Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN MINI PROJECT

GAMBARAN PREVALENSI PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA


DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO BARAT,
KECAMATAN LIMBOTO BARAT, KABUPATEN GORONTALO,
PROVINSI GORONTALO

Oleh
dr. Muhammad Ridhwan F

Pendamping
dr. Debby Hiola

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


PUSKESMAS LIMBOTO BARAT PROVINSI GORONTALO
PERIODE 16 NOVEMBER 2016 16 NOVEMBER 2017
PENDAHULUAN
Preeklampsia merupakan penyebab utama morbiditas
dan mortalitas maternal dan perinatal di seluruh
dunia.

Menurut WHO, UNFPA dan UNICEF, preeklampsia-


eklampsia merupakan penyebab utama masalah
kesehatan di negara berkembang.

Setiap tahun, diperkirakan 50.000 kematian ibu di


seluruh dunia dan mempengaruhi 5% - 7% kehamilan
di seluruh dunia.
Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk
menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dari
390 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup
pada tahun 2007.

Angka kematian Ibu di Indonesia pada tahun


2015 yaitu 346 per 100.000 kelahiran hidup.

Penyebab utama kematian ibu disamping


perdarahan dan infeksi adalah preeklampsia.
Gambar 1.1 Angka Kematian Ibu berdasarkan Kausa
Rumusan Masalah

Berapakah Angka kejadian preeclampsia dan


eklampsia di Kecamatan Limboto Barat selama
bulan Desember 2016 sd Februari 2017?

Tujuan Penelitian
Mengetahui gambaran prevalensi preeclampsia
dan eklampsia di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Limboto Barat
Mengetahui distribusi usia ibu hamil di
kecamatan Limboto Barat
MANFAAT PENELITIAN
Untuk Puskesmas Kecamatan Limboto Barat
Sebagai bahan masukan kepada pemerintah khususnya
Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dan Puskesmas
Kecamatan Limboto Barat dalam penentuan arah program
untuk menurunkan prevalensi pre eklampsia dan
eklampsia.

Untuk Masyarakat
Sebagai bahan masukan untuk masyarakat (baik ilmuwan,
praktisi atau masyarakat umum) dalam upaya
meningkatkan kesehatan dan menambah ilmu
pengetahuan di bidang kesehatan khususnya mengenai
pre eklampsia dan eklampsia.

Untuk Peneliti
Bagi penulis merupakan suatu pengalaman yang berharga
dalam mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dan
menambah wawasan.
TINJAUAN PUSTAKA
Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi
disertai dengan proteinuria pada umur
kehamilan lebih dari 20 minggu atau segera
setelah persalinan

Preeklampsia sendiri dibagi menjadi 2, yaitu


preeklampsia ringan dan preeklampsia berat.

Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai


kejang tonik klonik disusul dengan koma.
FAKTOR RISIKO
Frekuensi preeklampsia untuk tiap negara berbeda-
beda karena banyak faktor yang mempengaruhinya.

Wanita hamil cenderung dan mudah mengalami pre-


eklampsia bila mempunyai faktor-faktor predisposing
sebagai berikut:
1. Nulipara
2. Kehamilan ganda
3. Usia < 20 atau > 35 th
4. Riwayat pre-eklampsia, eklampsia pada kehamilan
sebelumnya
5. Riwayat dalam keluarga pernah menderita pre-
eklampsia
6. penyakit ginjal, hipertensi dan diabetes melitus
yang sudah ada sebelum kehamilan
7. obesitas.(3,4,8)
DIAGNOSIS
Preeklampsia ringan, bila disertai keadaan
sebagai berikut:
Tekanan darah 140/90 mmHg,

Proteinuria kuantitatif 300 mg perliter dalam


24 jam atau kualitatif 1+ atau 2+ pada urine
kateter atau midstream.
Edema : edema lokal tidak dimasukkan dalam
kriteria preeklampsia, kecuali edema pada
lengan, muka dan perut, edema generalisata.
2) Preeklampsia berat, bila disertai keadaan
sebagai berikut:
Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih.

