Anda di halaman 1dari 102

Kematian Mendadak

dan Penyakit Kardiovaskuler

Dr. Nila Nirmalasari, M.Sc, Sp.F


DEFINISI

KEMATIAN YANG TERJADI SECARA TIBA-


TIBA DISEBABKAN PENYAKIT ALAMIAH
DIMANA TIDAK ADA UNSUR TRAUMA DAN
ATAU KERACUNAN, DIMANA ORANG
TERSEBUT SEBELUMNYA TAMPAK SEHAT
CARA KEMATIAN

Wajar semata-mata hanya karena


penyakit
Kematian
Kecelakaan
memiliki dampak
Tidak Wajar Pembunuhan hukum

Bunuh diri
Kasus kematian mendadak merupakan kematian tidak wajar

Kematian mendadak merupakan peristiwa yang tidak


terduga terjadi sekonyong-konyongnya tanpa ada
tanda-tanda sebelumnya.

Kematian mendadak dapat terjadi saat dalam tugas,


perjalanan, atau saat bekerja, atau tidur, atau
melakukan sesuatu yang emosional. Sedang
tempatnya sangat bervariasi, bisa di kendaaraan,
hotel, rumah, kantor, penginapan dan rekreasi.
Pada umumnya kasus kematian mendadak bervariasi
antara 5080 tahun, dan yang terbanyak adalah
pihak laki-laki mengingat motivasi kerja dan
bepergian.

Berbagai penyakit dapat menimbulkan kematian


mendadak antara lain penyakit jantung, hipertensi
(cardio vascular), dan penyakit-penyakit metabolisme
antara lain diabetes melitus dan hyperlipidemi
(kolesterol, triglycerid) dan metabolisme protein
antara lain asam urat dan urium.

Maka pada usia tersebut di atas pada berbagai


instansi dilakukan check up terutama pada menjelang
purna tugas.
Aspek Medikolegal

MENINGGAL DUNIA PADA TEMPAT YANG TAK


LAZIM HOTEL, RESTORAN, CAFE, DLL.

MENINGGAL TAK ADA YANG MENYAKSIKAN

TERJADI PADA ORANG PENTING.


Apa tindakan kita (dokter) ??
1. Bersama penyidik melakukan pemeriksaan di TKP

2. Melakukan anamnesa terhadap keluarga mengenai:


- adanya riwayat penyakit
- obat-obatan yang rutin dikonsumsi
- riwayat kunjungan ke dokter atau rumah sakit

3. Melakukan pemeriksaan luar secara lengkap dan teliti,


termasuk barang-barang yang dipakai oleh korban.

Tanda-tanda luar yang dapat dikaitkan dengan kematian mendadak


cyanosis (warna kebiruan), gambaran pembuluh darah tampak jelas
khususnya pada leher, sisa muntahan, pembengkakan kaki, atau postur
tubuh, dll
4. Melakukan pemeriksaan dalam (otopsi) mencari
tanda-tanda kelainan yang ada pada alat dalam,
mungkin dalam pengamatan ditemukan sesuatu
yang terkait dengan kematian mendadak

5. MelakukanPemeriksaan penunjang, antara lain


PA, dan Lab Toxicology.

6. Menyusun Laporan hasil pemeriksaan TKP,


Pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam dan
pemeriksaan penunjang
PENYEBAB KEMATIAN TERSERING

Pada jantung:
KELAINAN PEMBULUH KORONER
KELAINAN KONGENITAL
HIPERTENSI
INFEKSI OTOT JANTUNG
TAMPONADE JANTUNG
TROMBO-EMBOLI
PADA PARU

PNEUMONIA/BRONKOPNEUMONIA
EDEMA PARU
BENDA ASING
EDEMA GLOTTIS
KANKER PARU
LARINGITIS DIFTERI
Apalagi ya

EMBOLI UDARA
ASPIRASI PNEUMONIA
KOLAPS JARINGAN PARU
TBC PARU DENGAN CAVERNE PECAH
Saluran makanan

PERDARAHAN DAN TUKAK


PERFORASI
OBSTRUKSI USUS HALUS
RADANG PANKREAS, KANDUNG EMPEDU
RUPTURA HERNIA, LIMPA
ABSES HATI YANG PECAH
Sistem saraf

PERDARAHAN INTRAKRANIAL
EMBOLI
ATHEROSKLEROTIK
RADANG, ABSES, TUMOR
EPILEPSI
Saluran kemih, ginjal dan organ
reproduksi

