Anda di halaman 1dari 55

DEFINISI MANAJEMEN OPERASI

-BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENYEDIAAN


PRODUK/JASA

-MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN


PENGELOLAAN KEGIATAN-KEGIATAN OPERASIONAL
SERTA KEGIATAN-KEGIATAN LAIN YANG BERHUBUNGAN
DENGAN FUNGSI-FUNGSI LAIN DI DALAM ORGANISASI.

-MEMBUAT RENCANA DAN MELAKUKAN PENGENDALIAN


SISTEM PRODUKSI SERTA KEGIATAN INTERFACE DENGAN
FUNGSI LAIN DI DALAM ORGANISASI DAN LINGKUNGAN
ORGANISASI. 1
KEY WORD :
DECISION MAKING TERUTAMA PADA BIDANG :
PROSES, KUALITAS,KAPASITAS DAN PERSEDIAAN.

EMPAT (4) DAERAH KEPUTUSAN PENTING DALAM


MANAJEMEN OPERASI.

PROSES :
MEMUTUSKAN PROSES YANG HARUS DILAKUKAN,
FASILITAS DAN TENAGA KERJA YANG HARUS DIGUNAKAN
UNTUK MEMBUAT PRODUK/JASA.

2
KUALITAS :
- TINGKAT PEMENUHAN KEBUTUHAN YANG AKAN DIPENUHI
- STANDARD DAN PROSEDUR UNTUK MENJAMIN KUALITAS
- PELATIHAN-PELATIHAN YANG DIBUTUHKAN
- CARA-CARA PENYEDIAAN

KAPASITAS :
MENENTUKAN BESARNYA KEMAMPUAN UNTUK
MENGHASILKAN PRODUK/JASA (BISA JANGKA PENDEK, BISA
JANGKA PANJANG).

INVESTORNYA :
MENETAPKAN BARANG APA YANG HARUS DIBELI, BERAPA
JUMLAHNYA.
3
MANAGEMENT SUPPLY CHAIN (DARI SUPPLIER S.D CUSTOMER)
ADALAH MEMBUAT KEPUTUSAN YANG TEPAT DI EMPAT (4) BIDANG.
TERDAPAT 3 FUNGSI POKOK DALAM ORGANISASI :
- MARKETING
- PRODUKSI
- KEUANGAN

TERDAPAT BEBERAPA FUNGSI PENDUKUNG :


- HUMAN RESSEOURCE
- INFORMATION SYSTEM

TERDAPAT KEPUTUSAN SPESIFIK UNTUK SUATU FUNGSI, TETAPI


BANYAK PULA KEPUTUSAN YANG HARUS MEMPERTIMBANGKAN
FUNGSI LAIN.
CONTOH : RENCANA PRODUKSI HARUS MEMPERTIMBANGKAN
FUNGSI MARKETING, KEUANGAN DAN HUMAN RESSEOURCE.
KEPUTUSAN MENJADI PENTING. 4
KEGIATAN OPERASI DAPAT DIPANDANG SEBAGAI SUATU
SISTEM.
(SISTEM OPERASI) :
OPERATIONS MANAGEMENT
ENVIRONMENT
INPUTS OUTPUTS
Energy

Materials
Transformation
Labor Goods or services
(conversion)
Capital process

Information

Outside
Information
Feedback information for
control of process inputs
and process technology
5
TEMA TEMA BARU DALAM MANAJEMEN OPERASI.

1. MANUFACTURING DAN SERVICES


JASA ( SEPERTI BANK,TELEKOMUNIKASI,
TRANSPORTASI ,DSB) DIBUTUHKAN UNTUK
MENDUKUNG DAN BERHUBUNGAN ERAT DENGAN
MANUFACTURING.

2.CUSTOMER FOCUS : OPERASI HARUS MEMENUHI


KEBUTUHAN KONSUMEN.

3.CONTINOUS IMPROVEMENT

4.KETERPADUAN ANTARA OPERASI DENGAN FUNGSI-


FUNGSI LAIN.
6
5. PERHATIAN TERHADAP LINGKUNGAN

6. GLOBALISASI

STRATEGI OPERASI.

