Anda di halaman 1dari 27

INSECT BITE

(GIGITAN SERANGGA)

Oleh:
Ulva Septiana
122011101017

Pembimbing:
dr. Hendra Minarto, Sp.KK

SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


RSD DR. SOEBANDI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER
2017
PENDAHULUAN

Insect Bite atau gigitan serangga

kelainan akibat gigitan atau tusukan serangga

disebabkan reaksi terhadap toksin atau alergen yang


dikeluarkan artropoda penyerang.

Sebuah gigitan atau sengatan dapat menyuntikkan bisa (racun)


yang tersusun dari protein dan substansi lain yang mungkin
memicu reaksi alergi kepada penderita. Gigitan serangga juga
mengakibatkan kemerahan dan bengkak di lokasi yang
tersengat.
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Dermatitis Insect bite adalah
keradangan kulit
disebabkan bermacam serangga (kutu, laba-laba,
nyamuk, kumbang, paederus, dll)
akibat serangga tersebut memasukkan/menyuntikkan
bahan berbahaya ke dalam kulit
dapat juga akibat serangga tersebut mengeluarkan
bahan iritan sewaktu bersentuhan dengan kulit.
Epidemiologi

Prevalensi sama diseluruh dunia.


Prevalensi antara pria dan wanita sama.
Bayi dan anak-anak >> dewasa.
Mata pencaharian yaitu perkebunan, persawahan dan
lain-lain lebih berisiko.
Etiologi

Gigitan dan sengatan serangga dibagi menjadi 2 grup


yaitu
a. Venomous (beracun) :
Biasanya menyerang dengan cara menyengat
Contoh: tawon atau lebah
Ini merupakan suatu mekanisme pertahanan diri yakni dengan
cara menyuntikan racun atau bisa melalui alat penyengatnya.

b. Non Venomous (tidak beracun)


Menggigit dan menembus kulit dan masuk mengisap darah, ini
biasanya yang menimbulkan rasa gatal.
Contoh: gigitan nyamuk
Etiologi Cont

Kelas Arachnida
a. Acarina
b. Araniae (Laba-laba)
c. Scorpionidae (Kalajengking)
Kelas Chilopoda (Lipan) dan Diplopoda (Luing)
Kelas Insekta
a. Anoplura (Pthyreus pubis, Pediculus humanus, Capitis
et corporis)
b. Coleoptera (Kumbang)
c. Dipthera (Nyamuk dan Lalat)
d. Hemiptera (Kutu busuk)
e. Hymenoptera (Semut, Lebah dan Tawon)
f. Lepidoptera (Kupu-kupu)
Patogenesis

Gigitan atau sengatan serangga

Racun dari serangga mengandung zat-zat yang


kompleks (antigen masuk)

direspon oleh sistem imun tubuh.

Reaksi terhadap antigen tersebut akan melepaskan


histamin, serotonin, asam formic atau kinin.

menyebabkan kerusakan kecil pada kulit (lesi)


DIAGNOSIS

Anamnesis
Dari anamnesis dapat ditemukan riwayat aktivitas
diluar rumah yang mempunyai resiko mendapat
serangan serangga seperti di daerah perkebunan
dan taman.

Bisa juga ditanyakan mengenai kontak dengan


beberapa hewan peliharaan yang bisa saja
merupakan vektor perantara dari serangga yang
dicurigai telah menggigit atau menyengat.
DIAGNOSIS

Manifestasi Klinik
Pada awalnya, muncul perasaan yang sangat gatal disekitar
area gigitan dan kemudian muncul papul-papul. Vesikel dan
bulla dapat muncul juga.
Manifestasi klinis yang terjadi juga tergantung dari
respon sistem imun penderita masing-masing.

Pada beberapa orang yang sensitif, dapat timbul


terjadinya suatu reaksi alergi yang dikenal dengan reaksi
anafilaktik.
biasanya disebabkan golongan Hymenoptera
Reaksi ini akan mengakibatkan pembengkakan pada
muka, kesulitan bernapas, dan munculnya bercak-
bercak yang terasa gatal (urtikaria) pada hampir
seluruh permukaan badan.
DIAGNOSIS

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium dimana terjadi peningkatan


jumlah eosinofil dalam pemeriksaan darah.
Diagnosis Banding
Prurigo
Reaksi kulit yang bersifat residif dengan efloresensi
beranekaragam.
Biasanya dicetuskan oleh infeksi kronik dan keganasan,
kekurangan makan protein dan kalori.
Dari anamnesis didahului oleh gigitan serangga
(nyamuk,semut), selanjutnya timbul urtikaria papular.
Kemudian timbul rasa gatal, dan karena digaruk timbul bintik-
bintik.
Gatal bersifat kronik, akibatnya kulit menjadi hitam dan
menebal.
Diagnosis Banding

Urtikaria
Kelainan klinis khas berupa urtikaria papular yaitu
urtikaria yang berbentuk papula-papula kemerahan
tersebar secara diskrik dan tidak teratur, terutama pada
bagian ekstensor lengan dan tungkai.
Biasanya disebabkan oleh hipersensitifitas terhadap
gigitan serangga, nyamuk, kutu, anjing/kucing.
Tata Laksana

Tujuan:
menghindari gatal
mengontrol terjadinya infeksi sekunder pada kulit.