GAGAL GINJAL OLEH BATU, INFEKSI, TUMOR


RUPTURA SALURAN KEMIH
KISTA OVARIUM TERPELINTIR
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
EKLAMPSIA
PERDARAHAN UTERUS YANG HEBAT
Lain-lain

SYOK
DIABETES MELITUS
REAKSI TERHADAP OBAT
Analisis

Kalau korban hanya dilakukan pemeriksaan luar
saja dan situasi badan tidak ada masalah berarti
sebab kematian pasti tidak dapat ditentukan,
kemungkinan karena penyakit.

Kematian karena racun dapat dideteksi lewat
laboratorium.

Kalau dilakukan pemeriksaan dalam dilakukan
pemeriksaan patologi anatomi kemungkinan dapat
dilihat kelainan-kelainan yang dikaitkan dengan
penyakit tertentu yang dapat dikaitkan dengan
kematian mendadak.
Kalau pemeriksaan jaringan dan laboratorium tidak
ada kelainan mungkin meninggal karena reflektoris
(reflek vagal)

Kalau dalam analisa ada kelainan-kelaian


toxicology akibat racun kemungkinan kematian
minum racun atau diracun atau overdosis.

Deteksi racun yang biasa dilakukan :


racun sianida, racun pestisida, miras, narkotika dan
psikotropika.
Bila dalam kesimpulan ada dugaan tindakan
kriminal maka penyidik melakukan penyidikan
lebih lanjut secara ketat dan teliti.

Kalau korban terlanjur dimakamkan maka


dilakukan pembongkaran jenazah selanjutnya
pemeriksaan seperti tersebut di atas (PL, PD, Lab).
KEMATIAN MENDADAK YANG
LAZIM
"Kematian mendadak yang lazim" diartikan berbeda oleh
orang yang berbeda pula. Beberapa percaya istilah tsb
harus dibatasi bagi kasus-kasus di mana waktu dari
onset gejala untuk kambuh dan kematian berjarak detik,
namun beberapa orang lain akan mempertimbangkan
hingga 24 jam dari penyakit simtomatik sebelum
kematian.

Kematian mendadak atau "tiba-


tiba" yang sebenarnya seringkali
melibatkan penyakit sistem
kardiovaskuler.
PENYAKIT KARDIOVASKULER
ATEROSKLEROTIK
Penyakit jantung menyebabkan sekitar 90% kematian
mendadak akibat penyakit lazim, di mana penyakit arteri
koroner aterosklerotik menjadi penyebab mendasar dari
75 hingga 90% kematian mendadak kardiak

insidensi terbesar pada


rentang usia 35-64 tahun

Kematian medadak adalah gejala pertama dan satu-


satunya dari penyakit arteri koroner aterosklerotik yang
mendasari dalam sekitar 25 hingga 40% individu
Kematian terkait jantung lainnya dapat
disebabkan oleh:
- hipertensi
- penyakit valvular
- penyakit arteri koroner nonaterosklerotik,
- miokarditis
- kardiomiopati
- kelainan sistem konduksi
Keletihan

Sesak
Gejala
napas

Sakit dada

Satu-satunya temuan signifikan saat otopsi adalah


penyempitan aterosklerotik parah dari arteri korner,
yang dapat menjadi ekstensif atau terlokalisir hingga
sekecil suatu fokus singular yang lebih besar dari
penyempitan 75 persen pada satu pembuluh
Hipertensi

Riwayat
penyakit
kardiovaskuler Merokok
keluarga
Faktor
resiko

Hiperkoleterolemia DM
apakah penyempitan arteri koroner
yang signifikan itu?
Estimasi penyempitan arteri koroner yg
dibuat sesuai area luminal cross-sectional
dari pembuluh itu.
CONTOH KASUS
Seorang laki-laki 35 tahun dengan hipertensi pingsan dan
meninggal tiba-tiba di sel penjara setelah mengeluhkan gejala
mirip-flu yang dihubungkan dengan rasa sakit pada bahu kiri dan
punggung. Saat otopsi suatu thrombus oklusif ditemukan pada
area penyempitan aterosklerotik signfikan di dalam arteri
koroner sirkumfleksi kiri. Secara histologis, terdapat bukti fisura
plak, yang dianggap memainkan peran dalam patogenesis
thrombi terkait aterosklerosis. Terdapat bukti gross dan
histologis dari infark transmural akut yang melebar dari basis ke
apeks dari dinding bebas lateral ventrikel kiri, dengan sedikit
pelebaran ke dinding anterior dan posterior.