CORPORATE & BUSINESS STRATEGY :


DASAR UNTUK STRATEGI OPERASI

CORPORATE STRATEGY :
MENENTUKAN BISNIS-BISNIS YANG SEDANG DAN AKAN
DIJALANKAN OLEH PERUSAHAAN.EXAMPLE : WALT DISNEY
BERGERAK DI BIDANG PEMBUATAN FILM KARTUN, TEMPAT
HIBURAN DAN BISNIS-BISNIS LAIN YANG TERKAIT.

7
BUSINESS STRATEGY :
MENENTUKAN BAGAIMANA BERSAING PADA SUATU
BISNIS TERTENTU

OPERATION MISSION :
FUNGSI POKOK OPERASI YANG TERKAIT DENGAN
BUSINESS STRATEGY & FUNCTIONAL STRATEGY LAINNYA.
CONTOH :
- BUSINESS STRATEGY : PRODUCT LEADERSHIP
- OPERATION MISSION : PENCIPTAAN PRODUK BARU DAN
FLEKSIBILITAS

8
DISTINCTIVE COMPETENCE

KEMAMPUAN OPERASI YANG MEMBEDAKANNYA DENGAN


PERUSAHAAN LAIN SEHINGGA PERUSAHAAN BISA
BEROPERASI LEBIH BAIK DARI PERUSAHAAN YANG LAIN.
DISTINCTIVE COMPETENCE BISA BERUPA KEMAMPUAN
SUMBER DAYA, BISA BERUPA TEKNOLOGI, PATENT, DSB.
YANG TIDAK DIMILIKI/SUKAR DIMILIKI PERUSAHAAN LAIN.

OPERATION OBJECTIVE :
DITURUNKAN DARI OPERATION MISSION PADA UMUMNYA
MELIPUTI :
- COST
- QUALITY
- DELIVERY
- FLEXIBILITY 9
OPERATION POLICY :

MENJELASKAN TENTANG BAGAIMANA TUJUAN DICAPAI.


HARUS BERHUBUNGAN DENGAN 4 BIDANG KEPUTUSAN :
- PROCESS
- QUALITY SYSTEM
- CAPACITY
- INVESTORY

10
TABLE 2.1. TYPICAL OPERATIONS OBJECTIVES :

Current Objective Current :


Year 5 Years World - Class
In the Future Competitor
Cost
Manufacturing cost as a percentage of sales 55% 52% 50%
Inventory turnover 4,1 5,2 5,0
Quality
Customer satisfaction (percentage satisfied
With products) 85% 99% 95%
Percentage of scrap and rework 3% 1% 1%
Warranty cost as a percentage of sales 1% 0,5% 1%
Delivery
Percentage of orders filled from stock 90% 95% 95%
Lead time to fill stock 3 wk 1 wk 3 wk
Flexibility
Number of months to introduce new product 10 mo 6 mo 8 mo
Number of months to change capacity by + 20% 3 mo 3 mo 3 mo

11
TABLE 2.2. EXAMPLES OF IMPORTANT POLICIES IN OPERATIONS

Policy Type Policy Area Strategic Choice

Process Span of process Make or buy


Automation Handmade or machine made
Flexible or hard automation
Process flow Project, batch, line or continous
Job Specification Hight or low specialization
Supervision Highly decentralized or centralized

Quality Systems Approach Prevention or inspection


Training Technical or managerial training
Suppliers Selected on quality or cost

Capacity Facility size One large or several small facilities


Location Near markets, low cost or foreign
Investment Permanent or Temporary

Inventory Amount High level or low levels of inventory


Distribution Centralized or decentralized warwhouse
Control System Control in great detail or less detail

12
PRODUCT DAN PROCESS DESIGN.

PRODUCT DESIGN :
- MEMUNCULKAN PRODUK BARU
- MERUPAKAN ALAT UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING

TERDAPAT 3 STRATEGI DALAM PERANCANGAN PRODUK :

1. MARKET PULL :
PASAR (KEBUTUHAN KONSUMEN) MERUPAKAN FAKTOR PALING
PENTING DALAM PERANCANGAN PRODUK.

2. TECHNICAL PUSH :
TEKNOLOGI SEBAGAI FAKTOR DOMINAN DALAM PERANCANGAN
PRODUK.
DIHASILKAN PRODUK DENGAN KEUNGGULAN TEKNIS DAN
MARKETING HARUS MENCIPTAKAN DEMAND.
13
3. INTERFUNCTIONAL VIEW :
KEDUA FAKTOR ( MARKETING DAN TEKNOLOGI)
MERUPAKAN FAKTOR DOMINAN SEHINGGA PRODUK
DIHARAPKAN MEMENUHI KEBUTUHAN KONSUMEN JUGA
MEMILIKI KEUNGGULAN TEKNIS

TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN PRODUK :

BEBERAPA PERUSAHAAN MEMILIKI TAHAP-TAHAP FORMAL


DIMANA SETIAP TAHAP MENGHASILKAN SESUATU YANG
DISETUJUI (DITANDATANGANI) OLEH SENIOR MANAGER
ISO 9000 MEMPERSYARATKAN HAL INI.

14
TAHAP-TAHAP UMUM :

Concept development

Product design Preliminary process design

Pilot production/testing Final process design

15
a) PENGEMBANGAN KONSEP
PENGUMPULAN DAN EVALUASI IDE-IDE PENGEMBANGAN PRODUK
AGAR PRODUK DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN PASAR DAN/ATAU
MEMILIKI KEUNGGULAN TEKNIS.

b). PERANCANGAN PRODUK


PRODUK DIRANCANG SECARA FISIK. DITENTUKAN SPESIFIKASI
TEKNIS. DIBUAT GAMBAR TEKNIS.
PERLU PERTIMBANGAN : TEKNIS, BIAYA, KUALITAS.

c). PILOT PRODUCTION/TESTING :


- MEMBUAT PROTOTYPE (MISAL LAPTOP DIBUAT SEJUMLAH
TERTENTU).
- TESTING, BAIK PERFORMANCE, LIFE TIME, RELIABILITY
- TEST PASAR
- FINALISASI DESIGN, PENENTUAN SPESIFIKASI AKHIR.
16
d) PRELIMINARY PROCESS DESIGN :
MERANCANG PROSES AWAL BERDASARKAN
RANCANGAN AWAL.

e) FINAL PROCESS DESIGN

- MELAKUKAN FINALISASI RANCANGAN PROSES


BERDASARKAN RANCANGAN AKHIR PRODUK

- OPTIMALISASI PROSES DAN MENENTUKAN SPEC.


PROSES DAN PELATIHAN.

17
CROSS FUNCTIONAL PRODUCT DESIGN.

SERING TERJADI KETIDAKCOCOKAN ANTARA MARKETING,


ENGINEERING DAN OPERATION DI DALAM PERANCANGAN
PRODUK. KADANG-KADANG RANCANGAN PRODUK OLEH
ENGINEERING TIDAK BISA DILAKSANAKAN OLEH OPERASI
KARENA TIDAK COCOK DENGAN TEKNOLOGI/INFRA
STRUKTUR YANG ADA.

PERLU DILAKUKAN CONCURENT APPROACH :


- MELIBATKAN MARKETING, ENGINEERING DAN OPERATION
DENGAN URUTAN :

18
MARKETING ENGINEERING OPERATION

ENGINEERING

MARKETING OPERATION
USAHA
T

CONCEPT PRODUCT PILOT/


DEVELOPMENT DESIGN PRODUCTION /
TESTING
19
QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
- MEMBANTU MENGHUBUNGKAN ANTARA KEBUTUHAN
KONSUMEN (DALAM BAHASA BIASA) DENGAN SPESIFIKASI
TEKNIS (DALAM BAHASA TEKNIK) YANG DIMENGERTI OLEH
ENGINEERING.
- ALAT KOMUNIKASI MENGHUBUNGKAN MARKETING,
ENGINEERING DAN OPERATION.

KEBUTUHAN KONSUMEN ( CUSTOMER ATTRIBUTE)


DIPEROLEH DENGAN MELAKUKAN MARKET RESEARCH
KEPADA KONSUMEN YANG MENJADI TARGET. DITANYAKAN
TENTANG FEATURE YANG DIBUTUHKAN, TINGKAT
KEPENTINGAN DAN PERFORMANCE PRODUK PERUSAHAAN
DENGAN SAINGAN.
20
KARAKTERISTIK TEKNIS (ENGINEERING CHARACTERISTIC)
DIDEFINISIKAN MELALUI PEMIKIRAN TEKNIS GUNA MENCARI
KARAKTERISTIK TEKNIS PRODUK AGAR MEMENUHI
CUSTOMER ATTRIBUTE.
ENGINEERING CHARACTERISTIC HARUS MEASURABLE DAN
DEKAT DENGAN SPESIFIKASI TEKNIS.

