Anda di halaman 1dari 20

KONSEP ASUHAN

KEPERAWATAN
HERNIA NUKLEUS
PULPOLUS
(HNP)
Disususn Oleh :

1. Erni ayu lestari (12.02.01.1007)


2. Jenria latifa yuli (12.02.01.1014)
3. Lia eviana (12.02.01.1017)
4. Mamluatun afifah (12.02.01.1022)
5. Vivi sistyowati (12.02.01.1014)
Definisi
Hernia Nukleolus Pulposus adalah hernia
yang terjadi pada sumsum tulang belakang.
Hernia ini terjadai karena nukleus pulposus
yang berada diantara dua tulang belakang
menonjol keluar ( Oswari, 2000 )
Hernia Nukleolus Pulposus adalah herniasi
yang banyak terjadi pada L4 L5 atau tulang
antara L5 S1 yang menimbulkan nyeri
punggung bawah disertai derajat gangguan
sensorik dan motorik ( Brunner & Suddarth,
2001 )
Etiologi
Herniasi terjadi oleh karena adanya degenerasi atau
trauma pada anulus fibrosus yang menyebabkan
protrusi dpulposus. Herniasi terjadi pada daerah
kostalateral yang menyebabkan ligamentum
longitudinal posterior tergeser dan menekan akar
saraf yang keluar sehingga menimbulkan gejala
skiatika. Herniasi dapat juga terjadi kearah
posterior yang hanya menyebabkan gejala nyeri
punggung bawah. Kelainan ini jarang menyebabkan
kompresi. Herniasi dapat pula terjadi ke atas ke
bawah melalui lempeng tulang rawan korpus
vertebra untuk membentuk nodus Schmorl
Manifestasi Klinis
Gejala klinis yang dapat ditemukan :
1. Nyeri punggung bawah yang hebat, mendadak, menetap
beberapa jam sampai beberapa minggu secara perlahan-lahan.
2. Deformitas berupa hilangnya lordosis lumbal atau skoliosis oleh
karena spasme otot lumbal yang hebat.
3. Mobilitas gerakan tulang berkurang. Pada stadium akut
gerakan pada bagian lumbal sangat terbatas, kemudian muncul
nyeri pada saat ekstensi tulang belakang.
4. Nyeri tekan pada daerah herniasi dan pada daerah
paravertebral atau bokong.
5. Nyeri di pinggang bagian bawah, dapat menyebar sampai
bokong dan paha.
6. Rasa nyeri dapat seperti pegal-pegal yang terus-menerus atau
seperti tertikam dan apabila digunakan akan terasa lebih nyeri,
sehingga kadang-kadang si penderita tidak mau menggerakkan
pinggangnya seolah-olah terkunci
7. Batuk atau bersin dapat menambah rasa nyari, demikian
dengan perubahan sikap dari duduk ke berdiri merupakan
siksaan yang besar
Patofisiologi
Mula-mula nukleus pulposus mengalami herniasi
melalui cincin konsentrik anulus fibrosus yang robek,
dan menyebabkan cincin lain di bagian luar yang
masih intak menonjol setempat ( Fokal ). Keadaan
seperti ini dinamakan sebagai Protusio Discus. Bila
proses tersebut berlanjut, sebagai materi nukleus
kemudian akan menyusup keluar dari discus ( discus
Ekresi ) ke anterior ligamen longitudinalis posterior (
herniasi discus fragmen bebas ).
Biasanya protusio ekstraksi discus posterolateral akan
menekan akar saraf ipsilateral pada tempat keluarnya
saraf dari kantong deva ( masalnya herniasi discus L4
L5 kiri akan menjepit akar saraf L5 kiri ). Jepitan
saraf akan menampilkan gejala dan tanda redikuler
sesuai dengan distribusi persarafannya. Herniasi
discus sentral yang signifikan dapat melibatkan
beberapa elemen Kauda Equina pada kedua sisi,
sehimgga menampilkan Radiokulopatia bilateral atau
bahkan juga gangguan sfingter seperti retensiurine.
Komplikasi
1. Nyeri pada pinggang dan kaki yang
berkepanjangan
2. Kelumpuhan pada kaki
3. Kehilangan fungsi berkemih dan buang air
besar
4. Kerusakan saraf belakang yang permanen
(sangat jarang)
Pemeriksaan Diagnostik
1. Foto rotgen spinal
2. MRI
3. Miliogrfi
4. Elektromiografi
Penatalaksanaan
1. Alamiah