Hal ini adalah presentasi penyakit arteri koroner aterosklerosis yang lebih
klasik, dihubungkan dengan infark miokardial akut, yang diketahui oleh klinisi
dan patologis pasien yang masuk rumah sakit dengan keluhan sakit dada
persisten. Seperti sebelumnya disebutkan suatu infark miokardial akut lebih
kurang sering terlihat pada individu yang meninggal mendadak akibat
penyakit arteri koroner aterosklerotik.
INGAT!!
mayoritas kematian mendadak yang diakibatkan oleh penyakit
arteri koroner aterosklerotik tidak berhubungan dengan
thrombus koroner atau suatu infark miokardial akut
bahwa gejala pertama dan satu-satunya dari penyakit arteri
koroner signifikan dapat berupa kematian mendadak
Cari faktor risiko aterosklerosis (termasuk penyalahgunaan
kokain) dalam riwayat medis dan saat otopsi, terutama ketika
penyakit signifikan ditemukan pada laki-laki usia kurang dari
35 tahun dan wanita premenopause.
Ketahuilah dan selalu ingat bagaimana penyempitan arteri
koroner 7% (penyempitan signifikan) sebenarnya terlihat
JANGAN LAKUKAN!!
Mengasumsi bahwa tidak adanya infark
miokardial akut berarti suatu kematian
tidak dapat diatribusikan pada penyakit
arteri koroner aterosklerotik
Kaget oleh luasnya aterosklerosis dan
penyakit jantung iskemik yang dapat
ditemukan saat otopsi pada individu tanpa
gejala atau riwayat kardiak sebelumnya
PENYAKIT KARDIOVASKULER
HIPERTENSIF
Hipertensi diketahui sebagai faktor risiko
signifikan bagi perkembangan
aterosklerosis, dan seringkali ditemukan
berhubungan dengan kematian
mendadak akibat penyakit arteri koroner
aterosklerotik.

Hipertensi dapat menjadi


penyebab mendasar
kematian
Hipertropi ventrikuler kiri hipertensif
berhubungan dengan kematian aritmik
mendadak, atau dengan aneurisme aortik
binokuler dan perdarahan intraserebral
spontan/nontraumatik .

Hipertropi ventrikuler kiri konsentrik secara


umum merupakan cerminan hipertensi yang
mendasarinya.
Studi monitor Holter telah menunjukkan
bahwa individu dengan hipertropi
ventrikuler kiri hipertensif dapat memiliki
aritmia intermiten, termasuk takikardi
ventrikuler non-susained. Selain itu,
hipertropi hipertensif mungkin memainkan
peran menyebabkan iskemia miokardial,
tanpa memandang ada atau tidak adanya
penyakit arteri koroner aterosklerotik.

Hipertropi ventrikuler kiri


hipertensif dapat menjadi satu-
satunya temuan anatomis
dalam beberapa kematian
mendadak.
CONTOH KASUS
Seorang laki-laki usia 39 tahun mengeluh tidak enak
badan dan pulang kerja lebih awal. Ia ditemukan
meninggal beberapa menit kemudian pingsan di
mobilnya dengan tangan mengepal di depan dadanya.
Riwayat medisnya signifikan hanya untuk hipertensi yang
tidak dirawat.