21
HUBUNGAN ANTARA CUSTOMER ATTRIBUTE ENGINEERING CHARACTERISTIC
DITUJUKAN DALAM GAMBAR BERIKUT :

Relationship Engineering Characterictics Relationship


Matrix v Strong Positive
v Positive
x Negative x Strong
Negative
Customer
Atributes 1 2 3 4 5

Easy to pedal 10 v x x v

Strong and durable 20 v v x

Fast acceleration 15 v x x v

Low cost 20 x x x x x

Looks nice 10 v

Etc 25

Total 100 Our bike


Competitor A

Competitor B
22
DIBUAT HOUSE OF QUALITY DENGAN TAMBAHAN :

a) BAGIAN ATAS MEMPERLIHATKAN HUBUNGAN ANTARA ENGINEERING CHARACTERISTIC ( EC)


b) BAGIAN BAWAH MEMPERLIHATKAN NILAI EC BAGI PESAING DAN TARGET EC DARI PERUSAHAAN.

23
VALUE ANALYSIS /VALUE ENGINEERING.

TEKNIK :
- MENINGKATKAN KEMANFAATAN PRODUK (USEFULLNESS)
TANPA MENINGKATKAN BIAYA (COST), ATAU
- MEMPERTAHANKAN USEFULLNESS SERAYA MENURUNKAN
COST.

VALUE = USEFULLNESS : COST

USEFULLNESS = FUNGSI DARI PRODUK YANG DITERIMA


KONSUMEN

24
BEBERAPA PENGERTIAN :

OBJECTIVE : TUJUAN UTAMA DIBUAT PRODUK


EX. : SPACKBOARD : MEMBERIKAN KENYAMANAN KEPADA
PENGENDARA MOTOR.

BASIC FUNCTION :
FUNGSI DASAR PRODUK DIMANA BILA FUNGSI INI TIDAK
TERLAKSANA MAKA PRODUK SIA SIA .
EX. : MENGHALANGI AIR HUJAN

SECONDARY FUNCTION : FUNGSI KE-2


EX.:
- MENGHINDARI PERSENTUHAN PENGENDARA DENGAN RODA
- ESTETIKA
- DIANALISIS BIAYA UNTUK BASIC FUNCTION DAN SECONDARY
- DICARI ALTERNATIF-ALTERNATIF PERBAIKAN (MISAL MULA-MULA DARI
BESI DIGANTI PLASTIK).
25
PROCESS DESIGN.

PERLU DIPUTUSKAN TERLEBIH DAHULU PRODUCT FLOW.


TERDAPAT 3 MACAM PRODUCT FLOW :

LINE FLOW :
MATERIAL MENGALIR SECARA BERURUTAN (TERUS MENERUS) DARI
SUATU STATION KERJA KE STATION KERJA BERIKUTNYA.
MIS : MASS PRODUCTION ATAU CONTINOUS PROCESS).

BATH FLOW :
- MATERIAL MENGALIR SECARA BATH DARI SUATU WORK STATION KE
BERIKUTNYA
- BATH YANG BERBEDA MEMILIKI FLOW BEDA
- MESIN-MESIN GENERAL PURPOSE
- HIGH SKILL LABOR
- FLEXIBILITY TINGGI.

26
PROJECT :
- MENGHASILKAN PRODUK DALAM JUMLAH KECIL/UNIK
- KESULITAN DALAM PLANNING KARENA TIDAK BERULANG.
- GENERAL PURPOSE MACHINE DAN HIGH SKILL LABOR
- FLEXIBLE

27
PROCESS CHARACTERICTICS
Characteristic Line Batch Project

Product
Order type Continous or Batch Single Unit
large bath
Flow of product Sequenced Jumbled Sequenced
Product variety Low High Very High
Market type Mass Custom Unique
Volume High Medium Single unit

Labor
Skills Low High High
Task type Repetitive Nonroutine Nonroutine
Pay Low High High

28
Process Characteristic
Characterictic Line Batch Project

Capital
Investment High Medium Low
Inventory Low High Little
Equipment Special Purpose General Purpose General Purpose

