Anda di halaman 1dari 23

Penyakit Paru Akibat Pajanan di

Tempat Kerja
(Bisinosis)

Susi Sugiarti
102014267

Fakultas Kedokteran Ukrida


susisugiarti56@yahoo.com
Kasus
Seorang laki-laki 40 tahun datang ke Poliklinik
dengan keluhan timbul rasa berat di dada dan
nafas pendek sejak setahun yang lalu.

Catatan: rasa berat di dada dan nafas pendek


disertai juga demam dan nyeri otot pada setiap
hari pertama kembali bekerja dari setiap libur
panjang ataupun sehabis libur akhir pekan. Pasien
bekerja di pabrik garmen sejak setahun yang
lalu.
1.Diagnosis klinis

Riwayat penyakit paru dan kesehatan umum


Ada keluhan: sesak napas, batuk, batuk
berdahak, mengi, kesulitan bernapas
Ada riwayat merokok
Masalah pernapasan sebelumnya dan obat yang
dikonsumsi
Apakah ada hari-hari tidak dapat masuk kerja
dan alasannya
Kapan keluhan-keluhan mulai dan apakah ada
hubungannya dengan pekerjaan
1. Diagnosis Klinis
Riwayat penyakit terdahulu
Apakah sebelumnya pernah menderita: sesak
nafas, asma, atopi, penyakit kardiorespirasi
Paparan bahan-bahan yang pernah diterimanya:
kebisingan, getaran, radiasi, zat kimiawi, debu
organic dan fibrogenik
1. Diagnosis Klinis
Riwayat pekerjaan
Daftar pekerjaan yang pernah dilakukan sejak
awal
Aktifitas kerja dan material yang digunakan
Barang yang diproduksi/dihasilkan
Lama dan intensitas paparan
APD yang digunakan
1. Diagnosis klinis
Kecukupan ventilasi ruang kerja
Apakah ada pekerja-pekerja lain yang juga
terkena paparan dan berefek pada kesehatannya
Tugas tambahan lainnya
Paparan lain diluar tempat kerja
Penyakit-penyakit yang ada hubungannya
dengan paparan bahan ditempat kerja atau
lingkungan
1. Diagnosis Klinis
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum, kesadaran, sklera dan konjungtiva
TTV
PF paru: inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi

Pemeriksaan Penunjang

Spirometri:
Vital Capacity (VC)
Force Vital Capacity (FVC)
Forced Expiratory Volume in One Second (FEV1).

Bisinosis periksa pada hari pertama bekerja, (sebelum dan


sesudah pajanan selama 6 jam)
2. Pajanan yg dialami tenaga kerja
selama ini
Pasien adalah pekerja di pabrik garmen, dimana
bahan baku dari pabrik garmen adalah kapas
3. Hubungan pajanan dengan penyakit

Penyebab yang sebenarnya tidak diketahui tapi secara


umum penyakit ini disebabkan pajanan terhadap kapas,
rami halus dan rami. Pekerja kapas yang paling berisiko
adalah mereka yang berada di kamar peniup dan
penyisir tempat pajanan terhadap debu kapas mentah.
Yang berisiko tinggi adalah pembersih mesin, peniup
dan mesin penyisir.
Tanda dan gejala
Napas pendek & dada sesak
hari pertama hari kerja seminggu (Monday
morning tightness).
Batuk yg kelamaan jadi basah berdahak
Derajat bisinosis
Derajat 0 Tidak ada bisinosis

Derajat Kadang-kadang rasa dada tertekan pada hari 1


minggu kerja

Derajat 1 Rasa dada tertekan atau sesak napas pada tiap hari 1
minggu kerja

Derajat 2 Rasa bearat di dada dan sukar bernapas tidak hanya


pada hari 1 kerja, tetapi juga pada hari lain minggu
kerja
Derajat 3 Gejala seperti derajat 2 di+berkurangnya toleransi
terhadap aktivitas secara menetap dan atau
pengurangan kapasitas ventilasi
4. Jumlah pajanan yg dialami cukup besar untuk dapat
mengakibatkan penyakit