Otopsi menunjukkan sebuah jantung 610 gram yang


signifikan hanya untuk hipertropi ventrikuler kiri
konsentrik. Secara histologis, miokardium menunjukkan
hipertropi miosit dan suatu peningkatan tergeneralisasi
dalam jaringan fibrous interstitial. Terdapat nefrosklerosis
jinak pada ginjal, yang terlihat secara gross dan histologis.
Kematian ini disebabkan oleh kardiomiopati hipertensif.
Mayoritas aneurisme aortik binokuler
dianggap muncul akibat komplikasi
hipertensi. Diseksi-diseksi tersebut terkait
dengan kematian mendadak paling umum
terbatas hanya pada aorta ascending
dengan adanya robekan pada adventitia
dan pelebaran darah ke dalam kantung
perikardial.
Marfan's syndrome harus dipertimbangkan
dalam diagnosis diferensial dari penyebab
yang mendasari diseksi aortik, terutama
pada seorang individu muda tanpa riwayat
atau ciri anatomis hipertensi.
Mengenali Marfan's syndrome penting
karena hal ini merupakan kelainan
dominan autosom dari jaringan ikat
(meskipun ia juga dapat terjadi sebagai
mutasi baru dalam 25 hingga 30 persen
kasus).

INGAT!!
Ingat bahwa hipertropi ventrikuler kiri hipertensif dapat menjadi
penyebab kematian mendadak bahkan tanpa adanya penyakit
arteri koroner aterosklerotik
Ingat bahwa hipertensi adalah penyebab mendasar paling
umum dari hipertropi ventrikuler kiri konsentrik
Ingat bahwa hipertropi ventrikuler kiri hipertensif tidak selalu
berhbungan dengan riwayat klinis hipertensi dan/atau dengan
patologi end-organ yang hipertensif (contohnya nefrosklerosis
jinak)
Hilangkan kardiomiopati hipertropik sebagai penyebab hipertropi
ventrikuler kiri konsentrik
Cari aneurisme aortik binokuler dengan jantung masih in situ
ketika hemoperikardium ditemukan saat otopsi. Jika aneurisme
aortik binokuler ditemukan, berusahalah untuk tidak memotong
aorta ascending atau lengkung aortic ketika mengangkat
jantung, karena di sanalah tempat yang paling mungkin untuk
terjadi robekan intimal
Carilah bukti hipertensi, Marfan's syndrome, dan katup aortik
bikuspid kongenital baik riwayat dan/atau otopsi ketika
aneurisme aortik binokuler ditemukan
JANGAN LAKUKAN!!
Berpendapat bahwa anda tidak dapat
membuat diagnosis hipertensi ketika
hipertropi ventrikuLer kiri konsentrik
ditemukan tanpa adanya riwayat
hipertensi dan tidak adanya patologi end-
organ yang hipertensif lainnya
PENYAKIT VALVULAR
(KATUP)
Kelainan katup paling umum terkait dengan
kematian mendadak yang melibatkan katup
aorta. Terutama, penyempitan saluran katup
jantung.

Prolapse katup mitral, meskipun dikatakan hadir


dalam sekitar 2 persen populasi, sebenarnya cukup
jarang sebagai penyebab kematian mendadak
CONTOH KASUS :
Seorang laki-laki 63 tahun sedang mengemudikan taksi ketika ia
menepi ke pinggir jalan, pingsan dan meninggal

Otopsi menunjukkan
:

ventrikel yang
hipertropi dan
berdilatasi akibat
stenosis bikuspid
kongenital dari
katup aortik.

Lubang katup tidak bisa dilewati iujung jari kelingking


Hal ini adalah temuan yang umum pada penyenpitan katup aorta
Stenosis Katup Aorta
Stenosis katup berkembang dengan
kalsifikasi kuspnya seirinng waktu,
sehingga kematian mendadak akibat
stenosis valvular bikuspid kongenital
sering terjadi pada individu berusia 60-75
tahun.
Stenosis valvular aortik
post-inflamasi yang didapat

Dua kuspid dapat berfusi


dalam bentuk tertentu
sehingga katup terlihat mirip
dengan katup bikuspid
kongenital
Stenosis valvular aortik kalsifik senil biasanya terlihat:
pada individu di atas 70 tahun.

Komisura katupnya biasanya bebas adesi.