2. Medis

a. Secara konserfatif

b. Secara operatif

3. Keperawatan

a. Tirah baring

b. Fisioterapi

c. Rehabilitasi
KONSEP DASAR ASKEP
A. Pengkajian

Identitas
Nama, Umur (lebih sering diderita oleh usia
pertengahan.), jenis kelamin (kebanyakan pada jenis
kelamin pria), Pekerjaan (pekerjaan yang beraktivitas
berat), agama, suku, alamat, status perkawinan, dan
penanggung biaya,agama, pendidikan, dll.
B. Riwayat Kesehatan
Keluhan Utama :
Biasanya yang sering menjadi keluhan utama klien
adalah Nyeri pada punggung bawah.
Riwayat penyakit sekarang
Biasanya pasien datang kerumah sakit dengan keluhan
nyeri pada punggung bagian bawah ditengah tengah
antara bokong. Kekuatan otot menurun, paraparesif
falsif, parastesia dan retensi urin.
Riwayat penyakit dahulu
Tanyakan pada klien apakah pernah menderita Tb
tulang, osteomilitis, keganasan (mieloma multipleks),
metabolik (osteoporosis), cedera tulang belakang
Riwayat penyakit keluarga
Mengkaji adanya anggota keluarga yang mengalami
hipertensi dan DM
C. Pemeriksaan Fisik
Keadaan UmumLemah,
Kesadaran composmetis
TTV
TD : hipotensi <100/80 mmHg
Nadi : bradikardi < 60 x/menit
Suhu : 36,5-37,5 c
RR : 16-24x/menit
Body of System
B1 (Breathing)
Sistem pernafasan normal,Palpasi taktil premitus seimbang
kanan dan kiri,Perkusi resonan pada seluruh lapangan
paru,Auskultasi tidak terdengar bunyi nafas tambahan
B2 (Blood)
Hipotensi : berkaitan dengan gangguan pada pengaturan
tekanan darah oleh system persarafan otonom.
B3 (Brain)
Di dapatkan perubahan gaya berjalan,
Parestesia,pendataran arkus lumbal,adanya angulus,pelvis
yang miring/asimetris,muskulatur paravertebral,hambatan
pada pergerakan punggung,
B4 (Bladder)
Kaji keadaan urin meliputi , warna ,Penurunan jumlah urine
dan peningkatan retensi cairan akibat penurunan perfusi
pada ginjal
B5 (Bowel)
Nafsu makan menurun, mual muntah, konstipasi
B6 (Bone)
Adanya kesulitan untuk beraktifitas dan menggerakkan
badan karena adanya nyeri, kelemahan, serta mudah
lelah,dan menyebabkan masalah pada pola aktifitas dan
istirahat.
Pengkajian fungsional Gordon
Persepsi dan pemeliharaan kesehatan
Pasien mengatakan kesehatan merupakan hal yang penting, jika
ada keluarga yang sakit maka akan segera dibawa ke pelayanan
kesehatan terdekat.
Pola nutrisi dan metabolik
Biasanya klien mengalami anoreksia,nafsu makan menurun, mual
muntah
Pola eliminasi
Biasanya klien mengalami konstipasi, kasakitan dalam defekasi,
adanya inkontinensia/ retensi urine
Pola aktivitas dan latihan
penurunan rentang gerak dari ektremitas pada salah satu bagian
tubuh. Tidak mampu mekukan aktivitas yang biasanya dilakukan.
Atrofi otot pada bagian tubuh yang terkena dan gangguan dalam
berjalan
Pola istirahat tidur
Pasien tidak bisa tidur dengan tenang karena sakit punggung
Pola persepsi sensori dan kognitif
Biasanya terjadi kecemasan terhadap keadaan penyakitnya dan
ketakutan merupakan dampak psikologi klien.
Pola hubungan dengan orang lain
Pasien dapat berhubungan dengan orang lain secara baik tetapi
akibat kondisinya pasien malas untuk keluar dan memilih untuk
istirahat.
Pola reproduksi / seksual
Biasanya klien mengalami Hypomenorrhoe atau Amenorrhoe
Pola persepsi diri dan konsep diri
Pasien ingin cepat sembuh dan tidak ingin mengalami penyakit
seperti ini lagi
Pola mekanisme koping
Pasien apabila merasakan tidak nyaman selalu memegangi punggung
Pola nilai kepercayaan / keyakinan
Pasien beragama islam dan yakin akan cepat sembuh menganggap ini
merupakan cobaan dari Allah SWT
Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan rasa nyaman Nyeri b/d Jepitan


syaraf spinal
2. Gangguan mobilitas fisik b/d Paralisis & paralegi
3. Ansietas b.d kurangnya pengetahuan
INTERVENSI