Anda di halaman 1dari 30

LKM Sistem Indra

Kelompok 4:

Anggi Klaritasari (160342606275)


Dyah Ayu Pitaloka (160342606236)
Kharin Furaida Dwi Hafsari (160342606293)
Mochammad Abdul Hafidh (160342606252)
Nur Roudhotul Jannah (160342606205)
Permata Windra Deasmara (160342606241)
Wardatun Nafisa (160342606208)
1. a) Sel reseptor dibedakan menjadi 2, sebutkan dan
beri contoh
Suatu sel reseptor dapat berupa (1) bagian dari sel saraf aferen, misalnya ujung-ujung
sel saraf di bawah kulit: atau (2) sel-sel khusus yang berhubungan dengan baik dengan
ujung periferal sel-sel saraf contohnya sel-sel saraf pengecap pada lidah.
b) Jelaskan bagaimana kedua macam sel reseptor
tersebut mengubah stimulus menjadi potensial
reseptor atau potensial generator dan selanjutnya
menjadi potensial aksi
Ketika salah satu atau kedua sel reseptor tersebut menerima stimulus, reseptor
tersebut akan mengubah energi stimulus menjadi energi listrik (potensial aksi). Proses
pengubahan energi stimulus menjadi energi listrik ini dikenal sebagai transduksi.
Proses tersebut melalui proses depolarisasi reseptor yang menghasilkan perubahan
potensial membran. Potensial membran ini dikenal sebagai potensial reseptor pada
reseptor sel khusus, dan disebut ptensial generator bila reseptor tersebut merupakan
ujung saraf aferen.
Stimulasi pada suatu reseptor akan
mengubah permeabilitas membrannya,
biasanya melalui suatu pembukaan
nonselektif daru semua saluran-saluran
ion kecil. Karena gradien elektrokimia
Na+ lebih besar daripada ion ion kecil
yang lain, makan Na+ akan berdifusi
masuk kedalam sel, mendepolarisasi
mebran. Depolarisasi lokal ini akan
mengubah potensial membran pada
reseptor menjadi potensial reseptor pada
reseptor khusus dan menjadi potensial
generator pada reseptor yang berupa
ujung saraf aferen.
2. a. Jelaskan Apa yang dimaksud dengan ekspresi
sensorik?
b. Dimana terjadinya sensasi tersebut?
Jawaban :
a. Ekspresi sensoris adalah interpretasi otak terhadap impuls yang
datang kepadanya dari saraf sensori.
b.tempat terjadinya sensasi adalah di otak. Ekspresi sensori
(sensasi) ditentukan oleh pusat sensori dan pusat sensori tersebut
bertanggung jawab untuk bagian tertentu dari tubuh secara lengkap.
2. C) Apa sensasi pada pusat penglihatan, pusat
pendengaran, pusat pengecap, dan pusat peraba?
Jawab :
Sensasi pada pusat penglihatan
Sensasi pada pusat penglihatan gelombang cahaya
diterima oleh organ reseptor berupa mata (stimulus
diterima oleh fotoreseptor)
Stimulus di terima pertama kali oleh kornea yang
kemudian di teruskan ke bagian-bagian yang lain dari
mata, hingga sampai ke retina.
Otak membagi gambar visual ats sub divisi, antara lain,
warna, gerak, bentuk, dll
Sensasi pada pusat pendengaran
Sensasi pada pusat pendengaran gelombang bunyi/getaran diterima oleh
organ reseptor berupa telinga khususnya daun telinga (stimulus diterima oleh
mekanoreseptor)
Stimulus di terima pertama kali oleh daun telinga yang kemudian di teruskan ke
bagian-bagian yang lain dari telinga, hingga sampai ke koklea.
Karakteristik gelombang suara: frekuensi (pitch), intensitas (loudness), jenis nada
(timbre)