Proteinuria 5 gr atau lebih perliter dalam 24 jam


atau kualitatif 3+ atau 4+.
Oligouri, yaitu jumlah urine kurang dari 500 cc
per 24 jam/kurang dari 0,5 cc/kgBB/jam.
Adanya gangguan serebral, gangguan
penglihatan, dan rasa nyeri di epigastrium.
LANJUTAN
Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran
kanan atas abdomen
Terdapat edema paru dan sianosis

Hemolisis mikroangiopatik

Trombositopeni (< 100.000 sel/mm3 atau


penurunan trombosit dengan cepat)
Gangguan fungsi hati.: peningkatan kadar alanin
dan aspartate aminotransferase.
Pertumbuhan janin terhambat.
METODE

Desain Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif

Tempat dan Waktu kegiatan


Penelitian yang bersifat mini project ini dilaksanakan
di kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Penelitian dimulai dengan penelusuran kepustakaan,
konsultasi judul, pengumpulan data, pengolahan
data, penyusunan hasil penelitian serta persentasi
hasil penelitian. Pengambilan data dilakukan di
Posyandu Ibu hamil Kecamatan Limboto Barat dan
PKM Limboto Barat, dari Desember Februari 2017.
Populasi dan Sampe
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu
hamil di kecamatan Limboto Barat.

Sampel
Kriteria Inklusi
ibu hamil yang berkunjung di Posyandu Ibu Hamil dan
Puskesmas Limboto Barat.
Ibu hamil dengan usia kehamilan diatas 20 minggu .
Bersedia untuk diikutsertakan dalam penelitian .
Kriteria Eksklusi
Ibu hamil yang bukan berasal dari kecamatan limboto
barat
Ibu hamil dengan usia kehamilan dibawah 20 minggu
Ibu hamil yang menolak menjadi koresponden penelitian
Cara pengambilan sampel
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode Non-
Probabilty sampling , yaitu consecutive sampling,
dimana semua subyek yang datang secara berurutan
dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam
penelitian.(9)

Jenis dan Cara Pengumpulan Data


Data yang dikumpulkan adalah data primer yang
diperoleh dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik
serta pemeriksaan laboratorium.

Data sekunder di dapat dari data ibu hamil rill


wilayah Puskesmas Limboto Barat periode Desember
- Februari 2017 yang dimiliki oleh Bidan Koordinator
Puskesmas Limboto Barat .
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN MINI
PROJECT

Mencari masalah kesehatan masyarakat di wilayah


kerja Puskesmas Limboto Barat berdasarkan data yang
ada di Puskesmas Limboto Barat.
Mencari referensi mengenai faktor risiko preeclampsia
dan eklampsia .
Mengumpulkan data primer dan sekunder yang
didapat dari data ibu hamil rill di Puskesmas Limboto
Barat dan di Posyandu.
Menggambarkan prevalensi preeclampsia dan
eklampsia di wilayah kerja Puskesmas Limboto Barat.
Menentukan alternatif pemecahan masalah kemudian
menyusun rencana penerapan.
Penyusunan laporan.
HASIL
Profil Komunitas Umum

Puskesmas Limboto Barat terletak di Kecamatan


Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Daerah naungan Puskesmas Limboto Barat


memiliki luas 154,95 km2 yang mencakup 10
desa (pemekaran 2 desa terakhir dilakukan pada
akhir tahun 2007) dengan jumlah penduduk
sebesar 24.988 jiwa.
Wilayah kerja Puskesmas Limboto Barat terdiri
dari 10 desa, yaitu:
Desa Yosonegoro
Desa Pone
Desa Ombulo
Desa Daenaa
Desa Padengo
Desa Haya-Haya
Desa Hutabohu
Desa Huidu
Desa Huidu Utara
Desa Tunggulo
Gambar 4.1 Peta wilayah kerja Puskesmas Limboto Barat
PROFIL PUSKESMAS LIMBOTO BARAT
Data geografis
Sebagaimana pada umumnya Kabupaten
Gorontalo yang merupakan daerah tropis yang
terdapat 2 musim yaitu musim penghujan yang
berlangsung dari bulan Desember sampai bulan
Maret dan musim kemarau yang berlangsung dari
bulan Juni sampai bulan September, iklim ini
bergantian dalam keadaan normal setiap 6 bulan.
Suhu rata rata 28o 32o Celcius dengan curah
hujan rata rata 128,75 mm dan rata rata hari
hujan 187 hari hujan per tahun.Kelembaban rata
rata 70% - 90 %. Demikian juga kondisi iklim di
wilayah Puskesmas Medical Centre Limboto Barat.
DATA DEMOGRAFIS
Tabel 4.1
Jumlah penduduk pada wilayah kerja
Puskesmas Limboto Barat, 2017
Sasaran

