Anda di halaman 1dari 20

Anatomi telinga

DEFINISI
Serumen adalah hasil produksi kelenjar sebasea,
kelenjar seruminosa, epitel kulit yang terlepas dan
partikel debu.

Pada sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat


banyak kelenjar serumen (modifikasi kelenjar keringat)
dan rambut. Kelenjar keringat terdapat pada seluruh
kulit liang telinga. Pada duapertiga bagian dalam hanya
sedikit dijumpai kelenjar serumen.
Dalam keadaan normal serumen terdapat di sepertiga
luar liang telinga karena kelenjar tersebut hanya
ditemukan di daerah ini. Konsistensinya biasanya
lunak, tetapi kadang-kadang kering.
Dipengaruhi oleh faktor keturunan, iklim, usia dan
keadaan lingkungan.
Serumen dapat keluar sendiri dari liang telinga akibat
migrasi epitel kulit yang bergerak dari arah membran
timpani menuju ke luar serta dibantu oleh gerakan
rahang sewaktu mengunyah.
Fungsi serumen
Serumen mempunyai efek proteksi. Serumen mengikat
kotoran.
Sarana pengangkut debris epitel dan kontaminan untuk
dikeluarkan dari membran timpani.
Pelumas untuk mencegah kekeringan dan pembentukan
fisura pada epidermis.
Efek bakterisidal, diduga berasal dari komponen asam
lemak, lisozim dan imunoglobulin dalam serumen.
Faktor yang menyebabkan serumen terkumpul
dan mengeras di liang telinga

1). Obstruksi kanalis akustikus eksternus


2). Liang telinga sempit
3). Produksi serumen banyak dan kental
4). Adanya eksostosis liang telinga
5). Serumen terdorong oleh jari tangan atau kebiasaan
mengorek telinga
Tipe Serumen
Tipe Basah
Tipe Kering
Lunak dan keras

Serumen tipe lunak dan tipe keras


Selain dari bentuknya, beberapa faktor dapat membedakan
serumen tipe lunak dan serumen tipe kering :
Tipe lunak lebih sering terdapat pada anak-anak, dan tipe keras
lebih sering pada orang dewasa.
Tipe lunak basah dan lengket, sedangkan tipe keras lebih kering
dan bersisik.
Korneosit banyak terdapat dalam serumen namun tidak pada
serumen tipe keras.
Tipe keras lebih sering menyebabkan sumbatan, dan tipe ini
paling sering kita temukan di tempat praktek.
SERUMEN PROP
Serumen prop merupakan akumulasi abnormal dari
serumen. Penyebabnya dapat karena kerusakan saat
memproduksi atau kerusakan pada saat pembersihan.
Hasil produksi serumen mungkin berhubungan
dengan infeksi, walaupun kebanyakan etiolologinya
tidak jelas. Sumbatan yang terjadi pada pasien dengan
efek serumen menunjukkan adanya lapisan keratin
berlebihan yang menyerupai stratum korneum kulit
kanalis profunda.
ETIOLOGI
Gumpalan serumen yang menumpuk di liang telinga
akan menimbulkan gangguan pendengaran berupa tuli
konduktif.

Terutama bila telinga masuk air sewaktu mandi atau


berenang, serumen mengembang sehingga
menimbulkan rasa tertekan dan gangguan pendengaran
semakin dirasakan sangat mengganggu.
GEJALA KLINIS
Pendengaran berkurang.
Rasa nyeri timbul apabila serumen keras membatu dan
menekan dinding liang telinga.
Telinga berdengung (tinitus)
Pusing (vertigo) bila serumen telah menekan
membrane timpani
Diagnosis banding
Serumen harus dibedakan dengan penglepasan kulit yang
biasanya terdapat pada orang tua maupun dengan
kolesteatoma atau keratosis obturans.
PENATALAKSANAAN

ekstraksi serumen.
Irigasi atau dengan alat-alat
Serumen dapat dibersihkan sesuai dengan
konsistensinya.
Zat serumenolisis
Serumen yang lunak dibersihkan dengan kapas yang
dililitkan pada pelilit kapas. Serumen yang keras
dikeluarkan dengan pengait atau kuret. Apabila dengan
cara ini serumen tidak dapat dikeluarkan maka serumen
harus dilunakkan lebih dahulu dengan tetes hidrogen
peroksida 3%.
Metode Kuretase untuk mengambil Serumen
Serumen yang sudah terlalu jauh terdorong ke
dalam liang telinga sehingga dikuatirkan
menimbulkan trauma pada membran timpani
sewaktu mengeluarkannya dikeluarkan dengan
mengalirkan (irigasi) air hangat yang suhunya
sesuai dengan suhu tubuh. Sebelum melakukan
irigasi telinga harus dipastikan tidak ada perforasi
pada membran timpani.