Sensasi pada pusat peraba


Sensasi pada pusat peraba tekanan, hangat, dingin, sakit diterima oleh organ
reseptor kulit (stimulus diterima oleh mekanoreseptor)
Stimulus di terima pertama kali oleh ujung saraf yang terletak pada permukaan kulit
Sensasi pada pusat pengecap
Sensasi pada pusat pengecap rasa diterima oleh organ reseptor
pengecap /lidah (stimulus diterima oleh kemoreseptor)
Stimulus di terima pertama kali oleh kuncup-kuncup pengecap yang
merupakan reseptor untuk rasa melalui pori pengecap (taste pores). Kuncup
pengecap berbentuk seperti bawang kecil, yang terletak pada permukaan
epithelium dan pada tonjolan-tonjolan kecil (papila) pada permukaan atas
lidah.
Empat rasa dasar yang direspon oleh kuncup-kuncup saraf pengecap :
Rasa manis sensitif pada ujung lidah
Rasa asin sensitif pada bagian samping depan lidah
Rasa asam sensitif pada bagian kanan dan kiri lidah
Rasa pahit sensitif pada bagian pangkal lidah
2. d) saraf apa yang menhubungkan reseptor dengan
pusat indra?
Saraf yang menghubungkan reseptor dengan pusat
indra adalah saraf sensoris. Saraf reseptor tersebut
ada 2 jenis, yaitu : sel saraf aferen dan sel-sel khusus
yang berhubungan baik dengan ujung periferal sel-sel
saraf aferen. Cara reseptor menyampaikan informasi
ke saraf pusat hanya dalam bentuk potensial aksi
yang dirambatkan melalui serabut saraf, maka
reseptor harus mengubah berbagai bentuk energi
stimulus menjadi energi listrik (potensial aksi).
Proses pengubahan stimulus menjadi energi listrik
dikenal sebagai transduksi. Proses tersebut
melalui proses depolarisasi reseptor yang
menghasilkan perubahan potensial membran.
Potensial membran ini dikenal sebagai potensial
reseptor pada reseptor khusus, dan disebut
potensial generator bila reseptor merupakan
ujung saraf aferen.
3. a. Jelaskan bagaimana proses kerja indera
sakit!
Mekanismenya dimulai ketika rangsangan yang berupa mekanik, termal, atau kimia diterima
oleh reseptor indera sakit yang merupakan ujung dendrit saraf telanjang terdapat pada
kulit, tulang, persendian serta organ-organ dalam, kemudian rangsangan diubah dalam
bentuk impuls lalu dihantarkan ke pusat saraf (otak/sumsum tulang belakang) melalui saraf
sensorik, setelah di proses di pusat saraf impuls dikembalikan ke perifer melalui saraf
motorik lalu menjadi efektor.
b. Apa perbedaan sensasi sakit somatic dan
sensasi sakit visceral?
Sensasi sakit somatik (sakit tubuh) terjadi apabila reseptor rasa sakit dalam kulit, tulang,
persendian, otot, dan tendon mendapat rangsangan. Sensasi sakit somatik mudah
dikenali karena tempat yang dirangsang rasa sakit sama dengan rasa sakit yang dirasakan.
Sensasi sakit visceral (sakit organ dalam) terjadi karena stimulasi terhadap reseptor rasa
sakit pada organ-organ dalam. Sensasi sakit visceral sering sulit ditemukan tempatnya
karena sensasi sakit yang dirasakan terjadi di permukaan tubuh yang jauh dari asal sakit.
3. c. Apa yang disebut reffered pain pathway?
Nyeri Alih (reffered pain) :
Nyeri di bagian tubuh yang letaknya jauh dari jaringan yang
menyebabkan rasa nyeri.
Nyeri ini berasal dari suatu organ visera yang kemudian
dialihkan kesuatu daerah di permukaan tubuh atau di tempat
lainnya yang tidak tepat dengan lokasi nyeri.
PROSES PERJALANAN NYERI
PERCEPTION