No. Desa
Penduduk KK Bumil

1 Yosonegoro 2405 740 47

2 Pone 2766 790 47

3 Ombulo 2713 822 48

4 Haya-haya 2218 570 44

5 Daenaa 3248 959 64

6 Tunggulo 2771 822 54

7 Huidu 2218 655 41

8 Huidu Utara 1016 310 20

9 Padengo 1779 544 34

10 Hutabohu 3854 1143 76

Jumlah 24988 7355 475


SARANA PRASARANA KESEHATAN

Pada tahun 2017, jumlah tenaga kesehatan di


Puskesmas Limboto Barat yang berada di
instansi pemerintah seluruhnya sebanyak 58
orang. Jenis tenaga kesehatan dapat dilihat pada
tabel berikut ini.
Tabel 4.2
Rekapitulasi SDM Kesehatan Berdasarkan Jenis Tenaga
Puskesmas Medical Centre Limboto Barat Tahun 2017

No Jenis Tenaga Tahun


2017
1 Kepala Puskesmas 1
2 Dokter Umum 2
3 Dokter Gigi 1
4 Apoteker/Farmasi 1
5 SKM 5
6 Perawat 10
7 Bidan 11
8 Perawat Gigi 1
9 Sanitarian 2
10 Gizi 2
11 Pekarya kes 2
12 Magang 5
13 Sopir 1
14 CS 2
15 Tenaga Abdi 12
Jumlah 58
C.DATA IBU HAMIL RIIL WILAYAH
PUSKESMAS LIMBOTO BARAT

Grafik 4.1 Distribusi jumlah ibu hamil diatas 20 minggu

14

12

10

0
Yosonegoro Huidu Utara Huidu Haya Haya Padengo Ombulo Pone Daenaa Tunggulo Hutabohu
Grafik 4.2 Distribusi jumlah ibu hamil berdasarkan usia

40

35

30

25

20

15

10

0
<20 20 -30 30 -35 >35
GRAFIK 4.3 DISTRIBUSI JUMLAH IBU HAMIL DENGAN PREECLAMPSIA-
EKLAMPSIA PER DESA

Pre eklampsia Ringan

Pre eklampsia Berat


PERSENTASE JUMLAH IBU HAMIL DENGAN
PREECLAMPSIA DAN EKLAMPSIA

4.33 %
4.33%
0%

PER
PEB
Eklampsia
Normal

91.33 %
DISKUSI
Prevalensi preeclampsia-eklampsia di kecamatan
Limboto Barat masih cukup tinggi yaitu 8,66 %
selama bulan Desember 2016 sampai dengan
Februari 2017.
Ibu hamil dengan preeclampsia ringan yaitu Ny.A
usia 35 tahun kehamilan ke-5 dari desa Haya-haya,
Ny.N usia 22 tahun kehamilan ke-1 dari desa
Hutabohu, Ny.W usia 37 tahun kehamilan ke-3 dari
desa Ombulo.
Kemudian ibu hamil dengan preeclampsia berat yaitu
Ny.T usia 38 tahun kehamilan ke-3 dari desa Pone,
Ny. N usia 21 tahun kehamilan ke-2 dengan riwayat
abortus 1 kali dari desa Daenaa, Ny.S usia 39 tahun
kehamilan ke-3 dari desa Tunggulo.
Dari beberapa penderita ditemukan beberapa
faktor risiko , yaitu usia tua pada kehamilan
atau diatas 35 tahun , dan juga Multi Grande
atau kehamilan lebih dari 4 anak.
Rendahnya kesadaran masyarakat tentang
kesehatan ibu hamil menjadi faktor penentu
angka kematian, meskipun masih banyak faktor
yang harus diperhatikan untuk menangani
masalah ini
Pencegahan atau diagnosis dini dapat mengurangi
kejadian dan menurunkan angka kesakitan dan
kematian.