Ditemukan deposit kalsium pada permukaan katup


aorta
Stenosis subaortik membranous
Stenosis subaortik membranous, suatu
penyebab dari obstruksi saluran
ventrikuler kiri, biasanya terdeteksi klinis
pada anak-anak atau remaja
Katup aortiknya bisa jadi normal, namun
juga bisa menunjukkan penebalan katup,
yang menyebabkan perkembangan infeksi
atau insufisiensi.
Stenosis aortik
supravalvular
Stenosi aortik supravalvular, yang dapat
berbentuk stenosis membranous, suatu
deformitas , atau hipoplasi dari aorta
ascending.
CONTOH KASUS :
Seorang laki-laki 42 tahun pingsan saat kelas
olahraga. Semua usaha resusitsi gagal. Ia
memiliki riwayat lesi katup aortik dengan etiologi
tak diketahui sejak usia 16 tahun

Saat otopsi, terdapat :


- hipertropi dan dilatasi
ventrikuler kiri
- adanya membran
fibrous tipis yang
meluas di sekitar
sirkumferensi dari
saluran ventrikuler kiri di
bawah katup aortik.
Endokarditis infektif
Endokarditis infektif seringkali terlihat pada
penyalahgunaan obat intravena dan
jarang menjadi penyebab dari kematian
mendadak.
Penyalah
gunaan obat Perhatian yang
intravena
lebih harus
diberikan pada
bukti riwayat
atau otopsi dari
penyalahgunaan
Penyebab obat intravena.
Kultur dan stain
Streptococcus
Gram dari
Stafilokokus viridans alfa-
aureus
vegetasi harus
hemolitik
diambil di semua
kasus
endokarditis
infektif.
Contoh Kasus :

Seorang laki-laki 44 tahun ke rumah sakit


dengan riwayat 1 minggu sakit pada kuadran
abdominal di bawah kiri yang dihubungkan
dengan anoreksia. Ia memiliki riwayat
penyalahgunaan etanol kronis dan penyakit
homozygous hemoglobin C. Setelah masuk
rumah sakit, ia mengalami bradikardia dan
hipotensi. Kondisinya menurun secara cepat
dan kemudian meninggal
Hasil Otopsi :
Ostia koroner kiri dan kanan terletak dekat
satu sama lain di atas katup koroner kiri.
Tidak ada bukti gross penyakit valvular
kronis,
namun vegetasi ditemukan pada tiap katup
aortik, dan katup koroner kiri dan kanan
mengalami ruptur
Kultur darah antemortem menunjukkan
adanya Streptokokus viridans alfa-hemolitik.
Vegetasi katup koroner kiri
meluas ke atas ke dalam arteri
koroner utama kiri

Kokus gram-positif ditemukan


dalam vegetasi
Aneurisme mikotik ditemukan di arteri
koroner kanan dan di arteri serebral
tengah kanan, dan adah infarksi
transmural purulen dari dinding bebas
posterior ventrikel kiri.
Prolaps katup mitral
Prolaps katup mitral adalah penyakit jantung
kongenital paling umum, yang terjadi
dalam sekitar 5 persen manusia usia 15
tahun ke atas.
Gejala :
sakit dada dan/atau aritmia kardiak

pelebaran luas mirip-'akordion' dari leaflet


katup
panjang yang berlebih dari leaflet katup
posterior
penebalan porsi spongiosa sentral dari
leaflet katup dengan deposit material
mukopolisakarida asam yang berlebih
penebalan dan ruptur chordae tendineae
Contoh kasus :
Seorang wanita 40 tahun pingsan tiba-tiba
dan meninggal saat belanja. Secara klinis
diketahui bahwa ia memiliki prolaps katup
mitral.
Saat otopsi, katup mtral, ketika dilihat dari atas, diketahui
memiliki leaflet yang menebal dan besar. Chordae
tendineaenya mengalami ruptur. Bagian histologi
mengkonfirmasi adanya material mukopolisakarida asam
berlebih dalam spongiosa sentral dari leaflet.
DO ! DONT!
Periksa katup kardiak (terutama Mengasumsi bahwa prolaps katup
katup aortik dan mitral) dari atas mitral pasti menjadi penyebab
sebelum membuka suatu kematian mendadak lazim
ketika ia diidentifikasi saat otopsi:
Cobalah untuk menentukan
patologi mendasar dari katup
aortik stenotik, daripada hanya
mengatakan kematian disebabkan
oleh 'stenosis aortik