MODULATION

TRANSMISSION

TRANSDUCTION
1. Tranduksi
Perubahan rangsang nyeri (noxious stimuli) menjadi aktifitas listrik pada ujung-ujung saraf
sensoris.
Zat-zat algesik seperti prostaglandin, serotonin, bradikinin, leukotrien, substans P,
potassium, histamin, asam laktat, dan lain-lain akan mengaktifkan atau mensensitisasi
reseptor-reseptor nyeri.
Reseptor nyeri merupakan anyaman ujung-ujung bebas serat-serat afferent A delta dan
C. Reseptor-reseptor ini banyak dijumpai dijaringan kulit, periosteum, di dalam pulpa gigi
dan jaringan tubuh yang lain.
Serat saraf afferent A delta dan C adalah serat-serat saraf sensorik yang mempunyai
fungsi meneruskan sensorik nyeri dari perifir ke sentral ke susunan saraf pusat. Interaksi
antara zat algesik dengan reseptor nyeri menyebabkan terbentuknya impuls nyeri.
2. Transmisi
proses perambatan impuls nyeri melalui A-delta dan C serabut yang menyusul proses
tranduksi. Oleh serat afferent A-delta dan C impuls nyeri diteruskan ke sentral, yaitu ke
medulla spinalis, ke sel neuron di kornua dorsalis. Serat aferent A-delta dan C yang
berfungsi meneruskan impuls nyeri mempunyai perbedaan ukuran diameter. Secara umum,
ada dua cara bagaimana sensasi nosiseptif dapat mencapai susunan saraf pusat, yaitu
melalui traktus neospinothalamic untuk nyeri cepat spontan dan traktus
paleospinothalamic untuk nyeri lambat.
3. Modulasi
Merupakan interaksi antara sistem analgesik endogen (endorfin, NA, 5HT) dengan
input nyeri yang masuk ke kornu posterior. Impuls nyeri yang diteruskan oleh serat-
serat A-delta dan C ke sel-sel neuron nosisepsi di kornua dorsalis medulla spinalis tidak
semuanya diteruskan ke sentral lewat traktus spinotalamikus. Didaerah ini akan terjadi
interaksi antara impuls yang masuk dengan sistem inhibisi, baik sistem inhibisi endogen
maupun sistem inhibisi eksogen. Tergantung mana yang lebih dominan. Bila impuls
yang masuk lebih dominan, maka penderita akan merasakan sensibel nyeri. Sedangkan
bila efek sistem inhibisi yang lebih kuat, maka penderita tidak akan merasakan sensibel
nyeri.
4. Persepsi
Impuls yang diteruskan ke kortex sensorik akan mengalami proses yang sangat
kompleks, termasuk proses interpretasi dan persepsi yang akhirnya menghasilkan
sensibel nyeri. Fase ini merupakan titik kesadaran seseorang terhadap nyeri, pada saat
individu menjadi sadar akan adanya suatu nyeri, maka akan terjadi suatu reaksi yang
kompleks. Persepsi ini menyadarkan individu dan mengartikan nyeri itu sehingga
kemudian individu itu dapat bereaksi
Fase ini dimulai pada saat dimana nosiseptor telah mengirimkan sinyal pada
formatio reticularis dan thalamus, sensasi nyeri memasuki pusat kesadaran dan afek.
Sinyal ini kemudian dilanjutkan ke area limbik. Area ini mengandung sel sel yang bisa
mengatur emosi. Area ini yang akan memproses reaksi emosi terhadap suatu nyeri.
Proses ini berlangsung sangat cepat sehingga suatu stimulus nyeri dapat segera
menghasilkan emosi.
4. a. Jelaskan bagaimana proses kerja indra
pengecap
Pada saat mengunyah makanan yang masuk dalam mulut bercampur bersama air liur
Makanan yang sudah larut kemudian merangsang ujung-ujung saraf pengecap yang
terletak pada kuncup-kuncup pengecap
Zat kemudian masuk dalam pori-pori bersama air liur
Zat yang masuk akan menstimulasi ujung-ujung saraf yang memiliki rambut
(gustatori hairs)
Kemudian akan diteruskan ke otak untuk dikenali
4. b. Jelaskan bagaimana proses kerja indra penglihatan (pada saat gelap
dan terang)

Saat keadaan gelap :


Pada fotoreseptor, saluran Na+ pada segmen luar akan terbuka pada saat
tidak ada stimulus yaitu pada saat gelap. Akibatnya pada keadaan ini, reseptor
mengalami depolarisasi yang merambat hingga ujung sinaptik. Depolarisasi
ini membuka saluran Ca++ pada ujung sinaptik sehinggga Ca++ masuk ke
ujung sinaptik yang merangsang pembukaan neurotransmitter ke celah sinaps
yang selanjutnya akan menghambat timbulnya impuls baru pada selm bipolar.
Karena tidak adanya impuls yang diteruskan ke pusat penglihatan, maka
dalam keadaan gelaptidak terjadi peristiwa melihat.
Saat keadaan terang :
Saat keadaan terang, cahaya akan mengenai
fotoreseptor sehingga saluran Na++ pada
segmen luar tertutup, akibatnya fotoreseptor
mengalami hiperpolarisasi lalu menutupnya
saluran Ca++ pada ujung sinaptik sehingga
neurotransmitter tidak dapat masuk ke celah
sinaps yang berarti meniadakan hambatan sel
bipolar sehingga pada sel bipolar akan terjadi
impuls yang akan dirambatkan melalui sel-sel
ganglion dan saraf penglihatan. Adanya
impuls saraf yang sampai di pusat
penglihatan, maka dalam keadaan terang
terjadi peristiwa melihat.
c. Jelaskan bagaimana proses kerja indra pendengaran