Objectives
Flexibility Low Medium High
Cost Low Medium High
Quality Consistent Consistent Consistent
Delivery On time On time On time

Control and Planning


Production control Easy Difficult Difficult
Inventory control Easy Difficult Difficult

29
TERDAPAT 2 POLA MEMBUAT PRODUK :

a) MAKE TO ORDER
MEMBUAT PRODUK SETELAH DITERIMA PESANAN.
DAPAT SAJA BAGIAN TERTENTU PRODUK SUDAH
DISEDIAKAN SEBELUM DITERIMA PESANAN.
- PADA UMUMNYA PEMBELIAN MATERIAL DILAKUKAN
SETELAH PESANAN DITERIMA.
- CUSTOMIZED PRODUCT.
b) MAKE TO STOCK
- MEMBUAT PRODUK, DISIMPAN
- DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN BERSAMA DENGAN
CEPAT.
30
Make-to-stock versus Make-to-order

Characterictic Make to stock Make to order

Product Producer specified Customer specified


Low variety High variety
Inexpensive Expensive

Objectives Balance inventory, Manage delivery


capacity and service lead times and
capacity

Main operations Forecasting Delivery promises


Problems Planning production Delivery time
Control of inventory
31
PEMILIHAN PROSES.

TERDAPAT 3 TIPE PRODUCT FLOW DAN 2 POLA PEMBUATAN


BARANG.
MENIMBULKAN MATRIX DENGAN 6 JENIS PROSES SEBAGAI
BERIKUT :
Process Selection Decisions
We have been discussing two dimensions that can be used for
process classificasion purposes:product flow and type of
customer order. These dimensions are used to construct the six
cell matrix shown in Table 4.3. This matrix contains the six
types of processes used in practice. All of these six processes
may be used by a single firm, depending on the products and
volumes required by the market. However, if more than one
process is used in a single facility, then the plant within a
plant concept may be used to maintain focus, as described in
Chapter 2.
32
All six types of process are encountered in industry. While it
is common for a line operation to be make-to-stock, it can also be
make to-order. For example, an automobile assembly line is used
to produce a large variety of different automobile.
Table 4.3. Process Characteristic Matrix

Make-to-Stock Make-to-Order / Assemble-to-order


Line Flow Oil refining Automobile assembly line
Flour milling Telephone company
Cannery Electric utility
Cafeteria
Batch Flow Machine shop Machine shop
Fast food Restaurant
Glassware factory Hospital
Furniture Custom jewelry
Project Speculation homes Buildings
Commerical paintings Movies
Ships
Portraits
33
FAKTOR FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN
DALAM PEMILIHAN PROSES :
1) DEMAND DAN PERSAINGAN
LINE PROCESS MEMBUTUHKAN MASS MARKET
2) MODAL
LINE PROCESS MEMBUTUHKAN MODAL BESAR
3) KETERSEDIAAN TENAGA KERJA TERAMPIL
BATH PROCESS DAN PROJECT MEMBUTUHKAN TENAGA
KERJA DENGAN KETERAMPILAN TINGGI
4) KEMAMPUAN MANAJERIAL
PROJECT MEMBUTUHKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL
YANG LEBIH TINGGI
5) PERSEDIAAN MATERIAL DAN HARGANYA.
PROJECT LEBIH FLEXIBLE TERHADAP PERUBAHAN
MATERIAL. 34
PERAMALAN
DEMAND

PLANNING THE SYSTEM PLANNING THENSE OF THE CONTROLLING


-PROCESS DESIGN SYSTEM THE SYSTEM
-FACILITY PLANNING & - AGGREGATE PLANNING - INVENTORY
INVESTMENT - JOB SHOP SCHEDULING CONTROL
-CAPACITY PLANNING - FLOW SHOP SCHEDULING - EVALUATION

35
METODA - METODA PERAMALAN
PADA DASARNYA METODA PERAMALAN DAPAT DIKELOMPOKKAN KE
DALAM 3 KELOMPOK YAITU :
1. METODA KUALITATIF YANG TERDIRI DARI :
METODA DELPHI
MARKET RESEARCH
HISTORICAL ANALOGY
2. TIME SERIES
SIMPLE AVERAGE
MOVING AVERAGE
WEIGHTED MOVING AVERAGE
EXPONTIAL SMOOTHING
REGRESSI LINIER
REGRESSI NON LINIER
BOX JENKINS
3. METODA CAUSAL
KORELASI REGRESSI
ECONOMETRIE MODEL
BEBERAPA METODA AKAN DIJELASKAN SECARA RINCI
METODA DELPHI
DIGUNAKAN UNTUK PRODUK BARU RAMALAN DENGAN HORIZON WAKTU
YANG CUKUP PANJANG.