Dapatkan kultur dan stain gram


dari vegetasi pada kasus
endokarditis infektif guna
mengidentifikasi organisme yang
bertanggung jawab
PENYAKIT ARTERI KORONER
NONATEROSKLEROTIK
Bagian dari diagnosis diferensial dari
kematian mendadak lazim pada sub-
dewasa.
ridge ostial dan sudut
akut take-off dari arteri
koroner cabang utama
kiri, yang terletak di
atas komisura antara
kusp koroner kiri dan
kanan pada laki-laki
usia 66 tahun yang
meninggal akibat
penyakit arteri koroner
aterosklerotik
Contoh Kasus :
Seorang anak laki-laki umur 8 tahun tiba-tiba pingsan dan meninggal
ketika bermain video game di rumahnya. Ia tidak memiliki riwayat
medis yang signifikan, meskipun orang tuanya mengungkapkan
kekhawatiran akan fakta bahwa ia pernah jatuh dan membenturkan
kepalanya di meja kopi.

Hasil Otopsi :

ostium arteri koroner cabang


utama kiri ditemukan langsung
berdekatan dengan arteri
koroner kanan di sinus Valsalva
kanan

arteri koroner cabang utama


kiri melebar antara batang
pulmonari dan aorta
Spasme arteri koroner
Spasme arteri koroner, juga disebut Prinzmtal's
angina dan variant angina, seringkali dianggap
sebagai angina saat istirahat yang diikuti oleh
peningkatan ST-segmen pada ECG dengan
penurunan reversibel dari diameter luminal arteri
koroner pada angigram.
diagnosis spasme arteri koroner tidak mungkin
didasarkan pada temuan otopsi, namun
membtuhkan dokumentasi klinis sebelumnya dari
spasme tsb. Tanpa hal ini, penyebab kematian
akan menjadi 'tidak dapat ditentukan'
Contoh Kasus :
spasme arteri koroner kanan setelah injeksi.

Seorang laki-laki 43 tahun pingsan tiba-tiba dan meninggal


saat bekerja. Tidak ada abnormalitas anatomik dari
jantung atau organ lainnya saat otopsi dan toksikologi
postmortem negatif. Riwayat medisnya signifikan
menunjukkan angina episodik saat istirahat.
spasme arteri koroner kanan dapat diinduksi oleh injeksi
ergonovin.

arteri koroner kanan sebelum Gambaran Spasme arteri koroner


injeksi ergonovine kanan setelah diinjeksi
Diseksi arteri koroner spontan
Diseksi arteri koroner tidak memiliki hubungan dengan
hipertensi atau Marfan's syndrome, namun cenderung
mempengaruhi wanita (sekitar 85 persen preponderansi)
dengan sekitar sepertiga wanita tersebut dalam keadaan
hamil atau postpartum.

Diseksi traumatik dari arteri koroner sangatlah langka,


namun akan dihubungkan dengan suatu riwayat
dan/atau bukti otopsi luka benda tumpul yang
melibatkan dinding dada anterior.

infiltrat sel inflamasi eosinifilik adventisial


Contoh Kasus :
Seorang wanita 42 tahun pingsan dan meninggal setelah mengeluh
tiba-tiba sakit dada. Ia tidak memiliki riwayat medis yang signifikan.

Hasil Otopsi :
permukaan adventisial yang mendasari arteri koroner
desceding anterior kiri terlihat hemoragik, namun, saat
sectioning, suatu diseksi terisolasi dari bagian pembuluh
ini ditemukan. Tidak terdapat bukti iskemia miokardial
akut.
Contoh Kasus :
Seorang laki-laki 23 tahun ditemukan
meninggal di atas lantai di samping tempat
tidurnya. Riwayat medisnya signifikan untuk
investigasi sakit dada selama beberapa hari
sebelum kematiannya. Riwayat keluarga
signifikan dengan penyakit jantung
aterosklerotik prematur dengan kematian
anggota keluarga lain berusia antara 30-40
tahun.
Satu-satunya temuan otopsi yang penting dicatat
adalah segmen intramural sepanjang 1.5 cm dari
bagian tengah arteri koroner descending
anterior kri. Tidak ada bukti iskemia miokardial
akut atau fibrosis miokardial di dalam distribusi
pembuluh ini.
DO!
Periksa ostia koroner dan jalan dari bagian proksimal dari
arteri koroner, terutama pada anak-anak, remaja dan dewasa
muda yang meninggal mendadak