Untuk dapat menegakkan diagnosis dini diperlukan


pengawasan ibu hamil yang teratur dengan
memperhatikan :
kenaikan berat badan,

kenaikan tekanan darah,

dan pemeriksaan untuk menentukan proteinuria.


Pemeriksaan antenatalcare yang teratur dan
teliti dapat menemukan tanda-tanda dini pre-
eklampsia, dan dalam hal itu harus dilakukan
penanganan semestinya.
Walaupun timbulnya pre-eklampsia tidak dapat
dicegah sepenuhnya, namun frekuensinya dapat
dikurangi dengan pemberian penerangan
secukupnya dan pelaksanaan pengawasan yang
baik pada wanita hamil, antara lain :

Diet makanan
Cukup istirahat.

Pengawasan antenatal secara teratur


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Didapatkan prevalensi kejadian preeclampsia dan


eklampsia pada ibu hamil selama bulan Desember
sampai dengan Februari 2017 di kecamatan
Limboto Barat yaitu 4,33 % (n=3) dengan
preeclampsia ringan,4,33 % (n=3) dengan
preeclampsia berat, 0 % (n=0) dengan eklampsia,
dan 91,33 % (n=63) tanpa preeclampsia-eklampsia.
LANJUTAN
Penyebab preeklampsia sampai saat ini masih
belum diketahui secara pasti, sehingga penyakit
ini disebut dengan The Diseases of Theories.
Meskipun begitu sudah banyak penelitian-
penelitian yang menghubungkan preeclampsia-
eklampsia dengan beberapa faktor risiko.

Walaupun timbulnya pre-eklampsia tidak dapat


dicegah sepenuhnya, namun frekuensinya dapat
dikurangi dengan pemberian penerangan dan
pelaksanaan pengawasan yang baik pada wanita
hamil serta mengurangi faktor risiko yang dapat
dihindari. Deteksi dini pada kasus preeclampsia
diharapkan dapat menekan angka kematian ibu.
Saran
Bagi Puskesmas Limboto Barat

Pembuatan poster atau leaflet untuk


penyuluhan umum mengenai resiko
preeclampsia-eklampsia..
Edukasi bidan untuk memberikan KIE
(Komunikasi, Informasi dan Edukasi) saat
melakukan konsultasi pribadi ibu hamil..
Penyuluhan mengenai Keluarga Berencana .
Bagi Responden
Bagi responden yang memiliki tekanan darah
130 / 90 dianjurkan untuk rutin kunjungan
posyandu setiap bulan.
Bagi responden yang dinyatakan menderita
preeclampsia-eklampsia dianjurkan untuk
konsultasi dengan dokter spesialis kandungan
dan meminum obat secara rutin.
Bagi responden yang sudah berusia 30 tahun
keatas dan sudah memiliki 2 anak dianjurkan
untuk menggunakan alat kontrasepsi jangka
panjang.
DAFTAR PUSTAKA

Prawirohardjo Sarwono dkk. Ilmu Kebidanan, Hipertensi Dalam Kehamilan.


Jakarta. PT Bina Pustaka. 2010.
Cunningham Gary F, at all. William Obstetrics. Gangguan hipertensi dalam
kehamilan. Edisi 21, Jakarta : EGC, 2006
Mochtar, Rustam, Sinopsis Obstetri, Edisi 2, Jilid 1, Jakarta, EGC, 2004
Saifudin AB. Buku panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal . Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta 2002
Sibai, MD. Evaluation and management of severe preeclampsia before 34
weeks gestation, SMFM in Amrecan Journal of Obstetrics anda Gynecology.
2011
Huppertz, Berthold. Placental Origins of Preeklampsia: Challenging the
Current Hipothesis. Hypertension 2008;51;970-975.
Noris, Marina. Perico, Norberto. Renuzzi, Giuseppe. Mechanisms Of Disease:
Preeclampsia. Preeclampsia.Natural Clinical Practice 2005.
Hartuti Agustina, dkk. Referat Preeklampsia. Purwokerto. Universitas Jendral
Sudirman. 2011
Sastroasmoro S.,Ismael S..Dasar-dasar metodologi penelitian klinis.
Jakarta:Sagung Seto;2011.34-35
TERIMA KASIH