DILAKSANAKAN DENGAN MENGUMPULKAN BEBERAPA AHLI DAN


DILAKUKAN DENGAN BEBERAPA TAHAP.

-TAHAP 1. :- PENJELASAN
- RAMALAN OLEH PARA AHLI SECARA TERPISAH
-TAHAP 2. :- DISKUSI HASIL
-TAHAP 3. :- RAMALAN OLEH PARA AHLI SECARA TERPISAH
-TAHAP 4. :- TAHAP 2 & 3 DIULANG SEHINGGA DIPEROLEH
KESEPAKATAN
MARKET RESEARCH
UNTUK PRODUK BARU DAN MEMILIKI HORIZON WAKTU YANG PANJANG.
PENELITIAN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TERHADAP TIMBULNYA DEMAND.
37
HISTORICAL ANALOGY
UNTUK PRODUK BARU, RAMALAN MEMILIKI HORIZON WAKTU PANJANG
MENIRU PERKEMBANGAN PRODUK YANG TELAH ADA DAN MEMILIKI
FUNGSI YANG MIRIP DENGAN PRODUK YANG AKAN DIRAMALKAN BESAR
DEMANDNYA.

TIME SERIES

SIMPLE AVERAGE
DIGUNAKAN BILA DEMAND MENUNJUKKAN KECENDERUNGAN TETAP,
ASSUMSI : DEMAND MASA DATANG ADALAH SAMA DENGAN RATA-RATA
DARI DEMAND MASA LALU.

CONTOH :

BULAN 1 2 3 4 5 6 7
DEMAND 30 30 40 40 70 50 50
38
30 30 40 40 70 50 50
RAMALAN BULAN 8 =
7
= 310 / 7
= 44,3

MOVING AVERAGE
RAMALAN DEMAND DIDASARKAN RATA-RATA DEMAND TERAKHIR
-TENTUKAN PERIODE DASAR ( UMUMNYA 2 4 PERIODE )
-HITUNG RATA-RATA BERDASARKAN RATA-RATA DEMAND PADA
PERIODE DASAR
CONTOH : LIHAT DATA DIATAS
70 + 50 + 50
RAMALAN BULAN 8 =
3
= 170 / 3
= 56,6
39
WEIGHTED MOVING AVERAGE
BERIKAN BOBOT BULAN BULAN YANG TERDAPAT PADA
PERIODE DASAR
RAMALAN DEMAND DIPEROLEH DENGAN MENGALIHKAN
ANTARA DEMAND DENGAN BOBOT.

CONTOH :
BULAN DEMAND BOBOT DEMAND X BOBOT
5 70 0,2 14
6 50 0,3 15
7 50 0,5 25
RAMALAN 54

40
EXPONENTIAL SMOOTING
PERAMALAN DEMAND DIPEROLEH DENGAN RUMUS :
Ft = Dt 1 + ( 1 ) Ft 1
Ft = RAMALAN SAAT t
Dt = DEMAND NYATA SAAT t
= KONSTANTA
CONTOH :
BULAN DEMAND NYATA RAMALAN
1 100 150
2 120 150 = 0,6

RAMALAN BULAN 3 = 0,6. 120 + 0,4. 150


= 72 + 60
= 132
41
METODE REGRESSI LINIER
Y (t) = a + bt
N N N
N t . y (t) - y (t) y t
t=1 t=1 t=1
b = 2

N 2 N 2 t Y (t) t Y ( t) t
N t. - t 1 15 15 1
t=1 t=1 2 20 40 4
3 35 105 9
4 40 160 16
N N 5 55 275 25
y ( t) t 6 70 420 36
t=1 t=1 7 80 560 49
a= -b 28 315 1575 140
N N
42
DIPEROLEH
(7) (1575) - (315) (28)
b =
2
(7) (140) (28)
= 11,25