DONT !
Mengabaikan ciri abnormalitas arterial dan ostial koroner yang
sepertinya tidak penting (contohnya ridge ostial, arteri
koroner intramural) ketika dihadapkan pada kematian
mendadak lazim ketika tidak ada penyebab kematian lain
yang teridentifikasi--abnormalitas yang tidak kentara ini bisa
jadi penyebab kematian
Mengasumsi bahwa seorang patologis tidak dapat membuat
kesimpulan definitif mengenai penyebab kematian tanpa
adanya temuan anatomik signifikan--jika riwayat klinis sesuai
dengan kejadian dan keadaan saat kematian, diagnosis dapat
dibuat meskipun tidak ada temuan saat otopsi (contoh
spasme arteri koroner).
Miokarditis
gejala prodormal demam
penyakit seperti flu
Meskipun jantung biasanya memiliki
beberapa kongesti atau petechia permukaan
epikardial,
terkait pucatnya dan melembutnya
miokardium,
jantung tidak menunjukkan tanda apapun
saat pemeriksaan gross atau perubahan
gross sangat samar sehingga dapat
terlewatkan.
Etiologi paling umum virus coxsackie A dan B
Serologi, kultur rutin dan teknik hibridisasi DNA
seringgagal untuk mendeteksi virus, sulit
mendukung penegakan diagnosis.
Diagnosis pada tampakan histologis dari
miokardium. Infiltrat sel inflamasi tipikal sering
berupa limfositik, namun polimorfik juga dapat
muncul.
Miokarditis hipersensitivitas, sering disebabkan
reaksi alergi terhadap obat, dicurigai ketika
eosinofil merupakan bagian dominan dari
infiltrat sel inflamasi miokardial.
Miokarditis dibedakan sebagai:
Subakut

Kronik

Senyap secara klinis


Lakukan
Pertimbangkan miokarditis viral dalam
diferensial diagnosa bagi siapapun yang
meninggal setelah penyakit mirip flu yang
singkat
Jangan
Mengasumsikan bahwa tampakan gross yang normal
dari miokardium berarti tidak mungkin ada miokarditis

Mendiagnosis miokarditis hanya karena sel inflamasi


ditemukan dalam interstitium miokardial. Harus ada
bukti nekrosis miosit sebelum diagnosis dapat dibuat

Berusaha lebih mendapatkan kultur virus dan serologi


dalam kasus miokarditis viral karena jarang sekali
membantu penegakan diagnosis
KARDIOMIOPATI
Meskipun banyak kasus
kardiomiopati mendapat perhatian
klinis karena tanda dan gejala gagal
jantung, pada beberapa individu
gejala pertama mereka bisa jadi
berupa kematian mendadak atau
gejalanya tersembunyi dan
membahayakan

Terlihat pada kardiomiopati


hipertropik dan kardiomiopati
ventrikuler kanan, namun kadang
dapat terlihat pada kasus-kasus
kardiomiopati terdilatasi.
Kardiomiopati hipertropik
Kardiomiopati hipertropik adalah penyakit
kardiak umum, Etiologinya ada di dalam
mutasi sejumlah gen yang memproduksi
protein yang penting bagi integritas
struktural, fungsi kontraktil, atau regulasi
sarkomer kardiak.

Diagnosis otopsi masih bergantung pada ciri


anatomik. Jantung akan menunjukkan
hipertropi ventrikuler kiri yang konsentrik
atau asimetrik.
Hipertropi asimetrik dikatakan terjadi apabila ketebalan
septal interventrikuler 1,3 kali lebih besar daripada
dinding bebas posterolateralnya.

Obstruksi traktur outflow ventrikuler kiri adalah ciri


beberapa kasus, sehingga kardiomiopati hipertropik juga
telah disebut sebagai kardiomiopati obstruktif hipertropik
(HOCM) dan stenosis subaortik hipertropik idiopatik
(IHSS).
Ciri anatomik yang memberikan kesan keberadaan
obstruksi traktus aorta termasuk penebalan leaflet
katup mitral anterior dan pembentukan plak fibrous

Secara histologis, kebanyakan kasus menunjukkan


suatu percabangan miosit yang unik, jelas pada
septum interventrikuler.

