terasa panas.
Pada pengkajian fisik genetalia : tampak kemerahan pada
genetalia. Hasil TTV : Td :120/90mmHg ; S : 38,5oC ; RR :
24x/menit ; N : 90x/menit.
Tindakan Keperawatan yang tepat untuk menegakkan
diagnosa prioritas, pada kasus diatas adalah.
a. Cek Laboratorium : Darah lengkap
b. Mengkaji Nyeri secara Komprehensif
c. Memasang Kateter urin
d. Memonitor perdarahan
e. Mengukur suhu setiap 4 jam sekali
Ny.M umur 21 tahun, postpartum hari ke-10. Melahirkan
dirumah sakit umum, mengeluh rasa panas dingin disertai
dengan kenaikan suhu, merasa lesu dan tidak ada nafsu
makan. Hasil pemeriksaan ditemukan mamae kanan
membesar dan nyeri, kulit merah, membengkak sedikit,
nyeri pada perabaan, puting susu lecet. TD 100/70 mmHg,
suhu 39C, nadi 100x/mt, respirasi 20x/mt.
Faktor Pencetus terjadinya kasus Ny,M diatas adalah.
a. Mamae membesar
b. Anoreksia
c. Letargi
d. Putting susu lecet
e. Postpartum hari ke-10