QUADRATIC MODEL
2
Y = a + x + bt + ct

b=
2

43
WHERE

N 2 2 N 4
= N t. - N t
t=1 t=1

N N N
= t. t. Y (t) - N ty (t)
t=1 t=1 t=1

N 2 N N 2
= t. Y (t) - N t Y (t)
t=1 t=1 t=1

44
N N 2 N 3

= t. N t. - N t
t=1 t=1 t=1

V N 2

= t. -Nt
t=1 t=1

( b) ( )
c =

N N N 2
a= Y (t) - b t. - c t
t=1 t=1 t=1
N N N 45
CONTOH :
2 3 4 2

1 t t t Y(t) t Y (t) t Y (t)

1 1 1 1 16 16 16
2 4 8 16 24 48 96
3 9 27 81 34 102 306
4 16 64 256 46 184 736
5 25 125 625 60 300 1500
15 55 225 979 180 650 2654

FOR , , , and 0 Gives

46
= (15) (55) - (5) (225) = - 300
2
= (15) - (5) (55) = -50
2
= (55) - (5) ( 579) = -1.870

= (15) (180) (5) (650) = - 550

0 = (55) (180) - (5) ( 2654) = -.3.370

AND SOLVING EQUATION 4.12. THROUGHT 4.14 SEQUENTIALLY GIVES

( -1870 ) (-550) - (-3370) (-300) 17.500


b= = =5
2 3.500
(-1870) (-50) - (-300) 47
(-1870)
c = = 1
-1870

180 (15) ( 15) 55


a = - = = 10
5 5 5

2
Y (t) = 10 + 5t + t

EXPONENTIAL MODEL
bt

Y ( t ) = ac
48
bt

Ln Y (t) = Ln (a) + Ln (c ) = Ln (a) + bt

Contoh :

t Y(t) Ln Y(t) tLn Y(t) t

0 2.50 0,92 0.00 0


1 4.12 1.42 1.42 1
2 6.80 1.92 3.84 4
3 11.20 2.42 7.26 9
4 18.47 2.92 11.68 16
10 9.60 24.20 30
49
(5) (24.20) - (9.60) (10) 25
b= = = 0,5
(5) (30) - 100 50

9.60 (0,5) (10)


Ln (a) = - = 0,92
5 5

0,92
THE TRUE VALUE OF A IS COURSE THE ANTI-IN OF 0,92 0R E
= 2,50 = a And so as expected, we get.
bt 0,5 t
Y (t) = ae = 2.5 e 50
CAUSAL METHOD

KORELASI

CARI VARIABEL YANG DIPERKIRAKAN MEMPENGARUHI


DEMAND ( DAPAT DIGUNAKAN METODA SCATTER DIAGRAM).

y = DEMAND
x = VARIABEL YANG BERPENGARUH
ASSUMSI HUBUNGAN LINIER

y = a + b x.
y = n.a + b x.
2

y x = a x + b x 51
CONTOH :
2

TAHUN JLH.PDDK (k) DEMAND yx x


5

(10 ) (y)
1988 20 100 2000 400
1989 21 110 2320 441
1990 22 120 2640 484
1991 24 120 2880 576
1992 25 140 3500 620
2

x= 112 y = 590 y = 3340 x = 2526


y = n.a + b x 590 = 5. a. + 112.B x 112
2

yx = a. x + b x 13340 = 112 a + 2526 b. x 5 52


66080 = 560a + 12544 b
66700 = 560a + 12630 b

- 620 = - 86 = 620 / 86 = 7.2

590 112. 7.2


a= = - 42
5
6

RAMALAN TAHUN 1993 (PERKIRAAN PDDK 1993) = 2.7 x 10 =

y = 42 + 7,2 x 27 = 155,4

53
KESALAHAN PERAMALAN :
KESALAHAN PERAMALAN MERUPAKAN ALAT UNTUK
MENGUKUR TINGKAT KETELITIAN, DAPAT DIGUNAKAN
UNTUK MEMILIH METODE PERAMALAN YANG TERBAIK.

A. MEAN ABSOLUTE DEVIATION ( M.A.D.)


N
Y (t) y (t)
t=1
MAD =
N

54
B. MEAN SQUARE ERROR =

N 2
Y (t) y (t)
t=1
MSE =
N

55