Potongan histologis dari septum interventrikuler dan


dinding ventrikuler kiri diambil perpendikular terhadap
aksis panjang jantung guna mendemonstrasikan
miosit ini dengan tepat.
Ciri unik lainnya adalah keberadaan arteri
koroner intramural yang menebal. Tiap ciri
ini dapat muncul dalam derajat yang
berbeda, sehingga diagnosis dapat sulit
ditentukan.

Kardiomiopati hipertropik diwariskan


sebagai kelainan autosom dominan, ketika
diagnosis ditentukan, anggota keluarga
dekat disarankan melakukan uji klinis
untuk penyakit ini.
Kardiomiopati ventrikuler kanan
aritmogenik
Kelainan langka yang muncul
secara patologis sebagai
penipisan seperti-kertas dari
miokardium ventrikuler kanan
yang berhubungan dengan
penggantian miokardium
dengan campuran jaringan
fibrous dan lemak,
atau sebagai infiltrasi lemak
transmural pada miokardium
ventrikuler kanan yang melebar
dari epikardium ke
endokardium.
Kardiomiopati terdilatasi
terdapat dilatasi pada keempat kamar jantung,
ventrikel kiri terkena lebih parah

Endokardium menunjukkan derajat berbeda pada


penebalan fibrous dan thrombi mural.

Perubahan histologisnya nonspesifik, namun


meliputi fibrosis endokardial, fibrosis interstisial
dalam miokardium, hipertropi dan/atau penipisan
nyata dari miosit (sebagai hasil dari dilatasi
ventrikuler), miositolisis, dan kadang-kadang
infiltrat sel inflamasi kronis.
Diagnosis dibuat bila tidak ada hipertensi, penyakit
arteri koroner, dan penyakit valvular.

Kardiomiopati peripartum adalah bentuk


kardiomiopati terdilatasi, etiologi yang tidak
diketahui yang terjadi di trimester ketiga kehamilan
atau 6 bulan pertama postpartum.
Kardiomiopati alkoholik
Alkohol dan metabolitnya secara langsung toksik terhadap
jantung.
Penyalahgunaan etanol kronis memiliki elemen defisiensi
tiamin, dapat mengakibatkan jantung patologis.
Meskipun hubungan antara penyalahgunaan etanol kronis
dan kardiomiopati terdilatasi diketahui, mekanismenya
tidak, dan morfologi kardiomiopati terdilatasi alkoholik
tidak berbeda dari bentuk lainnya dari kardiomiopati
terdilatasi.
Distrofi miotonik
Penyakit autosom dominan pada otot skeletal
Jantung bisa terlihat normal, dengan abnormalitis
histologis muncul di otot skeletal daripada miosit jantung
Hibridisasi DNA digunakan untuk mendeteksi
meningkatkan jumlah pengulangan dari sekuens
trinukleotida (CTG) dalam gen yang mengkode miotonin
protein kinase.
Postmortem diambil dalam tube EDTA
Lakukan
Cari riwayat medis dan temuan histologi yang
mungkin mengarahkan pada etiologi berupa
kardiomiopati terdilatasi

Periksa ventrikel kanan jantung, cari bukti


hipertropi, penipisan, dan/atau infiltrasi
lemak yang signifikan

Pertimbangkan diagnosis kardiomiopati


hipertropik pada kasus hipertropi ventrikuler
kiri yang konsentrik maupun asimetrik
Ambil potongan histologis dari septum interventrikuler
pada sudut yang tepat terhadap aksis panjangnnya
guna mengidentifikasi miosit abnormal yang terlihat
pada kardiomiopati hipertropik

Cari bukti abnormalitas arteri koroner intramural


sebagai bukti histologis tambahan kardiomiopati
hipertropik

Rekomendasikan skrining klinis bagi keluarga ketika


membuat diagnosis kardiomiopati hipertropik atau
kardiomiopati ventrikuler kanan
CONTOH-CONTOH KASUS
MARFANS SYNDROME
INFECTIVE ENDOCARDITIS
MITRAL VALVE PROLAPSE
SPONTANEOUS CORONARY ARTERY
DISSECTION