Patofisiologi:
Debu masuk ke dalam saluan napas, timbul reaksi
mekanisme pertahanan nonspesifik berupa batuk,
bersin, gangguan transport mukosilier dan fagositosis
oleh makrofag. Otot polos di sekitar jalan napas dapat
terangsang sehingga menimbulkan penyempitan.
Keadaan ini terjadi biasanya bila kadar debu melebihi
nilai ambang batas.
4. Jumlah pajanan yg dialami cukup besar untuk
dapat mengakibatkan penyakit
Epidemiologi:
bissinosis telah diakui sebagai risiko pekerjaan bagi
pekerja tekstil. Lebih dari 800.000 pekerja di industri
kapas, rami, dan tali terkena partikel udara yang dapat
menyebabkan bissinosis di tempat kerja.
4. Jumlah pajanan yg dialami cukup besar untuk
dapat mengakibatkan penyakit
Observasi Lingkungan Kerja
lingkungan kerja, sistem ventilasi & Sanitasi
Suhu lingkungan kerja (NAB kenyamanan bekerja
21-30 C)
Penerangan < yang disyaratkan (100 lux).
Tingkat kebisingan > 85 dB (NAB) mesin speed,
spinning dan finishing
4. Jumlah pajanan yg dialami cukup besar untuk
dapat mengakibatkan penyakit
Alat Pelindung Diri (APD)
diperlukan alat pelindung diri (personal
protektif devices) alat demikian harus
memenuhi persyaratan :
Enak dan nyaman di pakai
Tidak mengganggu kerja
Memberi perlindungan efektif terhadap jenis
bahaya
5. Faktor lain yg mungkin dapat mempengaruhi
(Faktor individu)
Riwayat alergi,
Riwayat penyakit dalam keluarga
Status kesehatan mental & kebersihan
perorangan
6. Kemungkinan lain yg dapat
menyebabkan penyakit (Faktor Lain)
Adanya kebiasaan yang dapat memperburuk
penyakit tersebut seperti hobi pasien, merokok
dan pajanan yang terjadi di luar lingkungan
kerja.
7. Buat keputusan apakah penyakit tersebut
disebabkan oleh pekerjaannya (diagnosis okupasi)

Diagnosis okupasi ditegakkan berdasarkan dari


anamnesis,pemeriksaan fisik dan penunjang
serta berapa lama pajanan ini berlangsung.
Hasilnya diagnosis akibat kerja yang didapatkan
adalah penyakit yang diakibatkan karena
pekerjaan Bronkitis et causa Byssinosis.
Penatalaksanaan
Non medikamentosa
Bisinosis ringan atau dini kemungkinan masih
reversible sedangkan penyakit yang berat dan
kronis tidak.

Medika mentosa
Diberikan bronkodilator biasanya untuk
mencegah terjadinya bronkospasme. Pada kasus
yang yang lebih berat dapat diberikan terapi
kortikosteroid.
Pencegahan
Primer
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja, penyuluhan
mengenai kesehatan para tenaga kerja berdasarkan pekerjaan yang
dilakukannya

Sekunder
Ventilasi, baik lokal maupun umum dan pekerja mesti dibekali dengan
respirator (masker anti debu)
Lanjutan..
Tersier
o Pemeriksaan kesehatan pra-kerja untuk tidak
menerima pekerja dgn sakit paru untuk
ditempatkan pada tempat yg penuh debu.
o Pemeriksaan berkala untuk menemukan
penderita silikosis sedini untuk pencegah
Kesimpulan
Berdasarkan gejala gejala yang timbul pada
pasien dalam skenario, pasien tersebut
menderita bisinosis.
Penangan yang tepat dapat menyembuhkan dan
menghindari resiko komplikasi pada pasien.
Sekian
&
Terima Kasih