Gatal biasanya merupakan keluhan utama


topikal sederhana seperti menthol, fenol, atau
camphor bentuk lotion atau gel dapat membantu
untuk mengurangi gatal.
Sistemik diberikan antihistamin oral seperti
diphenyhidramin 25-50 mg untuk mengurangi rasa
gatal. Pencegahan infeksi sekunder dengan
antibiotik.
Prognosis

Ad bonam bergantung pada:


Jenis insekta yang terlibat
Seberapa besar reaksi yang terjadi.
Pemberian topikal berbagai jenis analgetik, antibiotik, dan
pemberian oral antihistamin cukup membantu, begitupun
dengan kortikosteroid oral maupun topikal.
Pemberian insektisida, mencegah pajanan ulang, dan
menjaga higienitas lingkungan juga perlu diperhatikan.
Sedangkan untuk reaksi sistemik berat, penanganan medis
darurat yang tepat memberikan prognosis baik.
REFLEKSI KASUS
A. Identitas Pasien

Nama : Tn. R
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 30 tahun
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pekerjaan : Petani
Alamat : Krajan Jember
B. Anamnesis

Keluhan Utama
Gatal dan kemerahan pada lengan

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengeluh terasa gatal dan merah pada lengan
bawah sejak 2 hari yang lalu. Sebelumnya, pasien mengatakan
baru pulang dari ladang, dan ada seekor lebah yang hinggap di
lengannya. Sesampainya di rumah lengannya terasa gatal-
gatal dan muncul bintik-bintik kecil kemerahan. Karena
sangat gatal, akhirnya digaruk-garuk oleh pasien sehingga
bertambah merah, melebar, lecet dan perih.
Anamnesis Cont

Riwayat Penyakit Dahulu


Hipertensi (-)
Diabetes mellitus (-)
Alergi (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan serupa

Riwayat Pengobatan
Minyak tawon
C. Pemeriksaan Fisik

Status Generalis
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tinggi Badan : 160 cm
BB : 62 kg
Vital Sign
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80 kali/menit
Frekuensi nafas : 22 kali/menit
Suhu axila : 36,6 C
Pemeriksaan Fisik cont

Kepala : dalam batas normal


Leher : dalam batas normal
Thoraks : dalam batas normal
Abdomen : dalam batas normal
Ekstremitas : didapatkan makula eritematous
batas jelas, vesikel, dan erosi
Status Dermatologis

Regio antebrachii didapatkan makula eritematous


batas jelas, diameter sekitar 4 cm, tepi tidak
aktif, di sebagian tempat didapatkan vesikel, dan
erosi ditutupi skuama tipis.
Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium dimana terjadi peningkatan


jumlah eosinofil dalam pemeriksaan darah.
Diagnosis Banding

Prurigo
Urtikaria
Dermatitis Insect bite

Diagnosis
Dermatitis Insect bite
Planning Terapi

Metilprednisolon tab 8 mg 2x1


Cetirizine tab 10 mg 2x1
Ceftriaxon tab 500 mg 2x1
Hidrokortison salep 1% 2x oles tiap hari
Prognosis

Ad bonam
DAFTAR PUSTAKA
1. Moffitt, John E. MD. Allergic Reactions to Insect Bites and Stings on Southern
Medical Journal, November 2003, Volume 96, Issue 11, pp 1073-1079.

2. Burns, Bo. DO, FACEP, FAAEM. Insect Bites. [Posted : 14 Februari 2011]
Taken from : http://emedicine.medscape.com/article/769067-overview#showall
[Downloaded : 28 September 2017

3. Insect Bites and Infestations. In : Freedberg IM at al, eds, Fitzpatricks


Dermatology in General Medicine 5th. 2007. USA: McGrawHill.
4. Hogan, Daniel J. MD. Allergic Contact Dermatitis. [Posted : 14 September
2011] Taken from : http://emedicine.medscape.com/article/1049216-
overview#showall [Downloaded : 28 September 2017]

4. Beck, M.H., Wilkinson, S.M.. Contact Dermatitis: Allergic. In: Burns T,


Breathnach S, Cox N, Griffiths C. Rooks Textbook of Dermatology. Vol.2. Eight
Edition. USA: Blackwell publishing; 2010. P. 26.13-14.

5. Sularsito SA, Djuanda S. Dermatitis. Dalam : Djuanda A, Hamzah M, Aisah S,


dkk, editor. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed.5. Jakarta: FKUI; 2005. P. 135

6. McCroskey, Amy L. MD. Scabies. [Posted : 6 October 2010] Taken from :


http://emedicine.medscape.com/article/785873-overview#showall [Downloaded 28 September 2017]

7. Amiruddin MD. Skabies. Dalam : Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed.1.
Makassar: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ; 2003. P. 5-10

8. Chosidow O. Scabies. New England J Med. 2006. P. 1718-27


10. Adverse Cutaneous Drug Reactions. In : Freedberg IM at al, eds, Fitzpatricks
Dermatology in General Medicine 5th. 2007. USA: McGrawHill
TERIMAKASIH