Anda di halaman 1dari 11

TEORI CALISTA ROY

KELOMPOK 2 :
Hani Oktavia Rahayu
Adek Aisa Putri

Yara Agustin

Ega Ayen Jasri Prawita

Desy Putri Anggi S

Ranti Anggasari
MODEL KONSEP DAN TEORI KEPERAWATAN
SISTER CALISTA ROY (TEORI ROY)

Merupakan model dalam keperawatan


yang menguraikan bagaimana individu
mampu meningkatkan kesehatannya
dengan cara mempertahankan perilaku
secara adaptif serta mampu merubah
perilaku yang mal adaptif. sebagai makhluk
holistikmemilih sistem adaptif yang selalu
beradaptasi secara keseluruhan.
Dalam memahami konsep ini, Calista Roy
mengemukakan konsep keperawatan dengan model
adaptasi yang memiliki pandangan atau keyakinan serta
nilai yang dimilikinya:
Manusia sebagai makhluk biologi, psikologi, sosial yang
selalu berinteraksi dengan lingkungannya.
Untuk mencapai homeostatis dan terintegrasi, seseorang
harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai
batas kemampuan untuk beradaptasi. Pada dasarnya
manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan
baik positif maupun negatif.
Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu
dengan yang lainnya, jika seseorang dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan
untuk menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif.
Sehat dan sakit merupakan suatu hal yang tidak dapat
dihindari dari kehidupan manusia.
INPUT
Terdapat tiga tingkatan adaptasi manusia yang
diungkapkan oleh Roy :
Focal stimulasi yaitu stimulus yang langsung
beradaptasi dengan seseoraang akan mempunyai
pengaruh kuat terhadap individu.
Kontekstual stimulus, merupakan stimulus lain yang
dialami seseorang dan baik stimulus internal atau
eksternal yang dapat mempengaruhi, kemudian
dapat dilakukan observasi, diukur secara subjektif.
Rasidual stimulus, merupakan stimulus lain yang
merupakan ciri tambahan yang ada atau sesuai
dengan situasi dalam proses penyusuaian dengan
lingkungan yang sukar dilakukan observasi.
SISTEM ADAPTASI MEMILIKI MODE ADAPTASI
DIANTARANYA:
Fungsi fisiologis, komponen sistem adaptasi ini yang
adaptasi fisiologis diantaranya oksigenasi, nutrisi, eliminasi,
aktivitas dan istirahat, integritas kulit, indera, cairan dan
elektrolit, fungsi neorologis dan fungsi endokrin.
Konsep yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang
mengenali interaksi sosial yang berhubungan dengan orang
lain.
Fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang
berhubungan dengan bagaimana peran seseorang dalam
mengenal pola-pola interaksi sosial yang berhubungan
dengan orang lain.
Merupakan kemampuan seseorang mengenal pola-pola
tentang kasih sayang, cinta yang dilakukan memlalui
hubungan serta interpersonal pada tingkat individu
maupun kelompok.
KONTROL
Proses kontrol seseorang menurut Roy
adalah bentuk mekanisme koping yang di
gunakan. Mekanisme kontrol ini dibagi atas
regulator dan kognator yang merupakan
subsistem:
Subsistem regulator.
Subsistem regulator mempunyai komponen-
komponen : input-proses dan output. Input
stimulus berupa internal atau eksternal.
Transmiter regulator sistem adalah kimia,
neural atau endokrin.
Subsistem kognator.
Stimulus untuk subsistem kognator dapat
eksternal maupun internal. Perilaku output dari
regulator subsistem dapat menjadi stimulus
umpan balik untuk kognator subsistem.
Kognator kontrol proses berhubungan dengan
fungsi otak dalam memproses informasi,
penilaian dan emosi.
OUTPUT

Output dari suatu sistem adalah perilaku yang


dapat di amati, diukur atau secara subyektif dapat
dilaporkan baik berasal dari dalam maupun dari
luar. Perilaku ini merupakan umpan balik untuk
sistem. Roy mengkategorikan output sistem
sebagai respon yang adaptif atau respon yang
tidak mal-adaptif.
Jadi tujuan asuhan keperawatan adalah
membantu untuk beradaptasi terhadap
perubahan kebutuhan fisiologis, konsep diri,
fungsi peran, dan hubungan interdepensi
selama sehat dan sakit. Kebutuhan yang
dimaksud roy antara lain :
Kebutuhan fisiologis dasar.
Pengembangan konsep diri positif.
Penampilan peran sosial.
Pencapaian keseimbangan antara
kemandirian dan ketergantungan.
THANK YOU ;)