Getaran bunyi diterima oleh membran


timpani, diteruskan ke koklea melalui
tulang pendengaran akan menggetarkan
jendela lonjong dan getaran ini
menimbulkan gelombang cairan perilimfe
di dalam saluran vestibular dan saluran
timpani. Gelombang getaran dalam
saluran vestibular pun melewati saluran
vestibular menuju saluran koklea lalu
melewati membran basilaris menuju
membran timpani.
Tekanan gelombang ini akan menggetarkan membran basilaris ke atas ke
bawah yang mengakibatkan ujung rambut organ korti bersentuhan dengan
membran tektorial. Oleh organ korti segera direspon dalam bentuk
pembebasan neurotransmitter ke ujung dendrit saraf pendengaran yang
berada pada pangkal organ korti. Impuls saraf yang terjadi di ujung dendrit
diteruskan melalui serabut saraf koklea ke pusat pendengaran sehingga
terjadi proses pendengaran.
5a. Jelaskan bagaimana kerja dari alat keseimbangan statis dan dinamis. Apa stimulus
dari indra keseimbangan.
Keseimbangan statis

Di dalam sakulus dan utrikulus terdapat alat keseimbangan statis, yaitu diebut makula akustika, berfungsi untuk
mengetahui posisi kepala pada saat diam dan gerak lurus ke depan. Kedudukan makula pada sakulus dan
utrikulus saling tegak lurus, sehingga kalau salah satu berorientasi vertikal maka yang lain horizontal. Seperti
pada kristal ampularis, rambut sel reseptor makula yang berupa silia dan mikrofili dilapisi oleh zat gelatinous.
Di atas gelatin terdapat sejumlah kristal kalsium karbonat, yang dikenal sebagai otolit yang menyebabkan
lapisan gelatin lebih berat dari cairan di sekitarnya. Bila seseorang dalam posisi tegak, maka rambut reseptor
dalam utrikulus akan berorientasi vertikal, sedangkan rambut reseptor dalam sakulus berorientasi horizontal.
Apabila pada suatu posisi kepala menyebabkan gelatin melengkung dan lengkungan ini mengakibatkan sel
rambut reseptor terdepolarisasi, maka potensial aksi yang dibangkitkan pada ujung sel saraf keseimbangan
akan dirambatkan ke pusat keseimbangan statis di dalam otak, selanjutnya kita sadar akan posisi kepala pada
kedudukan tertentu tadi.
Keseimbangan
dinamis

Kanalis semisirkularis merupakan tiga saluran setengah lingkaran berisi cairan endolimfe, dimana pada salah satu pangkal setiap
saluran terdapat penggelembungan yang disebut ampula. Di dalam ampula terdapat alat keseimbangan dinamis yang disebut krista
ampularis atau kupula. Krista ampularis merupakan jaringan yang melengkung dan mengandung sel-sel reseptor. Peputaran kepala
menyebabkan endolimfe di dalam (paling tidak salah satu) saluran semi sirkularis bergerak. Aliran endolimfe tersebut akan
mendorong kupula sehingga kupula akan condong ke arah tertentu. Gerakan kupula ini akan menggerakkan pula rambut sel-sel
reseptor. Apabila gerakan rambut condong ke arah kinosilium, maka pada sel reseptor akan terjadi depolarisasi, dan bila arah
gerakan rambut condong menjauhi kinosilium, maka pada sel reseptor akan terjadi hiperpolarisasi. Depolarisasi pada sel reseptor
akan diikuti dengan dilepaskannya neurotransmiter, yang selanjutnya akan membangkitkan impuls pada ujung saraf sensoris. Impuls
tersebar selanjutnya disampaikan ke pusat keseimbangan di dalam otak.
Posisi krista ampularis saling tegak lurus satu sama lain dan masing-masing berpasang-pasangan pada telingan kanan dan kiri. Setiap
gerakan kepala akan dideteksi oleh paling tidak dua krista ampularis, dimana sel-sel reseptor yang satunya akan mengalami
hiperpolarisasi. Akibat dari mekanisme ini, maka setiap gerakan rotasi kepala dan tubuh akan disadari, sehingga kita sadar akan
posisi kepala pada saat bergerak.
Stimulus dari indra keseimbangan
Sel rambut vestibular aktif dan melepaskan neutransmitter ke neuron
sensorik primer sari saraf vestibular.
Neuron sensori melalui sinaps pada nukleus vestibular medula atau tanpa
sinaps menuju serebelum
THANK YOU